
Tak di sangka Memang kini Daniel dan yang lain nya bertemu dengan Kai dan keluarga nya juga di mall bahkan dia juga tidak menyangka sama sekali jika dia bisa bertemu karena tidak ada rencana sama sekali
" Lihat lah mereka, tampak senang sekali dan tidak ada beban sama sekali padahal kita sudah datang ke sini ". Kata Ricardo
" Mereka terlalu bersantai hingga mengabaikan keberadaan kita di Jepang ". Kata Ivan
" Jangan menilai sembarangan Ivan , belum tentu mereka bersantai saja dan siapa tahu juga mereka sudah memiliki rencana untuk kita seperti penyambutan di bandara waktu itu , kita pun sangat terkejut bukan akan hal tersebut bahkan Nicky pun menjadi korban karena nya ". Kata Pedro
" Ya itu semua ada benar nya dan gue pun juga sangat emosi jika melihat mereka kini tertawa sedang kan Nicky terbaring di rumah sakit ". Kata Daniel
" Apa yang akan kita lakukan Daniel , apa akan menyerang nya di tempat umum dan lihat lah itu Daniel , bukan nya itu sang leader ya . Ricky Airlangga Hartama ". Kata Ivan
Mereka kini juga menatap Ricky dengan tajam nya karena mereka juga tidak pernah tahu bagaimana sosok Ricky yang hebat itu dan mereka hanya bisa mendengar cerita tentang dia saja tanpa tahu seperti apa dia sebenar nya
" Gagah juga sang leader walaupun usia nya sudah tidak mudah lagi ". Kata Ricardo
" Seperti nya itu bunda Caesar yang sangat dia sayangi dan jika kita bis menculik nya pasti akan sangat menguntungkan sekali bagi kita Niel ". Kata Pedro
Daniel tampak berpikir dengan apa yang di katakan Pedro tadi dan dia pun juga berpikir bagaimana cara agar bisa menculik bunda Kai karena dia juga tidak tahu bagaimana kondisi tempat tinggal mereka, apa banyak penjaga atau tidak di sana dan apa mereka juga tinggal bersama di sini , Daniel masih belum mengetahui nya sama sekali jadi dia pun belum bisa memutuskan untuk bergerak nya bagaimana nanti .
" Kita harus tahu dulu kondisi lingkungan di rumah yang di tempati nya Pedro Agar kita tidak gagal jika nanti ingin menculik bunda Caesar ". Kata Ivan
" Kita juga masih belum tahu bukan di mana mereka tinggal jadi itu akan sedikit susah jika kita memaksakan diri untuk menculik nya ". Kata Ricardo
" Apa Lo masih belum mendapat kan informasi Daniel di mana mereka tinggal atau partner Lo tahu lokasi tempat tinggal mereka agar kita bisa memantau nanti di rumah mereka ". Kata Pedro bertanya kepada Daniel yang sejak tadi hanya menatap lurus ke depan saja sekarang ini dengan begitu tajam nya
" Gue akan bertanya kepada Lucifer nanti nya jadi kita sabar saja dulu hingga mendapat kan informasi nya ". Kata Daniel
" Bagaimana jika kita menyapa mereka Daniel , bukan nya menyenangkan bukan jika kita menyapa mereka di sini apalagi mengapa sang leader dan istri nya , tentu itu akan sangat menyenangkan bukan ". Kata Ricardo
" Jika kalian mau , mari kita menyapa mereka karena gue juga sudah sangat rindu sekali dengan kesombongan Caesar yang dulu waktu kita satu kampus ". Kata Daniel
" Pasti mereka akan terkejut melihat kota berada di sini Daniel karena mungkin saja mereka mengira kita sedang sibuk mengurus Nicky yang berada di rumah sakit ". Kata Ivan
Daniel hanya diam saja dan dia pun juga masih menatap tajam ke Arah depan di mana Caesar dan semua anggota keluarga nya berada saat ini dan mereka tampak sangat bersenang-senang sekali di sana .
