
Bahkan semua pun mengenal Ricky dan para sahabat nya Dengan baik dan jejak kehebatan mereka pun tidak pernah bilang sejak dulu Hingga kini dan kini Kai menjadi penerus Ricky yang sesungguh nya dengan Geng yang dia dirikan sendiri tanpa harus menghilangkan nama baik Geng Daddy nya . Kai selalu saja bersatu dan tidak berseteru dengan Axel dan yang lain nya agar reputasi dan nama Geng bentukan Daddy nya itu tetap baik dan tidak tergores sedikit pun juga
" Penerus nya memang Axel tapi penerus asli nya ada di hadapan kita Yaitu King Caesar leader sekaligus ketua di Geng King Of World ". kata Erland
" Kenapa Lo sangat lebay sekali Erland, jijik gue mendengar nya ". kata Kai
" Ya kan itu memang kenyataan nya Kai bahkan masih belum ada yang bisa menandingi Lo kan dalam hal balapan mau pun lain nya ". Kata Brandon
" Sudah jangan banyak bicara lagi sebaik nya kita kembali ke topik awal lagi ". Kata Nathan
" Lalu bagaimana jika bunda Lo tidak mau pergi ke Jepang Kai?". Tanya Erland
" Gue sudah membuat rencana jika memang bunda susah sekali di paksa maka gue akan membuat bunda sendiri yang meminta untuk datang ke Jepang nanti nya ". Kata Kai sambil tersenyum licik
Bukan Kai namanya jika dia tidak memiliki rencana untuk bisa membawa bunda nya ke Jepang bahkan mengamankan sang bunda pun bisa dia lakukan dengan mudah juga meskipun bunda nya ada di Indonesia karena Kai Memiliki banyak anak buah yang menyebar di seluruh penjuru dunia , itu sudah tidak bisa di ragukan lagi oleh siapapun
" Kak makan yuk lapar aku ". Kata Bianca menghampiri Kai sekarang yang tengah duduk dan masih mengobrol dengan mereka semua di sana
" Mau makan apa Bi biar gue pesankan Dari sini saja ". Kata Erland
" Makan di luar saja kak bosen di rumah saja sejak tadi ". Kata Bianca
Tak terasa memang sudah tiga jam dia hanya berdiam saja di rumah dan hanya menonton film saja dan itu kini membuat dia bosan sekali jadi dia mau pergi makan di luar Untuk menghilangkan kebosanan nya kali ini
" Ya sudah kita lanjut saja nanti dan sekarang kita pergi makan saja ". Kata Kai
Bianca segera menggandeng tangan Kai untuk keluar rumah dan mereka segera mencari tempat makan sekarang. Hanya dua mobil saja yang mereka gunakan saat ini karena memang hanya mereka saja yang pergi dan tidak ada yang lain nya juga
" Mau makan di tempat biasa nya atau pindah tempat Bi ?". Tanya Kai
" Pindah tempat saja kak cari suasana baru sebelum pergi dari sini Menuju Jepang ". Kata Bianca
" Apa kamu sudah siap jika kita akan pergi ke Jepang?". Tanya Kai sambil sesekali menatap Bianca juga yang ada di samping nya
" Pertanyaan yang aneh sekali ya sayang ku bahkan aku sangat senang sekali jika ke Jepang karena aku akan bertemu dengan kak Arthur di sana ". Kata Bianca
Bahkan wajah gembira nya pun tidak bisa di sembunyikan sama sekali dan Kai dapat melihat memang Bianca sangat rindu sekali dengan kakak nya yang kini ada di Jepang menemani Ray di sana sebab Arthur sudah resmi menjadi orang kepercayaan dari Ray.
