
Tongkrongan dan teman baru kini Calista dan Bianca dapat kan dan Calista pun juga tidak menyangka jika mereka bertiga ternyata asik juga jika di ajak mengobrol dan bercanda bersama walaupun muka nya terkadang terlihat menyebalkan juga namun mereka semua lucu dan tidak membosankan sekali
" Oh ya , bagaiman jika setelah ini kita pergi jalan ke taman , nongkrong di sana ". Usul Neo
" Seperti nya tidak bisa deh karena kak Ray sudah mengatakan jika kita harus pulang dan tidak boleh terlambat ". Kata Calista
" Benar sekali Cal, gue juga mendapat kan chat dari nya untuk datang ke rumah nanti sore ". Kata Kim
" Mungkin saja kak Ray rindu dengan mu kak karena hari ini kalian libur ke kampus nya jadi tidak bisa bertemu, apalagi sekarang kan kita sedang nongkrong bareng di sini dan tidak mengajak kak Ray juga , pasti dia semakin rindu ". Kata Bianca
" Bicara Lo itu alay sekali Bianca dan mana ada juga Ray kayak begitu yang ada malah Kai yang seperti itu ". Kata Kim
" Ya se enggak nya ya sebelas dua belas lah mereka berdua ". Kata Calista
" Nah setuju sekali aku kak ". Kata Bianca
" Lo itu ya selalu saja main Setuju saja Bianca ". Kata Kim
" Ya kan itu memang benar jadi aku setuju kak ". Kata Bianca sambil tersenyum menatap Kim
" Apa Lo dan Calista bersaudara atau kedua orang tua kalian saudara hingga kalian sedekat ini ?". Tanya Yuji
" Mama Bianca adalah kakak dari bunda gue ". Kata Calista
" Nah tapi kenapa Bianca yang memanggil Lo kakak bukan malah sebalik nya ?". Tanya Neo
" Itu mah terserah dong kak , Kalian tidak berhak menilai hal itu karena tidak mengetahui sejarah nya ". Kata Bianca
" Sekolah kali hingga harus ada sejak nya ". Kata Neo
" Ya anggap saja begitu ". Kata Bianca
" Tidak ada rencana Bianca untuk pindah saja ke kampus di Jepang ?". tanya Tozaki
" Tidak , aku lebih suka jika berbeda tempat dan kak Arthur karena bisa mandiri juga ". Kata Bianca
" Mandiri apa nya , justru di sana juga ada Kai bukan jadi mana bisa mandiri Lo Bianca ". Kata Kim
" Tapi kan tidak terlalu lebay kak Kai nya di sana dan hanya sewajar nya saja ketika menjaga Bianca ". Kata Bianca
" Lebay itu kan memang ciri khas nya dia jadi kita pun juga tidak terlalu kaget juga ". kata Calista
" Oh ya kak Zack , apa kau jago balapan ?". Tanya Bianca
" Kenapa Lo tanya seperti itu , atau Lo takut jika dia bisa mengalahkan Caesar ". Kata Neo
" Aku hanya ingin tahu saja dan tidak ada maksud apapun juga ". Kata Bianca
" Ya , gue memang bisa balapan tapi masih belum bisa mengalahkan adik Calista ". Kata Tozaki
Bianca pun hanya mengangguk kan kepala nya saja sementara itu Calista menatap nya dengan tajam membuat Tozaki menyunggingkan senyum nya menatap Calista
" Lo tidak bisa balapan dengan Kai jadi mana bisa Lo mengalahkan nya ". Kata Calista
" Itu karena dia terlalu pengecut hingga terus saja menghindar dari Zack ". Kata Neo
" Bukan pengecut tapi dia memang sengaja melakukan nya karena menganggap nya tidak terlalu penting juga ". Kata Calista
" Ya anggap saja begitu. Tidak masalah juga buat gue dan mungkin saja nanti kita bisa balapan bersama tanpa di sengaja ". kata Tozaki
Di rumah sakit kini Daniel masih menunggu Nicky di sana bersama dengan Pedro . Dia masih mencemaskan Nicky karena hingga saat ini belum sadar juga
