
Nathan kini fokus menyetir di sana dan dia pun sesekali juga melirik Calista yang terlihat diam saja di samping nya sekarang ini
" Fokus saja Nathan dan jangan melirik Calista nanti nabrak Lo ". Kata Kai
" Kak jangan begitu dong kan kasihan kak Nathan jika kamu menggoda nya , biarkan dia berusaha untuk mendekati kak Calista sekarang ini ". Kata Bianca
" Dia memang suka begitu Kan Bianca jadi biasa saja ". Kata Nathan
" Jangan macam-macam Lo Nathan jika ingin mendapat kan Restu gue karena mendekati Calista sangat lah tidak mudah " Kata Kai
" Benar itu dan kak Nathan harus melewati tiga lelaki hebat yang selalu bersama kak Calista tapi sebelum itu kakak juga harus melewati para sahabat kak Ray juga dan para papa nya termasuk papa ku juga dan kak Arthur ". Kata Bianca
" Seleksi nya ketat sekali ya tapi itu wajar sekali karena dia memang sangat layak untuk di perjuangkan seperti itu ". Kata Nathan sambil tersenyum membuat Calista pun juga ikut tersenyum sekarang ini
Tidak lama mereka pun sampai di mall dan segera masuk ke dalam . Bianca terlihat menggandeng Kai sekarang meninggalkan Calista bersama dengan Nathan di sana
" Kenapa harus pisah dengan mereka sih Bi ". Kata Kai
" Gak ikhlas nih cerita nya ". Kata Bianca
" Bukan begitu tapi aku masih tidak bisa memberikan Nathan bersama dengan Calista hanya berdua saja ". Kata Kai
" Ya sudah ke sana saja dan aku akan pergi mengelilingi mall ini sendirian saja ". Kata Bianca
" Bi jangan begitu aku tidak bermaksud apapun jadi jangan marah ya Baby". Kata Kai sambil merangkul Bianca sekarang ini
" Biarkan mereka berdua dekat agar kak Calista juga bahagia nanti nya. Jangan di kekang Mulu kak Calista nya kan kasihan ". Kata Bianca
" Iya iya bawel . Aku juga sudah melakukan nya kan sekarang ini jadi kamu sudah puas bukan ". Kata Kai
" Belum sebelum mereka jadian jadi aku akan tetap mengusahakan nya nanti . Lagu pula kak Nathan juga sangat baik dan bertanggung jawab jadi sangat cocok sekali dengan kak Calista ". Kata Bianca
" Ya sudah sekarang kita pergi belanja saja atau makan dan nonton terserah kamu saja ". Kata Kai
Mereka berdua pun kini terlihat sangat mesra sekali dan beberapa kali juga Bianca menjahili Kai sejak tadi membuat Kai makin gemas Saja dengan nya sekarang ini
Dan di lain tempat Calista dan juga Nathan pun terlihat berjalan berdampingan sekarang ini di sana bahkan Nathan pun juga memegang tangan Calista Sekarang ini
" Mau kemana ?". Tanya Nathan
" Gue juga bingung mau ke mana juga . Kenapa Bianca dan Kai meninggalkan kita berdua saja , menyebalkan sekali ". Kata Calista
" Apa Lo gak suka jika hanya jalan berdua saja dengan gue ?". Tanya Nathan
" Ya bukan nya gak suka juga , kan tadi kita datang berempat dan sekarang hanya berdua saja seperti ada yang kurang gitu ". Kata Calista
" Santai saja dan biasa saja . Gue juga tidak akan melakukan hal buruk juga kepada Lo nanti nya ". Kata Nathan
" Memang nya Berani melakukan hal buruk kepada gue sekarang ini ?". Tanya Calista
" Wanita seperti Lo tidak pantas untuk di sakiti dan hanya boleh di sayang saja ". Kata Nathan
Calista memukul Nathan pelan saja dan kini mereka pun juga entah mau pergi kemana yang jelas mereka berdua masih saja tetap jalan bersama di mall sekarang ini tanpa tujuan juga karena Calista dan Nathan juga tidak ingin pergi ke mall tapi mereka di ajak Kai dan Bianca jadi mau tidak mau ya harus tetap ikut tadi .
