Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Selalu Mengalahkan Untuknya


__ADS_3

Kini malam pun sudah menjelang dan Axel bersama dengan yang lain nya sedang makan malam di rumah Ray bahkan di sana mereka masih saja tetap tenang padahal malam ini Axel akan melakukan transaksi dengan seorang yang misterius tapi dia tidak terlalu perduli juga karena dia juga sudah menyiapkan segala nya agar transaksi mereka berjalan dengan lancar


" Kalian menginap di sini ?". Tanya Fellin


" Axel dan aku ada urusan jadi hanya Kami nanti yang tidak menginap di sini ". Kata Ryan


" Urusan apa tumben hanya berdua saja ?". Tanya Calista


" Urusan penting , apa Lo mau ikut kita ?". Tanya Ryan


" Ngapain juga ikut kalian pasti juga urusan nya membosankan sekali ". Kata Calista


" Mana mungkin jika kita memiliki urusan yang membosankan Calista bahkan urusan kita selalu penting dan menegangkan ". Kata Derren


" Paling juga hanya sebatas perkelahian biasa saja kan ". Kata Calista


" perkelahian kan juga harus ada keahlian agar kita bisa menang melawan musuh jadi itu sangat penting ". Kata Rafael


" Gaya banget Lo padahal siapa juga yang ingin mengajak kalian berkelahi juga tidak akan ada ". Kata Calista


" Calista sudah bicara nya ayo makan dulu ". Kata Ray


Memang Ray tidak akan ikut untuk mengantar kan obat tersebut tapi dia juga sudah menyiapkan anak buah nya untuk menemani Axel dan juga Ryan karena dia juga masih banyak pekerjaan bahkan tiada hari tanpa bekerja bagi Ray .


Selesai makan Ray menyuruh adik nya untuk pergi belajar bahkan dia juga melarang Calista untuk keluar rumah hari ini


" Kalian akan berangkat jam berapa ?". Tanya Ray


" Seperti biasa nya kita akan melakukan transaksi jam dua belas malam ". Kata Ryan


" Siapakah segala yang di butuhkan agar nanti berjalan dengan lancar ". Kata Ray


" Kita sudah menyiapkan nya Ray bahkan kita hanya menunggu waktu berangkat saja ". Kata Axel


Ray mengangguk kan Kepala nya bahkan mereka kini masih mengobrol di sana untuk membahas Lain nya lagi yang harus mereka selesai kan nanti nya


" Persenjataan yang akan di jual apa sudah siap Arthur ?". Tanya Ray


" Ma'af Ray tapi untuk persenjataan itu akan sangat sulit karena kita bersaing dengan Nathan dalam perdagangan kali ini ". Kata Arthur


" Jadi dia juga ikut dalam perdagangan kali ini bersama dengan pembeli dari Swiss ?". Tanya Axel


" Iya dia ikut berpartisipasi dalam perdagangan kali ini jadi kita tidak mungkin ikut memperdagangkan senjata karena lawan kita Nathan . Bukan nya kita akan kalah tapi kita menjaga saja agar tidak terjadi permusuhan nanti nya ". Kata Arthur


Ray dan yang lain mengerti akan hal tersebut dan mereka juga tidak akan berangkat jika memang Nathan ikut dalam perdagangan sebab mereka juga tidak mau nanti bersiteru dengan Sahabat Kai .


******


Di mall Bianca masih saja terlihat memilih pakaian karena dia juga memerlukan beberapa pakaian untuk kuliah dan tak lupa juga dia menyuruh Megan sahabat nya untuk beli juga dan jika dia tidak membawa pulang apapun maka Bianca tidak mau pulang dan akan tetap di mall sampai Megan membeli sesuatu nanti nya .


