Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Pembalasan Kai


__ADS_3

Kini Kai sudah bersiap untuk melakukan pembalasan kepada para anggota King Death bahkan dia terlihat sangat emosi sekali kali ingin dan sudah tidak dapat di bendung lagi sedang kan Ray pun juga sama namun dia hanya akan menghancurkan mereka Dari sistem perusahaan nya nanti


"Kak , Kai akan berangkat sekarang untuk memberi mereka pelajaran". Kata Kai


"Jangan sekarang Kai karena aku sangat yakin sekali jika uncle Bryan dan yang lain nya akan siaga menjaga kita ". Kata Ray


"Tapi aku sudah sangat tidak sabar sekali kak untuk menghabisi mereka dan menghancurkan mereka semua dengan tangan ku sendiri ". Kata Kai


"Ya kita akan melakukan nya bersama Kai jadi kita lihat dulu situasi di luar ". Kata Ray sedikit tenang namun dia juga sebenar nya sangat tidak terima sekali dengan semua yang terjadi bahkan melihat Bunda nya pingsan tadi membuat dia juga terbakar emosi.


"Kak tapi tangan ku sudah tidak bisa di kondisi kan dan ingin sekali memukul orang ". Kata Kai


"Gunakan tangan ajaib dan otak cerdas mu itu untuk menyembuhkan Daddy ". Kata Ray


"Ya aku akan membuat sebuah obat untuk membantu kesembuhan Daddy kak ". Kata Kai


"Itu jauh lebih bagus Kai dan aku akan memantau situasi di rumah dan jika aman maka kita bergerak langsung ". Kata Ray


Kai mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun segera menuju ruangan pribadi nya untuk membuat suatu obat namun Kai juga belum tahu seberapa dalam luka Daddy nya jadi dia akan membuat obat agar Daddy nya bisa segera siuman saja agar sang bunda tidak sedih lagi


Di rumah sakit terlihat Ken sangat berusaha dengan keras untuk menyembuhkan sahabat nya itu bahkan dia juga terlihat sangat ekstra sekali bersama dengan Steven juga di sana


"Sial ternyata tiga peluru itu sudah di lumuri racun yang sangat mematikan ". Kata Ken mengumpat kesal bahkan dia kini tampak sangat bingung sekali karena dia juga tidak tahu apa yang harus di lakukan sebab dia juga Belum mengetahui racun jenis apa yang di gunakan.


"Seperti nya kita tidak bisa membuat Ricky sadar Ken karena dia terkena racun juga ". Kata Steven


"Gue juga tahu , tapi kita tidak boleh menyerah sebab Ricky masih harus hidup karena Banyak yang menantikan nya bangun kembali dan menggebrak dunia ". Kata Ken


Steven mengangguk kan kepala nya setuju akan hal tersebut dan kini dia juga masih berusaha untuk menangani Ricky juga sebisa mungkin.


"Ken kondisi nya menurun , kita harus bagaimana ?". Tanya Steven


"Tetap buat Ricky stabil Steven dan gue akan mencoba untuk membuat penawar nya ". Kata Ken


Mereka berdua memang sudah berusaha dengan baik namun hasil nya masih saja tidak sesuai dengan ekspektasi mereka bahkan Ricky masih saja tidak sadar kan diri kali ini dan banyak sekali peralatan medis yang menempel di tubuh nya


Ken terlihat keluar dari ruangan Ricky bahkan dia berekspresi sangat lesu sekali karena baru kali ini dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Sahabat nya itu.


