Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Bertemu Musuh Lama


__ADS_3

Matahari kini sudah mulai meninggi dan terlihat kediaman Airlangga sangat ramai sekali bahkan terlihat lebih ramai dari biasanya . Saat ini di sana sedang makan pagi bersama dan Yuli serta Luna pun sudah menyiapkan beberapa makanan juga , mereka memasak di bantu pembantu di sana .


"Bianca kemana kok tidak kelihatan Arthur ?". Tanya Luna


"Mungkin saja dia masih tidur ma . Dia kalau makan memang agak siangan sedikit ma ". Kata Arthur


" Apa dia selalu begitu jika di luar negeri ?". Tanya Luna menatap anak sulung nya itu


Arthur tersenyum bersalah melihat tatapan dari mama nya itu bahkan dia juga merasa jika mama nya kini terlihat kesal dengan nya


"Iya ma kadang juga dia makan ketika sore hari saja ". Jawab Arthur dengan jujur nya


Dia memang tidak pernah bisa berbohong kepada mama nya bahkan sedikit pun dia tidak pernah berbohong kepada Luna , jika di tanya dia pasti akan menjawab dengan jujur setiap pertanyaan dari mama nya itu


" Kamu sebagai kakak harus memperingatkan dia Arthur karena tidak baik juga jika makan telat-telat setiap hari ". Kata Luna


"Iya ma lain kali Arthur akan lebih memperhatikan Bian lagi ". Kata Arthur


"Ya sudah kalau begitu mama akan memanggil nya sekarang untuk makan bersama kita ". Kata Luna


Dia hendak beranjak dari duduk nya namun Sam melarang nya saat ini . " Biar aku saja yang memanggil nya kamu tunggu di sini saja bersama dengan yang lain nya ". Kata Sam


Luna mengangguk kan Kepala nya dan kini dia pun segera naik ke atas untuk menuju kamar anak cantik nya itu bahkan sikap Sam juga tegas sekali sama seperti Ricky ketika mendidik anak nya


Tok Tok Tok


"Bianca keluar sayang , waktu nya sarapan pagi ". Kata Sam


Tidak ada Jawa sama sekali dari Bianca dan Sam pun mencoba membuka pintu kamar tersebut saat ini . Benar saja apa yang di katakan Arthur bahwa Bianca masih tertidur dengan lelap nya saat ini . Sam Tersenyum melihat anak nya yang sedang tertidur dengan pulas nya , kini dia pun segera mendekat ke arah ranjang Bianca dan menduduk kan diri nya di sana


Cup


Satu kecupan dia berikan kepada anak perempuan nya itu dan dia pun kini menunduk kan kepala nya melihat wajah cantik anak nya dari dekat saat ini


"Bianca bangun sayang makan dulu agar mama tidak marah ". Bisik Sam dengan lembut


Perlahan mata cantik itu terbuka dan kini terlihat Bianca tersenyum kepada papa nya


" Papa ". Panggil Bianca


"Baru bangun sayang , ayo cepat mandi lalu sarapan mama sudah menunggu di bawah dengan yang lain nya ". kata Sam


Bianca tersenyum menatap papa nya dan kini dia pun bangun dari tidur nya dan segera mandi


"Papa tunggu di bawah Bianca ". Kata Sam


" Iya pa ". Kata Bianca


Kini Sam pun turun ke bawah untuk makan bersama dengan yang lain nya


" Bagaimana , apa Bianca sudah bangun ?". Tanya Luna


" Sudah , kita makan saja dulu bos nanti Bianca akan menyusul setelah dia selesai membersihkan diri nya ". Kata Sam


Mereka kini makan bersama dengan santai nya dan kali ini anak para sahabat Ricky tidak ikut makan di rumah itu sebab Kai melarang mereka untuk datang ikut makan bersama


Terlihat kini Bianca sudah turun dari tangga dengan pakaian santai nya dan dia juga tersenyum kepada papa dan mama nya saat ini


Cup


Bianca mencium papa dan mama serta kakak nya secara bergantian dan dia pun segera duduk di kursi nya saat ini


"Bianca sayang papa dan mama serta kakak ". Kata Bianca sambil tersenyum kepada mereka semua di sana


Mereka kembali Melanjutkan makan nya sekarang dan setelah selesai Ray dan kedua adik nya kini pamit untuk berangkat sekolah saat ini .


