
Daniel pun tidak habis pikir kenapa bisa akses nya keluar dari New York di blokir bahkan dia tidak bisa melakukan perjalanan kemanapun setelah sampai di sana membuat nya semakin kesal saja dengan Kai
" Apa sehebat itu Caesar hingga semua nya bisa dia lakukan dengan mudah ". Kata Daniel
" Seperti nya kita harus tanya papa Daniel karena dia sangat tahu sekali bagaimana keluarga Airlangga sebab dia adalah musuh lama nya ". kata Nick memberikan usulan nya kepada Daniel
" Jangan lama-lama lagi , sebaik nya ayo kita pergi ke rumah papa sekarang untuk bertanya seberapa hebat mereka semua hingga setiap pergerakan kita dapat di baca dengan mudah ". Kata Pedro
Mereka segera pergi menuju k diaman Roland papa dari Daniel untuk mencari tahu sehebat apa keluarga Airlangga itu karena semua yang mereka rencanakan bahkan gagal total dan mereka pun tertipu juga oleh Kai sekarang ini
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan perjalanan menuju rumah Roland dan kini mereka sudah sampai di sana . Buru-buru mereka semua masuk ke dalam dan di sana sudah ada Roland beserta para sahabat nya yang dulu adalah anggota King Death
" Kenapa Daniel , seperti nya kau sedang tidak baik-baik saja ?". Tanya Wira
Daniel dan yang lain nya kini duduk manis di sana untuk melakukan obrolan bersama mereka semua di sana
" Sejak kapan papa ada di New York?". Tanya Ivan kepada Wira papa nya
" Kami baru sampai di sini hari ini ". Jawab Nelson papa Ricardo
" Apa yang membuat om datang kemari dan tidak biasa nya bukan kalian berkumpul bersama". Kata Daniel dengan tatapan tajam nya menatap mereka bergantian
" Jangan kurang ajar Daniel dengan mereka semua ". Kata Roland
" Anak mu sejak dulu hingga sekarang tidak berubah sama sekali Roland, tetap keras dengan tatapan tajam nya itu ". Kata Nelson
" Tapi itu sangat bagus bukan karena dia adalah pemimpin dari King Death". Kata Wira
" Formasi kita dulu sangat lah baik dan tak terkalahkan sebelum Boy meninggal dan Ricky datang ke Indonesia". Kata Roland menceritakan apa yang terjadi dulu sebelum mereka semua hancur dan harus bersembunyi untuk waktu yang cukup lama sekali dan juga mereka harus mengubah identitas nya beberapa waktu karena Kai selalu saja memburu mereka semua
" Siapa yang dulu membunuh papa ku om ?". Tanya Pedro
" Caesar anak dari Ricky, dia dulu yang membunuh papa mu dan membuat kita harus pergi dari Indonesia dan melakukan persembunyian dalam waktu yang cukup lama ". Kata Roland dengan tatapan penuh amarah nya jika dia mengingat kejadian hal tersebut. Dan tak pernah terpikirkan sama sekali dulu jika Geng mereka akan porak poranda dengan sosok anak yang masih bau kencur seperti Kai
" Sehebat apa mereka hingga bisa melakukan nya ?". Tanya Nick
" Ricky Airlangga Hartama adalah Ketua Geng Punk yang sangat di takuti di Dunia dan mereka dulu tinggal di Jepang sebelum Ricky menikahi wanita yang dia cintai dan setelah nya dia pun menetap di Indonesia karena pembantaian yang terjadi oleh ulah Haryy dan yang lain nya ". Kata Wira
Tidak hanya sampai di situ saja cerita yang mereka berikan . Roland menceritakan semua nya sangat detail sekali hingga melihat wajah kaget dari anak-anak mereka di sana mendengar bagaimana hebat nya Kai sewaktu dia masih kecil dulu
