Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Tersenyum Jahil


__ADS_3

Kai tampak berpikir sejenak sebelum dia menyetujui apa yang di katakan oleh Calista tadi kepada nya


" Baik lah aku menerima saran dari mu tapi jika aku menyiksanya juga di tempat pengasingan maka jangan menahan ku ". Kata Kai


" Aku tidak akan menahan dan aku pun akan selalu mendukung mu Kai ". Kata Calista


Kai mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun segera menancapkan gas mobil nya dengan cepat menuju tempat yang ingin Calista kunjungi saat ini bahkan dalam perjalanan pun mereka masih saja mengobrol tentang rencana mereka nanti nya untuk Fellin Agar dia bisa mendapatkan balasan atas perbuatannya itu yang sangat merugikan sekali


" Kai bagaimana kalau kita pergi belanja sudah lama juga kamu yang banyak uang ini tidak membelanjakan aku ". Kata Calista


" Bukan nya akan sangat mencolok jika kita pergi belanja hari ini ". Kata Kai


" Benar juga ya ah sudah lah sebaik nya kita pergi ke rumah sakit saja ". Kata Calista yang memang merasa jika apa yang Kai katakan ada benar nya dan kini dia pun segera bergegas ke rumah sakit kali ini


" Kai aku sangat muak sekali jika bertemu dengan kak Fellin nanti di sana dan tentu saja aku pasti ingin menghajar nya ". Kata Calista


" Kalau begitu jangan ke sana nanti kamu malah akan membuat keributan saja mending kamu ikut Nathan Saja ". Kata Kai


" Ikut Nathan maksud nya , apa mereka tidak ke rumah sakit hari ini?". Tanya Calista


" Tentu saja tidak bahkan mereka memiliki urusan sendiri jadi tidak bisa ke rumah sakit setiap hari bukan ". Kata Kai


" Dia sibuk dan kau menyuruh ku ikut dengan nya yang benar saja kau ini Kai ". Kata Calista


" Ya aku menyuruh ikut agar kamu tahu bagaimana Nathan ketika bekerja dan siapa saja yang mencoba untuk mendekati nya agar nanti kamu tidak salah paham jika ada wanita yang akrab dengan nya ". Kata Kai


Calista menatap Kai sekarang ini dan dia menangkap jika dari ucapan nya tadi berarti Nathan dekat dengan wanita lain selain dia dan Bianca tapi Calista tidak akan cemburu selama itu hanya sebatas pekerjaan saja


" Ya sudah aku ikut ke rumah sakit saja deh daripada mengganggu pekerjaan Nathan nanti nya ". kata Calista


" Yakin gak mau ke kantor Nathan nanti jika dia dekat dengan wanita yang lebih cantik bagaimana". Kata Kai mencoba menggoda kembaran nya


" Ya sudah jika dia tergoda aku bisa apa juga ". Kata Calista


Kai mengacak rambut Calista atas jawabannya tadi dan dia pun kini kembali fokus menyetir saja agar bisa segera sampai di rumah sakit


Sementara itu kini Fellin terlihat sangat lemas sekali di dalam toilet bahkan dia seperti tidak punya tenaga lagi untuk berteriak meminta tolong kali ini


" Kenapa aku harus terkunci di sini dan kenapa juga tidak ada yang mendengar ucapan padahal aku mendengar beberapa kali jika ada orang masuk ke dalam ". Kata Fellin


Dia merasa energi dan tenaga nya sudah habis jadi kini dia hanya bisa terduduk lemas sambil bersandar di dinding saja


" Bagaimana Sam keadaan nya ?". Tanya Ricky yang ada di dalam ruangan


" Masih sama ". Jawab Sam

__ADS_1


" Apa kamu tidak punya cara atau kenalan untuk menyembuhkan anak kita sayang ?". Tanya Luna


" Kita lihat saja dalam beberapa hari lagi jika dia masih belum sadar maka aku akan melakukan tindakan bersama dengan Ken dan juga Steven nanti nya ". Kata Ricky


" Steven dokter yang dulu bersama kamu waktu mengamuk dan menghajar Arok dulu ?". Tanya Yuli


" Ya dia dan dia bisa di andalkan juga dalam hal ini ". Kata Ricky


" Kenapa harus menunggu lagi Rick dan kenapa tidak Sekarang saja ". kata Luna


" Dia sudah mendapat kan penanganan jadi aku tidak bisa sembarang lagi menangani nya jadi harus menunggu efek nya dulu ". kata Ricky


" Sabar lah kak dan jangan cemas kita berdoa saja yang terbaik untuk Bianca ". Kata Yuli


Tentu saja Luna tidak bisa jika tidak khawatir sebab ibu mana yang tidak khawatir jika kondisi anak nya seperti ada di depan mata nya ini terbaring tak berdaya sambil di bantu berbagai macam alat di tubuh nya


" Apa Kai tidak ke sini ?". Tanya Arok


" Dia tadi baru pergi dan semalam juga menjaga di sini bersama ku ". Kata Sam


" Aku kira dia tidak ke sini dan masih sibuk mencari di mana pelaku nya ". Kata Ipank


" Banyak sahabat nya yang bisa dia andalkan jadi dia tidak akan bergerak sendiri untuk mencari nya kecuali mereka sudah tidak bisa dia andalkan lagi ". Kata Ricky


Ceklek


" Kenapa kalian menatap kita seperti itu ?". Tanya Kai berjalan menuju mereka semua