"Kita berangkat dulu Bun ". Kata Ray

__ADS_1


"Hati-hati dan jangan ngebut ya di jalanan ". Kata Yuli


"Siap bunda ku yang cantik ". Kata Kai sambil mencium bunda nya dan tak lupa juga dia melirik ke arah Bianca lalu berjalan pergi untuk segera berangkat menuju sekolah bahkan para sahabat Kai juga sudah menunggu di tempat yang sudah di sepakati tadi


"Kai jangan telat dan bolos , awas saja jika Lo bolos gue akan bikin perhitungan pada Lo ". Kata Ray


Kai hanya mengacung kan jempol nya saja saat ini dan kini dia pun segera menaiki motor nya lalu melajukan nya . Terlihat Kai menyeringai tadi sebelum meninggal kan kediaman sang Daddy dan laju motor nya kini Sangat kencang sekali membuat kendaraan yang lain dan buat kaget dengan aksi berkendara Kai saat ini . Lima belas menit waktu yang di butuh kan kini Kai sudah sampai di tempat di mana para sahabat nya menunggu .


" Kai ". Sapa mereka semua serentak seraya ber tos Riya seperti biasa nya Jika mereka baru bertemu


" Gue ganti baju dulu lalu kita berangkat ". Kata Kai


Mereka mengangguk kan kepala dan kini mereka pergi mencari toilet umum untuk Kai agar bisa berganti pakaian saat ini . Setelah dia selesai ganti baju kini mereka berlima segera pergi ke suatu tempat untuk menaruh motor nya dan berganti mobil . Mereka memilik mobil yang taruh di satu tempat yang sama karena mobil Tersebut akan di gunakan jika memang ada hal penting dan mendesak yang akan mereka kerjakan


Mereka berlima kini sudah sampai di sebuah rumah yang cukup mewah bahkan banyak sekali penjagaan di sana . Ya itu adalah salah satu rumah milik Kai yang memang dia beli dengan uang hasil kerja keras nya dalam melakukan pekerjaan yang mungkin tidak banyak yang mengetahui apa pekerjaan Kai .


"Apa tidak masalah Kai jika Lo tidak masuk hari ini ?". Tanya Nathan yang kini sudah menghampiri mobil nya yang berwarna merah menyala itu sedang kan mobil Kai berwarna hitam dengan ada logo Mahkota di mobil nya yang menandakan jika dia adalah King jalanan yang di takuti banyak orang


"Gue sudah mengurus semua nya dan lagi hari ini sekolah akan libur karena gue sudah merusak Beberapa sistem hingga pihak sekolah terpaksa harus meliburkan sekolah nya hari ini ". Kata Kai


"Lo memang raja sesungguh nya Caesar , King Devil kita para raja jalanan ". Kata Nathan


Kehebatan dan kecerdasan Kai membuat mereka semua kagum dan mereka juga mempunyai skil masing-masing dalam bidang nya dan itulah yang menjadi paket komplit dari kelompok milik Kai . Komposisi dari setiap anggota yang memang bukan lah orang sembarangan itu membuat Geng nya sangat di takuti sekali walaupun Geng milik Kai baru saja berdiri namun anggota dan aliansi nya sudah sangat banyak sekali sebab sejak sekolah menengah pertama juga mereka sudah membentuk Geng tersebut namun baru di publikasikan beberapa tahun belakangan ini


"Kita pergi menemui Paul untuk melaksanakan transaksi sekarang dan pastikan kalian semua membawa persenjataan lengkap saat ini karena dia adalah orang yang licik jadi kita habisi dia nanti setelah dia memberikan uang nya kepada kita ". Kata Kai


"Ok king ". Jawab Brandon


Beginilah Kai jika melakukan misi nya terlihat sangat serius sekali bahkan wajah nya pun tidak ada senyuman sedikit saja yang terlihat . Mereka kini pergi mengendarai mobil masing-masing menuju sebuah dergama yang menjadi tempat mereka bertemu dengan Paul . Kai tidak akan membiarkan si bodoh itu membawa beberapa persenjataan Langkah yang baru dia dapat kan bahkan dia akan membunuh Paul setelah dia menyerahkan uang nya dan dia juga akan mengambil kembali senjata yang di perjual belikan nya itu karena itulah Kai terlalu licik dan cerdas serta tidak bisa di anggap remeh walaupun usia nya masih cukup mudah sekali


