Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Nongkrong Bareng


__ADS_3

Setelah selesai makan juga kini Arok dan istri serta anak nya sudah pergi pulang bahkan dalam perjalanan pun dia hanya diam saja tanpa kata sedang kan anak nya kini tertidur di bangku belakang. Rachel yang merasa di diam kan pun langsung angkat bicara karena dia merasa kalau memang dia sudah benar


"Aku bahkan tidak salah sama sekali tapi kenapa Ricky seperti itu, bahkan jauh sebelum kenal Yuli dia juga sudah kenal aku duluan kan ". Kata Rachel


"Diam dan jangan banyak bicara ". Kata Arok


Rachel menatap Arok dengan tatapan tak suka nya bahkan dia kini merasa menang Yuli itu perempuan yang tidak tahu diri dan gatal. Bahkan Rachel juga berpikir jika Yuli juga menggoda suami nya . Kini mobil mereka sudah sampai di rumah dan Rachel pun menggendong Axel yang sedang tertidur dan juga langsung menaruh dia ke kamar nya saat ini bahkan dia terlihat sangat nyenyak sekali saat ini. Setelah itu Rachel pun masuk ke dalam kamar nya untuk segera membersihkan diri lalu beristirahat.


"Jangan pernah berkata buruk tentang Yuli apalagi seperti tadi ". Kata Arok


"Kalian bahkan selalu saja membela dia padahal yang lebih dulu kenal kalian adalah aku ". Kata Rachel


"Tutup mulut mu itu bahkan kau yang selalu saja menjelekkan dia . Entah ada apa dengan mu Hel hingga kau Sekarang berubah sekali semenjak dari Australia". Kata Arok


"Aku berubah, apa tidak salah. Bukan nya kalian semua yang berubah dan selalu saja menyanjung Yuli ". Kata Rachel


Arok memang sengaja membiarkan istri nya itu melakukan hal semua nya tanpa melarang nya karena dulu dia juga sudah berkomitmen jika Rachel bisa bekerja setelah mereka menikah namun hal yang Arok dapatkan kini tidak lah sesuai dengan dugaan nya bahkan dia kini curiga ada yang menghasut istri nya dan Arok akan mencari tahu kebenaran nya nanti


"Sebaik nya tidur lah sekarang dan jangan banyak bicara jika masih ingin hidup aman tetap lah di rumah untuk beberapa waktu karena aku tahu bagaimana Ricky". Kata Arok yang kini keluar kamar menuju ruangan kerja nya, sementara itu Rachel pun tampak sangat kesal sekali. Terdengar ponsel nya pun berdering dan dia pun segera mengangkat nya saat ini


"Halo Hel apa kabar ?". Tanya seseorang dari sebrang sana


"Ah aku baik, kamu apa kabar juga lama kita tidak bertemu". Kata Rachel


"Aku juga baik Hel. Kapan-kapan ayo kita bertemu ". Ajak nya


"Ya nanti kalau ada waktu kita jalan bareng ya ". Kata Rachel


"Tentu saja dan aku juga sudah sangat menantikan hal itu". Kata nya


"Aku mau cerita sesuatu tentang Yuli bahkan tadi aku sempat menghina dia ". Kata Rachel


"Jangan terburu-buru Hel, apa kamu lupa siapa suami nya dan bisa saja kamu akan di bunuh oleh nya nanti ". Kata nya dengan nada tenang nya


"Aku pun tidak takut dengan hal itu bahkan Ricky pun tidak akan berani melakukan nya kepada ku". Kata Rachel


"Sabar saja Hel, bahkan Arok pun juga tidak akan mampu kan melawan Ricky". kata nya


"Tidak mungkin jika dia kalah". Kata Rachel


"Ricky bahkan bisa membunuh kalian semua tanpa ampun jadi hati-hati Hel". Kata nya

__ADS_1


"Iya tenang saja bahkan aku bisa membuat mereka semua juga dalam bahaya".Kata Rachel


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba di buka dan Rachel pun langsung mematikan ponsel nya dan menyudahi obrolan dia . Kini Arok pun menatap nya dengan tajam bahkan dia terlihat sekali seperti mengintimidasi Rachel


"Bicara dengan siapa ?". Tanya Arok


"Teman lama. Sudah aku mau tidur dulu". Kata Rachel


"Ingat besok Jangan keluar rumah karena Ricky pasti akan melakukan sesuatu karena ucapan mu tadi ". Kata Arok


Rachel tidak perduli sama sekali dan dia pun langsung tidur di atas ranjang nya dan Arok pun kini juga berbaring di atas ranjang sambil menatap istrinya itu bahkan dia terlihat sangat menakutkan sekali kali ini namun Rachel berusaha Setenang mungkin lalu dia pun segera memejamkan mata nya saat ini.


