Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Kejahilan Calista


__ADS_3

Yuli kini pergi dengan Diego menuju distro dan dalam perjalanan juga dia menanyakan bagaimana kabar Sam karena sudah sekarang Sam sudah di tugaskan Ricky di Texas dan tentu saja itu memang strategi Ricky agar Luna segera menerima cinta orang kepercayaan nya itu dan sudah dua tahun Sam pergi bahkan Luna juga terlihat menghilang sekarang ini karena Yuli juga tidak pernah bertemu dengan dia akhir-akhir ini . itu juga membuat dia sangat khawatir sekali


"Diego apa kamu tahu kapan Sam akan kembali?". Tanya Yuli


"Maaf nyonya untuk hal tersebut hanya bos besar saja yang tahu ". Kata Diego sambil mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan sedang


"Apa kalian tidak bertukar kabar selama ini ?". Tanya Yuli


"Sam akan mengirim pesan jika itu penting saja Nyonya dan untuk hal lain nya dia tidak akan membalas atau mengangkat panggilan dari kami jika memang tidak penting". Kata Diego


"Wah Sam ternyata sang serius sekali dalam bekerja tapi apa dia juga memikirkan kakak ku ya di sana ". Kata Yuli


Dia masih berharap jika Sam akan berjodoh dengan kakak nya karena dia merasa jika Sam lah yang cocok untuk mendampingi kakak nya itu bahkan Sam terlihat sangat tulus dan sabar juga karena itulah Yuli merasa jika Sam sangat cocok dengan kakak nya


Dalam perjalanan pun Diego sangat berhati-hati sekali karena dia juga tidak mau mendapatkan amukan dari bos nya jika istri tercinta nya sampai kenapa-kenapa. Tidak lama mereka kini sudah sampai di tempat bahkan Distro milik Yuli terlihat sangat ramai sekali pengunjung bahkan terlihat penuh sekali dan tempat parkir nya juga terlihat sangat penuh dan tidak bisa di tempati lagi


"Ah seperti nya aku harus membangun tempat ini agar Lebih besar lagi". Kata Yuli


Bahkan Distro dia sudah lantai tiga tapi terlihat masih saja kurang. Yuli memang tidak hanya menjual kaos saja bahkan jaket dan kemeja pun dia jual juga tapi yang lebih dia utamakan adalah kaos dan juga jaket Serta hody dan itu juga hasil dari desain nya sendiri


"Diego ikut masuk juga ?". Tanya Yuli


"iya nyonya, apa anda keberatan jika saya ikut juga ?". Tanya Diego sopan


"Jangan memanggil nyonya , biasa saja seperti dulu Diego. Ya sudah kalau mau ikut masuk ayo ". Kata Yuli


Mereka berdua pun berjalan menuju pintu masuk distro bahkan di sana juga banyak anak buah Ricky yang menjadi karyawan dan scurity di sana dan mereka langsung membungkuk kan badan nya ketika melihat Yuli datang


"Selamat pagi Nyonya". Sapa scurity di sana sambil membungkuk kan badan nya


"Selamat pagi juga pak ". Jawab Yuli sambil tersenyum lalu dia pun segera masuk ke dalam. Dan benar saja di dalam sudah sangat sesak sekali dengan para pengunjung dan terlihat juga para karyawan nya di sana sangat sibuk sekali. Yuli pun kini naik ke lantai dua dan di sana juga sama penuh nya dengan lantai satu. Kini dia menuju lantai tiga di mana para karyawan kantor nya berada dan Yuli pun langsung menghampiri mereka sekarang


"nyonya selamat datang". Sapa Maya anak buah Ricky yang di tugaskan untuk mengelola tempat tersebut oleh Ricky


"Selamat pagi juga Maya, bagaimana apa ada kesulitan?". Tanya Yuli


"Kita selalu saja kekurangan stok nyonya sebab pembelian online sangat lah membludak". Kata Maya


"Kita tambah saja pekerjaan bagian produksi nya Maya ". Kata Yuli

__ADS_1


"Baik nyonya saya akan mencari pekerja di bagian tersebut secepat nya ". Kata Maya


"Biar saya yang mencari kan pekerja yang anda butuhkan dan saya bisa menjamin jika mereka nanti sangat berkompeten sekali". Kata Diego


"Ya sudah kalau begitu aku percaya kan hal itu kepada mu Diego". Kata Yuli dan Diego pun mengangguk kan kepala nya


Kini Yuli pun duduk di kursi nya untuk memeriksa laporan usaha nya. Tidak ada kejanggalan sama sekali bahkan terlihat jika semua berjalan dengan baik bahkan juga terlihat sangat berkembang dengan pesat sekali distro nya itu


Yuli juga akan berniat untuk memperbesar tempat usaha nya itu dan dia juga akan membuka beberapa cabang nanti nya tapi dia harus mengumpulkan dana nya dulu walaupun dia bisa saja meminta kepada Ricky namun Yuli tidak mau melakukan nya karena dia tidak ingin jika nanti Ricky juga ikut campur dalam usaha nya , cukup dia menjaga keamanan usaha nya saja tidak perlu ikut campur yang lain nya juga Agar Yuli bisa tahu sejauh mana dia bisa membuat usaha itu bisa sukses dan sangat berkembang nanti nya


Sementara itu di kantor terlihat wajah-wajah tegang di sana bahkan mereka terlihat kering dingin juga karena kedatangan Ricky beserta para sahabat nya itu ke kantor. Bahkan setelah insiden waktu itu Naura juga sudah menghilang entah kemana tidak ada yang mengetahui nya dan soal Edward dia masih saja hidup sebab Ricky juga tidak mau jika mainan nya itu mati terlalu cepat walaupun beberapa bagian tubuh Edward sudah hilang tapi Ricky tidak akan membunuh nya dulu sebelum dia puas dengan apa yang dia lakukan dengan saudara kandung nya itu


"Apa ada yang tidak suka dengan cara ku memimpin di sini ?". Tanya Ricky


Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa investor di perusahaan nya dan mereka memang terlihat sangat takut sekali sekarang ini dan mereka juga sudah membuat Ricky datang kemari karena aksi demo mereka yang merasa jika Ricky tidak adil sama sekali


"Tidak ada tuan ". Jawab Beny


"Jangan membohongi ku bahkan kalian semua belum tahu siapa aku sebenarnya". Kata Ricky


Ricky tahu siapa provokator yang membuat nya harus turun tangan saat ini bahkan dia juga terlihat sangat ingin sekali mencincang orang tersebut


Mereka semakin berkeringat dingin bahkan jika mereka tidak menanam kan saham di sini mereka juga tidak akan bisa mendapat kan banyak sekali keuntungan karena perusahaan Ricky memberikan banyak sekali keuntungan dan mereka juga tidak pernah rugi sama sekali


"Tuan maaf hanya saja saya ingin bertanya, kenapa Anda tidak pernah datang untuk melihat kinerja para karyawan anda di sini?". Tanya Moreno


Ricky menyeringai mendengar pertanyaan itu dan dia pun langsung menatap Moreno dengan tajam nya bahkan dia tidak berani menatap Ricky sama sekali sebab tatapan Ricky terlihat sangat mengerikan sekali


"Walaupun aku tidak datang kemari bukan berarti aku tidak tahu bagaimana kinerja para karyawan ku bahkan aku juga tahu jika di dalam ruangan ini ada penghianat dan kalian tahu kan jika aku paling tidak suka dengan penghianat". Kata Ricky sambil berdiri dan kini berjalan mengitari mereka semua yang ada di sana


"Kami tidak ada yang berhianat dengan anda tuan sungguh". Kata Benny


Dia memang tidak tahu jika ada yang menghianati Ricky bahkan menggunakan nama nya karena Beny terlalu polos dalam dunia bisnis