" Mau beli baju gak ?". Tanya Nathan
" Baju di rumah sudah banyak jadi gak perlu beli lagi ". Kata Calista
" Apa yang tidak Lo punya , kita beli saja sekarang mumpung di sini ". Kata Nathan
Terlihat kini Calista masih memikirkan apa yang dia butuhkan sekarang tapi rasa nya dia tidak menemukan apapun yang dia butuh kan sebab semua nya sudah terpenuhi juga
" Bagaimana kalau kita nongkrong saja di salah satu restoran di sini ". Kata Calista
" Hanya nongkrong saja gak mau makan gitu ". Kata Nathan
" Ya sama pesan makanan juga lah . Lagi pula mana boleh juga hanya nongkrong saja tanpa makan Apun juga ". Kata Calista
" Siapa juga yang akan melarang anak dari seorang Ricky Airlangga Hartama di sini , tentu saja mereka akan sangat hormat dengan Lo ". Kata Nathan
" Mana mungkin juga mereka tahu jika gue anak Daddy karena kita juga tidak pernah di perkenalkan secara langsung kepada semua orang jadi mustahil jika mereka tahu ". Kata Calista
__ADS_1
" Tapi jika mereka melihat dengan seksama pasti akan tahu apalagi aura kalian sangat terlihat sekali berbeda dengan yang lain nya dan bukan seperti orang sembarangan ". Kata Nathan
" Sama hal nya dengan Lo kan ". Kata Calista
" Jadi gimana , nongkrong atau nonton di sini ?". Tanya Nathan
" Nongkrong saja kan sudah lama juga kita tidak ngobrol bersama". Kata Calista
" Kalau begitu Ayo ke sana saja ". Kata Nathan sambil menarik tangan Calista dan mengajak nya ke sebuah restoran di sana yang dia lihat sekarang ini . Mereka masuk dan langsung duduk sekarang di sana , terlihat Calista sedang memilih menu makanan dan minuman apa yang akan mereka pesan
" Lo mau pesan apa ?". Tanya Calista
" Samakan saja dengan Lo . Apapun yang Lo pesan untuk gue maka gue tidak akan Menolak sama sekali nanti nya ". Kata Nathan
" Gak takut jika gue racun Lo nanti nya ". Kata Calista
" Jika mati di tangan Lo maka gue sangat rela sekali Calista" Kata Nathan
Calista hanya tersenyum saja menanggapi nya dan kini dia pun memesan makanan untuk dia dan juga Nathan di sana
Dan di kampus kini Ray dan yang lain nya juga sudah bersiap untuk pulang sekarang ini .
" Gila Kai ya, kita tidak di ajak pergi bersama dengan nya tadi dan dia hanya mengajak Calista saja ". Kata Derren
" Lo suka sekali sih ngikut orang Derren ". Kata Rafael
" Bukan gitu juga kali , Kai kan habis menang balapan jadi pasti uang dia sangat banyak sekali . Bisa lah kita Kebagian juga nanti nya " Kata Derren
" Apa Lo kekurangan uang hingga ingin di traktir oleh Kai sekarang ini ". Kata Axel
" Gila Lo ya , mana ada gue kehabisan uang Axel , jangan mengada-ada Lo ". kata Derren
" Jika uang Lo banyak jangan menunggu traktiran Orang kalau begitu ". Kata Ryan
" Kan siapa tahu saja Kai mau berbagi dengan kita . Biasa nya kan dia suka bagi-bagi jika mendapat kan uang dari balapan ". Kata Derren
Ray terlihat tidak perduli sama sekali dengan apa yang di katakan Derren sekarang ini dan dia pun segera menuju mobil nya bersama dengan Kim dan juga Arthur di sana .