"Bagaimana Ken ?". Tanya Arok


Ken hanya diam dan menggeleng kan kepala nya saja bahkan dia terlihat sangat frustasi sekali kali ini


"Ken Jawab dan jangan diam saja ". Kata Arok


"Gue belum bisa menyelamatkan Ricky bahkan dia juga terkena racun yang gue sendiri belum tahu jenis apa racun tersebut ". Kata Ken


mendengar hal tersebut seketika Sam pun langsung terduduk lemas bahkan dia terlihat sangat terpukul mendengar bos nya yang selalu saja pergi dengan nya berdua kini terbaring lemah di atas kasur rumah sakit bahkan masih belum ada yang bisa membuat Ricky sembuh itu adalah suatu pukulan yang sangat berat bagi Sam karena jika ada sahabat atau anak buah nya terluka maka Ricky akan bisa melakukan berbagai macam cara agar mereka bisa sembuh dan kini situasi nya berbeda dan saat ini Ricky lah yang membutuhkan bantuan namun tidak ada yang bisa membantu nya kali ini


"Lo harus tetap berusaha Ken agar Ricky tetap bisa sembuh dan hidup ". Kata Arok


"Tentu saja gue akan berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan Ricky ". Kata Ken


Mereka di sana pun juga berharap ada keajaiban nanti nya yang akan membuat Ricky tersadar dari tidur nya ini


"Ken ". Panggil seseorang dari kejauhan dan mereka pun kini menoleh ke arah di mana arah sumber suara tersebut.


"Yuli , Lo datang kemari ". Kata Ken


"Bagaimana kondisi Ricky?". Tanya Yuli yang Terlihat sangat terpuruk itu bahkan mata nya pun terlihat sangat bengkak sekali kali ini namun mereka semua juga bisa merasa kan bagaimana sedih nya Yuli karena mereka juga sudah berteman dengan Ricky sudah lama.

__ADS_1


"Dia masih belum sadar Yul , sorry ". Kata Ken sambil menunduk kan kepala nya


"Apa separah itu Ken ?". Tanya Yuli mencoba menguatkan diri juga karena dia juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Sebelum datang ke rumah sakit pun para sahabat nya juga mengingatkan kepada nya agar bisa tegar karena ada anak-anak yang juga membutuhkan nya .


"Dia terkena racun Yul jadi belum sadar hingga saat ini ". Kata Ken


Yuli pun terlihat lemah sekali bahkan tadi hampir jatuh jika Luna dan intan tidak memegangi nya


"Kenapa , kenapa ini terjadi lagi Ken . apa belum cukup bunda pergi dan apa harus Ricky juga ikut pergi Ken ". Kata Yuli yang sudah tidak bisa mengontrol kesedihan nya bahkan bayangan yang dulu saat bunda nya meninggal dia pun kini kembali berputar dan Yuli juga baru menyadari beberapa hari ini tingkah sang suami memang lah tidak seperti biasa nya namun Yuli berharap itu tidak lah benar dan Ricky akan bisa segera sadar kembali nanti nya


"Yul tenang, kita masih mengupayakan yang terbaik untuk Ricky ". Kata Intan mencoba menenangkan sahabat nya itu


"Tan, dia terkena racun Tan terkena racun ". Kata Yuli


"Iya aku tahu tapi kamu tenang saja , Ricky adalah orang yang kuat jadi dia pasti bisa sembuh ". Kata Intan mencoba untuk memberikan semangat kepada sahabat baik nya itu. Kini Yuli hanya bisa memeluk Intan dengan erat bahkan air mata nya pun tak henti nya mengalir dari mata indah nya itu


"Maaf kan aku nyonya karena tidak becus untuk menjaga bos dan juga nona muda ". kata Sam yang kini mulai angkat bicara membuat mereka semua melihat nya bahkan terlihat dengan jelas di mata mereka bagaimana hancur nya Sam bahkan mata nya pun juga sama seperti Yuli sangat sembab sekali


"Sam ". Panggil Yuli


"Maaf kan saya Nyonya dan jika anda ingin menghukum saya , maka saya akan dengan senang hati menerima nya ". Kata Sam yang kini sudah berlutut di hadapan Yuli