"Pak Benny apa boleh jika beberapa orang kepercayaan saya bekerja di perusahaan anda ?". Tanya Ricky


"Tentu saja boleh tuan dan saya sangat senang sekali mendengar nya. Saya juga berharap mereka bisa membimbing saya nanti nya ". Kata Benny dengan senang nya


"Baik lah nanti setelah rapat ini aku akan mengirim kan Beberapa anak buah ku untuk bekerja di sana membantu mu ". Kata Ricky

__ADS_1


"Terima Kasih tuan ". Kata Benny


"Tuan Moreno mulai sekarang kita tidak bekerja sama lagi dan aku pun akan mengembalikan semua nya setelah ini ". Kata Ricky


"Tidak bisa seperti itu tuan bahkan anda melanggar perjanjian jika seperti ini ". Kata Moreno tidak menerima


"Perjanjian apa yang aku langgar coba sebutkan ?". Tanya Ricky dengan tatapan mengintimidasi nya


Moreno pun terdiam bahkan dia terlihat sangat kesal sekali kepada Ricky dan ingin sekali dia menghajar Ricky namun dia juga tahu jika hal itu tidak bisa dia lakukan sendiri, dia akan mencari orang untuk melakukan nya nanti.


Di sekolah anak Ricky dan para sahabat nya memang terlihat sangat berbeda sekali dari yang lain nya bahkan mereka terlihat paling pandai di Antara teman nya . Ray dan Axel berada di kelas yang sama sementara itu Kai, Calista dan juga Derren berada di satu kelas karena usai mereka tidak jauh berbeda


Jam istirahat tiba dan seperti biasa nya banyak sekali yang mendatangi Ray dan terlihat ingin dekat dengan nya namun Ray tampak mengabaikan nya saja dan dia memilih untuk duduk bersama dengan adik perempuan nya yang dia sayangi itu


"Lihat lah mereka kak tebar pesona sekali". Kata Calista melihat kearah Kai yang kini tengah bermain dengan anak perempuan dan lelaki di sana bahkan Derren juga ikut serta di sana


"Kau juga seharusnya bermain bersama mereka bukan nya malah menyendiri di sini ". Kata Axel


"Kau selalu saja ya membuat ku marah Axel ". Kata Calista


"Sudah diam lah kalian berdua dan sebaik nya kita makan saja bekal dari bunda tadi ". Kata Ray


Calista pun tersenyum dan dia pun berencana menghabiskan punya Kai agar Kai nanti kelaparan dan marah . Mereka pun kini terlihat makan dengan santai nya dan Ray pun melihat adik nya yang kini tengah makan bekal milik kembaran nya


"Calista bukan nya itu milik Kai?". Tanya Ray


"Iya kak dan aku sengaja memakan nya agar dia nanti kelaparan, salah sendiri tidak makan malah asik saja menggoda wanita seperti Daddy saja ". Kata Calista


Ray pun hanya bisa menggeleng kan kepala nya mendengar hal tersebut. Setelah selesai makan dan mencuci tangan kini mereka terlihat hanya diam saja sambil mengamati beberapa buku yang di bawah Ray . Terlihat Derren dan Kai kini menghampiri mereka dan Kai juga terlihat kebingungan mencari bekal makanan nya tadi yang memang dia taruh di sana


"Apa ada yang melihat bekal makanan ku ?". Tanya Kai


"Sudah habis di makan Calista". Jawab Axel membuat Kai pun menatap Calista saat ini


"Kak kau ya ". Kata Kai


"Apa , berani dengan ku". Kata Calista sambil menyeringai


"Dasar menyebalkan sekali". Kata Kai dan kini dia duduk berdekatan dengan Calista walaupun dia kesal tetapi tetap saja dia tidak bisa marah sedikit pun dengan saudari kembar nya itu dan akhir nya dia merelakan saja bekal nya Habis dimakan Calista

__ADS_1


__ADS_2