" Kita balik duluan . Axel , apa Fellin akan Lo antar nanti ?". Tanya Ray
" Ya sudah kalau begitu kita pergi duluan dan ingat Axel jangan lama-lama jika mengajak Fellin pergi nanti nya ". kata Ray
" Tenang saja dan percaya saja dengan gue ". Kata Axel
Kini Ray pun masuk ke dalam mobil nya begitu juga dengan Kim dan Arthur. Kali ini Arthur yang mengemudi kan mobil nya dan mereka berdua duduk di belakang sekarang ini
" Apa mau langsung pulang atau pergi ke suatu tempat dulu sekarang ?". Tanya Arthur
" Bagaimana sayang ?". Tanya Ray
" Gue ikut apa kata Lo saja kak . " Kata Kim
" Kita pulang saja sekarang dan nanti kamu di rumah saja bersama dengan bunda ya ". Kata Ray
" Ok tidak masalah juga ". Kata Kim
Mobil mereka kini menuju arah pulang sekarang ini dan terlihat juga Ray menyandarkan kepala nya di pundak Kim saat ini dan Kim pun m ngelus rambut Ray Dengan penuh sayang sementara Arthur hanya fokus mengemudi saja sekarang ini tanpa perduli dengan apa yang Ray dan Kim lakukan di sana
" Lo lelah sekali kak ?". Tanya Kim
" Tidak , hanya saja gue ngantuk sekali ". Kata Ray
" Terlalu sering begadang sih , memang nya apa sih yang Lo kerjakan kak hingga tidur pun tidak teratur sama sekali ". Kata Kim sambil tetap membelai rambut Ray sekarang ini
" Gue mempersiapkan semua nya untuk masa depan nanti nya jadi harus kerja ekstra". kata Ray
" Tapi kan gak sebegitu nya juga kak dan lihat saja Kai , dia pun bisa menikmati semua nya dan bekerja tidak terlalu lama seperti Lo kak hingga kurang tidur". Kata Kim
" Kai itu bergerak nya sangat cepat dan dia beda sekali dengan gue yang memang selalu memperhitungkan segala nya dulu tapi sebenarnya kita sama juga hanya saja Kai agak cepat dari gue ". Kata Ray sambil tersenyum menatap Kim sekarang ini
Cup
__ADS_1
Tanpa di duga juga dia mencium pipi Kim membuat Kim kaget dan hanya diam terpaku saja saat ini di sana
" Kita sudah sampai , apa kalian berdua masih mau tetap di dalam mobil saja ". Kata Arthur membuat Kim pun tersadar sekarang dan Ray hanya senyum saja sekarang menatap kekasih nya yang terlihat seperti orang linglung itu setelah dia mencium nya tadi
" Ayo turun dan segera masuk ke dalam rumah sekarang ini ". Kata Ray
Kim pun segera turun dari mobil dan dia pun ikut masuk ke dalam rumah bersama dengan Ray sekarang ini
" Wah calon menantu bunda datang juga kemari . Apa kabar sayang ?". Tanya Yuli
" Baik Bun , kita kan juga ketemu kemarin Bun kenapa tanya kabar lagi ". Kata Kim tersenyum menatap Yuli
" Ya gak apa-apa bukan jika bunda bertanya, siapa tahu Ray menyakiti kamu tadi di jalan ". Kata Yuli
" Fellin kenapa , kenapa tidak ikut bersama dengan kalian pulang ?". Tanya Kikan
" Dia bersama dengan Axel dan yang lain nya tadi dan akan pulang nanti sore ". kata Ray
" Lalu Bianca ?". Kini Luna yang ganti bertanya tentang keberadaan anak nya sekarang ini
" Tadi Kai menjemput nya dan dia juga mengajak Calista pergi jalan ke mall ". kata Arthur yang menjawab
" Anak mu itu Yul memang benar-benar ya ". Kata Luna
" Biarkan saja lah kak agar mereka lebih dekat dan lengket lagi . Kan kita sudah sepakat bukan jika nanti akan menikahkan mereka berdua". kata Yuli