" Dari mana kalian berdua?". Tanya Ray


" Markas ". Jawab Kai singkat lalu memeriksa keadaan Bianca


" Kai apa kamu tidak memiliki cara untuk menyembuhkan nya ?". Tanya Luna


" Mama tenang saja dia sudah melewati masa Kritis nya jadi tunggu beberapa hari dia pasti akan sadar ". Kata Kai membuat Luna pun kini menatap nya dengan tatapan yang mata berbinar-binar sekarang ini bahkan dia bersyukur jika Bianca akan segera sadar dan kini dia pun memeluk Kai


" Apa benar yang kamu katakan Kai jika dia akan segera sadar apa kau tidak bohong kepada mama dan hanya berniat menghibur mama saja ?". tanya Luna


" Apa Kai pernah berbohong kepada mama tentu saja tidak kan jadi mama jangan berpikir negatif kepada Kai sebab Kai tidak akan bisa membohongi mama ". Kata Kai


" Bagaimana bisa kamu tahu jika dia akan segera sadar Kai bahkan kondisi nya saja sama dari hari ke hari". kata Rere


" Jangan meremehkan Kai uncle apa uncle lupa siapa Kai hingga berkata seperti itu ". Kata Kai


" kita hanya heran saja Kai bagaimana cara kerja mu hingga kau bisa menyembuhkan dia bahkan Ken dan Daddy mu sudah berusaha tapi tidak bisa malah Daddy mu akan menggandeng Steven ke sini ". Kata Ipank

__ADS_1


" Daddy sudah tua jadi dia sudah tidak bisa di andalkan lagi sekarang ini dalam hal seperti ini ". Kata Kai membuat Ricky memukul kepala nya sekarang ini


" Omong kosong apa yang kau katakan. Apa begitu cara ku mendidik mu hingga kau bicara se enek nya saja tentang ku Kai ". Kata Ricky


" Hanya bercanda Daddy jadi jangan terlalu kesal seperti itu bahkan Kai pun juga tidak berniat apapun hanya ingin menghibur semua yang ada di sini saja ". Kata Kai


" Dan kau pikir lelucon itu bagus untuk menjadi penghibur di sini ". Kata Ricky


" Sayang sudah lah Jangan Membuat keributan di sini tidak baik apalagi Bianca masih sakit . Biarkan dan jangan di ambil hati ucapan dia sebab kamu tahu sendiri bukan bagaimana anak kamu itu ". Kata Yuli menenangkan suami nya saat ini


" Ngomong-ngomong kak Fellin kemana kok aku gak melihat dia di sini ?". Tanya Calista


" Oh iya Fellin kemana kenapa dia belum kembali juga tadi kan dia mengatakan jika pergi ke toilet ". kata Kikan


" Biar Axel saja yang mengecek nya ". Kata Axel hendak beranjak namun di hentikan oleh Calista


" Mau masuk toilet cewek Lo mesum banget . Sudah biar gue saja yang mengecek nya kan gue cewek jadi aman lah ". Kata Calista


Calista kini berjalan pergi menuju toilet untuk melihat keadaan Fellin bukan menolong nya . Calista ingin tahu bagaimana dia di dalam toilet sana dan dia juga akan mengerjai nya juga nanti di sana


Terdengar suara lemah tak berdaya dari Fellin dan Calista pun tersenyum penuh kemenangan kali ini


" Aku akan membuat mu tidur beberapa jam saja kak jadi kau bisa beristirahat sejenak sebelum mendapatkan pembalasan yang sesungguhnya ". Kata Calista menyeringai


Dia melihat ada Aron di sana dan dia tahu semua ini kerjaan Aron


" Nona ingin apa ?". Tanya Aron


" Aku hanya ingin dia terpeleset ketika keluar lalu jatuh dan pingsan setelah itu suntik dia agar tidak sadarkan diri selama beberapa jam. ". Kata Calista


Aron mengangguk kan kepala nya dan dia pun mengambil detergen cair untuk bisa di gunakan Calista melakukan rencana nya dan setelah nya Aron membuka pintu untuk Fellin agar dia bisa keluar dari sana


" Hah pintu nya sudah bisa terbuka syukur lah ". Kata Fellin


Dengan lemas dia mencoba untuk berdiri dan segera keluar dari sana dan tak berapa lama dia terpeleset dan jatuh


Ah bruk


Fellin jatuh ke lantai lalu pingsan membuat Calista yang tadi nya bersembunyi pun kini menampakkan diri nya lalu dia menyuntik Fellin kali ini


" Kau pergilah Aron dan aku akan memanggil yang lain nya untuk menggendong si bodoh ini ". Kata Calista


Aron mengangguk kan kepala nya dan kini Calista pun segera pergi dari sana Menuju ruangan dan dia berusaha mengatur semua agar akting nya bagus dan mereka percaya . Calista terlihat berlarian dan masuk dengan nafas terengah-engah membuat mereka menatap heran kecuali Kai


" Cal kenapa ?". Tanya Ray

__ADS_1


" Kak Fellin dia seperti nya pingsan di kamar mandi dan aku tidak bisa menggendong nya jadi memanggil kalian saja ke sini ". kata Calista


Dan beberapa orang pun segera berlari menuju kamar mandi untuk melihat dan membawa Fellin keluar dari sana dan Menuju ruang inap agar dia segera di tangani dan Calista tersenyum jahil kali ini namun senyuman nya itu tertangkap oleh Kai dan juga Sam serta Ricky sang Daddy tanpa dia sadari sedikit pun juga


__ADS_2