
Mereka masih saja bermain-main di halaman rumah bahkan terlihat beberapa kali juga Kai tengah asik melakukan hal penelitian terhadap binatang yang dia jumpai nya sedang kan Ray masih sama berkutat dengan buku nya itu
"Kak Ray apa gak bosan baca buku setiap hari nya ". Kata Kai
"Kamu jangan main Mulu, belajar Kai". Kata Ray
"Kan di sekolah sudah belajar kak jadi di rumah waktu nya bermain dan bersenang-senang". Kata Kai sambil cengengesan
Kini dia pun duduk bersantai sambil Beberapa kak juga melihat buku yang di bawah Ray di sana
"Kak apa gak pusing baca sebanyak ini ?". Tanya Kai
"Jangan mengganggu ku Kai, Sebaik nya pergi saja sana". Kata Ray
Kai pun menuruti nya dan kini dia pun beranjak dan segera pergi menuju tempat yang di rasa sangat enak sekali untuk nya bermain . Kai sekarang ada di taman bunga milik Yuli bahkan dia kini terlihat sang antusias untuk menangkap kupu-kupu yang ada di sana
"Kupu-kupu cantik ini kepada tidak mau aku tangkap ya , bandel sekali seperti Calista". Kata Kai
Kai masih sibuk mengejar kupu-kupu nya bahkan beberapa kali juga dia sempat terjatuh karena mengejar nya . Di seberang jalan rumah nya terlihat beberapa orang tadi masih berada di sana bahkan ada yang sudah turun dari mobil nya juga. Kai yang tahu hanya biasa saja bahkan dia terlihat masa bodoh sekali
"Si botak itu kenapa melihat Calista terus ya ". Kata Kai sendiri
Di jalan dekat rumah Ricky terparkir satu mobil hitam dengan empat penumpang bahkan mereka terlihat sangat biasa saja tapi Kai tahu jika mereka bukan orang baik sebab insting nya itu tidak pernah salah sedikit pun
"Lihat lah anak perempuan itu sangat cantik bukan pasti harga jual nya mahal ". Kata salah satu dari mereka
"Iya benar bahkan di sini terlihat banyak sekali anak kecil nya , lumayan kalau kita jual ". Kata yang lain nya
"Kita cari waktu yang tepat untuk menculik nya nanti ". Kata nya
mereka memang sudah lama memantau Calista dan yang lain nya dan mereka tidak tahu saja jika Daddy Calista sangat lah menyeramkan sekali
"Kita pergi dari sini ". Kata yang mengemudi kan mobil hitam tersebut. Dan mereka pun bergegas pergi meninggalkan rumah Ricky sementara kai hanya menatap kepergian mobil tersebut dengan tatapan tajam nya
"Sudah hampir malam sebaik nya kita masuk sekarang". Kata Ray
mereka mengikuti apa yang di katakan Ray dsn kini mereka semua masuk ke dalam rumah dan tentu nya Kai sangat antusias sekali ketika masuk ke dalam rumah dan mencium bau masakan. Dia bisa menebak jika bunda nya kini membuat makanan untuk malam nanti, Kai oun bergegas menuju dapur untuk melihat sang bunda
"Bunda enak sekali bau masakan nya ". Kata Kai
"Sudah selesai main nya ? cuci tangan dulu Kai". Kata Yuli
Kini Dia pun segera cuci tangan dsn tak lupa juga kai kembali ke dapur untuk menemani bunda nya yang tengah memasak
"Daddy mana bunda?". Tanya Kai
"Daddy di kamar sayang". Kata Yuli
"Tumben sekali biasa nya Daddy selalu nempel dengan bunda tapi sekarang kenapa di kamar ". Kata Kai
Yuli selalu saja di buat tersenyum oleh kelakuan anak-anak nya yang memang masih kecil namun memiliki pemikiran yang sangat dewasa sekali bahkan mereka juga terlihat sangat tegas dalam keadaan tertentu kecuali Kai yang memang selalu suka bercanda
"Apa kamu tidak suka jika Daddy menempel terus dengan bunda Kai?". Tanya Ricky yang kini sudah ada di sana dan memeluk istrinya itu bahkan Kai pun terlihat memicingkan sebelah mata nya menatap Ricky yang saat ini bermesraan dengan Yuli
"Daddy ini seperti anak kecil saja suka nya peluk-peluk bunda ". Kata Kai
"Kan bukan kamu saja yang bisa seperti ini bahkan Daddy juga boleh kan Kai". Kata Ricky
__ADS_1
"Apa Daddy masih belum puas setiap hari peluk bunda bahkan juga tidur dengan bunda ". Kata Kai
"Wajar jika Daddy tidur dengan bunda kan kita sudah menikah ". Kata Ricky
"Bunda padahal Daddy jelek Tapi kenapa bunda mau dengan Daddy ". Kata Kai
Ricky pun menatap anak nya ini dan kini dia merasa kan apa yang dulu di rasa oleh para sahabat nya jika berdebat dengan Yuli bahkan Kai sangat lah pandai membuat Ricky kesal setiap hari nya
"Jika Daddy jelek maka kamu juga karena kamu adalah anak Daddy ". Kata Ricky
"Sudah kalian kenapa berdebat , bantu bunda saja jangan berdebat sedari tadi". Kata Yuli
Yuli hanya bisa menggeleng kan kepala nya jika Ricky dan Kai bersama karena mereka berdua selalu saja bertengkar karena hal sepele dan Kai memang suka sekali menggoda Daddy nya itu, menurut Kai ekspresi marah Ricky sangat menyenangkan untuk di lihat
Hari kini sudah malam dan Yuli juga sudah menyiapkan banyak makanan karena ada sahabat nya juga masih ada di sini. Mereka akhir nya makan bersama dengan senang nya bahkan terlihat juga Kai sangat antusias sekali
"Kalau soal makan cepat sekali tapi soal latihan beladiri bodoh banget". Kata Calista
Kai hanya menanggapi nya dengan senyuman saja dan dia juga tidak perduli dengan apa yang di katakan kakak nya barusan karena dia juga tidak terlalu perduli bahkan Kai sangat pintar menggunakan semua senjata tapi hanya Sam dan Ricky saja yang mengetahui nya bahkan mereka berdua heran dari mana Kai belajar hal itu semua karena di rumah dia selalu saja belajar dengan malas-malasan bahkan Diego pun beberapa kali harus mengejar Kai karena dia kabur dan tidak mau latihan.
"Kalian sudah selesai makan nya ?". Tanya Rachel yang baru saja datang dengan yang lain nya
"baru pulang Hel ?". Tanya Yuli
"Iya Yul, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan tadi jadi maaf ya aku merepotkan mu terus ". Kata Rachel yang merasa tidak enak kepada sahabat nya itu
"Gak apa-apa Hel , lagian seru juga kalau anak-anak di sini kan jadi rame ". Kata Yuli
"Bukan hanya rame saja Tante tapi mereka juga banyak sekali menghabiskan cemilan di rumah ini jadi Tante harus ganti ya". Kata Kai
Rachel tersenyum dan dia pun mengacungkan jempol nya menyetujui apa yang di katakan oleh kai barusan. Sahabat Ricky dan Yuli tahu jika Kai sangat suka bercanda jadi mereka pun tidak pernah memikirkan hal tersebut
"Walaupun Daddy kaya raya bunda tapi mereka juga harus mengganti makanan yang di makan karena mereka di sini tidak hanya sehari atau dua hari saja . Kan uncle juga kaya jadi saling berbagi dan melengkapi". Kata Kai
Mereka hanya tersenyum saja mendengar penuturan bocah kecil pembuat onar itu bahkan Calista terlihat kesal sekali dengan Kai yang sedari tadi bicara tanpa henti. Dia kini berdiri lalu membawa roti bakar di tangan nya yang masih panas
"Makan dan jangan banyak bicara". Kata Calista sambil menyumpal mulut kembaran nya itu dengan roti yang dia bawah tadi
"Nah loh kalau dengan Calista dia selalu saja menurut ". Kata Darren
"Benar bahkan dia tidak pernah membantah dan selalu saja mengalah dengan Calista". Kata Rafael
"Sama seperti Lo dan Yuli Rick kedua anak Lo itu". kata Arok
"Lo benar bahkan gue juga sering kesal sendiri melihat Kai bahkan ucapan dia sama seperti bunda nya jika berdebat dengan kalian dulu ". Kata Ricky
"Yuli versi lelaki dan Ricky versi perempuan". Kata Ipank
Membuat mereka semua menoleh ke sumber suara dan benar saja ada Ipank dan juga intan beserta jagoan nya
"Intan ". Panggil Yuli yang kini berjalan cepat menghampiri sahabat nya itu bahkan mereka terlihat kini saling memeluk untuk melepaskan kerinduan nya karena sudah lima tahun mereka tidak bertemu bahkan hanya berkomunikasi dengan ponsel saja
"Apa kabar nyonya bos". Kata intan