Dan di tokoh sepatu itu Kai sudah mengetahui jika Daniel dan para sahabat nya ada di sana dan juga menatap kearah nya dan keluarga nya sajak tadi namun Kai hanya pura-pura tidak tahu saja sekarang ini
" Kai , kita sudah selesai belanja nya dan sekarang giliran mu untuk membayar nya ". Kata Calista
" Kenapa sedikit sekali belanjaan kalian . Apa yakin hanya segitu saja ?". Tanya Kai
__ADS_1
" Ini sudah banyak loh Kai , belum yang tadi di tokoh lain nya , makin banyak saja kan belanjaan kita sekarang ini ". Kata Kim
" Ya siapa tahu saja masih ada yang di butuhkan di sini , mumpung masih gratis jadi gue menawarkan nya sekarang ini ". Kata Kai
" Ini sudah cukup banyak Kai dan lihat saja sampai tidak cukup tangan ku ini membawa nya ". Kata Calista
" Nathan bisa membawa kan nya jika kamu mau , benar kan Nathan ". Kata Kai
" Apa kau tidak melihat jika di tangan dia sudah cukup banyak barang sekarang ini jadi mana mungkin dia bisa membawa nya sekarang Kai ". Kata Calista
" Dia lelaki serbaguna jadi bisa sekali apalagi melakukan nya untuk wanita yang dia cintai pasti dia bisa melakukan nya dengan sangat mudah sekali ". Kata Kai
" Kamu pun juga tidak mau membawa kan barang belanjaan ku kak tapi kenapa malah berkomentar saja sejak tadi ". Kata Bianca
" Tuh Kai dengar kan baik-baik ya apa kata kekasih Lo itu jangan hanya bisa bicara doang Lo ". Kata Kim
" Sensi banget sih Kim Lo , iri Lo sama gue ". Kata Kai
" Lah , apa hubungan nya coba , kenapa Lo menganggap gue iri ". Kata Kim
" Ya kali Saja Lo iri karena cowok Lo tidak sebaik dan se loyal gue ". Kata Kai bercanda dan Ray pun langsung memukul kepala adik nya itu dengan keras nya
" Kak Bercanda kok Kai jadi jangan main pukul ya nanti rusak otak Kai dan itu bisa mengakibatkan kecerdasan Kai hilang ". Kata Kai tersenyum menatap Ray
" Mereka tidak maju mana bisa juga Kai membayar nya jika mereka masih di sini bersama dengan kita ". Kata Kai
" Itu karena kamu sejak tadi bicara terus Kai jadi kita pun tidak bisa pergi ke sana untuk menaruh barang nya agar segera di total". Kata Calista
" Semoga saja Kai nanti bangkrut setelah mentraktir kita ". Kata Kim
" Wah wah wah , do'a Lo benar-benar menjengkelkan ya Kim dan bagaimana bisa Lo berpikir jika gue bisa bangkrut ". Kata Kai
" Sudah kak pamer nya sekarang bayar saja ". Kata Bianca
Kini Kai pun segera menuju kasir dan langsung membayar semua barang belanjaan mereka yang sudah di bawa tadi dan Kai pun hanya bisa tersenyum saja menyaksikan Daniel dan yang lain nya yang mungkin saja masih kesal dengan nya karena Nicky masih belum sadar juga hingga sekarang ini . Kai senang sekali jika bermain seperti ini apalagi menurut dia lawan nya ini sangat lah bodoh sekali dan mudah di tipu.
" Sudah Kai membayar nya ?". Tanya Ray
" Sudah kak, mau tambah lagi ?". Tanya Kai
" Tidak perlu , kita cari makan saja karena aku sangat lapar sekali dan ini berikan saja kepada anak buah mu yang ada di sini ". Kata Ray
__ADS_1
memang anak buah Kai ada di mall ini karena sebelum berangkat tadi dia menyuruh nya datang untuk mengambil barang belanjaan dan mengantar nya ke rumah Ray agar mereka tidak kesusahan nanti nya sebab mereka memakai motor bukan mobil tadi ketika keluar rumah
" Tahu saja kakak kalau mereka ada di sini " Kata Ray
" Mereka ada di dekat mu dan berbicara dengan mu tadi jadi aku tahu dan jika mereka tidak ke sini pun mana aku tahu Kai. Lihat saja penampilan nya itu yang sangat susah di kenali ". Kata Ray
" Dia memang baru magang kak jadi berpenampilan seperti itu ". Kata Kai
Padahal anak buah nya itu sudah lama bersama dengan nya tapi Kai mengatakan hal tersebut agar Daniel yang mendengar pun nanti Tidak akan waspada sama sekali sebab Kai juga menaruh anak buah nya di kelompok milik Daniel tanpa di ketahui siapapun juga
" Bawah saja semua nya ke rumah kak Ray dan kalian pasti tahu bukan di mana rumah kak Ray ". Kata Kai
" Kami tahu bos ". kata anak buah Kai
" Bagus lah dan sekarang bawah saja semua nya peri ". kata Kai
Mereka pun segera membawa semua nya pergi dan terlihat juga kini Ray menatap mereka satu persatu
" Sekarang kita cari makan Kai". Kata Ray
" Baik lah sesuai permintaan kalian semua , kita cari makan sekarang". Kata Kai
Mereka berjalan mencari makan namun jalan mereka terhenti ketika Daniel dan yang lainnya sudah berada di hadapan Kai saat ini dan menatap nya dengan tajam sakali seolah dia ingin menerkam Kai dan yang lain nya di sana
" Daniel , Lo ternyata ada di sini juga ya . Cari apa Lo untuk Nicky". Kata Kai memancing emosi Daniel
Yuli pun mendengar nama Daniel seolah tidak asing sama sekali namun Ricky pun kini memegang tangan nya agar dia tidak pergi jauh dari nya begitu juga Ray yang menegang Kim
" Jadi dia Daniel ?". Bisik Calista bertanya kepada Nathan
" Ya swety , dia Daniel dan para sahabat nya ". Kata Nathan menjawab
" Ternyata Lo memang bersembunyi di sini Caesar , seperti seorang pengecut saja ". Kata Pedro yang mencoba memprovokasi Kai
Kai pun menyunggingkan senyum nya dan dia tahu tentu saja mereka pasti akan mencoba memancing emosi nya jadi dia akan menahan nya sekarang ini agar mereka lah yang akan terpancing nanti nya
" Jika gue bersembunyi di sini lalu kenapa gue harus pergi ke mall dan tempat rame lain nya , bukan nya itu akan menjadi bahaya untuk gue ". Kata Kai santai sekali
" Jika Lo tidak bersembunyi lalu kenapa Lo tidak kembali ke New York ?". Tanya Ivan
" Apa se kangen itu kalian dengan gue hingga ingin gue segera kembali ke sana ". Kata Kai sambil tersenyum mengejek
__ADS_1
" Jangan banyak bicara Lo Kai ". Kata Daniel yang kini sudah Mulai emosi
" Niel tahan lah dulu , kita di tempat umum sekarang Jadi jangan membuat kekacauan saat ini ". kata Pedro mencoba menenangkan Daniel yang suka sekali terpancing emosi nya