
Bianca hanya diam saja dan dia melanjutkan makan nya bahkan kini dia terlihat sangat buru-buru sekali
" Kai ayolah Bantu gue menyelesaikan nya ". Mata William merengek kepada Kai saat ini bahkan dia terlihat tersenyum manis untuk menarik Kai agar dia mau membantu nya
" Sudah gue bilang jika waktu gue terlalu berharga untuk mengerjakan hal sepele seperti itu ". Kata Kai
" Sudah lah kak jika dia tidak mau membantu kita biar gue cari yang lain saja yang bisa membantu nanti seperti nya kakak lelaki nya Megan bisa membantu kita ". Kata Bianca dengan masih memakan makanan nya dan seketika itu juga Kai langsung dalam mode serius nya bahkan dia menatap Bianca yang terlihat santai saja saat ini dengan tajam nya
" Bahkan gue bisa menghabisi orang yang ingin mendekati Lo Bianca jadi jangan coba-coba Dekat dengan lelaki lain nya ". Kata Kai
" kan Lo sendiri yang bilang gak mau membantu kak jadi gue cari bantuan orang lain saja ". Kata Bianca menatap Kai dengan tajam juga
" Jika Lo yang meminta bantuan mana mungkin juga gue menolak nya bahkan gue akan dengan senang hati membantu Bianca tanpa pamrih juga ". Kata Kai
" Gaya banget Lo kak tadi saja gak mau dan sekarang malah Sok mau bantu segala ". Kata Bianca
" Tadi kan yang meminta bantuan si William jadi mana mau gue ". Kata Kai
" Jadi waktu berharga nya tidak masalah ini terbuang sia-sia ?". Tanya Bianca mengejek Kai
" Tidak masalah jika itu tentang Lo Bianca Putri Airlangga ". Kata Kai
" Sejak kapan nama dia berganti menjadi putri Airlangga kan nama nya putri Pratama ?". Tanya Sky
Plak Kai memukul Sky karena dia di anggap terlalu bodoh bahkan kini dia juga menatap Sky tidak suka
" Apa Lo lupa siapa Bianca , Dia kan calon istri Kai jadi menyandang nama Kai juga kan ". Kata Erland
" Ya tapi kan belum menikah jadi belum bisa kan berganti nama ". Kata Sky
" Apa yang tidak bisa Kai lakukan bahkan membunuh Lo detik ini juga dia mampu ". Kata Nathan
Bianca hanya mendengar nya saja tanpa ingin berkomentar sedikit pun sebab dia juga tahu bagaimana Kai dengan kehebatan nya di atas rata-rata itu
" Jadi mau membantu kan Kai ?". Tanya William memastikan
" Apa telinga Lo sudah tidak berfungsi lagi dan jika iya biar gue iris saja sekalian ". Kata Kai
" Kenapa sensi sekali sih kan gue hanya memastikan saja Kai ". Kata William
" Lo memang selalu saja ingin gue makan hidup-hidup William , jika papa Lo tidak bersahabat dengan orang tua gue maka sejak dulu Lo sudah tidak tinggal di bumi lagi ". Kata Kai
Ucapan Kai memang lah sangat sadis bahkan dia juga tidak perduli dengan sakit hati nya mereka jika mendengar ucapan nya karena para sahabat nya juga sudah terbiasa mendengar nya jadi mereka tidak terlalu perduli namun jika Kai serius itu baru akan mereka perdulikan nanti nya
" Bianca bagaimana setelah ini kita pergi belanja ". ajak Kai
" Gue tidak ingin beli apapun untuk saat ini kak dan Lo sudah janji bukan membantu kita jadi setelah selesai makan kita langsung bekerja ". Kata Bianca
" Kita jalan ke mall saja dulu setelah itu baru Bekerja ". Kata Kai
" Bukan nya ini sudah di mall jadi Lo pergi saja Jalan sekarang dan gue akan menunggu di sini ". Kata Bianca
" Bahkan semua wanita suka sekali berbelanja tapi kenapa Lo tidak menyukai nya ?". Tanya Kai dengan menggeleng kan Kepala nya saat ini
" Dan Lo juga harus tahu apa yang akan di Jawab bunda dengan pertanyaan yang Lo berikan barusan ". Kata Bianca
__ADS_1
Kai sangat heran Sekali kenapa juga Bianca tidak mau pergi belanja jika bunda nya dia tahu sejak dulu memang tidak lah terlalu berkecukupan bahkan harus bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan berbeda dengan Bianca yang papa nya saja bekerja sebagai orang yang sangat penting dan dia juga memiliki beberapa perusahaan yang di kelola oleh orang kepercayaan nya jadi untuk membeli barang mewah dia pasti nya Sangat mampu sekali tapi dia tidak mau melakukan nya entah dengan alasan apa dia tidak mau berbelanja bahkan dandan pun dia juga tidak mau
" Lo bahkan sudah dua bulan tidak belanja Bianca ". Kata Kai