Di Jepang tepat nya di Tokyo Disneyland mereka sudah sampai di sana dan juga sudah masuk ke dalam juga bahkan kini Kim sehat tadi menempel pada Ray saja
" Kuman kenapa menempel gue dari tadi , agak jauhan sana ". kata Ray
" Kuman kuman enak sekali ya Lo kalau mengganti nama orang kak bahkan jelek banget nama gue karena Lo ganti ". kata Kim
" Maka nya pergi dan jangan dekat-dekat dengan gue ". Kata Ray
" Sok ganteng banget ya Lo , baru juga gue puji sebentar malah seperti ini . Nyesel banget gue bilang jika Lo ganteng tadi ". Kata Kim
" Halah padahal tadi Lo juga mengatakan hal itu dari hati kan jadi jangan sok menyesal seperti itu kuman ". Kata Ray yang berjalan dengan cepat nya meninggalkan Kim saat ini
Bahkan mereka hanya berdua saja dan terpisah dari yang lain nya karena perdebatan mereka tadi dan Calista juga sengaja meninggalkan mereka agar mereka berdua bisa dekat satu sama lain nya nanti nya jadi terpaksa mereka berpisah dari Kim dan juga Ray di tempat itu
" Lo kenapa sih dari tadi ngikutin gue Mulu seperti penguntit saja ". Kata Ray kesal dengan Kim
" Kak kita hanya berdua saja di sini jadi gue gak mau ya jalan sendiri saja nanti gue kalian tinggal pulang ". Kata Kim
" Bilang saja ingin jalan dengan gue pakek alasan lagi takut di tinggal ". Kata Ray
Kim hanya menyeringai saja dan kini dia pun berjalan di samping Ray sambil berbicara banyak hal dan Ray Hanya mendengar kan nya saja tanpa perduli sama sekali apa yang Kim katakan hingga tiba-tiba Kim menarik Ray dan membuat dia pun menghentikan langkah nya dan menatap Kim
" Kak mau es krim ". kata Kim sambil menunjuk es krim yang ada di sana
" Beli saja kalau mau ". Kata Ray hendak kembali berjalan namun Kim kembali menarik nya
__ADS_1
" Gue gak bawa uang kak jadwal belikan ya ". Kata Kim sambil menatap Ray dengan tersenyum manis juga di hadapan Ray membuat Ray hanya menggeleng kan Kepala nya saja lalu dia pun segera pergi menuju kedai es krim untuk membelikan bayi besar nya Ir es krim saat ini
" Es krim satu". kata Ray kepada sang penjual
" Mau rasa apa tuan atau nona ?". Tanya sang penjual
" Kalau rasa kasih sayang ada gak pak ?". Tanya Kim membuat Ray menatap nya dengan tajam dan Kim pun tersenyum melihat nya
" Jawab yang benar atau gue tinggal Lo di sini ". kata Ray mengancam
" Iya deh iya , rasa coklat dua ". Kata Kim
" Gue gak makan es krim kuman jadi beli satu saja ". kata Ray
" Siapa juga yang mau memesankan Lo juga kak wong dua itu hanya buat gue saja ". Kata Kim yang kini sudah berlalu pergi setelah mendapat kan dua es krim di tangan nya
Ray langsung membayar nya dan kini dia pun berjalan menghampiri Kim di sana yang tampak bahagia karena sudah mendapatkan apa yang dia inginkan bahkan kini dia pun duduk dengan santai nya di kursi tanpa perduli apa Ray ada bersama nya atau tidak sekarang karena fokus nya kali ini hanya tertuju pada es krim yang dia bawa saja sekarang
Di markas nya Kini terlihat Daniel sangat marah sekali karena dia mengetahui jika anak buah yang menjadi mata-mata mereka di Geng saudara Kai sudah di bantai tak tersisa bahkan dia merasa sangat marah sebab dia seperti di remehkan oleh mereka semua saat ini
" Kenapa mereka semua bodoh sekali hingga bisa ketahuan bahkan tidak di satu tempat saja melainkan di semua tempat mereka ketahuan ". Kata Daniel marah dengan melempar meja yang ada di depan nya itu . Dia kini terlihat sangat tidak bisa di kendalikan sama sekali Setelah mengetahui jika para mata-mata yang di kirim sudah habis di bunuh oleh Axel dan yang lain nya setelah mereka mengetahui semua nya dan itu pun tak lepas darinya bantuan Kai yang memberikan mereka warning waktu itu melalui panggilan jarak jauh nya kepada Ray
" Memang benar apa yang dia katakan papa Roland jika mereka memang tidak bisa di remehkan sama sekali Daniel ". Kata Pedro
" Bahkan gue mendengar jika hari ini pun Caesar beserta para sahabat nya tidak masuk ke kampus dan juga wanita yang bisanya bersama mereka pun juga tidak datang ke kampus juga ". kata Nick
