
Tidak terasa kini Raka Sudah Sampai di Indonesia bahkan di sana sudah ada Juan yang menjemput nya
"Tuan Raka ". Panggil Juan
"Ya , aku sendiri ". Kata Raka
"Saya di perintahkan tuan Arok untuk menjemput anda tuan , mari silahkan ikut dengan saya ". Kata Juan
Raka pun segera mengikuti Juan dan kini dia segera masuk ke dalam mobil tak lupa juga tadi Juan membawa kan koper dari saudara kembar bos nya itu. Juan juga terlihat sangat ramah dan sopan sekali kepada Raka membuat Raka nyaman dengan nya juga dan dia pun juga bersikap sopan kepada nya.
"Apa kau tahu kenapa aku di suruh Arok untuk datang kemari ?". Tanya Raka mencoba untuk mencari informasi tentang kenapa bisa Arok menyuruh nya datang ke Indonesia Padahal Ricky melarang keras untuk keluarga Hartama ke Indonesia
"Untuk hal itu anda akan mengetahui nya nanti tuan dan maaf saya tidak bisa memberi tahu karena itu bukan lah wewenang saya ". Kata Juan
"Ya tidak apa-apa. Siapa nama mu ?". Tanya Raka
"Juan, tuan ". Kata Juan
"Sudah lama kau ikut dengan Ricky ?". Tanya Raka
"Sudah lama tuan kurang lebih sepuluh tahun tapi saya bertugas di Indonesia sejak dulu ". Kata Juan
"Ricky memang hebat sekali bahkan dia sudah mendunia juga ". Kata Raka
" Benar tuan bahkan bos juga sangat baik kepada kami semua dan untuk itulah banyak yang mau menjadi anak buah nya meskipun resiko nya sangat besar sekali namun bos bisa melindungi kami semua ". Kata Juan
Kini Juan nampak terdiam karena dia tahu saat ini Ricky sedang berbaring lemah tak berdaya bahkan dia tahu dengan jelas bagaimana baik nya sang bos kepada seluruh anak buah nya
Mobil yang Juan kemudikan kini sudah sampai di halaman rumah sakit dan itu membuat Raka sangat kebingungan kenapa dia di ajak ke rumah sakit saat ini.
"Kenapa kita datang kemari ". Kata Raka
"Mari kita masuk tuan agar anda bisa mendapatkan jawaban nya nanti ". Kata Juan
Raka pun mengikuti Juan saat ini bahkan dia masih saja bertanya-tanya dalam hati nya kenapa dia kerumah sakit saat ini. Raka kaget ketika melihat apa para sahabat Ricky di sana dan juga Yuli serta anak kecil yang dia yakini adalah anak Ricky saudara kembar nya
"Maaf tuan , saya sudah membawa tuan Raka datang kemari ". Kata Juan
"Ya Juan , terima kasih ". Kata Arok
"Juan , tolong bawah barang kak Raka ke rumah ya ". Kata Yuli
"Baik Nyonya, saya permisi dulu tuan dan Nyonya ". Kata Juan
Kini Juan pun segera berpamitan dan dia akan membawa barang Raka ke kediaman Airlangga karena dia akan menginap di sana nanti
"Kak Raka ". panggil Yuli
"Iya Yul , ada apa sebenarnya ?". Tanya Raka
"Ricky dalam keadaan kritis di dalam dan seperti nya dia membutuh kan bantuan mu ". Kata Arok
"Ricky kritis ?". Tanya Raka yang terlihat sangat tidak percaya sekali karena dia tahu bagaimana kehebatan Ricky dan kini dia tumbang juga dan terbaring tak berdaya di rumah sakit
"Kenapa bisa dia kritis , apa ada musuh yang menyerang nya ?". Tanya Raka langsung
"Uncle Raka ". Panggil Kai membuat Raka menoleh ke arah nya saat ini
"Dia anak ketiga ku dan Ricky kak ". Kata Yuli
"Pantas saja wajah nya mirip dengan Ricky ". Kata Raka
"Ayo uncle ikut dengan ku ke laboratorium sekarang ". Kata Kai
"Kenapa aku harus ke sana ?". Tanya Raka
"Sudah sebaik nya lagi ikut saja Raka dan jangan banyak bicara atau Lo mau kita paksa ". Kata Ipank karena dia sangat kesal sekali sejak datang Raka banyak bertanya sekali berbeda dengan Ricky.
