
Mereka masih mengobrol dan bercanda bersama di sana bahkan kini terlihat Calista juga mengajak mereka untuk pergi ke taman rumah nya dan mengobrol di sana nanti nya
" Mending ngobrol di taman saja Bianca lebih enak ". Ajak Calista
" Iya juga kak apalagi di sana juga pemandangan nya sangat bagus sekali ". Kata Bianca
" Ya sudah tunggu apalagi ayo ke sana kak Fellin ayo kita pindah ke belakang saja ". Kata Calista mengajak Fellin juga
mereka berempat pun segera pergi dan tak lupa juga membawa cemilan yang ada . Mereka tidak ingin merepotkan pembantu di rumah itu jadilah Mereka berusaha untuk membawa nya sendiri saja sekarang ini
" Bianca tunggu kakak mau bicara sebentar dengan mu ". Kata Arthur mengehentikan langkah Bianca
" Kalian duluan saja nanti aku akan menyusul ". Kata Bianca
"Arthur kemudian mengajak adik nya itu untuk pergi ke ruangan atas dan mereka tidak hanya sendiri saja melainkan dengan William juga . Kai yang tahu jika mereka bertiga akan mengobrol bersama pun ingin mendengar kan obrolan nya juga dan dia kini melangkah kan kaki nya untuk menyusul mereka bertiga
" Mau kemana Kai , ikut kita saja dan jangan ikut campur urusan mereka ". Kata Ray menarik baju adik nya itu dan menyeret nya agar ikut bersama dengan nya dan yang lain nya juga ke taman samping rumah
" Apa sih kak , main tarik saja gue bukan kucing ya dan Lo Seenak nya main tarik baju gue saja ". Kata Kai protes dengan Ray
" Lo mau ikut campur kan urusan mereka jadi gue menarik Lo tadi agar tidak mengacu di sama dan itu akan membuat Bianca semakin menjauhi Lo nanti nya ". Kata Ray
" Justru jika gue tidak ikut ke sana dia pasti akan lebih dekat lagi dengan William dan gue juga tidak akan mau jika kalah saing dengan so bodoh itu ". Kata Kai
Dia sangat kesal sekali mengingat bagaimana perlakuan Bianca Kepada William berbeda sekali dengan perlakuan dia kepada nya bahkan Bianca bisa tertawa lepas dengan William sedang kan dengan nya dia hanya bisa bertengkar saja sejak dulu
" Mereka tidak Mungkin saling suka bahkan William Memiliki banyak kekasih di luar negeri dan Bianca pun tahu juga akan hal tersebut jadi dia tidak akan mau menjadi kekasih William ". Kata Ray meyakinkan Kai agar dia tidak berpikir jika dia akan kalah dengan William walau pun Ray tahu aduk nya itu sangat lah ambisius namun dia juga punya titik di mana dia akan khilaf dan bertindak karena emosi oleh sebab itulah dia kini menenangkan Kai
" Romantis sekali ya mereka berdua dan baru kali ini juga gue melihat mereka akur dan mengobrol dari hati ke hati ". Kata Kim
" Walaupun kak Ray terlihat dingin dan cuek tapi sebenar nya dia sangat hangat dan perhatian sekali kepada kita para adik nya yang selalu saja tidak bisa di atur ini ". Kata Calista
" Ray memang sangat hangat dan selalu perduli dengan orang yang dia sayangi jadi jika dia membuat mu kesal maklumi saja lah dia ". Kata Fellin
" Dia selalu saja membuat gue kesal kak bahkan terkahir dia membuat gue harus begadang untuk menyelesaikan proposal nya waktu itu ". