Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Di Culik


__ADS_3

Mereka yang di perintahkan bos nya pun kini segera bergerak untuk menuju tempat di mana Ricky dan keluarga nya berlibur bahkan tak sedikit yang berangkat kali ini


"Ricky kau terlalu sombong dan selalu di bangga-banggakan semua orang dengan kehebatan mu dan ini saat nya kau lenyap dari dunia ini ". Kata Lelaki tersebut kini sambil tertawa puas karena dia merasa jika rencana nya akan berhasil kali ini


"Kita lakukan dengan baik agar tidak mengecewakan bos nanti nya ". Kata salah satu dari mereka


"Ya dan kita langsung saja menculik anak perempuan nya agar mudah menghabisi sang leader ". Kata rekan nya


Mereka kini bergerak menuju villa Ricky dengan kurang lebih lima puluh orang hebat dan pilihan yang mereka bawah karena menghadapi Ricky tentu tidak lah mudah apalagi ada para sahabat nya juga di sana ikut berlibur dengan nya kali ini


Di tepi pantai terlihat Kai sedang asik sekali bermain dengan William dan yang lain nya sementara Ray kini hanya mengamati saja sambil bermain bersama dengan Calista kali ini


"Kak Ray kenapa tidak bergabung dengan mereka di sana ?". Tanya Calista


"Kakak ingin menemani mu di sini ". Kata Ray sambil mengelus rambut adik nya itu penuh dengan kasih dan sayang


"Kakak bergabung saja dengan mereka dan Calista bisa main sendiri dengan Fellin ". Kata Calista


"Ya sudah jika kamu ingin bermain berdua saja dengan Fellin kakak akan menyingkir sekarang ". Kata Ray yang kini juga sudah beranjak dari tempat duduk nya untuk segera pergi meninggalkan adik nya itu dan dia kini berganti duduk di bawah pohon kelapa di sana


"Ray kenapa di sini sendirian saja ?". Tanya Ryan


"Aku hanya ingin bersantai saja ". Kata Ray


"Kenapa tidak bergabung dengan Kai dan yang lain nya ?". Tanya Ryan


"Aku hanya malas berlari seperti itu dan itu terlalu membosankan bagi ku bermain seperti itu bahkan terlihat kekanak-kanakan sekali ". Kata Ray


Ryan tersenyum mendengar penuturan Ray karena dia memang tidak mau di sebut anak-anak lagi dan dia juga memang sangat berbeda dengan Kai yang aktif itu


"Ya juga sih , lihat saja si Kai kini tengah membuat William kesal bahkan Darren pun di jahili nya juga ". Kata Ryan


"Itu memang kelakuan dia kan sejak dulu jadi jangan kaget akan hal tersebut ". Kata Ray


"Bahkan kemarin saat di rumah ku, Kai mengomentari setiap benda yang ada di sana bahkan barang yang ada di kamar ku pun dia komentari juga ". Kata Axel yang baru saja bergabung dengan mereka berdua dan kini dia pun duduk bersama dengan Ray dan juga Ryan saat ini


"Dia memang suka sekali mengejek dan menghina orang lain walaupun itu hanya candaan nya saja tapi pasti yang mendengar pun akan sangat kesal sekali di buat nya ". Kata Ryan


"Ya itu memang benar bahkan uncle Galang saja selalu berdebat dengan nya ". Kata Axel


Di kejauhan terlihat Kai masih saja bermain dengan William dan juga Derren serta Rafael dan mereka bermain dengan asik nya hingga tak menghiraukan di sekeliling mereka sementara Fellin dan juga Calista kini sedang membuat istana pasir di sana


"Kalian bertiga kenapa sangat lemah sekali bahkan mengejar ku saja tidak bisa ". Kata Kai


"Kau terlalu menyombong kan dirimu Kaisar ". Kata William


"Aku tidak sombong tapi itu lah kenyataan nya ". Kata Kai yang kini melempar boleh ke kepala William membuat nya tidak siap dan sekarang terkena bola tersebut


tawa Kai kini terdengar dengan jelas sekali bahkan terlihat juga dia kini pergi meninggalkan William yang tengah merintih kesakitan di sana


"Lihat lah Yul bagaimana anak Lo itu sangat menyebalkan sekali ". Kata Galang


"Wajar saja Lang kan mereka juga masih anak-anak ". Kata Yuli


"Tapi dia sungguh keterlaluan Yul bahkan mulut nya itu sangat pedas sekali jika berbicara. Lo saja tidak sepedas itu tapi ke apa Kai malah beda jauh dari bunda nya ". Kata Galang


