
Jodie bergegas pergi untuk mengurus bagaimana cara dia mengeluarkan Nixco dari markas Kai sekarang ini karena dia tahu juga di markas penjaga nya bukan orang sembarangan jadi dia juga harus memutar otak nya dengan keras agar bisa mendapat kan ide bagus nanti nya untuk mengeluarkan Nixco adik dari bos nya itu dengan cepat agar Lucifer tidak lagi Marah kepada nya karena pekerjaan dia yang di rasa lambat sekali padahal juga musuh yang di hadapi kini memang lah bukan orang sembarangan jadi Jodie pun mau tidak mau harus benar-benar merancang semua nya dengan aman dan matang sekali agar kegagalan nya sangat kecil sekali kemungkinan nya
" Kenapa aku harus kembali berhadapan dengan Aron, rasa nya sial sekali jika harus berhadapan dengan nya ". Kata Jodie ketika dia menghentikan mobil nya dan dia melihat ada Aron di depan sana dan kini dia mencoba menghampiri mobil Jodie juga
Aron mengetuk kaca mobil Jodie membuat nya kini harus menurunkan kaca mobil nya sekarang ini
" Senang berjumpa lagi dengan mu Jodie". Kata Aron
" Apa yang ingin kau katakan dengan ku Aron, cepat katakan dan jangan banyak basa basi lagi sebab aku sudah bosan sekali mendengar nya ". Kata Jodie
" Kenapa harus buru-buru Jodie, santai saja karena markas nya pun juga tidak pindah ke manapun juga " Kata Aron
Jodie hanya bisa mengumpat saja dalam hati nya karena Aron mengetahui jika dia akan memata-matai markas milik Kai sekarang dan kini dia pun akan mengurungkan niat nya kata Aron mengetahui rencana nya itu sekarang ini
" Jangan mudah menuduh orang tanpa bukti Aron dan seperti nya kau tidak berubah sama sekali dan selalu saja suka menuduh seperti itu jika bertemu dengan ku ". kata Jodie dengan santai nya
" Oh, jadi ternyata aku salah menebak ya , maaf kalau begitu ". Kata Aron santai sambil menatap Jodie dengan senyuman lebar nya itu sekarang ini
" Minggir lah Aron, jika kau tetap di sini maka waktu ku akan terbuang sia-sia nanti nya dan aku tidak mau jika hal itu terjadi ". Kata Jodie
" Maaf jika aku membuat waktu mu terbuang sia-sia , tadi nya aku ingin mengobrol dengan mu tapi sepertinya kau memang sangat buru-buru sekali hari ini jadi silahkan saja pergi dari sini Jodie dan semoga hari mu menyenangkan nanti nya ". Kata Aron tersenyum dan melambaikan tangan nya melihat kepergian Jodie dengan menancap gas begitu cepat nya meninggalkan tempat di mana dia bertemu dengan Aron tadi di sebuah kafe yang akan dia gunakan untuk beristirahat dan juga mengobrol dengan seseorang di sana namun hal itu harus dia tunda dan penyebab nya adalah Aron, orang kepercayaan Kai tentu nya yang selalu bisa dia andalkan juga
" Jangan harap bisa dengan mudah menyusun rencana mu bersama dengan bos mu Jodie, kau memang hebat tapi kau salah dalam memilih bos Hingga kau pun tidak bisa berkutik lagi nanti dan pasti akan menyesal jika memang terbukti kau salah memilih bos ". Kata Aron yang kini kembali berjalan menuju mobil nya dan dia segera pergi menuju rumah sakit di mana Kai berada sekarang sebab dia memang di minta Kai untuk datang ke sana juga saya ini untuk mengurus Nicky yang di pindah kan ke rumah papa Kai
" Memang merepotkan sekali si tuan Nicky ini , jika bos memperoleh maka aku akan menyuntik mati dia saja sekarang agar tidak merepotkan sama saki " Kata Aron sambil mengendarai mobil nya dan dia pun masih saja mengomel sendiri di dalam mobil sekarang ini
Jodie dan Aron memang lah sempat berada di tempat yang sama ketika sedang berguru bahkan Aron mengakui kehebatan Jodie Duk namun sayang nya dia sangat Sombong sekali dan ketika itu juga Aron pindah tempat dan di saat pindah itulah dia bertemu dengan Ricky dan juga Sam lalu mereka mengajar kan Aron berbagai macam ilmu lalu Aron pun juga memutuskan pergi untuk memperdalam pengertian nya dan tak di sangka juga dia bertemu Kai dan kini menjadi orang kepercayaan Kai yang utama
Di kediaman Ray kini setelah sampai di rumah nya pun Ray di sambut oleh Ricky dan para sahabat nya juga dan tak lupa juga ada Sam di sana yang memang Sejak tadi menunggu kehadiran Ray dan juga Arthur
" Kita ke ruang kerja mu Ray ". Kata Ricky
" Apa tidak sebaik nya setelah makan malam saja berbicara nya Rick, agar tidak ada yang curiga nanti apalagi Yuli yang suka kepo itu, nanti jika dia curiga malah akan kacau semua nya ". Kata Sam
