
Kini di sebuah ruangan di sekolah terlihat tiga anak Yuli dan Ricky sedang mengobrol dengan serius nya bahkan terlihat juga beberapa kali Calista berdebat dengan Kai karena Kai selalu saja membuat dia jengkel sekali sejak tadi
"Kalian berdua jika bertengkar terus sebaik nya pergi saja dan aku yakin akan menyelesaikan nya sendiri ". Kata Ray
Jika Ray sudah berkata maka kedua nya pun akan terdiam karena mereka sangat menghormati kakak nya itu sesuai dengan apa yang bunda nya katakan jika mereka memang harus menurut kepada Ray jika tidak bersama dengan kedua orang tua nya dan itu mereka lakukan selalu.
"Lalu bagaimana rencana kita kak ?". Tanya Calista
"Kita hancurkan perusahaan lelaki itu dan jangan secara terang-terangan, lakukan dari dalam saja ". Kata Ray
"Kita kan memang selalu bekerja secara sembunyi-sembunyi kak ". Kata Kai
"Dan kau memang hebat Kai jika melakukan tugas mu bahkan tidak ada yang mengetahui nya ". Kata Rey
Kai hanya tersenyum saja bahkan dia terlihat sangat santai sekali kali ini meskipun kakak nya itu kini tahu apa yang sudah dia lakukan tapi Kai tidak lah perduli karena memang kedua kakak nya pasti akan selalu mendukung langkah nya karena mereka bertiga juga saling mendukung jika itu tentang bunda tercinta mereka. Kini mereka masih menyiapkan beberapa strategi yang harus di lakukan dan mereka juga membagi tugas di sini karena jika membagi tugas di rumah otomatis Ricky nanti akan curiga dan tahu jadi mereka tidak ingin hal tersebut terjadi
"Calista Kamu retas nanti sistem jaringan di sana dan curi dokumen perusahaan ". Kata Ray
"Baik kak ". Kata Calista
"Sementara kau Kai lakukan apapun yang kau mau dan aku yakin kau sudah punya rencana tersendiri untuk menghancurkan nya kan ". Kata Ray
Kai oun tersenyum dan kini dia hanya mendengar kan apa yang kakak nya itu katakan kali ini bahkan Mereka kini sangat serius sekali berdiskusi di sana dan Kai juga serius mendengarkan apa yang Ray katakan
"Satu hal lagi kak , ada seseorang yang bernama Lorry dia terlihat beberapa waktu lalu mencoba untuk menaruh penyusup di perusahaan Daddy namun ketahuan sama uncle Diego ". Kata Kai
"Lorry, biarkan dia karena itu urusan Daddy dan jangan ikut campur kecuali Daddy butuh bantuan ". Kata Ray
Mereka kini mengangguk kan kepala nya dan segera keluar dari ruangan Tere dan kini sudah menghampiri Sam yang sedang menunggu mereka di sana bahkan mereka juga melihat ada Axel di sana yang menatap mereka
"Tuan muda Axel apa mau saya antar juga ?". Tanya Sam
"Tidak usah om , biar Axel menunggu saja di sini ". Kata Axel
Dia merasa tidak enak jika ikut dengan mobil anak Ricky bahkan Axel juga hanya diam saja sejak tadi
"Gak usah gengsi bro kalau mau di antar ayo naik saja ". Kata Kai
"Tidak. aku akan menunggu om Mark saja di sini ". Kata Axel
"Sudah lah Axel tidak apa-apa ayo ikut saja dengan mobil kita dan kamu juga bisa menunggu di rumah nanti dan katakan saja kepada om Mark jika kamu ada di rumah ku ". Kata Calista
Axel pun kini menatap Ray yang kini hanya diam saja bahkan dia juga terlihat tidak perduli sama sekali dengan hal tersebut Tap Axel merasa jika Ray itu dingin sekali dengan nya
"Tidak usah biar aku tunggu di sini saja dan kalian pulang saja sana nanti bunda menunggu ". Kata Axel
Ray yang memang tidak perduli pun kini dia segera masuk ke dalam mobil dan Calista dan Kai pun segera menyusul nya saat ini . Sam segera melajukan kendaraannya dan beberapa kali juga dia melihat ke spion dan ternyata Ray kini sedang sibuk membaca sedang kan Calista kini hanya diam sambil mendengarkan musik saja sementara Kai sedari tadi mengoceh tidak jelas dan Sam hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala saja
Axel masih menunggu di sekolah nya bahkan dia kini sendiri saja di sana
"Axel ". Panggil Darren
Kini terlihat Darren dan juga Rafael berjalan menghampiri nya bahkan mereka berdua kini berjalan cepat agar segera sampai di depan Axel
__ADS_1
"Kenapa masih ada di sini ?". Tanya Darren
"Nunggu jemputan ". Jawab Axel
"Bareng kita saja dari pada menunggu sendirian ". Kata Darren
"Boleh tapi katakan kepada om Alex ya untuk memberi kabar om Mark ". Kata Axel
"Iya tenang saja nanti akan Rafael katakan. ayo kita pergi ke mobil sekarang ". Ajak Darren
kini mereka bertiga pun segera masuk ke dalam mobil dan terlihat juga di sana Axel masih saja terdiam tanpa ingin berkata apapun bahkan sedari tadi Darren sudah banyak bicara
"Oh ya Minggu besok apa kau akan ikut liburan dengan Kai dan keluarga nya ?". Tanya Darren
"Entah lah, mungkin saja tidak karena papa juga tidak mengatakan apapun ". Kata Axel
"Ah tidak seru sekali jika kau tidak ikut ". Kata Darren
"Apa kalian semua akan ikut ?". Tanya Axel
"Ya kita akan ikut bahkan Ryan juga sudah menyiapkan segala keperluan nya juga untuk berangkat ke sana ". Kata Rafael
Axel hanya bisa diam saja mendengar hal tersebut dan Sebenar nya dia jadi ingin sekali ikut namun mungkin saja akan membuat mereka tidak nyaman karena mama nya waktu itu pernah menghina bunda Yuli menurut nya
"Ikut saja Axel , pasti seru di pantai apalagi di sana juga ada William ". Kata Derren
"Nanti aku akan tanya papa dulu ". Kata Axel
Kini mereka pun terdiam setelah melakukan beberapa kalangan perbincangan bahkan terlihat juga Derren kini sudah tertidur dengan pulas nya sementara Axel hanya diam sambil menatap ke depan saja
"Bunda Kai pulang ". Panggil nya sambil berlari menuju dapur karena jam segini biasa nya Yuli berada di dapur memasak untuk nya , namun kalau ini Kai salah bahkan Yuli dan yang lain nya yang melihat ekspresi Kai pun tersenyum di buat nya
"Anak Lo ya aktif sekali Yul ". Kata Bryan
"Dia memang tidak pernah bisa diam sedikit pun ". Kata Yuli
"Sama seperti Lo dulu ". Kata Luna
"Ya nama nya juga anak mudah kak masih mencari diri dan mengekspresikan diri kan ". Kata Yuli sambil tersenyum
"Dan kini hal tersebut menurun kepada Kai ". Kata Luna
Bryan dan Yuli pun tersenyum melihat kelakuan Kai bahkan kini dia kembali berdebat dengan Calista dan membuat Calista harus memukul kepala kembaran nya itu karena dia jengkel sekali dengan Kai yang memang tidak bisa diam itu sementara Ray hanya diam menatap mereka saja tanpa ingin marah ataupun berbicara.