"Dia masih suka bercanda Lang dan candaan dia memang suka membuat orang lain kesal , jadi Lo harus sabar Ketika berhadapan dengan Kai dan jika Lo terpancing emosi maka dia akan semakin menggoda ". Kata Bryan


"Nah benar sekali apa yang Bryan katakan. Lo saja yang terlalu emosian jadi Kai terus menggoda Lo Lang ". Kata Yuli


"Kenapa jadi gue yang emosian bukan nya suami Lo ini ya yang emosian sejak dulu ". Kata Galang


"Itu dulu ". Kata Ricky dengan santai nya


"Tapi gue rasa sekarang pun masih tetap sama ". Kata Galang


"Hanya perasaan Lo saja Lang . Lihat saja yang lain nya tidak ada yang menganggap seperti itu ". Kata Yuli


"Karena mereka takut sekali dengan Ricky si bucin ini ". Kata Galang. Yuli tertawa karena ucapan Galang dan itu memang lah benar sekali jika sang suami memang sangat bucin sekali dengan nya


"Dia kan bos nya jadi kita harus menghormati bos kita ". Kata Rere


"Bos apa , gue bukan bos kalian dan kita adalah sahabat bukan bos dan juga anak buah ". Kata Ricky


"Nah itu baru benar. Tidak ada kata bos dan anak buah di Antara kalian semua ". Kata Yuli


Ricky tersenyum sambil dia pun kini memeluk istrinya itu bahkan terlihat sangat romantis.

__ADS_1


Di pantai masih sama bahkan Derren beberapa kali juga kesal dengan Kai karena dia tadi mendorong Derren dari belakang hingga dia terjatuh dan kini baju nya sudah basah semua


Derren yang kesal dengan Kai pun kini menyusun rencana untuk membalas nya kali ini bahkan dia menyusun rencana dengan Rafael saat ini


"Kita tarik dia dan lempar ke air laut itu ". Kata Derren


"Ya Baiklah tapi kita harus hati-hati karena dia sangat cerdik sekali seperti kancil ". Kata Rafael


Derren pun mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun mendekati Kai yang kini sedang asik bermain bahkan Derren dan Rafael kini sudah bersiap untuk menangkap Kai namun ternyata dia bisa menghindar dan membuat mereka berdua bertabrakan


"Hahahaha dasar bodoh , mengerjai ku saja tidak bisa ". Ejek Kai


Kini dia pun berjalan menuju kembaran yang sedang asik sekali membuat istana pasir dengan Fellin bahkan mereka berdua terlihat sangat bersemangat sekali. Tiba-tiba Kai datang dan menendang istana pasir milik Calista membuat dia pun Langsung berdiri dan kini mencoba untuk meninju kembaran nya yang jahil itu


"Kai sini kamu ". Panggil Calista


"Aku hanya bercanda saja Cal ". Kata Kai yang masih saja berlari


"Aku gak suka dengan candaan kamu , kesini atau ku copot nanti kaki mu itu agar tidak bisa berjalan lagi ". Kata Calista yang masih mencoba mengejar Kai saat ini bahkan dia beberapa kali juga melempari Kai dengan batu yang dia temukan


"Kak ampun , aku hanya bercanda jadi jangan mengejar ku terus ". Kata Kai sengaja pura-pura memelas agar Calista berhenti namun nyatanya dia tidak akan berhenti jika belum mendapat kan Kai dan membalas kelakuan nya tadi


Ray yang melihat aksi kejar mengejar kedua adik nya itu hanya bisa menyeringai saja bahkan sejak tadi juga dia terlihat menatap setiap pergerakan Calista yang sedang berlarian di tepi pantai


"Bun lihat lah anak bunda ini mau mencopot kaki Kai ". Teriak Kai membuat Calista pun berhenti seketika dan kini dia pun juga menghampiri bunda nya sama seperti Kai yang kini sudah memeluk Yuli di sana


"Dia duluan Bun yang memulai ". Kata Calista


"Aku sudah mengatakan nya jika aku hanya bercanda saja , kamu saja yang terlalu marah dengan hal kecil seperti itu saja sama seperti Daddy ". Kata Kai


Tanpa perduli lagi dengan orang di sekitar nya Calista pun mendekati Kai lalu menarik telinga bayi membuat Kai pun merintih kesakitan


"Cal nanti telinga ku bisa lepas jika terus kamu tarik ". Kata Kai


"Salah sendiri kenapa terus saja menjahili ku ". Kata Calista


"Baru juga sekali dan itu kan hanya bercanda saja. ampun Cal ". Kata Kai


Derren yang melihat hal tersebut beserta anak lain nya pun kini tertawa melihat Kai yang selalu saja akan tidak berdaya jika dia melawan kembaran nya itu bahkan dia juga akan mengalah untuk Calista