Mana mungkin mereka semua menyalah Sam bahkan Ricky saja sudah menganggap Sam seperti saudara nya sendiri jadi tidak mungkin juga Sam melakukan kesalahan bahkan dia juga selalu ada untuk Ricky


"Sam bangun lah, semua ini bukan lah salah Lo ". Kata Ipank


"Tidak tuan , semua ini salah saya karena saya tidak becus dalam menjaga Nona muda ". Kata Sam kembali menyesali kelalaian nya


"Sam bangun lah , ini perintah dari Nyonya bos ". Kata Yuli yang sudah menyeka air mata nya


Sam pun bangkit dan dia masih tetap menunduk kan Kepala nya karena tidak berani juga menatap Yuli


"Apa yang mereka katakan benar , kita jangan saling menyalah kan dan harus tetap saling menguatkan dalam situasi seperti ini ". Kata Intan


"Sam , aku sangat berterima kasih sekali kamu selalu ada untuk Ricky bahkan di saat seperti ini juga kamu menyalah kan diri mu sendiri tapi tetap lah berdiri dengan tegak Sam karena aku akan sangat membutuhkan bantuan mu dalam hal ini ". Kata Yuli yang kini menatap Sam dengan mata berair nya


"Saya akan melakukan apapun untuk menjaga anda dan keluarga anda nyonya ". Kata Sam


Yuli pun berjalan mendekati Sam lalu dia pun segera memukul kepala Sam membuat mereka semua kaget sekali


"Jangan bodoh Sam , bahkan kau akan segera menikah dengan kak Luna , masih saja memanggil ku Nyonya ". Kata Yuli


Intan senang sekali akhirnya Yuli bisa menahan kesedihan nya walaupun dia tahu itu pasti berat bagi Yuli namun Intan akan selalu menemani nya untuk melewati semua itu saat ini


"Ken gawat , kondisi Ricky sangat menurun drastis dan dia juga butuh penawar nya segera ". Kata Steven yang berlari dengan tergesa-gesa tadi keluar dari ruangan itu membuat Yuli kembali menitihkan air mata nya


Intan mengelus punggung Yuli bahkan dia juga berusaha menenangkan nya juga . Kini Ken segera masuk ke dalam untuk kembali mengecek nya dan mereka semua terduduk di depan Dengan perasaan yang sangat campur aduk sekali kali ini .


"Bagaimana Ken ?". tanya mereka bersamaan


"Gue harus segera mencoba untuk membuat penawar nya karena kondisi Ricky sangat menurun sekali ". Kata Ken lalu pergi dari sana Menuju laboratorium yang ada di rumah sakit itu bahkan di sana ada laboratorium khusus milik Ricky dan Ken akan menggunakan nya kali ini


Di kediaman Ricky terlihat Kai sudah bersiap bersama dengan Ray di sana bahkan dia akan berangkat untuk menghacur kan para orang bodoh yang telah menyebabkan kekacauan di keluarga nya itu


"Kak Ray di rumah saja dan lakukan semua di rumah serta jaga Calista. Untuk mereka buat Kai yang akan bergerak dan menghancurkan mereka semua ". Kata Kai yang sudah mempersiapkan segala perlengkapan nya untuk membalas dendam


"Ingat Kai kamu harus hati-hati karena jika kamu terluka maka bunda akan semakin bersedih ". Kata Ray mengingat kan adik bungsu nya itu


"Ya kak , Kai tahu hal itu jadi kakak tenang saja ". Kata Kai

__ADS_1


Kini dia pun segera berangkat menuju tempat di mana anggota King Death berada bahkan dia akan menghabisi mereka semua nanti dengan tangan nya sendiri. Kai memang sudah melacak mereka dan sudah mengetahui di mana titik lokasi mereka berada dan kali ini dia tidak akan menghabis kan waktu lagi dan segera meluncur ke lokasi