Satu jam perjalanan yang mereka butuh kan bahkan kecepatan mobil mereka pun di atas rata-rata tadi bahkan lampu merah sekali pun tidak terlalu di perdulikan oleh Kai dan yang lain nya


"Ambil posisi kalian sesuai dengan rencana kita ". Kata Kai


Mereka berempat mengangguk kan kepala nya dan kini segera mencari tempat yang aman untuk bersembunyi bahkan mobil mereka pun mereka letak di tempat yang tidak bisa di lihat oleh siapapun juga


"Selamat datang di tempat ini Caesar ". Kata Boy Andrean


Kai terlihat menyeringai ketika dia melihat boy ada di sana dan Kai masih ingat dengan jelas siapa boy , dia adalah anggota dari King Death yang dengan bodoh nya dulu menculik Calista saudari kembar nya dan takdir kini mempertemukan dia dengan boy tanpa perlu Kai susah mencari nya


"Lama tidak bertemu dengan kalian berdua dan ternyata kalian tidak berubah sama sekali ". Kata Kai


"Tetap bodoh ". Batin Kai sambil menyeringai saat ini


"Kita bahkan hanya beberapa bulan saja tidak bertemu Kai dan ku lihat kau sangat berubah sekali ". Kata Paul


"Perubahan itu penting agar kita bisa semakin kuat untuk kedepan nya ". Kata Kai


Boy tersenyum mendengar nya bahkan dia tidak menyadari jika dewa kematian kini berada di depan nya dan siap mengambil nyawa nya tapi Kai tidak akan melakukan nya dengan mudah pasti nya bahkan dia lebih suka bermain-main dulu sebelum menghabisi lawan nya nanti .


" Bagaimana Caesar , apa sudah kau bawah pesanan ku ?". Tanya Paul


"Tentu aku sudah membawa nya dan bagaimana dengan pembayaran nya , apa kau juga sudah menyediakan nya ?". Tanya Kai


Paul pun memperlihatkan dua buah koper di depan Kai dan dia membuka nya di depan mata Kai


"Sesuai dengan kesepakatan Caesar ". Kata Paul


Kai tersenyum dan dia kini mengambil uang Tersebut lalu memberikan senjata yang dia bawah . Kini boy memeriksa nya dan terlihat Kai memberikan kode kepada para sahabat nya untuk segera beraksi saat ini


Dor Dor Dor Dor


Beberapa kali tembakan mereka lesat kan membuat Paul dan boy kaget karena anak buah mereka juga sudah tewas karena tembakan tersebut


Dor Dor


Kai pun kini ga menembak mereka berdua membuat mereka terpaksa kini harus menghindar dan bersembunyi

__ADS_1


"Sialan kau Caesar , ternyata kau bermain curang ". Kata Boy


"Dalam bisnis hal seperti ini sudah biasa terjadi jadi Lo juga pasti sudah terbiasa mendapat melakukan hal seperti apa yang gue lakukan bukan Boy Andrean anggota dari King Death yang dengan bodoh nya berani menculik saudari kembar gue ". Kata Kai yang kini berjalan dengan langkah santai nya untuk mendekati kerah persembunyian mereka berdua bahkan anak buah mereka sudah di bereskan oleh para sahabat Kai tadi sebelum Kai melakukan serangan nya


Boy masih tampak berpikir Dengan apa yang di katakan Kai bahkan mungkin saja dia sudah lupa dengan kejadian waktu itu atau dia berpura-pura lupa Saja saat ini


"Boy , apa kau memiliki dendam pribadi dengan Caesar ?". Tanya Paul yang kini sudah berjalan mundur bersama boy agar mereka berdua tidak tertangkap oleh Kai nanti nya


"Aku tidak tahu bahkan saat ini aku juga sedang mencoba untuk mengingat nya ". Kata Boy


Sementara Kai dan ke empat sahabat nya kini berjalan berpencar untuk mengepung mereka berdua


"Seperti nya kedua tikus itu ingin bermain-main dengan kita Caesar ". Kata Nathan


"Mereka mengajak kita bermain petak umpet rupa nya Caesar , apa Lo mau meladeni nya ?". Tanya Brandon


"Ah itu akan membuang-buang waktu gue saja nanti nya . Kita selesaikan kan saja dengan cepat ". Kata Kai


"Jadi bagaimana , apa kita ledak kan saja tempat ini sekarang ?". Tanya Sky


"Jangan terlalu sadis lebih baik kita tembak saja mereka langsung dari pada di ledakkan bisa hancur tubuh mereka nanti nya ". Kata Erland


"Keluar saja sekarang tikus bodoh karena tidak ada guna nya jika kalian bersembunyi saat ini dari gue . Oh ya gue akan memperkenalkan diri jika Lo lupa Boy . Gue adalah Caesar Narendra Airlangga anak dari Ricky Airlangga Hartama sang leader gangster dari Jepang yang nama nya tetap di takuti di manapun dia berada ". Kata Kai


Boy pun kini mengingat nya bahkan dia merasa sangat sial sekali karena bertemu dengan anak Ricky bahkan boy juga sudah mengetahui bagaimana Kai anak bungsu Ricky


"Sial sekali kenapa aku tidak memeriksa tentang identitas dia dengan teliti ". Kata Boy


" Boy bagaimana ini ?". Tanya Paul yang merasa sangat takut sekali


"Tenang saja aku sudah menelfon Roland dan semoga saja dia bisa cepat datang kemari ". Kata Boy


Paul mengangguk kan kepala nya dan dia juga berharap bisa lepas dari Kai serta para sahabat nya walaupun itu tidak mungkin juga terjadi


Dor Dor Dor


Beberapa kali Boy mencoba untuk menembak mereka namun hasil nya nihil , tidak ada yang mengenai sasaran sama sekali .


hahahaha


"Canda dan tawa para sahabat Kai memenuhi tempat tersebut saat ini bahkan Langkah mereka terhenti karena Kai menyuruh mereka


"Para tikus bodoh mencoba untuk mengajak bermain namun sayang nya gue tidak punya cukup waktu untuk bermain jadi kita selesaikan sekarang juga ". Kata Kai


Dor Dor Dor Dor Dor


Lima kali tembakan terdengar dan itu di Lesatkan oleh mereka berlima secara bergantian saat ini .


Ah


Teriak Boy yang memang kini mendapat kan tembakan tepat di dada nya . Kai pun berjalan menghampiri nya dan dia tersenyum ketika melihat boy sudah terluka saat ini


" Sky bawah si bodoh ini ke markas khusus kita ". Kata Kai


" Baik King ". Kata Sky


Dor


Satu tembak Kai berikan tepat di kepala Paul membuat dia kini tewas di tempat . " Brandon dan Lo Erland bakar tempat ini sekarang juga dan ingat jangan meninggalkan jejak sedikit pun dan Lo Nathan simpan kembali semua senjata nya dan ini nanti kalian bagi berempat ". Kata Kai sambil melempar kan satu koper kepada Nathan


" Baik King serahkan saja semua kepada kita ". Kata Brandon


" ingat Sky taruh dia di tempat eksekusi karena gue akan bermain-main dengan nya sebelum membunuh nya nanti dan obati juga luka dia dulu sebab gue tidak mau dia mati dengan mudah dan cepat . Dan sekarang gue harus pulang duluan karena kak Ray sudah mencari ". Kata Kai


Dia kini pergi meninggalkan mereka berempat dan membiarkan mereka mengurus sisa nya . Kini Sky pun jadi ga terlihat sudah membawa Boy dan yang lain nya pun juga mengerjakan apa yang Pemimpin nya katakan tadi


Gudang di dermaga itu pun kini terbakar bahkan terlihat Sekarang mereka semua sudah pergi meninggalkan tempat itu

__ADS_1


"Sial kita telat ". Kata Roland kepada kedua sahabat nya bahkan tangan nya terlihat mengepal dan penuh emosi sekali kali ini


__ADS_2