
Sam hanya diam saja sambil mendengarkan apa yang di katakan oleh Kai bahkan sedari tadi Kai tidak berhenti berbicara bahkan dia saja yang mengoceh sejak tadi
"Kai apa mulut mu itu tidak lelah dari tadi bicara tanpa henti". Kata Calista
"Tidak sama sekali kak bahkan Kai sangat senang sekali saat ini". Kata Kai
"Apa yang membuat mu senang Kai?". Tanya Ray
"Aku senang karena penelitian ku berhasil jadi nanti aku akan mentraktir bunda makan di luar ". Kata Kai
"Apa kau punya uang untuk mentraktir bunda bahkan jajan saja kau dapat dari Daddy ". Kata Calista
"tentu saja aku punya dan jika tidak mana mungkin aku akan bisa mentraktir bunda "? Kata Kai
Bahkan mereka tidak percaya jika Kai memiliki uang karena mereka juga tahu selama ini dia juga sering menghabisi uang saku nya untuk mentraktir para teman nya di sekolah bahkan Kai terlihat sangat boros sekali menurut mereka semua
"Apa kau mencuri uang Daddy Kai maka dari itu kau memiliki uang?". Tanya Ray
"Mana mungkin aku mencuri uang Daddy , kau ini kak ada-ada saja". Kata Kai
"Siapa tahu saja memang benar begitu kan kau jahil sekali Kai bahkan kau suka sekali mengerjai Daddy tanpa rasa takut ". Kata Calista
"Bukan hanya aku saja yang suka mengerjai Daddy bahkan kak Calista juga kan ". Kata Kai
"Aku kan tidak terlalu sering melakukan nya tapi kau selalu saja melakukan nya setiap hari". Kata Calista
"Aku hanya ingin menguji kesabaran Daddy saja dan ternyata Daddy kita sangat sabar sekali". Kata Kai
"Dia sabar hanya kepada kita saja tapi jika kepada orang lain dia akan sangat dingin dan sadis ". Kata Ray
"Ya itu memang benar sekali kak bahkan kesadisan Daddy menurun kepada Calista". Kata Kai membuat dia mendapat kan pukulan dari Calista
Kini mobil mereka sudah sampai di halaman rumah keluarga Airlangga dan Terlihat juga mobil Diego juga baru sampai di sana
mereka keluar secara bersamaan dan terlihat Kai kini sekarang menghampiri bunda nya lalu memeluk nya saat ini
"Bunda dari belanja ya". Kata Kai
"Iya bunda habis belanja untuk kalian juga ". Kata Yuli
Terlihat kini adao mobil lain masuk ke dalam halaman rumah dan mereka tahu mobil siapa lagi yang datang
"Kalian kenapa datang kemari lagi , tahu saja kalau bunda habis belanja". Kata Kai
"Kai jangan berkata seperti itu, mereka adalah saudara kamu juga ". Kata Yuli
Mereka pun kini bergabung bersama dan terlihat Ryan kini memeluk mama nya
__ADS_1
"Dari belanja ma, tidak ajak kita ?". Tanya Ryan
"Iya . mama buru-buru sayang karena kita kan tidak membawa banyak baju juga". Kata Intan
Kini Yuli pun mengajak mereka masuk Sekarang dan terlihat anak-anak nya membantu dia membawa barang belanjaan nya. Bahkan Yuli membeli bukan untuk anak nya saja tapi juga untuk anak sahabat nya juga dia membelikan barang
"Kalian ganti baju dulu sekarang dan bunda akan memasak untuk kalian semua". Kata Yuli
Mereka pun menuruti nya dan kini Langsung menuju kamar masing-masing untuk segera berganti pakaian sementara itu Yuli dan intan langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk mereka semua yang ada di rumah
"Kamu selalu masak Yul untuk Ricky dan anak-anak?". Tanya Intan
"Iya , bahkan Ricky tidak akan makan jika bukan masakan ku ". Kata Yuli yang kini sudah mulai memotong bahan makanan nya
"Wah suami rumahan sekali ya dia bahkan usia pernikahan kalian sudah lima tahun saja masih saja romantis berbeda sekali dengan Ipank ". Kata Intan
"Memang kenapa Ipank , dia kan juga sangat romantis sekali malah melebihi Ricky". Kata Yuli
"Dia romantis jika ada maunya saja kalau tidak ya biasa saja ". Kata Intan
"Tapi dia kan sangat cinta kepada mu ". Kata Yuli
"Ya sama saja kan malahan Ricky lebih menunjukkan rasa cinta nya yang begitu besar kepada mu Yul ". Kata Intan
"Ya dan aku sangat beruntung sekali memiliki nya sebagai suami dan kepala keluarga karena dia sangat bertanggung jawab sekali kepada keluarga kecil kami". Kata Yuli
Tidak butuh lama juga masakan nya pun jadi dan kini Yuli pun menyiapkan semua nya di meja makan bersama dengan Intan tentu nya yang ikut membantu dia juga
"Anak-anak ayo makan dulu ". Kata Yuli memanggil mereka
Semua terlihat turun dari tangga satu persatu bahkan Kai terlihat sangat bersemangat sekali kali ini dan dia pun berlari menuju meja makan