" Mungkin memang benar jika mereka sudah mengetahui nya dan mungkin saja Caesar sudah tahu maka dari itu dia tidak pergi ke kampus hari ini ". Kata Ricardo
Daniel tidak menerima semua ini dan dia pun juga tidak pernah menerima kekalahan dalam hidup nya jadi dia terlihat marah sekali ketika tahu semua yang di rencanakan dengan matang seperti akan hancur di depan mata nya , sungguh sangat memalukan bagi nya jika dia harus kalah dengan Caesar dan para sahabat nya itu
" Lalu bagaimana Nick dengan kondisi di Indonesia?". Tanya Daniel
" Tidak ada hal mencurigakan sedikit pun dan mereka masih ada di Indonesia hingga sekarang. Setiap hari juga mereka selalu kumpul bersama seperti biasa nya dan juga pergi jalan-jalan". Kata Nick Yang memang mendapat kan tugas untuk memantau keadaan di Indonesia
" Sama saja Daniel dan mereka pun hari ini tidak pergi ke kampus tapi ke tempat liburan. Dan mereka semua terlihat biasa saja dan bersenang-senang di sana ". Kata Ivan memberikan laporan nya
" Apa ada alasan khusus kenapa mereka tidak pergi ke kampus hari ini ?". Tanya Pedro
" Tidak ada , Jika Axel dan yang lain nya mereka memang lelah karena butuh waktu beberapa jam untuk menghabisi anak buah kita dan mereka pun mengikuti anak buah kita di depan para anak buah lain nya ". Kata Ivan
" Jadi mereka tidak curiga dengan mata-mata kita yang ada di sekitar rumah nya ?". Tanya Daniel
" Seperti nya mereka masih belum ketahuan Daniel oleh sebab itu mereka masih aman dan hidup hingga sekarang ". Kata Ivan
" Benar kata Ivan , jika mereka Ketahun tentu mereka juga sudah mati saat itu juga ". Kata Ricardo
Daniel kini masih berpikir apa dia harus menyerang dengan cepat dan sesuai rencana atau menunda rencana nya untuk menyerang sebab mereka sudah mengetahui jika ada mata-mata di sekitar mereka saat ini
Di tempat hiburan pun kini Kim dan Ray masih bersama dan sejak tadi setiap Kim ingin membeli sesuatu tentu Ray lah yang membayar nya karena Kim memang tidak membawa uang sama sekali dan dia hanya membawa ponsel saja untuk mengambil beberapa gambar di sana agar dia mendapat kan setiap momen indah di tempat itu
" Lo ya sejak tadi makan Mulu apa tidak meledak tuh perut nanti". Kata Ray
" Kapan lagi sih Lo traktir makan dan beli apapun sepuas nya kak jadi sekarang gue manfaat waktu yang ada ini untuk menguras dompet Lo yang mungkin saja tidak akan pernah habis meskipun gue membeli tempat ini sekalipun ". Kata Kim
Dia memang sejak tadi berbicara panjang lebar walau hanya satu pertanyaan yang Ray lontar kan Kepada nya tapi jawaban yang Kim berikan selalu saja panjang sekali dan itu hanya di dengar kan saja oleh Ray sejak tadi karena jika dia protes pun tak akan ada gunanya jadi dia kini mengalah saja kepada Kim sekarang
" Sekarang Lo mau apalagi ?". Tanya Ray
" Ambil gambar gue dong kak , mumpung di sini dan pemandangan nya juga bagus ". Kata Kim sambil memberikan ponsel nya kepada Ray
Ray pun menuruti nya dan beberapa kali dia mengambil gambar Kim di sana dengan beberapa gaya yang berbeda yang dia lakukan saat ini .
" Kak Lo bodoh banget ya kenapa hanya kepala nya saja yang Lo foto bahkan badan gue hanya separuh saja , apa Lo pikir gue mau buat kartu tanda penduduk apa hingga foto nya hanya setengah badan saja ". Kata Kim protes dengan hasil foto yang Ray lakukan
__ADS_1
" Kuman Lo cerewet sekali ya , gue sudah mau mengambil kan foto untuk Lo malah masih saja protes dan mengatakan gue bodoh pula ". kata Ray yang kini sudah berjalan meninggalkan Kim yang masih saja mengomel karena hasil tidak sesuai dengan apa Yang dia ingin juga
" Kak ayo ambil lagi foto nya , gue gak mau tahu ya pokok nya ambil lagi atau gak gue nangis di sini ". Kata Kim mengancam membuat Ray diam dan berbalik menatap nya saat ini
" Hanya tiga kali pengambilan gambar tidak lebih ". Kata Ray yang sudah mulai luluh dengan ancaman yang di berikan oleh Kim Kepada nya dan kini dia pun mengambil gambar sesuai dengan apa yang di Katakan nya tadi Yaitu Hanya tiga gambar saja