" Beli saja sesuai kebutuhan Lo atau beli apapun terserah Lo dan jika Lo tidak beli pasti Lo akan di makan Kai nanti nya ". Bisik Sky Kepada Megan


Ucapan Sky membuat Megan sangat ngeri sekali dan kini dia pun memutuskan untuk membeli satu barang agar Kai tidak marah dengan nya bahkan tatapan nya yang di berikan kepada Megan tadi sana sangat mengerikan


" Jangan hanya satu Megan ". Kata Bianca


" Iya Bianca gue masih memilih ". Kata Megan


Megan tidak memilih sendiri bahkan sejak tadi Sky menggoda nya dan mengatakan banyak hal yang menakutkan Kepada nya dan itu pun membuat dia menjadikan kembali ketakutan


" Sky , jangan menakuti nya jika Bianca tahu pasti Kai akan marah karena Bianca tidak suka Lo menakuti sahabat nya ". Kata Brandon yang juga dari tadi mengikuti Megan juga


" Gue tidak menakuti nya hanya menemani dia belanja saja sajak tadi iyakan Megan ". kata Sky


" Jangan mengobrol saja dan cepat selesai kan belanja nya dan kita segera pulang ". Kata Kai


" Kak gue belum selesai belanja nya kenapa ingin pulang cepat sih ". kata Bianca


" Gue kira Lo akan lelah Bianca karena sejak tadi jalan-jalan ". Kata Kai

__ADS_1


" Tunggu tiga puluh menit lagi kak setelah itu kita akan pulang ". Kata Bianca


" Apa hanya ingin beli baju saja ?". Tanya Kai


" Iya karena gue hanya butuh baju saja tidak yang lain nya ". Kata Bianca


Kai mengangguk kan Kepala nya dan dia masih saja mengikuti Bianca belanja bersama Nathan dan juga Erland bahkan Bianca tidak hanya belanja untuk dirinya saja tapi dia juga membelikan Untuk papa dan kakak nya dan nanti akan dia kirimkan ke Jepang dan juga Indonesia


" Bukan nya itu baju cowok Bianca ?". Tanya Erland ketika mereka sudah ada di kasir


" Ini memang baju cowok kak dan kakak dan papa gue kan cowok ". Kata Bianca


" Kenapa harus repot untuk membelikan mereka bahkan di Jepang dan Indonesia juga banyak mall Bianca ". Kata Erland


" Kalian tahu kan bagaimana papa dan kak Arthur jadi mana mungkin mereka beli baju sendiri bahkan kak Arthur pun juga selalu gue belikan sejak dulu karena dia tidak bisa memilih baju sendiri ". kata Bianca


" Manja sekali Arthur Kepada Lo". Kata Kai


" Gak usah cemburu deh kan dia memang kakak gue jadi itu wajar kali ". Kata Bianca


Setelah membayar semua nya Kai mengajak mereka untuk segera pulang bahkan Megan akan di antar sky seperti apa yang di katakan Kai tadi


" Sky gue tunggu di rumah jadi ingat antar dia sampai tempat tujuan dan jangan dia apa-apa 3 di jalan ". Kata Kai


" Tenang saja gue juga gak suka dengan dia jadi dia akan aman sampai rumah nya nanti ". Kata Sky


" Bianca makasih ya sudah di traktir dan kak Caesar terima kasih juga di izinkan libur hari ini kerja nya ". Kata Megan


" Sama-sama dan hati-hati di jalan ya ". Kata Bianca sambil memeluk Megan


" Bi ayo cepat masuk ". Kata Kai


Bianca segera masuk ke dalam dan kini Kai langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi bahkan terlihat Bianca senang sekali sekarang . Lima belas menit di butuhkan Kai untuk bisa segera sampai di rumah dan kini dia pun sudah sampai bersama dengan Nathan dan Erland serta Brandon yang menyusul nya juga dari belakang


Mereka semua langsung masuk sekarang bahkan kini terlihat Bianca membuat kan Minum untuk mereka


" Tahu dari mana ?". Tanya Nathan


" kak Arthur ." Jawab Bianca


" Jika Arthur mau menjual juga Lo harus mundur Nathan ". Kata Kai


" Gue belum mengecek nya Kai karena gue hanya menyiapkan saja sedangkan yang memperdagangkan nya anak buah gue ". Kata Nathan