" Dan ini yang penting, Caesar dulu pernah meracuni istri dari Arok sepupu Daddy nya karena dia berani menghina bunda nya . " Kata Roland
" Jadi kesimpulannya, Caesar tidak akan membiarkan siapapun menyakiti orang yang dia cintai walaupun yang melakukan nya adalah keluarga nya sendiri ". Kata Nick
" Benar-benar sangat sadis sekali dia . Bisa melukai keluarga nya sendiri ". Kata Ricardo
" Untuk itulah aku menyuruh kalian agar tidak berurusan dengan nya dan jika memang ingin membalas dendam kepada mereka kalian harus berhati-hati sekali sebab Caesar sangat hebat dan kuat di banding kan dengan yang lain nya ". Kata Roland
" Tapi aku sangat tidak suka jika ada yang lebih hebat dari ku ". Kata Daniel
" Ya tapi kau harus berhati-hati Daniel agar tidak menjadi korban ke brutalan Caesar ". Kata Wira
" Dia sangat licik melebihi Daddy nya jadi kalian harus lebih pintar dari nya apalagi aku mendengar jika Caesar adalah ketua dari King of World dengan anggota yang sangat hebat semua nya ". Kata Nelson
Mereka masih memikirkan rencana apa yang harus di lakukan nanti agar bisa mengalahkan Kai tanpa mereka ada yang menjadi korban keganasan nya nanti
" Bagaimana kita Lo dekati saja Daniel wanita yang selalu dengan nya ". Usul Nick
" Gue akan mencoba nya ". Kata Daniel
" Seperti nya dia akan tahu jika Lo yang mendekati nya Daniel , sebaik nya Lo suruh sahabat Lo di kampus saja atau kita menyuruh orang untuk mendekati wanita itu nanti ". kata Pedro
" Itu lebih baik . Karena jika kau sendiri yang mendekati wanita yang selalu bersama dengan Caesar pasti dia akan curiga dan dengan mudah nya bisa menebak rencana kalian ". Kata Roland
Kali ini Daniel akan melakukan nya dengan baik dan juga dia akan mencari cara agar bisa mendekati Bianca nanti nya sebagai kelemahan dari Kai untuk dapat mengalahkan dia . Tapi sebelum itu Daniel harus bisa mencari cara agar bisa pergi ke Jepang nanti untuk memastikan apa benar Kai dan keluarga nya ada di sana saat ini
__ADS_1
Dan di rumah Ray suasana di sana masih sangat lah rame sekali karena candaan mereka semua dan tak lupa juga ejekan mereka pun silih berganti juga membuat kediaman itu sangat rame bahkan lebih rame dari biasanya
" Lihat lah muka mu kak Kim sangat merah sekali seperti kepiting rebus . Kau rupa nya memang sudah mencintai kak Ray ya ". Kata Bianca menggoda
" Gak , mana mungkin gue suka dengan cowok kulkas seperti dia ". kata Kim
" Gak salah kan". Kata Bianca membuat Calista dan Fellin pun tertawa renyah di sana mendengar godaan Bianca pada Kim dan di sana juga terlihat sekali jika mereka sangat senang hari ini
" Sudah lah Bianca , mana mau juga kakak dengan nya . Gak ada otak sama sekali jadi tidak cocok dengan kakak ". Kata Ray
" Kalau tidak cocok dengan kakak mungkin saja cocok dengan kak Brandon". Kata Bianca hanya bercanda saja
" Mana mungkin juga Brandon mau dengan dia yang otak nya hanya Lima persen saja ". Kata Ray
" Kok ngegas sih kak , cemburu ya ". Kata Bianca membuat mereka semua kembali tertawa dan para orang tua yang mendengar pun juga hanya bisa menahan tawa nya saja kali ini mendengar perkataan Bianca