" Jika nanti Bianca memiliki lelaki lain yang di cintai ya kau harus menerima nya ". Kata Luna
" Itu mustahil sekali terjadi, apa kau lupa Luna siapa Kai dan tentu saja dia akan menjauhkan para lelaki dari Bianca ". Kata Kikan
" Dengan Calista saja juga seperti itu apalagi dengan Bianca ". Kata Yuli tersenyum penuh kemenangan
" Kim yang sabar ya jika memiliki mertua gesrek seperti Yuli dan kamu juga harus bisa tahan dengan dia yang suka sekali mengeluarkan perkataan aneh nya itu ". Kata Luna
" Tapi aku bukan mertua yang jahat seperti di sinetron ya ". Kata Yuli
" Ah sudah jangan membahas itu lagi dan sebaik nya kita pergi memasak saja ke dapur sekarang ini ". Kata Kikan
" Kim mau ikut memasak gak di dapur?". Tanya Yuli tanpa ingin memaksa Kim agar dia tetap nyaman berada di rumah nya
" Boleh juga Bun ". Kata Kim
" Sekalian belajar memasak untuk Ray nanti nya Kim agar dia betah juga ketika di rumah ". Kata Luna
" Ray tidak seperti Kai yang doyan keluyuran dan dia lebih ke anak rumahan saja dan bekerja nya pun hanya di rumah saja kan , jadi tidak terlalu khawatir juga jika Ray akan macam-macam di luar sana nanti ". Kata Kikan
" Kita lanjut kan obrolan nya di dapur saja , ayo Kim ". kata Yuli mengajak calon menantu nya itu .
kini Arthur dan Ray duduk manis di sofa bersama dengan Ricky dan juga Sam sekarang ini
" Bagaimana Ray tentang perusahaan mu ?". Tanya Ricky
" Masih aman dan tidak ada kendala sama sekalian Daddy ". Kata Ray
" Lalu untuk Daniel dan para sahabat nya bagaimana?". Tanya Ricky
" Itu sudah di urus oleh Aron orang kepercayaan Kai Daddy ". kata Arthur yang menjawab nya sekarang ini
" Apa kita masih harus di sini Sam ?". Tanya Ricky
" Keadaan bisa di kendalikan oleh Kai jadi jika kita kembali pun juga sudah aman tapi alangkah lebih baik nya kita memang menetap di Singapura saja sesuai dengan saran Kai agar tetap aman juga" Kata Sam memberi kan pendapat nya kepada Ricky dan Ricky hanya mengangguk kan Kepala nya saja mendengar pendapat dari Sam tadi dan dia juga akan mempertimbangkan nya nanti yang penting itu baik untuk keselamatan Yuli juga
" Arthur tetap lah berlatih dan jangan mudah puas dengan hasil yang kau dapat kan ". Kata Sam
" Iya pa tenang saja Arthur juga selalu berlatih agar tidak kalah juga dengan Bianca ". Kata Arthur
" Jangan sampai kau kalah dengan adik mu bahkan dia perempuan Arthur". Kata Sam dengan serius nya sekarang ini karena Arthur bertugas untuk mendampingi Ray sekarang jadi dia harus bisa melindungi Ray apapun yang terjadi dan harus siap juga memasang badan untuk Ray agar dia aman dan tidak mendapat kan masalah sedikit pun juga nanti nya
Di dapur terlihat sangat rame sekali karena Yuli juga mengajak Kim mengobrol tanpa henti sajak tadi
" Tenang saja Kim , kamu mendapat kan Lelaki yang Sangat tepat sekali karena Ray tidak pernah aneh-aneh jadi orang ". Kata Yuli
__ADS_1
" Iya memang benar Bun dan kak Ray juga sangat dingin dengan lawan jenis nya menguat ku sedikit lega juga melihat nya ". Kata Kim
"Ray agak mirip dengan Daddy nya namun dia sama sekali tidak playboy itu points yang sangat bagus sekali ". Kata Yuli membuat mereka semua tersenyum setelah mendengar apa yang di katakan Yuli tadi tentang Ray anak sulung nya itu