" Hubungi saja kakak ipar gue dan jika memang dia akan menjual senjata maka Lo mundur saja dan biarkan dia yang melakukan nya ". Kata Kai


" Gue akan melakukan nya dan akan gue cek terlebih dahulu ". Kata Nathan


" Yang merakit dan menyiapkan semua nya memang kak Ray dan kak Arthur tapi yang memperdagangkan nya adalah kak Axel dan kak Ryan jadi yang terdaftar mungkin saja nama kak Ryan". Kata Bianca


" Tenang saja Bianca meskipun mereka yang melakukan transaksi maka gue akan tetap membatalkan rencana perdagangan gue jadi Lo tenang saja ". Kata Nathan


" Ah syukur lah kalau begitu dan maaf ya kak jika gue mengganggu usaha kalian ". Kata Bianca


" Tidak masalah Bianca bahkan itu adalah hal kecil bagi Nathan ". Kata Erland


"Lo tidur saja sekarang karena ini sudah malam ". Kata Kai


Kai memang melarang Bianca untuk tidur terlalu malam bahkan jika Bianca sibuk maka dia yang akan menyelesaikan pekerjaan nya hingga dia bisa beristirahat tepat waktu


Setelah di rasa Bianca sudah masuk ke dalam kamar nya dan Sky pun juga sudah datang kini mereka segera membahas hal lain nya di sana dan itu tentang hal yang bersifat rahasia


" Apa para anggota King Death yang lain sudah mulai pergerakan nya ?". Tanya Kai


" Ivan , dia sudah pernah menyerang Perusahaan Ray dan itu juga bisa di atasi oleh Axel waktu itu ". Kata Brandon


" jadi mereka sudah mulai bergerak , dan sekarang Daniel pun juga ingin mendekati Bianca untuk menghancurkan gue ". Kata Kai


" Kita serang saja dia langsung Kai pasti dia juga akan kalah ". Kata Sky

__ADS_1


" Kita main cantik saja dan masukkan anak buah hebat kalian di setiap kelompok mereka sebagai mata-mata kita dan gue juga sudah melakukan nya di kelompok Daniel ". Kata Kai


" Pedro seperti nya datang ke Indonesia Kai hari ini jadi Lo harus mengatakan kepada anak buah Lo yang ada di sana untuk menjaga keluarga Lo ". kata Erland


" Berarti mereka memang sengaja menyebar untuk membuat Lo bingung harus melindungi yang mana ". Kata Nathan


" Jika di Jepang sudah jelas Calista di jaga kak Ray dan yang lain nya dan Bianca pun sudah bersama dengan gue juga di sini tapi gue masih khawatir dengan bunda apa si tua itu masih bisa menjaga bunda dengan baik ". kata Kai


" Kai ucapan Lo itu jika Bianca mendengar bahkan bunda mendengar Lo pasti akan di marahi nanti nya ". kata Sky


" Daddy memang sudah tua jadi wajar lah jika gue menyebut nya si tua bahkan dia juga sudah tidak tampan lagi sekarang ". Kata Kai dengan santai nya


" Memang benar-benar anak durjana Lo Kai bahkan Lo hebat juga titisan dari Daddy Lo ". Kata Brandon


" Tapi jika gue tidak berlatih mana mungkin sehebat sekarang ". Kata Kai


" Dasar tidak pernah mau ngalah jika di ajar berbicara ya Lo ini King". Kata Erland


Kai hanya tersenyum saja bahkan dia memang suka mengatai Daddy nya dengan si tua sebab Kai suka saja jika Daddy nya mendengar hal tersebut pasti dia akan langsung marah dengan nya dan itu pun juga pernah terjadi . Kai tahu walau pun usia Daddy nya tidak mudah lagi tapi insting nya masih lah tajam dan kuat dan untuk alasan Kai sendiri mengikuti Bianca juga selain agar bisa mendapatkan cinta nya dia juga ingin melindungi nya dari pada musuh di luar sana


****


Di Jepang Axel dan Ryan sudah bersiap untuk melakukan transaksi bahkan kini mereka menggunakan dua mobil menuju tempat yang sudah di tetapkan