" Kenapa Lo tidak bisa mengobati nya ?". Tanya Daniel kepada Aron
" Maaf tapi semua nya tergantung tuhan karena aku pun bukan tuhan jadi aku saran kan terus lah berdoa untuk kesembuhan sahabat mu itu ". Kata Aron
__ADS_1
" Rumah sakit ini terkenal sangat bagus sekali tetapi kenapa menyembuhkan atau membuat sadar Nicky saja tidak bisa dan apa yang kalian lakukan di dalam hingga tidak bisa menyembuhkan nya ". Maki Daniel
" Tuan , jika anda masih saja membuat keributan maka silahkan bawa saja sahabat anda itu pergi dari sini ". Kata Aron
Pedro pun menghampiri Daniel untuk menenangkan nya agar dia tidak terpancing emosi sama sekali agar Nicky aman di sini dan tidak di suruh pindah ke tempat lain nya sabab itu akan sangat ribet sekali bagi Pedro apalagi dengan kondisi Nicky yang masih belum sadar juga dari tadi malam hingga sekarang ini
" Ma'af kan sahabat ku ini dokter, dia hanya bingung sana dan sedih ". kata Pedro
" Tidak masalah tuan , aku tahu jika mendapat kan musibah seperti ini pasti akan sangat sedih sekali jadi aku bisa memaklumi nya sekarang karena mungkin saja kondisi jiwa sahabat anda ini terganggu". Kata Aron
" Lo berani sakali mengatakan jika kondisi kejiwaan gue terganggu, apa mau gue tembak dan keluarkan isi kepala Lo itu ". Kata Daniel
" Apa anda dokter hingga bisa melakukan nya , lucu sekali anda ini tuan ". Kata Aron
" Niel sudah lah diam dulu dan jangan membuat kericuhan sejak tadi sebab ini rumah sakit jadi jangan mengacau atau nanti kita di usir dari sini ". Kata Pedro
" Gue tidak akan membuat keributan jika dokter di sini pintar ". Kata Daniel
" Kalau begitu bawah pasien keluar dari sini sekarang karena kita juga tidak butuh pasien seperti kalian ". Kata Aron
" Ma'af kan sahabat ku dokter, dia hanya emosi sesaat saja jadi tolong maklumi dia ". Kata Pedro
" Mungkin saja sahabat mu itu sedang setres jadi coba saja periksa kan ke psikiater sekarang ". Kata Aron memang sengaja mengatakan nya untuk kembali membuat Daniel marah karena dia suka memancing emosi Daniel sejak tadi
" Niel sudah jangan macam-macam ". Kata Pedro memegang tangan Daniel yang ingin menghajar Aron
" Aku banyak pekerjaan jadi aku tinggal dulu dan jika aku mendengar keributan yang kalian lakukan maka aku tidak akan segan untuk mengusir kalian dari rumah sakit ini ". Kata Aron lalu melenggang pergi dari sana dan dia pun kini melapor kan semua nya kepada Kai tentang apa yang terjadi hari ini di rumah sakit sebab dia memang di tugas kan Kai untuk melakukan beberapa hal kepada Daniel beserta para sahabat nya
" Tenang lah Niel dan jangan mudah terpancing emosi, kita baru di sini dan rumah sakit ini paling bagus , jadi tunggu saja beberapa hari dulu siapa tahu nanti Nicky akan segera sembuh ". Kata Pedro
Dia juga tidak akan mungkin membawa Nicky keluar dari rumah sakit itu jika dia belum sadar sebab resiko nya akan sangat besar sekali jadi dia memilih agar Nicky tetap di rawat di rumah sakit itu tapi dia juga akan mencoba untuk terus menenangkan Daniel agar tidak selalu marah dan bertindak bodoh bantu agar tidak merugikan siapapun
Di rumah Ray kini terlihat Kai baru turun dari kamar nya dan dia juga sudah berpakaian rapi sekali