" Nah kalau begini kan bagus kak sekarang ayo foto bareng". kata Kim yang langsung menarik Ray mendekati nya dan dia pun segera mengambil gambar bersama di sana
" Hahahaha Lo jelek banget kak muka nya di sini mana gak ada senyum nya lagi ". Kata Kim mengejek Ray
" Lo maksa banget ya ingin foto Dengan gue Kim ". Kata Ray
" Yaelah hanya sekali saja di bilang maksa , pelit banget Lo kak ". Kata Kim
" Jika gue pelit tidak akan mau gue membayar semua yang Lo beli tadi ". Kata Ray
" Iya iya iya terima kasih banyak kak Ray yang tampan sudah mau membelikan banyak sekali untuk gue tadi ". Kata Kim
Mereka masih berjalan beriringan entah menuju kemana sementara di tempat lain Calista nya dan yang lain hanya memperhatikan saja sejak tadi interaksi kedua nya
" Jika nanti Ray marah tanggung jawab Lo Calista". Kata Derren
" Tenang saja kak Ray mana pernah marah dengan gue yang ada di hanya melotot saja nanti ketika melihat kita ". Kata Calista Tersenyum senang melihat bagaimana dia bisa mendekat kan Ray dan Kim . Jika saja Bianca tidak mengatakan jika Kim menyukai Ray mana tahu dia bahkan isi chat yang di kirim Kim Kepada Bianca pun di berikan kepada Calista. Dulu Kim memang menyukai Kai bahkan ketika Kai Memilih untuk mengikuti Bianca pun dia tetap mencintai nya dalam diam namun seiring berjalan nya waktu dengan pertengkaran dia yang selalu saja berlanjut dengan Ray dia pun akhirnya jatuh hati juga dengan sosok yang sangat dingin dan pendiam itu . Kim berani mengungkapkan nya kepada Bianca sebab dia merasa jika Bianca memang bisa di percaya dan pandai menjaga rahasia nya namun nyatanya hal itu tidak lah benar malah Bianca membocorkan nya kepada Calista
" Ray , Lo ada di sini juga ". Panggil Haruka ketika melihat Ray ada di tempat tersebut bersama dengan Kim
" Gue ada di sini sejak tadi , apa Lo sendiri saja di sini ?". Tanya Ray
" Ah tidak , gue Dengan sahabat gue hanya saja mereka sedang pergi cari makan tadi ". Kata Haruka
Kim menatap Haruka dengan kesal nya namun sebisa mungkin juga dia menyembunyikan hal tersebut saat ini dan berusaha tersenyum juga di depan dia
" Kak Ray ". Panggil Calista yang tengah menghampiri nya bersama dengan yang lain nya juga
" Kalian dari mana saja sejak tadi kita cari tidak ketemu?". Tanya Ray
" Ya kita mencoba semua wahana di sini lah kak , salah sendiri kalian pergi begitu saja ya kita pun juga pergi saja tadi tanpa mengajak mu kak ". Kata Calista
" Ray kan cewek yang waktu itu mengobrol dengan Lo di kampus kan ". Kata Derren
" Ya dia Haruka ". Kata Ray
Haruka hanya Tersenyum menyapa mereka semua dan kini Ray pun mengajak mereka untuk duduk dan mengobrol bersama saat ini
" apa gue tidak menganggu jika bergabung di sini ?". Tanya Haruka
" Tentu saja Lo sangat mengganggu sekali ". Kata Calista lalu Ray pun menatap nya dengan tajam membuat Calista hanya memutar bola mata nya malas
" Ma'af kan ucapan dia dan jangan di ambil hati karena Calista memang begitu orang nya ". Kata Fellin dengan ramah nya
" Tidak masalah sama sekali dan gue pun sudah biasa juga mendengar hal tersebut". Kata Haruka
" Pesan saja makanan dan minuman yang Lo mau Haruka dan gue yang akan mentraktir Lo sekarang". Kata Ray
" Tidak perlu kali Ray , gue juga bawa uang sendiri jadi tidak perlu mentraktir juga setiap kali kita bertemu kan jadi keenakan gue nya di traktir Lo Mulu ". Kata Haruka
" Itu bukan masalah sama sekali jadi gak usah sungkan". Kata Ray
Mereka hanya menyimak saja kali ini interaksi antara Haruka dan juga Ray bahkan Calista terlihat sangat kesal sekali sekarang sebab Haruka datang bergabung bersama dan itu mengacaukan rencana nya
Di tempat yang berbeda kini Bianca terlihat tertawa terbahak-bahak sekarang dan itu membuat Kai dan para sahabat heran " Bi ada apa ?". Tanya Kai
" Tidak ada apa-apa kak ". Jawab Bianca lalu tersenyum kepada Kai dan kembali makan makanan yang ada di meja nya saat ini . Kai merasa jika Bianca sangat aneh sekali hari ini dan dia pun beberapa kali tersenyum ketika melihat ponsel nya
__ADS_1