" Benar juga Rick apa yang di katakan Sam jadi sebaik nya kita menunggu setelah makan malam saja , toh makan malam juga sebentar lagi bukan di lakukan nya ". Kata Ken
" Ya sudah kalau begitu kita menunggu setelah acara makan malam saja lalu baru membahas nya ". Kata Ricky menyetujui mereka semua nya yang tadi berpendapat
Kini makan malam pun tiba dan mereka semua menuju meja makan untuk makan bersama namun Kai masih belum juga datang untuk makan bersama begitu juga dengan Luna yang masih belum turun juga dari kamar nya
" Pa , mama kemana kok tidak turun ?". Tanya Bianca
" Mama kelelahan jadi mama malam ini makan di kamar ". Kata Sam mengambil kan beberapa makanan untuk istri nya
" Apa mama sedang sakit ?". Tanya Bianca
" Mama tidak sakit Bianca jadi kamu jangan khawatir". Kata Sam tersenyum menatap anak nya itu
" Kamu makan saja dulu dan nanti jika ingin menengok mama kamu di kamar silahkan saja ". Kata Sam
" Iya Bianca , makan dulu sekarang setelah itu baru melihat mama kamu untuk memastikan apa mama mu itu sakit atau tidak jika kamu memang tidak percaya ". Kata Ricky
__ADS_1
" Makan saja dulu Bian setelah itu ke kamar mama bersama dengan kakak ". kata Arthur
Bianca pun setuju dan kini mereka semua makan di meja makan dan di sana masih ada Kim yang juga belum pulang dan ikut makan bersama sekarang ini dengan mereka. Bianca masih merasa jika ada yang aneh dan dia berpikir jika memang mama nya benar-benar sakit jadi tidak ikut makan bersama karena jika hanya lelah saja tidak mungkin mama nya tidak turun ke bawah untuk makan bersama
" Makan yang banyak biar sehat Kim ". Kata Yuli
" Iya bunda ". Kata Kim sambil tersenyum
" Jangan malu-malu dan biasa saja jika makan di sini . Anggap lah ini rumah mu sendiri Kim jadi jangan merasa sungkan ya , bunda tidak mau jika kamu canggung". Kata Yuli
" Baik bunda ". Kata Kim
Kim Memang selalu bisa merasakan kehangatan keluarga di kediaman rumah Ray ini bahkan mereka semua pun bisa menerima Kim dengan baik tanpa ada hal yang harus di sentil sama sekali oleh mereka dan tidak ada juga yang merendahkan Kim sama sekali
Setelah makan pun Bianca bergegas menuju kamar mama nya sementara Ricky dan yang lain nya menuju ruang kerja Ray sekarang
" Pelan saja Bianca jangan terburu-buru". Kata Yuli namun Bianca tidak memperdulikan nya . Kini mereka masuk ke dalam kamar Luna dan benar saja wajah nya pun semakin pucat sekarang ini lebih dari tadi menurut Sam namun Sam masih berusaha untuk tetap tenang
" Mama sakit ?".Tanya Bianca dan Yuli yang melihat nya pun ikut duduk di dekat Luna
" Kakak baik-baik saja kan , ayo kita ke dokter saja sekarang kak ". Kata Yuli mengajak
" Aku baik-baik saja Yul , jangan khawatir ". Kata Luna sambil tersenyum
" Tapi mama pucat sekali seperti mayat jadi ayo ke Dokter saja". Kata Bianca
" Bianca , gimana sih kamu ini . Lagi serius malah bercanda saja ". Kata Calista
" Iya ma, sebaik nya ke dokter saja atau meminta uncle Ken untuk memeriksa mama . Kan uncle Ken hebat juga bukan dalam hal itu ". Kata Calista
" Ken memang bisa melakukan nya dan yang lebih hebat ya Daddy kamu ". Kata Yuli
" Ya sudah kalau begitu Bianca akan meminta Daddy untuk memeriksa mama sekarang ". Kata Bianca yang hendak menuju ke tempat Ricky berada namun tangan nya di Pegang oleh Luna
" Kamu mau kemana , mama lelah jadi bisa lah kamu memijat mama sekarang ?". tanya Luna
" Mama mau Bianca pijat sekarang baiklah ma". Kata Bianca
Kini dia pun memijat mama nya sekarang ini sementara Yuli pun juga menatap Luna dengan mata berbinar karena dia teringat dengan bunda ayu yang dulu juga selalu meminta pijat Kepada nya sebelum dia tidak ada karena kejadian naas waktu itu
" Kalian di sini saja tidak apa-apa dan papa akan keluar dulu sebentar. Bianca jaga mama di dalam". Kata Sam
Sam kini menuju ruangan kerja Ray karena mereka ada di sana bersama sekarang ini untuk membahas tentang pemeriksaan yang di lakukan Kai tadi tentu nya
" Sam duduk lah , kita belum memulai nya karena kau belum datang ". Kata Ricky
" Bagaimana Ray dan Arthur. Apa kata Kai tadi ?". Tanya Sam