" Mau kemana Kai, kan belum sore juga jadi kita belum memulai touring nya ". Kata Ray
Dia sejak tadi mencari di mana keberadaan Bianca dan kembaran nya namun tidak menemukan nya juga bahkan Kai sempat masuk ke kamar mereka berdua namun tidak menemukan nya juga
" Lo sudah memberi tahu Nathan jika Daddy mengajak nya pergi bersama ?". Tanya Derren
" Belum , nanti saja ketika akan berangkat gue baru memberi tahu nya ". Kata Kai
" Mana sempat Kai dia datang dan apa dia tidak memiliki pekerjaan hingga langsung bisa datang ". Kata Rafael
" Pekerjaan tidak akan penting bagi nya jika itu menyangkut Calista ". Kata Kai yang kini memakan kue yang ada di atas meja dengan lahap nya
" Buatan bunda ya kue ini , enak sekali ". Kata Kai
" Jangan aneh-aneh Kai, beritahu dia sekarang saja karena kita juga tidak tahu kan dia sibuk atau tidak ". Kata Ray
" Percayalah kak , dia tidak sibuk sama sekali karena kita kemarin kan sudah melakukan pekerjaan yang menarik jadi dia tidak akan ke mana-mana hari ini . Kai tahu bagaimana para sahabat Kai jadi santai saja kak ". Kata Kai sambil tersenyum menatap Ray
" Kau ini ya memang adik yang tidak berbakti kepada kakak mu sendiri ". Kata Ray memukul Kai karena dia selalu saja membuat candaan kepada nya
" Oh ya , kemana Calista dan juga Bianca . Kok dari tadi Kai tidak melihat nya sama sekali mereka berdua ". Kata Kai
" Mungkin saja mereka sedang mencari cowok lain yang bisa memanjakan mereka karena kekasih nya pun hanya sibuk dengan para musuh nya saja ". Kata Ray
" Kak , jangan aneh-aneh ya , mana mungkin mereka berdua mau menghianati kekasih nya ". Kata Kai
" Mungkin saja kan Kai, tidak ada yang tahu juga bukan dan kau kan belum jadian dengan Bianca jadi dia masih bebaskan memilih dengan siapa dia akan jalan ". Kata Ray
" Kak jangan menjatuhkan mental adik mu ini lah , dukung lah Kai agar bisa mendapat kan cinta Bianca nanti nya ". Kata Kai
" Bagaimana jika Lo cari yang lain saja Kai karena seperti nya Lo dan Bianca memang tidak cocok sama sekali " Kata Ryan
__ADS_1
" Jangan bicara seperti itu lah kalian , kenapa kalian seolah menjatuhkan mental gue sih ". Kata Kai
" Kan itu hanya pendapat kita saja Kai. Lo dan Bianca kan beda jauh usia nya jadi seperti nya dia lebih cocok menjadi adik Lo saja dari pada kekasih Lo ". Kata Rafael
" Tidak . Perbedaan usia tidak lah berpengaruh sama sekali bagi gue karena menurut gue setiap perbedaan itu indah dan gue pun juga bisa menerima nya dengan baik jika memang Bianca terlihat tidak dewasa nanti nya ". Kata Kai
" Dia mandiri Kai tapi semenjak bersama dengan mu dia menjadi manja karena kau selalu membantu nya ". Kata Ray hanya berbohong saja dan mengarang cerita untuk membuat adik nya itu kesal sekali
" Mana ada seperti itu kak , seperti nya yang seperti itu adalah Kim bukan Bianca ". Kata Kai
" Kim mandiri dan dia pun tidak pernah mengeluh sama sekali jadi jangan samakan dia dengan Bianca ". Kata Ray
" Ya kalau begitu jangan membandingkan dong kak , kan gak adil sekali jika kalian menjelekkan Bianca saja ". Kata Kai
" Pintar ya dari tadi menjawab nya ". Kata Ray
Kai hanya tersenyum saja dan kini mereka pun berganti topik dengan bahasan bisnis karena mereka pun memiliki banyak perusahaan yang berbeda juga .