"Baik Bu dokter. gimana kabar mu masih hidup kan ". Kata Yuli
"Jika aku sudah mati mana mungkin bisa sampai di sini ". Kata intan
__ADS_1
Yuli pun tertawa bersama dengan intan bahkan mereka juga kini tersenyum melihat kedatangan intan yang tentu nya memang sangat di rindu kan itu
"Apa sudah selesai Pank urusan Lo di sana ?". Tanya Ricky
"Jika bukan karena Lo maka gue juga tidak akan datang ke Indonesia terburu-buru Rick". Kata Ipank
Ricky memang mengatakan kepada Ipank jika dia tidak kembali maka beberapa bisnis nya akan dia hancur kan dan akan di blacklist oleh Ricky maka dari itu lah Ipank segera pulang ke tanah air. Ricky melakukan hal tersebut karena memang Yuli sangat merindukan intan dan Ricky masih sama seperti dulu yang akan selalu saja mengabulkan keinginan istri nya itu
"Hai Ryan ternyata kau tidak setampan aku bahkan gaya mu biasa saja". Kata Kai
"Caesar, Kau sangat menyebalkan sekali asli nya berbeda ketika kita video call bersama waktu itu". Kata Ryan
"Aku memang berbeda karena aku lebih tampan dari apa yang kau kira kan ". Kata Kai lalu tertawa
"Mirip kau Yul anak lelaki mu yang satu ini". Kata Intan
"Mungkin saja begitu". Kata Yuli sambil tersenyum
"Kita sudah lama tidak kumpul bersama. ayo ke ruang tamu saja ". Ajak Yuli
Kini mereka pun segera menuju ruangan tamu untuk mengobrol bersama bahkan anak-anak juga ikut serta juga
"Minggu besok kita akan pergi ke villa yang ada di Bali dan kalian semua harus ikut". Kata Ricky
"Kita pergi ke pantai Daddy?". Tanya Ray
"Iya, apa kamu tidak suka ?". Tanya Ricky
Dia tahu jika anak nya itu Ray sangat suka dengan pantai sama seperti bunda nya bahkan dia sangat antusias sekali jika di ajak pergi ke sana dari pada ke mall
"Kalau ke pantai pasti kak Ray senang sekali bahkan dia tidak akan mau ketinggalan". Kata Kai
"Kau pun juga suka kan Kai". Kata Ray dengan ekspresi datar nya itu dan Kai pun mengangguk sambil tersenyum kepada mereka semua
"Tentu saja Kai juga sangat suka , apa yang tidak dia sukai kak bahkan semua nya pun dia sukai". Kata Calista
"Termasuk kakak ku yang cantik ini , aku juga sangat sayang kepada mu ". Kata Kai membuat Calista memelototi nya saat ini
"Jadi hanya dengan Calista saja kau sayang nya dan dengan ku tidak?". Tanya Ray
"Tentu aku juga sayang dengan kakak ku ini tapi hanya sedikit saja sama seperti sayang ku kepada Daddy ". Kata Kai tanpa rasa berdosa
Ipank mengamati Ray sejak tadi dan dia merasa jika Ray mirip dengan Ricky yang dingin sedang kan Kai si pembuat onar mirip Yuli
"Oh ya intan apa kamu juga akan meneruskan pekerjaan mu sebagai dokter di sini ?". Tanya Yuli
"Tentu saja aku akan melakukan pekerjaan ku nanti tapi tidak full seperti dulu Yul ". Kata intan
Sebenarnya dia di larang Ipank untuk bekerja karena Ipank ingin jika istri nya itu hanya fokus kepada keluarga kecil nya saja namun intan menolak nya dan dia juga berjanji akan melakukan pekerjaan hanya paruh waktu saja toh dia juga akan bekerja di rumah sakit milik Ricky jadi gak tersebut pasti nya tidak ada masalah sama sekali
"Apa bisa bekerja seperti itu di rumah sakit kak?". Tanya Inara
"Tentu bisa karena pemilik nya adalah pak bos jadi pasti bisalah". Kata intan
"Kalau aku yang jadi pemilik nya mungkin Tante aku pecat dan aku kirim ke pulau terpencil karena sudah merugikan". Kata Kai menyahuti
"Tapi sayang nya yang punya bukan kamu anak tampan tapi Daddy kamu". Kata intan
__ADS_1
"iya dan Daddy aku juga pasti berpikir seperti itu sebenarnya namun Daddy tidak berani mengatakan nya saja sebab takut dengan bunda ". Kata Kai membuat Ricky menatap nya dengan tajam saat ini
"Awas Daddy bola mata nya nanti copot loh kalau seperti itu". Kata Kai membuat mereka semua pun tertawa terbahak-bahak karena ucapan Kai tadi