Di sebuah tempat yang sangat ketat dengan penjagaan bahkan markas itu terlihat sangat mewah sekali, kini di dalam sana ada seluruh anggota King Death bahkan mereka tengah bergembira merayakan kemenangan nya atas tumbang nya Ricky


"Ternyata dia tidak sehebat itu ". Kata Roland


"Iya, bahkan dia kini sudah dalam masa kritis nya ". Kata Wira dengan senang nya bahkan dia sangat bahagia sekali kali ini setelah mendengar kabar jika Ricky kritis


"Jangan senang dulu , karena aku merasa jika akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini ". Kata Boy


"Itu hanya lah pikiran mu saja boy bahkan kita sudah menang melawan nya ". Kata Wira


"Tapi aku merasa apa yang di katakan boy benar sekali bahkan tatapan mata anak Ricky sangat menakutkan sekali dan dia seperti iblis yang siap menerkam mangsa nya ". Kata Niel


"Dan iblis itu sudah ada di sini orang bodoh untuk mencabut nyawa kalian ". Kata Kai yang ternyata sudah ada di sana bahkan dia terlihat sendiri saja ke sana


"Wah ternyata anak leader bodoh itu datang untuk menyerahkan nyawa nya ". Kata Wira


"Aku datang bukan untuk menyerah kan nyawa ku tapi justru untuk mengambil nyawa kalian semua para orang-orang bodoh ". Kata Kai dengan sangat berani sekali


"Kurang ajar sekali dia bahkan kemari sendiri saja . Kita bisa saja menghabisi mu dengan sangat mudah nya bocah ". Kata boy


Dor


Dor


Dor


Dor


empat kali tembakan Kai Lesatkan dan tidak satu pun meleset bahkan semua tepat sasaran sekali membuat mereka semua kaget dan juga meringis kesakitan


"Anak sialan berani sekali kau menyerang kita, tamat riwayatnya mu di sini ". Kata Roland yang Terlihat sangat marah sekali kali ini bahkan dia sangat tidak bisa menahan emosi nya


Dor


tembakan yang Roland lesat kan melenceng jauh karena sebelum dia berhasil membidik sasaran nya Kai suka melempar kan sebuah pisau kecil ke dia bahkan tepat sasaran sekali


"Seperti nya dia bukan lah anak sembarangan Roland bahkan gerakan nya sangat terlatih sekali ". Kata Niel


"Pasti Ricky Sudah melatih nya sendiri sangat baik hingga dia bisa gesit sekali menghindari serangan kita ". Kata Boy


beberapa kali mereka melakukan tembakan dan serangan namun hasil nya nihil dan Kai bisa menangkis semua nya dengan sangat mudah bahkan serangan Kai yang di lakukan pun selalu saja berhasil melukai mereka bahkan wajah Roland pun kini terkena goresan pisau dari Kai dan juga lengan Niel pun juga terkenal timah panas Kai.


Kai anak bungsu Ricky berhasil memporak porandakan tempat tersebut sendirian bahkan mereka semua terlihat kalang kabut meladeni Kai yang seorang diri


Duar


Duar


Duar


Terdengar ledakan yang sangat dahsyat di sana bahkan kini Kai sudah tidak ada di tempat membuat mereka semua terlihat khawatir kali ini.


"Sialan rupa nya anak itu sudah memasang bom di sini, kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini jika masih ingin hidup ". kata Niel


Kini mereka semua pun bergegas meninggalkan markas besar milik Niel bahkan mereka terlihat sangat tergesa-gesa sekali kali ini untuk segera menyelamatkan diri dari tempat itu.


"Kai cepat lah kembali karena Daddy membutuhkan bantuan mu ". Kata Ray dari sebrang sana melalui sambungan seluler Kai yang ada di telinga nya. Jika bukan karena panggilan dari Ray sangat kakak maka Kai tidak akan menudahi aksi nya itu dan kini di harus segera kembali karena harus membantu melakukan pengobatan untuk Daddy nya saat ini yang terbaring lemah di rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2