" Penguntit Lo ya kak tahu setiap apa yang gue Lakukan , jangan-jangan Lo juga sering ngintip ketika gue mandi dan mungkin saja Lo memasang cctv di kamar mandi gue dasar penguntit Mesum ". Kata Bianca menatap curiga ke arah Kai saat ini bahkan dia sambil menunjuk Kai menggunakan garbu sekarang
" Jangan fitnah mana mungkin gue melakukan nya dan kalau tidak percaya cek saja kamar mandi dan gue bukan penguntit mesum ya , jangan memberikan panggilan yang aneh untuk gue Bi ". Kata Kai
" Ya Lo saja tahu jika gue tidak pernah belanja dalam dua bulan ini dan tahu dari mana coba jika tidak jadi penguntit ". Kata Bianca
" Lo tinggal bareng gue Bi bahkan Lo keluar masuk rumah pun pasti nya gue akan tahu jadi untuk mengetahui nya itu ya Sangat mudah sekali Bahkan Lo saja gak pernah bawa kantong plastik barang-barang ke rumah ". Kata Kai
" Kan gue memang masih tidak membutuhkan barang kak jadi gue tidak belanja dan jika butuh juga pasti gue akan Langsung belanja tanpa Lo ajak dan suruh sekali pun ". Kata Bianca
" Apa Lo tidak pernah make up Bianca , kan setiap wanita biasa nya akan membeli banyak skincare untuk perawatan kecantikan nya bahkan Lo saja dua bulan tidak belanja lalu bagaimana Lo merawat kecantikan Lo ?". Tanya Brandon
" Apa Lo lupa Kak siapa gue bahkan Daddy juga sampai saat ini awet mudah bukan dan itu karena dia bisa menemukan obat untuk nya bisa awet mudah dan tetap tampan hingga saat ini ". Kata Bianca
" Apa Daddy juga memberikan nya untuk Lo ?". Tanya Kai penasaran
" Gue bisa buat sendiri tanpa meminta ke Daddy kan gue juga bisa melakukan nya saka seperti Lo . Kita memang terlahir dari orang yang berbeda kak tapi guru kita sama yaitu Daddy Ricky ". Kata Bianca sambil tersenyum bahkan senyuman itu sangat mahal sekali menurut Kai yang jarang melihat nya
" Memang jika keturunan orang hebat pasti akan berbeda sekali ". Kata Erland
" Kalian juga hebat kan bahkan di bidang masing-masing juga seperti kak Nathan juga hebat di dalam bisnis black market nya ". Kata Bianca
Mereka kagum sekali dengan kecerdasan Bianca bahkan dia tahu pekerja mereka semua apa padahal belum tentu juga Kai memberi tahu nya dan dia memang genius jadi bisa mengetahui nya dengan mudah juga
" Sudah selesai makan nya kenyang sekali rasa nya perut ibu ". Kata Bianca yang memang sudah menyelesaikan makan nya
" Kita sudah selesai Kai ". Kata Brandon
Kai pun segera membayar makanan nya laku mereka pergi dari sana menuju rumah yang Kai dan Bianca Serta William tempati bahkan sebentar nya di sana juga ada keluarga dari Hiro adik Arok dan anak nya juga sering menguning Bianca membuat Kai sangat kesal sekali dengan nya
Sean Aeron Arkana anak dari Hiro dan juga istri nya Angela dia juga kuliah dan berada satu tingkat dari Bianca bahkan dia juga sering sekali menghubungi Bianca membuat Kai Sangat tidak suka sekali dengan nya walaupun mereka berbeda kampus tapi tetap saja Kai tidak menyukai nya
Setelah mereka sampai di rumah Bianca langsung menaruh tas nya kemudian dia pun berganti pakaian lalu menyusul mereka ke ruang kerja saat ini
" Bagaimana kak apa sudah selesai ?". tanya Bianca yang baru saja datang
" Sejak dulu dia memang sangat hebat sekali Bianca bahkan suami Lo ini bisa menghilangkan data Mereka semua para pesaing kita hanya dengan hitungan detik saja ". Kata William
" Jika soal peretasan memang kak Kai tidak ada dua hanya bahkan om Arok saja dulu terkecoh dengan nya ". Kata Bianca
Dia mengecek kembali bahkan kini dia bisa melihat dokumen penting perusahaan pesaing nya sudah ada di sana dan Bianca juga bisa melihat jika memang di perusahaan tersebut kini sistem nya sudah terkunci rapat sekarang
" Kai sebaik nya kita bekerja sama untuk mendirikan perusahaan ". kata William mengajak nya
" Gue tidak mau ". Kata Kai
" Dia tidak suka berbisnis kak berbeda dengan kak Ray ". Kata Bianca
" Cie tahu saja Lo apa yang gue suka , memang calon istri itu selalu tahu tentang calon suami nya ". Kata Kai
" Hanya gitu saja Lo sudah mulai kegeeran ya kak dasar bad boy kunyuk ". kata Bianca