Tanpa banyak bicara lagi kini Raka segera mengikuti arah langkah kaki Kai meskipun dia masih bertanya-tanya namun dia tetap mengikuti Kai saat ini
"Ken ". Kata Raka ketika dia melihat Ken yang berada di laboratorium dan terlihat sangat sibuk sekali kali ini
Ken menatap Raka dan dia juga bingung Kenapa Raka ada di sini saat ini bahkan dia juga tahu jika Ricky melarang keras dia menginjak kaki ke Indonesia
"Lo kenapa datang kemari Raka ?". Tanya Ken
__ADS_1
"Aku yang meminta uncle Arok untuk menelfon kembaran Daddy uncle karena aku ingin segera membuat penawar nya ". Kata Kai
Terlihat kini para sahabat Ricky masuk ke dalam ruangan termasuk juga Sam bahkan mereka Kinar mendekati mereka bertiga di sana
"Bagaimana Kai, apa sudah selesai ?". Tanya Arok
"Ini juga baru mulai uncle ". Kata Kai
"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa gue harus ada di sini ". Kata Raka
"Ayo uncle ikut lah dengan ku dan jangan banyak tanya uncle karena suaramu Sangat berisik sekali ". Kata Kai
Kini Raka pun menurut saja bahkan dia kini sudah duduk di pembaringan saat ini . Terluka Kai memasang Beberapa alat di tubuh Raka dan dia pun memulai pekerjaan nya untuk membuat sebuah ramuan untuk Daddy nya
Kai terlihat sangat serius sekali kali ini bahkan dia terlihat sangat lihai sekali untuk mengambil darah Raka
"Apa yang akan di lakukan Kai dengan tubuh dan darah Raka ?". Tanya Galang
"Entah lah kita lihat saja apa yang akan dia buat ". Kata Bryan
Ken juga sejak tadi memperhatikan setiap pergerakan Kai dan menggelengkan kepala nya melihat bagaimana anak Ricky itu sangat lah pandai sekali kali ini dalam membina racikan nya
"Ah selesai juga ". Kata Kai
"Uncle tolong lepaskan alat yang menempel di tubuh uncle Raka ". Kata Kai lalu dia pun segera berlari menuju ruangan Ricky untuk memberikan penawar nya saat ini
Tanpa basa basi Kai segera menyuntik kan nya ke tubuh sang Daddy lalu dia segera keluar dari ruangan tersebut
"Kai bagaimana ?". Tanya Yuli
"Tunggu sepuluh menit dulu Bun dan Kai sangat yakin sekali jika Daddy akan bangun ". Kata Kai sambil tersenyum
Ken kini masuk ke dalam dan dia ingin menunggu di dalam saja untuk membuktikan apa yang Kai katakan tadi bahkan Arok dan yang lain nya pun juga masuk ke dalam sementara Yuli hanya menunggu di luar dengan harap-harap cemas di sana saat ini
"Yul ". Kata Raka
"Kak terima kasih sudah membantu ". Kata Yuli
"Sama-sama Yul tapi sebenarnya apa yang terjadi ?". Tanya Raka
"Sebaik nya uncle istirahat dulu di ruang rawat rumah sakit ini ". Kata Ray
"Sam , tolong Carikan ruang rawat untuk kak Raka beristirahat ". Kata Yuli
Sam mengangguk kan kepala nya dan kini dia segera mengajak Raka untuk menuju ruang rawat hanya sekedar istirahat saja
"Kerja bagus Kai ". Bisik Ray sambil tersenyum kepada adik bungsu nya yang terkadang menyebalkan itu
