
Nathan memang sengaja seperti itu agar Fellin gelisah bahkan dia pun memang ingin membuat suasana menjadi tegang kali ini sebab Fellin sendiri bukan yang membuat ulah jadi dia harus merasakan akibat dari perbuatannya itu dan kini Nathan beserta para sahabat nya pun berusaha membuat Fellin tidak nyaman dan merasa gelisa setiap hari nya karena ulah nya sendiri orang lain harus menjadi korban bahkan bisa saja papa dan mama nya akan menjadi korban karena ulah nya itu
" Aku sangat penasaran sekali siapa sebenarnya dalang di balik semua nya ini bahkan aku tidak mengerti kenapa sampai dia bisa mencelakai Bianca bukan aku jika mereka musuh Daddy dan keluarga ini ". Kata Calista
" Mungkin saja dia adalah seorang yang tidak suka dengan Bianca atau dengan hubungan Bianca dan juga Kai maka dari itu dia melakukan hal itu ". Kata Erland
" Jika Tozaki yang melakukan nya bagaimana?". Tanya Brandon
" Bukan dia karena ini yang terluka adalah Bianca jadi belum tentu dia yang melakukan nya sebab dia mencintai Bianca jadi pasti dia tidak akan menyakiti orang yang dia cintai " . Kata Nathan
" Kalau seperti ini tentu sangat penasaran sekali aku jika memang ini ada hubungan nya tentang percintaan mereka sebab aku merasa tidak ada yang tidak menyukai nya kecuali Daniel dan para sahabat nya ". kata Calista
" Ya siapa tahu saja selain mereka ada lagi kan kita tidak tahu Cal. Jangan terlalu polos jadi orang karena itu tidak baik sama sekali ". Kata Brandon
" Kenapa pembicaraan kalian makin tidak jelas sih sebaik nya makan saja sekarang lalu pergi ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Bianca kali ini di sana ". Kata Fellin
" Fellin benar jadi ayo segera habiskan makan nya setelah itu kita pergi ke rumah sakit lagi sekalian juga kak Luna bawakan baju ganti untuk Sam karena dia juga pasti belum berganti pakaian bukan dan Calista apa kamu tidak akan pergi ke kampus hari ini ?". Tanya Yuli
" Tidak Bun Karena Calista ingin menemui Kai saja di markas untuk menenangkan nya karena Cal tahu pasti dia Kali ini sangat emosi sekali ". Kata Calista
" Jadi kamu akan ikut ke markas dan tidak menemui Bianca saja di rumah sakit ?". Tanya Ray
" Tidak kak , Calista hanya ingin melihat Kai saja kan kasihan juga dia saat ini pasti sedang dalam suasana tidak baik-baik saja ". Kata Calista
" Baik lah tidak masalah juga bagi kakak dan kamu kan memang kembaran nya jadi wajar jika kamu ingin menemani Kai saat ini". Kata Ray memahami keadaan saat ini
__ADS_1
Setelah mereka menghabiskan makanan nya kono mereka segera pergi masing-masing dsn terlihat kini Ray mencari di mana keberadaan Arthur yang sejak tadi tidak terlihat batang hidung nya sama sekali
" Apa ada yang melihat Arthur kenapa tadi dia tidak ikut makan ?". Tanya Ray
" Aku tidak melihat nya sama sekali kak dan mungkin saja kak Arthur sedang pergi kali ini ". Kata Calista
" Pergi ke mana dia tumben sekali tidak memberitahu ku jika akan pergi ". Kata Ray
" Ya mungkin saja dia terburu-buru ke rumah sakit maka dari itu lupa memberi tahu Lo tadi ". Kata Brandon menanggapi apa yang di katakan oleh Calista dan Ray tadi
Kini mereka pun terlihat sudah masuk ke dalam mobil masing-masing lalu pergi menuju tempat yang akan mereka tuju masing-masing juga
Di tempat lainnya kini Arthur pun masih berbicara dengan Aron membahas dalang yang melakukan penyerangan
Dia kini tampak sangat marah sekali dan tidak biasanya juga dia terlihat marah seperti ini sekarang
" Sabar lah Arthur sebab bos juga sudah menyiapkan rencana nya jadi jangan merusak nya dengan cara mu yang kini terlihat emosi sekali ". Kata Aron
" Aku hanya tidak habis pikir saja dengan otak nya dan kenapa juga dia bisa sampai seperti itu sungguh di luar dugaan ku sekali sifat nya itu". Kata Arthur
" Entah lah aku pun juga tidak tahu tapi satu hal yang pasti bahwa pelaku tidak akan bisa lepas dari tiga orang mengerikan sekaligus nanti nya bahkan orang tua nya pun juga tidak akan bisa membantu nya sama sekali ". Kata Aron
Arthur hanya menghela nafas panjang nya saja dan kini dia pun terlihat sudah mulai tenang dan tidak lagi emosi seperti tadi bahkan tampak juga dia kini sudah mulai memainkan ponsel nya
" Aku harus pergi sekarang Aron dan terima kasih kau telah memberikan aku kesempatan untuk melihat lelaki bodoh tadi yang sudah mencelakai Bianca ". Kata Arthur
__ADS_1
" Sama-sama. Kau adalah kakak ipar bos ku jadi aku akan melakukan apapun untuk mu juga ". Kata Aron
" Kita bersahabat jadi jangan menganggap ku seperti itu dan kita tidak ada jarak dan batasan Aron ". Kata Arthur
" Dan aku tahu hal itu bahkan keluarga mu memang sangat sederhana sekali dan juga dapat menerima perbedaan walaupun kalian kaya tapi tidak pernah sekali pun menghina orang sembarangan ". Kata Aron
" Kau terlalu berlebihan Aron bahkan aku pun tidak sebaik yang kau kira juga jadi jangan menilai dari luar nya saja ". Kata Arthur
" Kita sudah cukup lama mengenal bahkan sebelum kau kembali ke Indonesia kita sering bertemu bukan dulu apa itu tidak cukup membuktikan penilaian ku kepada mu ". Kata Aron
" Terserah apa katamu saja dan sekarang aku pergi dulu ". Kata Arthur
Dia kini segera pergi menuju rumah sakit setelah puas melihat lelaki yang sudah menembak adik nya itu dan tadi Arthur juga sempat menghajar nya juga jadi kini dia pun merasa cukup puas sekali setelah melakukan nya dan kini dia tinggal melihat bagaimana Fellin nanti . Apa yang akan dia dapat kan setelah melakukan hal bodoh ini kepada adik nya .
Di dalam perjalanan menuju markas kini Calista pun menatap Nathan dengan tajamnya
" Kenapa swety menatap ku seperti itu ?". Tanya Nathan
" Apa yang akan kamu dan Kai lakukan kepada kak Fellin ?". Tanya Calista
" Jadi kamu juga mengetahui nya , pantas saja tadi kamu berbicara seperti itu di meja makan ". Kata Nathan
" Aku sangat kesal sekali dengan nya dan jika tidak memandang bunda dan Tante Kikan maka tadi aku sudah menghajar nya karena dia sok polos seperti itu tadi ". Kata Calista
" Jangan melakukan itu karena aku dan Kai yang akan memberikan dia pelajaran jadi jangan mengotori tangan kamu untuk hal seperti ini swety ". Kata Nathan sambil mencium tangan Calista yang saat ini dia genggam membuat Calista Tersenyum menatap nya
__ADS_1