Tidak terasa kini sore pun sudah tiba dan Ricky pun juga sudah bersiap bersama dengan istri nya dan Ray pun juga sudah bersiap bersama dengan Kai juga
" Kak , gak ikut juga ?". Tanya Yuli pada Luna
" Aku lelah jadi ingin beristirahat saja ". Kata Luna
" Apa kamu sakit kak ?". Tanya Yuli menatap Luna karena terlihat sedikit pucat sekali
" Tidak Yul , hanya saja aku memang sangat lelah sekali akhir-akhir ini ". Kata Luna
" Sayang ". Panggil Yuli kepada suami nya
" Kenapa sayang , apa ada sesuatu ?". Tanya Ricky menghampiri Yuli dan Luna
" Lihat lah kak Luna pucat sekali , apa dia tidak apa-apa dan kemana Sam sekarang ini ". kata Yuli
" Jangan terlalu berlebihan, aku tidak apa-apa Yul ". Kata Luna
" Jika sakit , maka sebaik nya istirahat saja jangan melakukan aktivitas apapun atau kau akan ku bawah ke rumah sakit ". Kata Ricky
" Iya ini aku mau beristirahat dan Yuli tadi langsung khawatir ". Kata Luna
" Ya sudah kakak istirahat saja dan di rumah juga ada Arthur kan jadi jika butuh apapun minta saja kepada nya ". Kata Yuli
" Iya tenang saja , Yul . Sudah Sana pergi saja ". Kata Luna
Luna pun kini naik ke atas sementara Yuli dan Ricky bergabung dengan kedua anak nya saat ini yang sedang menunggu pasangan nya
" Calista dan Bianca belum pulang juga ?". Tanya Ricky
" Belum Daddy , kenapa mereka lama sekali bahkan tadi Kai sudah menelfon mereka berdua ". Kata Kai
" Kan Kim tadi bilang mereka sedang di jalan Kai jadi sabar saja dulu dan kemana Nathan , kenapa belum datang ?". Tanya Ray
" Dia mengurus sesuatu dulu tapi dia akan tetap ikut ". Kata Kai
" Kau ingin kita menunggu nya Kai , kurang ajar sekali jika dia berpikir seperti itu ". Kata Ray
" Tidak juga kak , mungkin saja dia akan segera sampai . Lagi pula Kim dan yang lain nya kan belum datang juga jadi mungkin saja nanti mereka akan sampai secara bersamaan ". Kata Kai
" Awas saja jika dia belum sampai juga maka kita akan pergi dan tidak mengajak nya nanti ". Kata Ray
" Jangan sensi begitu kak , tunggu saja sebentar ". Kata Kai
Tak lama terlihat mobil masuk ke dalam halaman rumah Ray dan terlihat juga mobil tersebut asing bagi mereka namun penumpang nya mereka kenal . Mereka semua turun dan menghampiri Ricky dan kedua anak nya
Terlihat juga jika Tozaki turun karena tadi mereka menggunakan mobil nya dan hal itu membuat Kai pun menatap nya tajam dengan tatapan permusuhan
__ADS_1
" Lo , ngapain kemari ?". Tanya Kai yang juga hendak menghajar nya namun di tahan oleh Ray
" Gue hanya mengantarkan mereka saja karena kita tadi nongkrong bareng " Kata Tozaki dengan santai nya namun Kai masih saja menatap nya dengan tatapan tidak suka dan itu membuat Kai semakin tidak suka dengan Tozaki dan akan menganggap nya sebagai rival abadi