Di sana mereka masih menunggu Ricky sadar dan terlihat muka tegang mereka semua di dalam ruangan itu . Kini perlahan tapi pasti Ricky Sudah mulai menggerakkan jari tangan nya dan perlahan juga dia membuka ke dua mata nya membuat senyuman mereka semua yang ada di dalam sana mengembang bahkan. Ken tampak melihat jam dan benar saja setelah sepuluh menit Ricky kini sudah sadar kembali
"Rick , Lo sudah sadar ?". Tanya Ken yang kini mendekati nya lalu dia pun memeriksa Ricky. Dia hanya bisa menggeleng kan kepala nya karena racun di tubuh Ricky sudah menghilang dan luka nya pun juga terlihat sudah mengering dengan begitu cepat nya kali ini
"Kai benar-benar titisan Ricky bahkan dia lebih hebat ". Kata Ken mengakui kehebatan anak Ricky yang suka membuat onar itu
"Bagaimana keadaan Calista ?". Tanya Ricky
"Dia baik-baik saja dan Lo tidak perlu khawatir Rick ". Kata Ipank
Ricky pun mengangguk kan kepala nya dan dia tampak tersenyum saat ini ketika melihat Sang istri kini berjalan menghampiri nya
"Kamu membuat ku khawatir". Kata Yuli lalu memeluk Ricky
"Ma'af kan aku sayang ". Kata Ricky sambil mengelus punggung istri nya itu bahkan beberapa kali juga Ricky mencium sang istri
"Aku harap ini yang terakhir kamu bertindak ceroboh seperti ini dan aku tidak mau lagi kamu terluka dan tak sadarkan diri ". Kata Yuli
"Jika Daddy koma lagi maka cari saja suami baru bun seperti uncle Kenzo mungkin ". Kata Kai yang kini juga masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan Ray
"Kamu ya Kai, Daddy baru saja sembuh sudah berkata seperti itu tapi benar juga apa yang kamu katakan, jika Daddy koma dalam waktu yang lama mending bunda cari yang baru saja ". Kata Yuli mengikuti alur dari candaan anak nya itu
"Mana mungkin aku akan membiarkan hal itu terjadi bahkan aku akan membunuh lelaki yang mendekati kamu ". Kata Ricky
"Uncle Ipank tadi mendekati bunda Daddy dan seperti nya dia memang sengaja mengambil kesempatan itu ". Kata Kai
Ricky pun menatap Ipank saat ini dengan tajam nya bahkan Ipank pun merasa sangat ngeri melihat tatapan Ricky
__ADS_1
"Mana mungkin gue menggoda istri Lo Rick, apa Lo tidak ingat bagaimana jail nya Kai ". Kata Ipank
Intan yang mendengar hal tersebut hanya tertawa saja melihat ekspresi wajah suami nya itu dan dia juga tahu jika Kai memang lah hanya bercanda saja dan dia bisa memaklumi nya saat ini
"Jangan pernah mengambil kesempatan Pank atau Lo mau gue habisi beserta keturunan Lo juga". Kata Ricky membuat Yuli memukul nya
"Au sakit sayang, kenapa kamu kasar sekali ". Kata Ricky dengan manja nya membuat mereka semua tertawa saat ini bahkan tawa mereka menggema di ruangan itu
"Kai coba panggil lah om Sam , mungkin dia juga akan sangat senang sekali jika melihat Daddy mu sudah sadar ". Kata Bryan
Kai mengangguk kan kepala nya dan dia segera pergi keluar namun ketika sampai di pintu dia pun menghentikan langkah kaki nya
"Om Sam ada di mana ya Bun ?". Tanya Kai
"Di ruang rawat menemani uncle Raka , tadi bunda menyuruh nya ke sana sayang ". Kata Yuli
Kai pun segera pergi Menuju ruang rawat untuk menemui Sam dan memberi tahu jika Daddy nya kini sudah sadar
"Raka ?". Tanya Ricky
"Ya , Raka saudara kembar Lo ". Kata Rere