"Terus saja jewer dia sampai Telinga nya putus ". Kata William


"Kalian semua awas saja ya ". Kata Kai


Calista semakin menarik telinga Kai membutuh Kai pun kembali meminta maaf kepada kembaran nya itu


"Sayang lepaskan tangan kamu dari telinga Kai ". Kata Yuli


Tanpa membantah pun Calista langsung melepaskan nya dan Yuli pun tersenyum sambil memeluk Kai saat ini


"Jangan mengganggu Calista kan kamu bisa main bersama dengan dia Kai ". Kata Yuli


kai tersenyum lalu dia pun mencium bunda nya dan Calista serta Ray pun kini juga mendekati Yuli lalu memeluk nya


"Kami sayang dan cinta pada bunda ". Kata mereka bertiga dengan kompak nya . Yuli merespon dengan anggukan kepala dan senyuman saja karena dia juga sangat mencintai anak-anak nya itu melebihi cinta dia kepada diri nya sendiri


"Kita makan dulu sekarang ". Ajak Ricky


mereka semua pun kini bergegas menuju tempat makan yang dekat dengan pantai itu dan kini mereka segera memesan makanan nya di sana dan tak lupa juga Derren yang tadi basah kuyup juga sudah mengganti pakaian nya sekarang ini.


"Apa kamu sudah bisa makan apapun Hel atau mau makan bubur saja ?". Tanya Yuli


"Aku sudah sembuh total Yul jadi bisa makan seperti biasa nya ". Kata Rachel


"Ya sudah kalau begitu kita pesan menu favorit saja yang ada di sini ". Kata Intan


Dan yang membayar nya kali ini adalah Arok ". Kata Yuli


Dan intan Serta Yuli pun kini tertawa bersama di sana bahkan anak-anak pun melihat nya apalagi ketiga anak nya juga ikut tersenyum melihat Yuli tertawa seperti itu.


Mereka semua kini bercanda bersama dan tak lupa juga mereka mengabadikan momen berharga ini


"Tidak terasa ya kita semua sudah menikah dan memiliki keluarga yang bahagia ". Kata Kikan


"Ya , bahkan aku juga tidak menyangka jika Bryan menikah dengan mu ". Kata Yuli


"Jodoh tidak akan pernah tertukar Yul ". Kata Bryan

__ADS_1


"Benar juga, walaupun dulu gue naksir nya pada Ken tapi kenyataannya jodoh dan cinta sejati gue ya Daddy Ricky". kata Yuli sambil mengedipkan sebelah mata nya membuat Ricky pun tersenyum lalu mencium tangan istrinya itu


"Bunda kenapa bisa dulu suka dengan uncle Ken yang jelek itu ". Kata Kai


"Papa ku tidak jelek Kai ". Kata Derren


"Papa mu jelek maka dari itu kau juga ikut jelek berbeda dengan ku , bunda ku cantik maka nya aku sangat tampan sekali ". Kata Kai sambil tersenyum narsis


"Kau jelek dan yang tampan adalah Ray ". Kata Derren dan di angguki oleh anak-anak yang lain nya termasuk juga Calista di sana


"Apa Kai jelek bunda ?". Tanya Kai pada Yuli


"Tentu saja dua anak lelaki bunda ini sangat tampan sekali ". kata Yuli


"Tuh dengarkan baik-baik dan buka telinga mu itu ". Kata Kai


"Sudah kenapa kalian bertengkar terus , Kai jangan bertengkar nanti ketampanan nya berkurang ". Kata intan lalu Kai pun mengedipkan sebelah mata nya membuat Ipank menatap nya dengan tajam


"Masih kecil sudah berani menggoda ". Kata Ipank


Dari kejauhan terlihat beberapa orang suruhan yang akan menculik anak Ricky pun sedang memantau di sana bahkan mereka terlihat seperti pengunjung pada umumnya saat ini


"Kita cari kesempatan jika mereka lengah , culik anak perempuan itu karena dia adalah anak kesayangan leader ". Kata nya memberikan perintah


"Kita lihat juga kondisi dekat kita karena tidak mungkin juga mereka tidak membawa pengawal sedikit pun ". Kata rekan nya


Mereka mengamati di sekitar nya dan menemukan beberapa anak buah Ricky yang berpakaian santai sama seperti mereka dan mereka pun kini terlihat biasa saja agar tidak mencurigakan sama sekali


"Ah makanan nya sudah datang ya , kelihatan nya enak sekali ". Kata Calista yang terlihat sangat bersemangat sekali


"Calista jangan Rakus jadi orang ". Kata Kai


"Tangan kamu kotor Cal jadi sebaik nya cuci tangan dulu sebelum makan ". Kata Ray