" Hati-hati dan tetap waspada Ryan ". Kata Axel sebelum mereka berangkat


Ryan mengangguk kan Kepala nya dan kini mobil mereka segera melaju meninggalkan tempat bahkan sebelum berangkat juga Ray memastikan semua di lokasi dengan menyuruh anak buah nya agar mereka berdua tidak mengalami hal buruk di sana


Setiba nya di lokasi Ryan dan Axel segera masuk ke dalam sebab di sana misteri X sudah menunggu nya bahkan dia hanya membawa dua orang saja untuk menemai nya di sana


" Selamat malam tuan ". Sapa anak buah mister X di sana ketika melihat kedatangan mereka berdua


" Gue sudah membawa obat nya ". Kata Axel


" Dan aku juga sudah membawa uang nya ". Kata misteri X sambil memerintahkan anak buah nya untuk membuka koper yang mereka bawah tadi


Ryan langsung mengambil dua koper tersebut sekarang dan membuka nya lagi lalu melihat uang nya. Setelah dia mengecek nya dia pun memberikan kode kepada Axel untuk memberikan obat nya


" Senang bekerja sama dengan kalian tuan Axel dan tuan Ryan tapi sesungguhnya aku sangat ingin bertemu dengan tuan Ray tapi ternyata itu sangat lah mustahil sekali ". Kata Misteri X


" Jika sudah tidak ada lagi transaksi yang di lakukan kita akan pergi ". kata Axel


Mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat Dengan membawa uang sepuluh milyar yang ada di dalam dua koper tadi bahkan kini mereka mengemudi dengan sangat cepat sekali di sana.


Ray dan Arthur yang masih bekerja dalam satu ruangan yang sama pun kini terlihat sangat serius sekali


" Ray seperti nya Nathan membatalkan keikutsertaan nya dalam perdagangan kali ini ". Kata Arthur


Ray pun menghentikan aktivitas nya dan kini dia menatap Arthur dan melihat kearah laptop nya yang menunjukkan memang Nathan mundur dari perdagangan kali ini


" Pasti dia melakukan nya karena ada kita di dalam nya ". Kata Ray


" Ya itu tentu saja tapi aku juga sudah mengatakan jika mereka bisa melanjutkan dan kita yang mundur namun anak buah Nathan mengatakan jika mereka akan mundur dari perdagangan kali ini ". kata Arthur


" Mungkin saja Nathan melakukan nya atas perintah Kai apalagi di sini ada Lo Kakak dari Bianca ". Kata Ray


Alasan yang di katakan Ray menurut Arthur masuk akal juga karena selama Bianca adalah prioritas Kai maka apapun yang berhubungan dengan nya Kai pasti akan selalu mengalah bahkan dalam hal bisnis dan pekerjaan sekalipun dia akan selalu mengalah kepada Bianca untuk membuktikan betapa tulus dia Kepada Bianca


" Apa kita lanjut atau tetap mundur ?". Tanya Arthur


" Menurut mu bagaimana ?". Tanya Ray


" Kita lanjut saja karena Nathan juga sudah mundur ". Kata Arthur


" Gue akan menyuruh anak buah untuk membawa senjata nya ke markas dan kita akan mengecek nya nanti untuk melihat apa senjata itu sudah layak di perdagangan atau belum ". Kata Ray


Arthur mengangguk kan Kepala nya dan kini mereka berdua kembali bekerja sekarang di sana .


Sementara di kamar nya Calista juga sedang memantau perkembangan usaha nya dalam bidang fashion . Dia ahli menggambar dan dia juga menguat brand sendiri untuk pakaian nya bahkan tidak banyak yang tahu jika dia adalah desainer yang terkenal di penjuru dunia bahkan Calista juga memiliki bisnis di bidang perhotelan juga yang selalu bersaing dengan bisnis milik Derren bahkan Derren pun masih mencari informasi tentang pesaing bisnis nya itu yang tak lain adalah Calista

__ADS_1


__ADS_2