" Dengar lah Luna, anak mu seperti ketularan virus jahil Kai dan juga calon mertua nya . Sejak tadi tak henti nya dia menggoda Kim dan Ray ". Kata Kikan
" Ya dan dia dengan berani nya menggoda si beruang kutub Ray ". Kata Intan
Plak
Yuli memukul kepala intan dengan entong yang dia pegang tadi karena dia mengatakan jika anak nya seperti beruang kutub
" Sembarangan sekali ya tuh mulut kalau bicara, memang minta di cabein ya ". kata Yuli
" Main getok pala orang se enak nya saja kau ya Yul , kau kira kepala ku meja hakim main pukul saja ". Kata Intan
" Ya salah sendiri mengatakan jika Ray anak ku yang tampan adalah beruang kutub ". Kata Yuli tidak terima dengan apapun yang di katakan Intan saat ini
" Kan Ray memang dingin sekali jadi dia pantas mendapat kan julukan itu kan Yul ". Kata Inara
" Wah ucapan mu Inara , baru juga terdengar suara nya tapi sangat menyakitkan sekali ". Kata Yuli
Di ruang tamu terdengar mereka masih saja bercanda bersama di sana dan Ray juga terlihat beberapa kali kesal dengan Bianca namun dia hanya mengacak rambut Bianca saja jika kesal dengan nya berbeda dengan jika dia kesal dengan yang lain nya
" Oh ya kak Calista kata kak Nathan kapan mau di ajak jalan bersama?". Tanya Bianca membuat Calista terbatuk mendengar nya
" Gak usah gerogi begitu kak santai saja ". Kata Bianca sambil tersenyum
" Apa Kai akan memperbolehkan jika Calista jalan bersama dengan Nathan ?". Tanya Rafael
" Bisa bonyok dia jika melakukan nya ". Kata Derren
" Apa kalian lupa dengan pawang Kai, jadi tentu saja tidak ada masalah jika Calista Jalan dengan Nathan nanti nya ". Kata Kim
" Nah otak kak Kim sudah mulai jalan , cocok nih dengan kak Ray ". kata Bianca
" Jangan mulai Bianca , sudah cukup dari tadi gue di bully kak Ray dengan kata gak ada otak ". kata Kim
" Bully an yang mengandung cinta di dalam nya Kim jadi terima saja ". Kata Calista sambil bertos ria dengan Bianca
" Kompak sekali ya kakak ipar dan adik ipar ini ". kata Kim
" Tentu saja , kita kan ipar Lo jadi harus kompak dong ". Kata Bianca
" Sudah Ray tembak saja tunggu apalagi coba , mumpung dia di depan mata ". Kata Fellin
Mereka masih saja bercanda dengan Ray sebagai target nya , masih sama dan tidak berubah sama sekali sejak tadi dan Ricky serta yang lain nya hanya mendengar saja anak-anak mereka bercanda di sana
" Apa Kau setuju Rick jika anak Ruben yang akan menjadi pendamping Ray ?". Tanya Ipank
" Itu semua tergantung Ray nya , jika dia mau ya tidak masalah aku akan mendukung nya ". Kata Ricky
" Rezeki nomplok sekali Ruben jika memiliki besan seperti mu". Kata Galang
__ADS_1
" Bukan hanya Ruben saja tapi Sam juga ". kata Ken
" Dan sayang nya Ipank gugur karena Calista lebih memilih Nathan dari pada Ryan ". Kata Rere
" Tidak masalah gugur kali ini tapi siapa tahu nanti cucu ku bisa besanan dengan cucu Ricky ". Kata Ipank
" Kau sama seperti intan ternyata Pank ". Kata Ricky
" Nama nya juga sepasang suami istri jadi kita sehati lah Rick". Kata Ipank
Mereka masih mengobrol di sana dan terlihat juga masih obrolan santai saja kali ini .