Sementara di tempat yang berbeda seseorang tersenyum senang sekali saat ini


"Mungkin kita bisa memanfaatkan Rachel tapi ingat jangan sampai identitas kita tertebak oleh Arok karena aku yakin jika dia pasti akan mencari tahu tentang kita ". Kata seseorang itu sambil meminum alkoholnya


"Ya dan kita harus bermain sangat rapi agar bisa melancarkan segala rencana kita agar nanti kita bisa mengambil salah satu anak Ricky ". Kata seseorang yang lain nya sambil tersenyum juga


Di rumah Ricky kini Yuli pun terlihat menatap suami nya itu bahkan dia tersenyum menggoda sang suami agar dia tidak marah dengan Rachel


"Mau kemana?" Tanya Ricky


"Kafe , nongkrong". Kata Yuli


"Sudah malam sebaik nya istirahat saja". Kata Ricky


Yuli pun memanyunkan bibir nya dengan tanggapan Ricky membuat Ricky tersenyum saat ini dsn menatapnya


" Ayo kita pergi, anak-anak biar di rumah dengan Luna dan Sam ". kata Ricky


Yuli pun memukul suami nya itu karena tadi dia menggoda nya membuat Ricky langsung mencium nya


"Panggil yang sopan, kak Luna dan kak Sam ". Kata Yuli


"Iya iya. ayo katanya mau nongkrong". Kata Ricky sambil berdiri dan mengukur kan tangan nya kepada istri nya itu


Kini mereka pun segera pergi dan tak lupa juga Yuli berpamitan dengan anak-anak nya dan juga kakak nya. Mereka hanya pergi berdua saja bahkan Ricky sendiri juga yang menyetir mobil nya karena memang mereka hanya akan berduaan saja


"Apa mau ke mall dulu atau langsung ke kafe saja ?". Tanya Ricky

__ADS_1


"Ke kafe saja tapi cari kafe yang bagus pemandangan nya agar enak nanti untuk bersantai". Kata Yuli


Ricky pun kini melajukan mobil nya menuju sebuah kafe yang memang cukup bagus dan sangat terkenal sekali bahkan di sana pemandangan nya juga sangat bagus karena kafe tersebut adalah milik dia namun Yuli tidak mengetahui nya. Sebenar nya kafe itu adalah hasil desain dari Kai anak nya tanpa sepengetahuan nya dan dia memberikan nya kepada Sam


Mereka berdua pun kini sampai di sana bahkan terlihat Yuli sangat terpukau dengan keadaan kafe tersebut


"Wah bagus sekali tempat nya ini ". Kata Yuli


"Kamu suka sayang?". Tanya Ricky


"Suka sekali bahkan terlihat sekali jika tempat ini memang cocok untuk anak muda ". Kata Yuli


"Kita juga masih muda , ayo masuk ke dalam ". Kata mengajak.


Scurity di sana pun terlihat menunduk hormat kepada Ricky bahkan kini mereka pun langsung menuju lantai dua untuk bersantai di sana dan juga nongkrong berdua


Yuli memesan beberapa makanan ringan untuk dia dan Ricky tak lupa juga minuman nya.


"Sayang untuk Rachel jangan di masukkan hati ucapan nya tadi ". Kata Yuli


"Tergantung. Jika dia masih bodoh maka aku akan bertindak". Kata Ricky


"Jangan melakukan hal yang akan membuat kamu menyesal nanti nya karena Rachel adalah istri sahabat kamu". Kata Yuli


"Justru jika aku tidak bertindak maka dia yang akan celaka". Kata Ricky


Yuli tampak kebingungan dengan jawaban Ricky tadi bahkan dia juga tidak tahu maksud dari ucapan nya


"Apa maksud kamu?". tanya Yuli


"Rachel terlalu bodoh dan mudah di hasut berbeda dengan Kinara dan Kikan serta intan bahkan Inara juga jadi dia pasti bisa di manfaatkan oleh orang". kata Ricky


"Jadi kamu pikir Rachel di manfaatkan seseorang?". Tanya Yuli


"Ya, ada seseorang yang memanfaatkan dia ". Kata Ricky


"Apa Arok tahu akan hal tersebut?". Tanya Yuli


"Dia mungkin sudah bisa merasakan tapi dia masih belum tahu siapa yang melakukan nya ". Kata Ricky


Yuli hanya terdiam saja dan menurut dia juga mungkin memang benar apa yang di katakan Ricky dan Yuli berharap agar Ricky juga tahu siapa yang melakukan nya agar Rachel tidak terlalu terjerumus nanti nya dengan permainan orang tersebut

__ADS_1


__ADS_2