" Seperti nya memang ada yang berniat untuk mencelakai mama Luna dan di dalam tubuh nya kini sudah ada racun dan Kai belum tahu sampai di mana racun tersebut menyebar nya jadi Kai harus memeriksa nya sendiri ". Kata Ray menjelaskan
Mendengar hal tersebut mereka semua kaget sekali karena Luna juga tidak pernah keluar rumah juga dan bagaimana bisa dia terkena racun juga , itu sangat lah mustahil bagi mereka semua nya kecuali Ricky dan Sam
__ADS_1
" Rick, periksa saja Luan sekarang agar bisa tahu Sampai di mana penyebaran racun nya dan aku bisa membuat kan penawar nya nanti bersama dengan Kai juga ". Kata Ken
" Jangan sekarang karena di dalam kamar masih ada Bianca dan yang lain nya bukan jadi tidak mungkin aku melakukan nya ". Kata Ricky
" Kemana Kai sekarang "?. Tanya Arok
" Kai sedang berada di rumah sakit Daddy tempat mama Luna periksa untuk menghajar dokter palsu di sana ". Kata Ray
" Ada penyusup yang masuk ke rumah sakit mu Rick ?". Tanya Ken
" Seperti nya bukan hanya di tempat Daddy saja tapi di tempat Kai pun juga ada jadi kini tentu saja Kai akan bertindak untuk mengurus nya maka dari itu dia belum pulang juga hingga sekarang karena sedang mengurus nya bersama para sahabat nya ". Kata Ray
" Anak mu yang satu itu selalu cepat bergerak Rick bahkan dia selalu menyelesaikan semua nya dengan mudah dan cepat sekali ". Kata Arok
" Begitu lah Kai dan dia memang tidak mau menunggu lama dan ingin selalu menyelesaikan semua nya jadi dia bermain cepat ". Kata Ricky
Tidak heran jika Kai seperti itu karena Ricky dulu nya juga seperti itu jadi dia pun bisa memahami dan mengerti bagaimana anak nya itu jika menyelesaikan pekerjaan nya
Sementara itu di laboratorium milik Kai kini Erland sedang menghajar seseorang di sana dan itu juga atas perintah Kai
" Ampun tuan ". Kata dokter tersebut ketika dia sudah babak belur di hajar Erland
" Lo minta ampun baru sekarang , terlambat sekali bung karena Lo akan jadi alat permainan Kai yang menarik ". Kata Erland
" Lo salah jika menjadi mata-mata di sini bahkan siapapun yang menjadi mata-mata di tempat Kai pasti akan ketahuan juga ". Kata Brandon
Dokter tersebut sejak tadi memikirkan cara untuk melarikan diri namun dia masih belum menemukan cara nya dan dia juga tidak mau mati konyol di tangan Kai nanti nya namun dia juga tidak bisa pergi dari tempat itu karena penjagaan yang sangat ketat sekali sekarang ini
" Sky bawah dia ke markas sebab Kai menyuruh nya untuk membawa ke markas sekarang juga ". kata Brandon
"Dasar Dokter gadungan , merepotkan sekali Lo ini ya ". Kata Sky
" Kalian bereskan semua nya dan ingat lah jangan sampai hal ini terulang lagi atau Kai akan menghabisi kalian semua nanti nya ". Kata Brandon
Kini Brandon dan ketiga kawan nya segera pergi dari sana menuju markas sambil membawa penyusup bodoh itu untuk nanti Kai eksekusi. Tidak sulit untuk Kai mengenali para penyusup dan penghianat karena dia memiliki insting yang sangat kuat dan tajam sekali jadi dia pun tidak pernah kesulitan mengenali musuh nya .
" Kita langsung pergi ke markas sekarang nanti Kai juga akan ke sana bersama dengan Nathan ". Kata Brandon
" Dia ada kerjaan apa , kenapa dengan Nathan Mulu ?". Tanya Erland
" Sejak dulu juga dia selalu bersama Nathan kali , apa ingatan Lo itu sudah mulai memudar Nathan ". kata Sky
" Ya seperti nya gue amnesia karena kelamaan menjomblo sedangkan Nathan yang dingin nya seperti kutub selatan kini tiba-tiba sudah memiliki kekasih , membuat gue kesal saja ". kata Erland
" Dia memang dingin kepada semua wanita dan hal itu untuk menjaga agar dia tidak di dekati banyak wanita dan agar Calista bisa segera dia dapat kan . Lo tahu sendiri bagaimana Kai dan Ray bukan , jadi jika Nathan dekat dengan banyak wanita tentu nya dia tidak akan bisa mendapat kan Calista ". Kata Brandon
" Benar juga ya , dia pasti akan sangat sulit sekali mendapatkan Calista apalagi lelaki hebat yang berdiri di depan Calista itu sangat banyak sekali ". Kata Erland
" Sudah jangan membahas hal itu lagi , sebaik nya kita segera pergi ke markas saja sekarang ini dan membawa si bodoh ini agar nanti segera bisa di eksekusi oleh Kai di markas ". Kata Sky
mendengar hal tersebut pun Galih dokter suruhan dari Lucifer pun merasa ketakutan sekali namun dia juga bingung harus berbuat apa sekarang
__ADS_1