Tak terasa malam pun tiba dan di meja makan sudah banyak sekali orang yang kini sudah siap untuk menyantap makan malam nya kali ini . Kim pun masih berada di sana untuk ikut makan malam bersama mereka
" Kim makan yang banyak karena menghadapi Ray butuh tenaga ekstra ". Kata Yuli
" Iya Bun memang kak Ray itu sangat lah menjengkelkan sekali dan butuh tenaga super agar bisa menghadapi nya ". Kata Kim
" Bunda saja juga kadang kesal dengan Ray karena ekspresi wajah nya itu sangat datar sekali sama persis dengan uncle Arok ". Kata Yuli
" Kau ya yul masih saja tidak berubah selalu mencari gara-gara dengan ku ". Kata Arok
" Sudah lama aku tidak mengajak mu bertengkar dan aku rindu sekali dengan ekspresi marah mu ". Kata Yuli
" Untung saja kau istri Ricky, jika tidak habis kau sejak dulu Yuli Ramadhani Airlangga ". Kata Rere
" Jajan kali papa di habisin ". Kata Bianca
" Bianca , jika dengan mereka kenapa suasananya jadi menyeramkan sekali ya dan selalu saja bahas menghabisi nyawa orang ". Kata Kim
" Jangan takut , mereka manusia kok bukan vampir jadi darah mu aman kak ". Kata Bianca bercanda
" Lo ya selalu saja bercanda jika di ajak bicara dan tidak mau serius sama sekali ". Kata Kim
" Jangan terlalu di seriusin kak , bawah santai saja kecuali hubungan kakak dengan kak Ray boleh tuh di seriusin ". Kata Bianca
" Bianca sudah kamu dari tadi mama dengar kan ngomong Mulu , diam dan makan sekarang ". Kata Luna membuat Bianca tersenyum lalu dia pun segera makan sekarang dengan lahap nya . Setelah selesai makan kini terlihat Kim ingin kembali pulang dan Ray juga tampak akan pergi keluar karena dia sudah mengenakan jaket nya
" Bunda , semua nya Kim pulang dulu ya ". Kata Kim berpamitan
" Kok buru-buru sih Kim , di sini saja dulu atau gak kamu menginap saja di sini ". Kata Yuli
" Besok harus kuliah Bun dan juga kasihan papa di rumah sendirian saja ". Kata Kim
" Ah ya sudah kalau begitu tapi besok main ya kemari . Ray kamu mau pergi keluar kan ?" Tanya Yuli
" Iya Bun ". Jawab Ray
" Sekalian antar Kim pulang, kasihan jika dia harus jalan kaki ke rumah nya ". Kata Yuli
" Lah , mana mungkin juga Bun Kim mau jalan kaki . Pegal nanti kaki Kim atau gak copot nanti ini kaki jika di buat jalan dari sini ke rumah ". Kata Kim
" Nah maka dari itu agar tidak copot biar Ray yang mengantar kamu sayang ". Kata Yuli
" Ayo jangan lelet ". Kata Ray yang sudah pergi lebih dahulu meninggalkan Kim setelah dia berpamitan dengan Yuli dan Ricky
" Kak pelan sedikit dong jalan nya , kenapa sih Lo , Lagi datang bulan ya kok marah Mulu ". Kata Kim
" Gila kali Lo ya , mana ada cowok datang bulan dasar otak lima persen ". Kata Ray yang kini membuat julukan baru untuk Kim , setelah dulu dia menyebutkan si kuman sekarang dia malah menyebut otak lima persen dan Kim sangat tidak suka sekali dengan sebutan itu
" Gue pintar ya kak , ya walau pun tidak sepintar Lo dan yang lain nya ". Kata Kim yang sudah duduk manis di mobil Ray dan mobil itu juga sudah pergi meninggalkan halaman rumah menuju kediaman Kim
" Kak Lo mau kemana tumben sekali tidak dengan Arthur?". Tanya Kim
" Gak usah banyak bicara sekarang dan duduk manis saja di sana Kim ". Kata Ray yang kini masih fokus mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan sedang Saja
__ADS_1