"Kai jangan berlarian sayang nanti kamu jatuh ". Kata Yuli
Kai hanya tersenyum saja dan kini dia sudah duduk di kursi nya dengan tenang sambil menunggu yang lain nya juga
"Mana kak Ray kenapa belum turun ?". Tanya Yuli
"Ray di sini Bun ". Kata Ray yang kini berjalan turun dari tangga menuju meja makan bahkan dia terlihat sangat tampan sekali dan berkharisma menurut Yuli sama seperti Daddy nya
Kini Ray pun bergabung dengan yang lain nya dan mereka segera makan bersama. Terlihat mereka makan dengan nikmat nya dan Kai kini terlihat diam saja sambil menikmati makanan tidak seperti biasanya dia yang selalu cerewet dan banyak sekali bicara
"Kai apa makanan nya tidak enak ?". Tanya Yuli
Kai pun langsung menatap bunda nya dan terlihat tersenyum sekarang ini
"Masakan bunda selalu juara untuk Kai". Kata nya sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipi nya itu membuat kadar ketampanan nya bertambah dan melebihi Ricky sang Daddy
__ADS_1
"Tapi kenapa kamu diam saja seperti tidak suka masakan bunda ". Kata Yuli
"Itu hanya perasaan bunda saja dan bunda jangan baper gitu dong "". Kata Kai sambil tersenyum membuat Yuli dan Intan pun langsung menatap nya lalu tertawa dengan ucapan Kai tadi. Anak sekecil dia tahu kata baper membuat Yuli tertawa terbahak-bahak sekarang ini dan mereka pun juga ikut tersenyum senang melihat kebahagiaan bunda nya itu
"Habiskan ya makanan nya dan jangan sampai tersisa sedikit pun ". Kata Yuli
"Baik Bunda". Jawab mereka semua bersamaan
Yuli senang melihat mereka semua makan dengan lahap nya bahkan terlihat sangat menikmati makanan yang dia buat bersama sahabat nya tadi bahkan kini mereka pun juga ikut makan bersama dengan anak-anak nya di sana
Sementara itu di kantor Leon tengah mengobrol dengan Ricky di sana juga ada Ipank yang menemani mereka berdua
"Apa tidak bisa Rani menengok si kembar?". Tanya Leon
"Apa Lo ingin gue bunuh anak Lo ". Kata Ricky
"Aku hanya bertanya saja ". Kata Leon
"Sudah ku katakan jika jangan coba-coba untuk menemui keluarga gue bahkan menghubungi nya tanpa sepengetahuan gue ". Kata Ricky
"Tidak seharus nya Lo menghukum Rani juga Rick karena dia juga selalu mendukung hubungan Lo dan Yuli sejak dulu bahkan Rani sangat penurut sekali". Kata Ipank
"Gue tidak akan membiarkan mereka masuk ke dalam kehidupan gue lagi bahkan Hanya untuk melihat anak-anak pun juga gue akan sangat melarang nya ". Kata Ricky
"Hanya sekali saja kak apa tidak bisa atau biarkan aku yang menemui mereka dan berfoto bersama mereka agar Rani bisa melihat nya ". Kata Leon
"Dan jika Lo menemui keluarga gue maka istri gue akan meminta untuk menelfon Rani". Kata Ricky
Leon pun terdiam bahkan dia tidak lagi bisa berkata jika Ricky memang tidak mau di temui oleh keluarga nya dia bisa apa bahkan melawan pun tidak mungkin karena semakin tua Ricky juga semakin kuat bahkan kekuasaan nya semakin bertambah saja saat ini membuat semua nya segan terhadap nya
"Sudah lah Leon sebaik nya jangan memancing singa yang sedang tidur ini". Kata Ipank
"Jangan perduli kan mereka fokus saja kepada bisnis Lo ". Kata Ricky
"Ya aku juga sudah fokus terhadap bisnis ku kak saat ini dan aku juga sudah melakukan semua yang kau perintah kan ". Kata Leon
"Ya itu jauh lebih baik dan jika sampai Lo melanggar aturan gue siap-siap saja Lo akan hilang dari dunia ini karena gue tidak akan membiarkan siapapun mengusik Keluarga kecil gue ". Kata Ricky
Leon hanya bisa menghembuskan nafas nya saja karena dia tidak bisa memenuhi keinginan istri nya itu bahkan sangat sulit sekali membujuk Ricky dan itu semua juga karena ulah anggota keluarga Hartama juga yang membuat Ricky sangat benci kepada mereka
"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan aku permisi dulu kak ". kata Leon
Ricky pun mengangguk kan kepala nya dan kini Leon pun pergi dari ruangan nya untuk segera kembali ke hotel bahkan kini Ricky dan Ipank pun masih di ruangan Ricky
"Apa tidak ada toleransi untuk Rani sedikit saja Rick, gue merasa kasihan dengan dia ". Kata Ipank
"Toleransi tidak ada dalam kamus Ricky". Kata Ricky dengan dingin nya sambil menatap Ipank
__ADS_1