__ADS_1
Dia kini duduk di kursi milik nya dan Ingin menyelesaikan pekerjaan nya . Bianca dan juga William Memiliki perusahaan di bidang property di sana bahkan perusahaan mereka sangat maju sekali hingga menduduki peringkat pertama dan para pesaing nya pun berbondong-bondong untuk menjatuhkan nya dan mereka juga selalu saja menyerang secara bersamaan membuat Bianca kualahan mengatasi nya berbeda sekali dengan kemampuan Kai yang selalu cepat dan tanggap sekali
" Jika Lo dan Kai menikah maka kalian akan menguasai bisnis di dunia dan itu akan menjadi track record kalian berdua yang akan bisa mengalahkan Daddy Lo Kai ". Kata Nathan
" Itu benar sekali bahkan Bianca saja sudah bisa menggeser posisi perusahaan Daddy Kai saat ini ". Kata Erland
" Jika di bandingkan dengan Daddy mana mungkin gue mampu bahkan semua nya juga atas pembelajaran dari nya juga ". Kata Bianca
" Tapi untungnya kita mendapat kan support dari lelaki hebat Lo ini Bianca ". Kata William
" Dia memang hebat dalam membuat wanita sakit hati ". Kata Bianca yang masih menatap layar laptop nya membuat Kai Berdiri lalu mengacak rambut nya dengan gemas
" Kak apa sih berantakan nanti rambut gue ". Kata Bianca
" Dan gue tidak perduli ". Kata Kai yang masih mengacak rambut Bianca
Dan kini Bianca pun membalas dengan menjambak rambut Kai saat ini membuat Kai berteriak agar segera di lepas kan
" Bi lepas dulu sakit ini rambut gue Lo tarik paksa , penganiayaan ini nama nya Bi ". Kata Kai
" Biar tau rasa Lo kak salah sendiri memulai duluan ". Kata Bianca
Pertengkaran sepele seperti itu membuat para sahabat Kai hanya bisa tersenyum saja karena terkadang Bianca menganggap Kai sebagai musuh dan kadang juga dia suka menjahili Kai dan itu membuat mereka terhibur sekali dengan kelakuan kedua nya yang memang sangat tidak bisa di duga sama sekali
" Waktu nya istirahat siang dan kalian berdua tidur lah sekarang ". Kata Kai sambil menutup laptop Bianca
" Kerjakan kak pekerjaan gue yang belum selesai tadi dan Lo tahu kan yang mana ". Kata Bianca lalu tersenyum dan mengedipkan sebelah mata nya kepada Kai kemudian dia pun segera meninggalkan ruangan tersebut untuk beristirahat siang
" Ganjen sekali dia tadi ". Kata Erland
Bug
Satu tinjuan mendarat sempurna di pipi Erland ketika dia menoleh bahkan dia juga kaget ketika mendapat kan nya membuat tawa yang lain nya pun terdengar sangat lantang sekali saat ini di sana
" Jangan menghina nya Erland bahkan jika Lo hanya bercanda sekali pun jangan melakukan nya ". Kata Brandon
" Gue lupa Kai dan Lo main pukul saja , psikopat memang Lo itu Kai ". Kata Erland sambil menyeka darah di bibir nya
Mana mungkin juga Kai mendengar kan nya bahkan dia kini terlihat santai sambil mengerjakan pekerjaan Bianca yang tadi belum dia selesai kan juga bahkan kini dia pun mengerjakan nya dengan cepat sekali tanpa perduli Omelan dari Erland dan yang lain nya sejak tadi
Di ruangan tersebut juga ada tempat tidur dan sofa jadi kini Nathan dan yang lain nya menggunakan nya untuk beristirahat siang sambil menunggu Kai yang masih bekerja saat ini mengerjakan pekerjaan wanita yang dia cintai bahkan walau terlihat santai di sangat serius sekali kali ini
Di Jepang kini Kim tengah duduk santai bersama Calista dan Fellin di sana bahkan kini mereka sudah ada di kediaman Ray
" Kak Ray itu ya selalu saja jutek dengan orang apa dia tidak mau memiliki pasangan hingga memasang wajah seperti itu ". Kata Kim
" Dia memang sangat dingin berbeda dengan Kai dan sifat nya itu menurun dari Daddy sementara Kai menuruni sifat bunda ". Kata Calista
" Tapi meski pun dingin dia tetap tampan kan Kim ?". Tanya Fellin
" Tampan sih iya dan mana ada dari mereka semua yang tidak tampan bahkan kak Axel Kekasih Lo pun juga tampan dan berwibawa sekali , diam nya sangat menakutkan dan bergerak nya mematikan lawan dengan mudah ". Kata Kim
" Kamu ini selalu ada saja perkataan nya bahkan selalu bisa melawak dan juga membuat orang kesal ". Kata Fellin
" Gue tidak akan membuat orang kesal kak kecuali jika orang tersebut adalah kak Ray ". Kata Kim
__ADS_1
Mereka tertawa bersama kali ini membuat Ray dan yang lain nya yang mendengar langsung menatap mereka dan Kim pun menggoda Ray dengan melambaikan tangan sambil memberi kan ciuman jarak jauh dan mengedipkan mata nya dan itu berhasil membuat Ray kesal sekali