"Kenapa dia ada di sini ?". Tanya Ricky
"Kai yang memanggil nya kemari , jadi kamu tanya saja kepada nya kenapa di s memanggil kak Raka ke Indonesia ". Kata Yuli
Dan jika Yuli sudah berkata mana mungkin Ricky bisa marah dengan nya bahkan tatapan dan amarah nya langsung saja hilang ketika Yuli berkata kepada nya tadi
Ceklek
Pintu di buka dan kini menampilkan Sam yang tengah berdiri di sana bersama Kai dan juga Luna . Perlahan Sam berjalan menghampiri Ricky dan menatap nya kali ini
"Bos , anda sudah sadar ?". Tanya Sam
"Seperti yang Lo lihat Sam dan terima kasih sudah menjaga keluarga gue dengan baik ". Kata Ricky
"Tidak bos justru saya minta maaf karena telah lalai dalam menjalankan tugas dan saya juga siap mendapatkan hukuman ". Kata Sam
"Dia terus saja menyalah kan diri nya sendiri Rick dengan apa yang menimpa Lo ". Kata Rere
Ricky tersenyum kepada Sam dia bahkan mengerti sekali dan mewajar kan apa yang Sam rasakan karena mereka bersama juga tidak sebentar
"Terima Kasih Sam sudah mengkhawatirkan gue dan ingat lah Sam jika saat ini gue memiliki anak-anak yang sangat hebat sekali dan bisa di andalkan dalam situasi apapun dan mereka juga memiliki bakat di bidang nya masing-masing ". Kata Ricky sambil melirik ke arah Kai membuat Kai tersenyum lalu memeluk Daddy nya
"Kai tidak akan menolong Daddy lagi jika Daddy membuat bunda Kai pingsan dan bersedih ". Kata Kai
"Ya sayang, maafkan Daddy sudah membuat mu bekerja keras kali ini ". Kata Ricky
"Tentu nya itu tidak gratis Daddy ". Kata Kai membuat mereka semua tertawa lagi
"Sebaik nya kita keluar dan tunggu di luar saja agar Ricky bisa beristirahat dan Yuli bisa tetap di sini untuk menemani nya ". Kata Ken
Mereka semua setuju dan anak-anak Ricky pun juga akan pulang ke rumah karena Kai juga merasa sangat lelah sekali sebab dia tadi juga sempat bermain di markas Niel sebelum datang ke rumah sakit
"Biar anak-anak gue yang bawah pulang dengan Galang juga ". Kata Bryan
"Jangan lupa ajak gue juga Bryan ". kata intan
"Ya sudah kalau begitu ayo pulang sekarang, seperti nya Kai sudah sangat lelah sekali ". Kata Bryan
Kai mengangguk kan kepala nya sambil mengacungkan jempol nya dengan apa yang Bryan katakan
"Jangan lupa bawah Raka juga agar dia istirahat di rumah saja ". Kata Ken
Mereka segera pergi ke ruangan Raka lalu mengajak nya ke rumah Ricky untuk beristirahat
D tempat lain kini terlihat Roland sangat marah sekali ketika dia mengetahui jika Ricky selamat bahkan dia sudah kehilangan beberapa perusahaan nya dan juga markas nya namun Ricky masih bisa hidup itu membuat nya sangat murka sekali
"Ternyata si br*****k itu sangat beruntung sekali bahkan kita sudah kehilangan markas dan perusahaan namun dia masih saja bisa di selamat kan ". Kata Roland
"Dan sebaik nya kita pergi dulu dari Indonesia Roland untuk menghindari kemarahan dan amukan nya ". Kata Wira
"Ya benar , kita harus bersembunyi sementara dari nya ". Kata boy
Mereka pun sepakat untuk pertama ke luar negeri menghindari Ricky
__ADS_1