Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Wanita Gila


__ADS_3

Memang banyak hal yang terjadi selama ini dan mereka bisa melalui nya dengan baik dan Untung nya juga mereka masih lengkap anggota nya. Dan Yuli pun sangat bersyukur Sekali dengan hal itu bahkan dia bisa melihat anak-anak nya tumbuh dewasa juga saat ini.


"Kita sudah melalui semua nya bersama bahkan suka duka pun kita lalui bersama juga ". Kata Intan


"Dan bersama mu banyak duka nya bro ". Kata Yuli membuat intan pun memukul Sahabat nya itu


"Sakit Tan , kau ini kenapa main kasar Mulu sih ". Kata Yuli


Intan pun kini memicing kan mata nya bahkan kini dia menatap Yuli dengan kesal nya tapi kesal dia hanya bercanda saja


"Kau ini ya Yul suka sekali bikin orang kesal dengan mu sama seperti si tampan Kai ". Kata Intan


"Aku bunda nya jadi ya kita sebelas dua belas lah ". Kata Yuli


"Bukan sebelas dua belas lagi tapi kembaran nya Yul ". kata Intan


Mereka berdua pun kini tertawa bersama bahkan Ricky dan yang lain nya hanya bisa menatap mereka dengan senyuman saja sebab kekompakan Intan dan Yuli serta kebobrokan nya bahkan mereka selalu saja punya kisah yang sangat lucu sekali di masa remaja nya dulu sebelum Yuli pindah ke Jepang dan meninggalkan Intan yang jauh di Indonesia namun mereka tetap saja masih berkomunikasi


"Anak Lo si Kai itu terlalu aktif Yul bahkan pihak sekolah saja di buat kalang kabut oleh dia ". Kata Rachel


"Wah jika dia aktif kan Daddy nya juga aktif ". Kata Yuli sambil mengedipkan sebelah mata nya kepada Ricky membuat nya pun tertawa dengan tingkah laku istri nya itu bahkan dia masih saja tetap menggemaskan sama seperti dulu.


"Kalian berdua memang aktif dan cocok sekali jadi pantas saja anak-anak kalian juga aktif ". Kata Ipank


"Dan mereka juga suka membuly anak-anak kita ". kata Rere


"Betul, apalagi si Kai suka sekali dia membuat Derren marah ". Kata Ken


"Tidak kaget jika seperti itu bahkan Yuli saja suka sekali bikin Arok marah ya sekarang anak nya juga pasti cari mangsa sama seperti bunda nya ". Kata Intan


"Betul sekali Tan bahkan dia suka sekali cari bahan untuk membuat orang marah dan sial nya dia bisa saja menemukan bahan yang bagus untuk dia gunakan ". Kata Ken


Ricky hanya biasa saja menanggapi nya ucapan mereka dan seperti biasa nya dia tidak terlalu memperdulikan hal tersebut bahkan Ricky tidak mempermasalahkan sama sekali kelakuan anak-anak nya


"Seperti nya tidak ada yang meneruskan Geng Rick ". Kata Arok


"Tahu dari mana Lo Rok bahkan mereka saja masih remaja dan belum waktu nya juga kan ". kata Ken


"Ray sudah sibuk dengan perusahaan dan Kai juga terlihat selalu saja nongkrong dengan teman nya sekolah sementara Calista dia pun juga di rumah saja tidak pernah keluar malam juga ". Kata Arok


"Calista mana boleh keluyuran Rok, bisa keluar tanduk tuh bunda nya jika dia sampai pulang larut malam ". Kata Ken

__ADS_1


"Dia tidak keluyuran tapi juga bekerja jika kalian tidak tahu ". Kata Ricky


Yuli menatap Ricky saat ini karena dia juga tidak tahu pekerjaan apa yang di lakukan anak perempuan nya itu karena yang dia tahu hanyalah jika Calista duduk manis di kamar nya saja


"Pekerjaan yang menantang sekali sayang ". Kata Ricky yang tahu maksud dari tatapan istri nya itu


"Apa dia juga memutilasi orang sama seperti kamu dulu ?". Tanya Yuli


"Apa tidak boleh jika dia melakukan hal itu ?". Tanya Ricky


"Dia perempuan Rick". Kata Yuli


"Perempuan juga harus tanggung sayang agar tidak gampang mendapatkan tindakan kejahatan nanti nya . Kamu juga ahli kan bela diri dan Calista pun juga seperti itu ". Kata Ricky sambil memeluk dan mencium sang istri.


Ya Yuli paham jika menjadi anak Ricky pasti ada salah satu dari anak nya akan menuruni sifat dan perilaku orang tua nya tapi dia heran kenapa harus Calista yang seperti Ricky bahkan ada Kai dan Ray tapi kenapa harus anak perempuan nya dan tanpa dia tahu bahkan ketiga nya memiliki sifat yang hampir sama , bisa memutilasi dengan sadis nya jika memang benar-benar marah dan tentu nya dengan cara mereka sendiri


"Bunda kami pulang ". Teriak Calista yang saat ini sudah masuk ke dalam dengan yang lain nya juga


Calista dan Ray pun kini terlihat mencium bunda nya bahkan mereka masih saja melakukan hal tersebut walaupun usia nya sudah remaja dan yang lain nya hanya bisa melihat nya saja saat ini.


