Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Susah Didekati


__ADS_3

Kini Ray dan yang lain nya sudah menyelesaikan pelajaran nya dan mereka pun juga sudah bersiap untuk pulang .


"Kalian mau main lagi gak ke rumah kita ?". Tanya Calista


"Tidak terima kasih , kita nongkrong di basecamp saja ". Kata Erland


"Jangan bilang jika kalian takut atau di larang Kai main ke rumah ". Kata Calista


Mereka hanya terdiam dan saling tatap saja tidak berani menjawab apa yang di katakan oleh Calista karena hal itu memang lah benar sekali jika Kai melarang mereka untuk datang ke rumah nya lagi


"Ikut saja ke rumah dan jangan dengar kan apa yang di katakan Kai ". Kata Ray


Dia kini menaiki motor nya dan menyuruh Calista naik juga sekarang dan mereka segera pergi pulang karena Ray juga ada pekerjaan yang harus di kerjakan


"Cal gak bareng gue ?". Tanya Ryan


"Besok saja bareng Lo , seperti tadi ya agak pagian sedikit bro ". Kata Calista sambil mengedipkan sebelah mata nya


Seperti biasa nya mereka akan terlihat seperti sedang konvoi di jalan karena semua nya membawa motor masing-masing dan Kai juga tampak sangat kesal sekali karena Ray mengijinkan mereka untuk datang ke rumah lagi . Dalam perjalanan menuju kediaman Ricky tak henti nya Bianca bercerita bahkan dia juga terlihat sangat senang sekali ketika sampai di Indonesia dan tak sabar juga untuk segera bertemu dengan mama nya nanti . Bianca juga membelikan beberapa hadiah untuk sang mama karena dia sangat sabar sekali menanti kedatangan nya dan juga kakak nya


Sampai di kediaman Airlangga mereka pun langsung keluar dari mobil dan tak lupa juga membawa sendiri koper mereka karena mereka juga di didik oleh Sam untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain selagi mereka masih bisa melakukan nya sendiri .


"Mama Bian pulang ". Panggil Bianca saat ini yang berjalan masuk ke rumah tersebut


"Jangan teriak-teriak Bianca , yang sopan jadi anak perempuan ". Kata Arthur


Bianca tidak memperdulikan nya dan kini dia terus saja masuk ke dalam rumah tersebut saat ini . Ketika Bianca melihat mama nya dia pun langsung berlari dan memeluk sang mama dengan penuh kerinduan bahkan Luna pun juga menetes kan air mata nya setelah melihat kedua anak nya yang sudah sampai di rumah


"Kalian makin dewasa ya anak-anak mama ". Kata Luna sambil menciumi Bianca dan tak lupa juga dia memeluk anak lelaki nya itu sekarang


"Lama tidak bertemu ma , mama sehat kan ?". Tanya Arthur sambil tersenyum


"Mama sehat dan Setelah melihat kalian baik-baik saja pun mama bertambah sehat ". Kata Luna


"Bunda iri sekali , kalian melupakan bunda ". kata Yuli dengan manja nya membuat mereka berdua pun kini mendekati nya lalu memeluk nya bersamaan juga


"Kami juga Rindu sekali dengan bunda ". Kata Arthur


"Tapi masih lebih rinduan dengan mama sih ". Kata Bianca menambah kan


"Dasar anak bunda yang satu ini sangat nakal sekali , suka ya bikin bunda Kesal ". Kata Yuli sambil tersenyum


Mereka kini duduk bersama dan mengobrol di sana bahkan beberapa kali juga Yuli di bikin kesal oleh anak Sam dan hanya dengan Bianca saja dia mendapat kan karma yaitu di bikin kesal oleh nya padahal biasa nya dia selalu membuat orang lain kesal dengan ucapan nya kini berbalik kepada dirinya sendiri


Tidak lama Kini motor mereka para anak Ricky beserta sahabat nya terdengar dan mereka sudah sampai di halaman keluarga Airlangga dan mereka segera memarkir kan nya berjajar