Kini Yuli pun segera turun ke bawah dan di a tersenyum melihat anak-anak nya itu
"Kalian sudah pulang ". Kata Yuli membuat mereka bertiga langsung menoleh dan Kai langsung berlari menghampiri nya
"Bunda tidak memasak hari ini ?". Tanya Kai
"Tidak. Hari ini kita akan makan siang di luar jadi kalian ganti baju dan tunggu Daddy pulang setelah itu kita makan bersama ". Kata Yuli
"Siap ibu ratu, kita ganti baju dulu bunda ". Kata Kai sambil memeluk dan mencium bunda nya dan kini dia segera masuk ke dalam kamar nya begitu juga dengan Ray dan juga Calista yang melakukan hal yang sama dengan Kai juga dan Langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya untuk berganti baju
__ADS_1
"ehm calon pengantin kenapa diam saja , apa tidak mau kencan ". Kata Yuli Menggoda Luna dan juga Sam
"Kencan apa sih Yul , bahkan kita juga sudah tua mana ada kencan segala ". Kata Luna
"Nah salah sendiri kenapa dulu tidak menerima Sam ". Kata Yuli membuat Luna pun menyenggol lengan adik nya itu karena ucapan nya yang menjengkelkan
"Kikan belum kembali ya ?". Tanya Yuli
"Belum, mungkin nanti sore dia baru kembali ". Kata Bryan
"Ingin sekali gue jenguk Rachel tapi mau bagaimana lagi nanti Ricky makin marah ". Kata Yuli
"Mana bisa dia marah pada Lo yang ada jinak dia dengan Lo Yul ". Kata Bryan
"Nah itu benar sekali bahkan dia sangat takut dengan istri tercinta nya ini ". Tambah Luna
membiarkan mereka pun tertawa bersama karena hal itu memang benar sekali jika Ricky memang tidak pernah mau berdebat dengan Yuli dan akan selalu mengalah untuk nya juga
Di rumah Arok kini Galang masih ada di sana dan terlihat juga Ken serta Rere juga di sana bahkan mereka terlihat mengobrol dengan serius nya
"Gue rasa racun nya masih ada Rok jadi kondisi istri Lo tidak stabil , kadang sehat dan bisa juga tiba-tiba lemas ". Kata Ken
"Sialan siapa yang berani melakukan hal ini bahkan gue sudah mencari nya namun sangat sulit sekali jejak nya untuk di temukan bahkan Ipank juga sulit untuk melacak nya ". Kata Arok
"Jika itu memang benar bukan Ricky maka kota harus waspada karena dia sangat cerdas sekali bahkan racun nya pun bukan sembarangan juga ". Kata Ken
"Apa mungkin itu musuh lama kalian ?". Tanya Galang
"Tidak mungkin karena jika itu Lorry maka yang menjadi target nya adalah keluarga Ricky ". Kata Arok
Ken pun setuju dengan hal tersebut karena sejak awal Lorry mengincar kehancuran Ricky jadi tidak mungkin dia menyakiti Rachel sama sekali karena itu juga tidak ada hubungan nya dengan dia juga . Mereka masih saja berpikir siapa dalang di balik itu semua bahkan Arok sangat kesal karena penyelidikan dia tidak membuahkan hasil Sam sekali
"Kita harus meminta bantuan Ricky karena gue yakin dia bisa melacak nya ". Kata Rere
"Ya tapi gue tidak yakin jika dia mau membantu ". Kata Arok
"Coba saja dulu ". Kata Galang
Arok akan mencoba meminta bantuan Ricky untuk mencari tahu siapa yang meracuni istri nya karena dia juga ingin tahu apa itu dari musuh lama nya atau musuh baru karena dia sangat sulit mendeteksi nya juga kali ini
Di kamar Rachel terlihat Kikan dan juga Kinar ada di sana dan mereka bertiga pun tampak sedang mengobrol saat ini
"Kenapa kak Rachel sampai mengatakan hal itu kepada Yuli bahkan kalian juga berteman sudah lama ". Kata Kinar
Rachel hanya terdiam saja bahkan sejak tadi Kikan marah dengan nya pun dia tetap diam saja tanpa menunjukkan rasa kesal nya sedikit pun saat ini
"Bahkan Yuli juga sudah bahagia dengan kak Ricky dan kak Arok juga sudah menikah dengan mu , bisa-bisa kamu mengatakan jika Yuli gatal kepada suami mu ". Kata Kikan
"Tapi itu memang kenyataan nya kan , Arok cinta dengan Yuli ". Kata Rachel dengan lirih nya namun masih bisa mereka berdua mendengar nya
"Dan kamu pun dulu juga pernah bilang akan merelakan Arok jika dia menikah dengan Yuli dulu ". Kata Kikan yang masih saja kesal dengan Rachel
"Kak , jangan mudah termakan omongan orang bahkan jika kakak baru mengenal nya bahkan Yuli kini juga sangat khawatir dengan kakak ". Kata Kinar
__ADS_1
"Sebaik nya katakan saja Hel siapa yang menghasut mu untuk melakukan hal bodoh itu agar kak Arok dan yang lain nya bisa menyelesaikan semua ini dan juga agar kak Ricky tidak marah dengan mu, tapi mana mungkin juga dia marah karena Yuli juga akan melarang nya marah dengan mu. Bahkan perempuan yang sangat kamu cemburui itu sangat baik kepada mu ". Kata Kikan
Rachel bingung saat ini dan dia juga beberapa hari merasa jika perbuatan nya kepada Yuli memang lah tidak benar namun dia juga takut jika mengatakan siapa yang menghasut nya maka Keluarga kecil nya itu bisa terancam karena Rachel merasa jika orang itu bisa mengalahkan Arok suami nya