Calista mengangguk kan kepala nya dan dia pun segera beranjak ke wastafel untuk mencuci tangan nya bahkan Sam juga terlihat akan mengikuti nya namun Calista menolak nya Alhasil Sam pun menatau dari tempat yang agak jauh dari Calista saat ini. Terlihat sekali Calista bisa mencuci tangan nya sendiri sekarang bahkan dia terlihat sangat bahagia sekali saat ini namun tanpa di duga ada yang menggendong nya dari belakang membuat dia pun terkejut saat ini


"Daddy ". Teriak Calista membuat Sam pun menoleh ke arah nya karena tadi dia mengecek email yang masuk ke dalam ponsel nya


"Sial ". Kata Sam lalu berlari menuju Calista yang kini sudah di bawah mereka dan Sam pun di hadapan oleh dua puluh orang di sana dan tentu nya anak buah Ricky pun keluar dari persembunyiannya untuk melawan mereka sementara itu Sam masih saja mengejar mereka saat ini.


"Daddy bunda ". Teriak Calista yang kini sedang di bawah penculik untuk segera menuju mobil nya membuat Ricky pun menoleh dan ke sumber suara.


"Sial ". teriak Ricky lalu berlari dengan cepat di susul dengan yang lain nya juga yang melihat Calista sudah di bekap dan terlihat tak sadarkan diri lagi


Bahkan Ricky yang jarak nya jauh dari mereka pun kini tidak bisa mendapat anak nya karena memang mereka sudah masuk ke dalam mobil saat ini bahkan anak buah Ricky juga sudah mengejar mereka


Yuli yang tadi melihat anak nya di bawah seseorang pun berusaha untuk tegar karena dia juga tidak ingin memperlihatkan air mata nya kepada Kai dan juga Ray


"Bunda tenang saja, Calista pasti akan kembali sebagai selamat ". Kata Kai sambil merangkul bunda nya bahkan kilatan amarah nya terlihat sangat menakutkan sekali saat ini dan para sahabat Ricky pun melihat hal tersebut. Ray pun juga demikian bahkan tatapan tajam nya seperti mau memangsa orang pun kini di perlihatkan di depan mereka semua berbeda dengan Kai yang menyembunyikan nya namun para sahabat Ricky bisa melihat nya


"Bos Ma'af ". Kata Sam sambil terduduk lemas dan siap menanggung semua nya


"Siapa mereka Sam , apa Lo mendapatkan nya ?". Tanya Ricky dengan kilatan emosi nya


"mereka yang tadi menyerang ada beberapa masih hidup dan kita sudah membawa nya ke markas sekarang ". Kata Sam


"Urus sisa nya Sam dan gue akan pergi ke markas sekarang ". Kata Ricky


Ricky memang kini terlihat sangat tidak bersahabat dan Sekarang dia dalam mode devil nya dan ketika melihat sang istri dengan mata berkaca-kaca nya pun kini semakin membuat nya emosi saja


Ricky memeluk Yuli untuk menenangkan nya dan dia mengelus rambut sang istri saat ini


"Aku berjanji akan membawa anak cantik kita kembali dalam keadaan baik-baik saja ". Kata Ricky lalu mencium kening istrinya itu


"Caesar tetap di rumah dan jaga istri gue dengan baik dan Galang serta Bryan kalian juga bawah mereka semua pulang sekarang. anak buah gue masih ada di depan dan akan mengawal kalian ". Kata Ricky


Mereka segera membawa nya pergi dari sana bahkan fellin pun juga terlihat sangat takut sekali karena melihat hal tersebut tadi dan Kikan pun dengan setia menggendong nya


"Rick ". Panggil Yuli dengan nada serak nya


Ricky tersenyum kali ini lalu kembali memeluk istrinya itu "Tenang saja aku akan membawa Calista kembali lagi dengan utuh dan selamat ". Kata Ricky


Dia terlihat menahan emosi nya kali ini walaupun hati nya sudah sangat sakit ketika melihat mata sang istri berkaca-kaca dan juga melihat anak nya tidak sadarkan diri tadi


"Janji bawah dia kembali Rick ". Kata Yuli


"Tentu saja sayang ". Kata Ricky lalu melepaskan pelukan nya dan mengantar Yuli agar segera masuk ke dalam mobil lalu pulang

__ADS_1


Di sebuah markas yang terlihat sangat gelap sekali seseorang terlihat sangat senang sekali bahkan tawa nya menggema di ruangan tersebut kali ini


"Kita lihat bagaimana usaha Ricky untuk menyelamatkan putri kesayangannya itu.dan aku bisa pastikan jika kali ini kau akan mati Ricky Airlangga Hartama ". Kata nya sambil kembali tertawa di tempat duduk nya


__ADS_2