"Kenapa kalian hanya berdua saja , mana Kai ?". Tanya Yuli ketika tidak melihat anak bungsu nya


"Ya , dia biasa nya sangat berisik sekali bahkan dari luar saja suara dia pasti yang pertama terdengar tapi kenapa dia tidak ada saat ini ?". Tanya Ken


"Dia terlalu rajin Bun hingga tidak mau pulang dan memilih di sekolah saja ". Kata Derren


"Apa dia kembali membuat ulah ?". Tanya Yuli


"Ya Bun ". Jawab pada anak sahabat Ricky dengan kompak nya membuat Yuli menggeleng kan kepala nya .


Ray dan Calista Langsung menatap mereka semua bahkan Calista sempat memukul Ryan karena dia berani sekali membocorkan perilaku Kai kepada bunda nya


"Apa yang dia perbuat Ray ?". Tanya Yuli sambil menatap anak sulung nya itu


"Dia hanya terlambat datang saja Bun ". Kata Ray


"Terlambat datang dan mendapat hukuman malah dia main-main Bun di lapangan tadi ". Kata Derren


"Main-main?". Tanya Yuli


"Lo bisa diam gak Derren atau Lo mau gue jahit mulut Lo itu ". Kata Calista

__ADS_1


Derren pun langsung terdiam bahkan dia kini menutup mulut nya dan tidak berani berkata sedikit pun sebab apa yang Calista ucapkan tidak lah main-main bahkan dia akan melakukan nya sesuai dengan apa yang dia katakan dan itu juga pernah terjadi ketika mereka masih anak-anak dulu.


"Itu hanya kesalahpahaman saja Bun dan sebentar lagi juga Kai akan segera pulang ". Kata Ray


"Benar Bun, dia hanya di hukum menata buku di perpustakaan ". Kata Calista


Yuli menatap Ricky saat ini dan dia juga menatap kedua anak nya dengan tajam nya sekarang


"Kalian tadi bukan nya berangkat bersama tali kenapa bisa kalian tidak terlambat sementara Kai terlambat ?". Tanya Yuli


Ray dan Calista tidak akan mungkin bisa bohong dengan bunda nya bahkan dia tidak akan pernah mau berbohong dengan Yuli sedikit pun juga.


"Dia hanya terlambat satu mata pelajaran saja Bun". Kata Calista


"Satu mata pelajaran, sangat terlambat berarti itu. Dasar Kai". Kata Yuli


"Sudah lah sayang biarkan saja , dia masih remaja jadi hal itu sangat wajar sekali ". kata Ricky


"Wajar sekali apa nya bahkan dia sering sekali membuat ulah di sekolah ". Kata Yuli


"Itu sama seperti Ricky dulu Yul ". Kata Luna


"Iya kak , seperti nya apa yang kakak katakan benar sekali. Gini nih kalau Daddy nya suka bolos dulu jadi anak nya ikutan deh ". Kata Yuli


"Itu dulu sayang dan masih dalam masa kenakalan remaja jadi wajar saja bagi aku". Kata Ricky sambil tersenyum dan Yuli pun mencubit nya karena dia sangat gemas sekali dengan suami nya itu.


Di sekolah Kai masih di sibukkan dengan buku yang harus dia tata sendiri bahkan para sahabat nya sudah di minta pak Arya untuk pulang dan dia hanya sendiri saja di perpustakaan


Bug


Beberapa buka yang Kai tata kini terjatuh kembali bahkan dia baru saja menata nya membuat Kai kini menatap seseorang yang dia anggap sudah andil dalam menjatuhkan buku tersebut


"Lo kenapa gak pakai mata , lihat buku nya jatuh semua. rapikan ". Kata Kai


Dia menatap Kai saat ini bahkan terlihat tidak perduli dengan apa yang katakan tadi


"Gue pegang saja enggak lalu bagaimana cara nya menjatuhkan semua buku itu bodoh ". Kata Kim


Kimberly Quella Sanders gadis yang cukup cantik dan tidak pernah takut dengan siapapun bahkan dia akan selalu melawan Jika dia merasa memang dia benar


"Lo yang bodoh kenapa mengatai gue bodoh ". Kata Kai

__ADS_1


Kim tidak perduli dan kini dia pun langsung pergi dari perpustakaan meninggalkan Kai di sana saat ini


"Dasar wanita gila ". Kata Kai lalu merapikan buku nya kembali sambil mengomel sendirian karena dia masih saja belum bisa pulang sebab belum menyelesaikan hukuman nya saat ini dari pak Arya dan parah nya dia melakukan hal tersebut sendirian saja


__ADS_2