"Ayo masuk saja gak usah sungkan ". Kata Derren


"Kalau Lo memang sangat tidak tahu malu sekali Derren ". Kata Kai lalu masuk ke dalam rumah nya


Sebenar nya mereka berempat agak ragu untuk kembali main ke rumah itu tapi karena Ray sudah mengajak nya mereka pun tidak menolak nya sama sekali bahkan tatapan tajam Kai tidak mereka perdulikan lagi


" Bunda Kai pulang ". Teriak Kai seperti biasa nya membuat Yuli pun tersenyum setelah mendengar suara anak nya itu


Mereka berjalan menghampiri Yuli dan yang lain nya dan kini langkah Kai terhenti ketika melihat seorang perempuan yang dia kenal ada di sana bahkan dia terlihat menyipitkan sebelah mata nya ketika menatap Bianca yang seolah acuh kepada nya saat ini


"Kak Arthur dan Bianca kalian sudah ada di sini , kenapa tidak bilang kan tadi bisa aku jemput ". Kata Calista yang kini berjalan sangat cepat sekali lalu memeluk Arthur dan Ray pun kini juga mendekati mereka di sana


Arthur menyambut pelukan dari Calista bahkan dia juga mengelus punggung nya saat ini


"Makin cantik saja nona muda ". Kata Arthur menggoda Calista


"Mau ku tonjok ya panggil aku seperti itu ". Kata Calista melepaskan pelukan nya dan kini menatap Arthur sambil tersenyum


"Bianca , kamu apa kabar ?". Tanya Calista

__ADS_1


"Sangat baik kakak ku yang cantik tapi masih cantikan bunda Yuli sih ". Kata Bianca


Calista tersenyum mendengar nya dan mereka berdua pun kini berpelukan melepas Rindu saya dengan yang lain nya begitu juga Ray yang berganti memeluk Bianca saat ini


ehm ehm deheman dari Kai terdengar namun Bianca tetap saja mengacuhkan nya . anak-anak Ricky memang sebenar nya di suruh oleh bunda dan Daddy memanggil kedua anak Sam dengan sebutan kakak namun Hanya Arthur saja yang mau di panggil seperti itu oleh Calista sementara Bianca tidak mau karena dai merasa lebih muda usia nya dari mereka semua jadi dia tidak mau di panggil kakak dan dia juga akan memanggil anak Ricky kakak kecuali pada Kai .


"Sombong sekali ya nona Bianca ". Kata Kai


"Wah bunda seperti nya tidak punya kaca ya di rumah ini atau kaca nya di makan oleh pangeran kodok ini hingga tidak tersisa maka nya dia bisa mengatakan sombong kepada orang lain padahal dia sendiri juga sangat sombong sekali ". Kata Bianca


Kai pun mendekati Bianca dan ingin sekali dia memberikan nya pelajaran karena berbicara seperti itu namun belum juga dia memberikan Bianca pelajaran justru dia yang kena batu nya sendiri karena Bianca menendang kaki Kai membuat Kai merintih kesakitan saat ini


"Bi , kasar sekali sih Lo jadi cewek ". Kata Kai sambil menggosok kaki yang tadi di tendang oleh Bianca


"Siapa suruh Lo resek jadi orang dan suka bicara seenak nya saja ". kata Bianca


"Wah awas Lo Bianca nanti mendapat kan balasan dari Kai ". Kata Ryan


"Balasan apa coba , dia bukan tuhan jadi gak bisa menghukum orang se enak jidat nya ". Kata Bianca


"Dia memang bukan tuhan Bianca tapi dia adalah jelmaan iblis jadi hati-hati Lo nanti di terkam oleh sang iblis ". Kata Derren


"Iblis hahahaha , dia kan manusia kodok mana bisa jadi iblis dan lagi jika iblis model nya seperti ini mana ada yang takut ". Kata Bianca


"Ya gue memang terlalu tampan Bi untuk menjadi seorang iblis kan ". Kata Kai dengan percaya diri nya


"Hanya bunda saja yang mengakui ke tampan Lo wahai manusia kodok dan juga Derren serta Ryan seperti nya cocok menjadi pengawal pangeran kodok ini ". Kata Bianca


Raut wajah kesal Kai dari Kai sudah mulai terlihat bahkan yang lain nya pun juga merasa kesal dengan apa yang Bianca katakan tadi


"Bianca sudah jangan membuat Kai kesal ". kata Luna


"Iya mama ku sayang , Bian lelah mau istirahat dulu boleh gak ma ?". Tanya Bianca


Bianca mengangguk kan kepala nya dan kini mereka semua pergi menuju meja makan untuk Segera makan termasuk juga para sahabat Kai juga ikut serta


"Dia ternyata cantik juga bahkan dia Berani sekali mengajak Kai berdebat dan mengatai nya juga ". Kata Erland


"Jaga mulut dan mata kalian jangan melihat Bianca lebih dari lima detik ". kata Kai membuat Erland dan yang lain nya saling tatap saat ini


Mereka semua kini makan dengan santai nya bahkan tidak ada obrolan yang terjadi di sana karena jelas terlihat sebenar nya Bianca sangat lelah sekali namun dia tidak ingin mengecewakan mama dan bunda nya jadi dia memutuskan untuk makan dulu lalu beristirahat


"Kalau sudah selesai kamu langsung istirahat Bianca dan jangan lupa kunci pintu agar tidak ada yang sembarangan masuk ke kamar kamu ". Kata Ricky


Bianca hanya mengangguk kan kepala nya dan selesai dia makan dia pun segera pergi menuju kamar nya untuk segera beristirahat tak lupa juga dia mencuci dulu piring bekas dia makan lalu pergi ke kamar


sampai di kamar pun dia langsung tertidur dengan pulas nya walaupun dia baru saja menaruh kepala nya namun dia bisa Langsung tertidur dengan nyenyak setelah nya


Di bawah kini Kai masih tampak kesal sekali dengan Bianca bahkan dia selalu saja kalah dengan Bianca dalam hal apapun , bukan kalah tapi sepertinya mengalah dengan nya bahkan Kai juga sangat posesif dengan Bianca , tidak membiarkan siapapun mendekati nya


"Bagaimana di sana Arthur apa aman untuk kalian ?". Tanya Ricky


"Aman Daddy bahkan William juga ada di negara yang sama dengan kita berdua ". Kata Arthur


"William ada di sana , ngapain di sana apa dia ingin mendekati Bianca ?". tanya Kai secara beruntun membuat mereka semua menatap nya saat ini bahkan Ricky pun juga menatap tajam ke arah anak bungsu nya itu


"Memang nya kenapa jika William mendekati Bianca kan tidak apa-apa Kai ". Kata Yuli


"Daddy tidak melarang nya mendekati Bi ?". tanya Kai


"Tidak masalah jika William mendekati Bianca karena dia juga bisa menjaga nya juga ". kata Ricky dengan santai nya


"Arthur saja tidak keberatan Kai tapi kenapa Lo sangat keberatan sekali ". Kata Derren


"Diam lah Lo Derren jika masih ingin memiliki mulut ". Kai

__ADS_1


Entah lah Kai selalu saja kesal sejak dulu jika Bianca dekat dengan lelaki lain karena jika dengan dia Bianca selalu saja marah dan berdebat bahkan terlihat juga menjauh dari nya namun jika dengan Ray dan juga William dia bisa sekali ramah dengan mereka berdua itu membuat Kai sangat kesal sekali


"Ya sudah habiskan makan nya ". Kata Yuli


Mereka pun kembali makan walaupun terlihat Kai masih saja kesal sekali . Setelah selesai makan kini mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing


Kai kini terlihat sedang ada di garasi untuk mengecek mobil nya karena sudah lama juga dia tidak menggunakan nya


"Siapa wanita tadi Kai ?". Tanya Nathan


"Kenapa Lo tanya soal dia ?". Tanya Kai balik


"Muka nya seperti tidak asing bagi gue ". Kata Nathan


Kai kini menatap Nathan dengan tajam dan penuh intimidasi bahkan dia juga kini mulai mendekati Nathan


"Lo jangan macam-macam Nathan dan jangan pernah mendekati Bi sedikit pun jika masih ingin hidup di dunia ini ". Kata Kai memegang kera baju Nathan


"Kai sabar kali kan tadi Nathan hanya bilang saja jika dia agak familiar dengan wajah gadis tadi ". Kata Erland


Kai kini mundur kembali dan kembali mengecek mobil nya


"Dia adalah Bianca Putri Pratama anak dari om Sam dan dia baru kembali dari New York ". Kata Kai sambil memperbaiki mesin mobil nya saat ini


"Apa Lo mengenal nya Nathan ?". Tanya Sky


"Gue merasa dia seperti mantan kekasih sepupu gue ". Kata Nathan dengan pelan nya agar Kai tidak mendengar nya


Entah itu benar atau salah namun Nathan merasa jika Bianca adalah mantan kekasih dari sepupu nya Vero


****


Kini malam sudah menjelang dan terlihat sahabat Ricky dan juga Yuli ada di rumah itu untuk sekedar mengobrol saat ini bahkan mereka terlihat tertawa bersama sekarang sementara itu Arthur dan juga Ray kini berada di kamar Ray untuk membahas sesuatu di sana


"Ini adalah laporan perusahaan yang ada di Texas dan gue sudah memeriksa nya dengan sangat baik ". Kata Arthur


Ray melihat nya dengan teliti setiap laporan yang ada dan hasil nya memang sangat baik sekali sesuai dengan rencana nya


"Bagus sekali Arthur dan Lo memang bisa di andalkan sekali ". Kata Ray


Ray dan Arthur memang bekerja sama untuk membangun dan memajukan bisnis yang Ray ambil dari Kenzo bahkan kini bisnis tersebut menjadi bisnis terbaik di kedua di Texas setelah bisnis Daddy Ray


"Seperti nya jika kita membuka bisnis bagi di Jepang akan sangat asik sekali tuan muda ". Kata Arthur


Ray menepuk punggung Arthur karena memanggil nya tuan muda saat mereka berdua saja bahkan Ray juga tidak menyukai panggilan Seperti itu sejak dulu


"Jangan memanggil gue tuan muda bahkan bahasa kita berdua saja masih Lo dan gue , panggil Ray saja atau kak Ray ". Kata Ray


"Agar lebih sopan kalau begitu gue panggil kak Ray saja ". Kata Arthur


Ray mengangguk kan kepala nya dan kini dia kembali membahas tentang bisnis yang di sarankan oleh Arthur tadi


Di balkon terlihat Bianca sedang bersantai saja di sana sambil membaca dan juga memakan cemilan yang tadi di belikan Ray untuk nya


"Bi ". panggil Kai namun Bianca tidak memperdulikan nya


"Bi , gue ingin bicara ". Kata Kai


"Dari tadi Lo sudah bicara jadi mau bicara apa lagi ?". Tanya Bianca


Kai kini menarik Bianca agar menghadap kearah nya namun sial nya Kai malah mendapat kan pukulan dari Bianca


"Gak sopan sekali Lo ". Kata Bianca lalu pergi meninggalkan Kai


"Huft kenapa sangat susah sekali untuk dekat dengan Lo Bi , bahkan Lo hanya akan mau bicara dengan gue jika di depan banyak orang saja dan itu juga jika ada bunda ". Kata Kai yang kini tengah duduk di balkon sambil menikmati angin yang berhembus saat ini

__ADS_1


__ADS_2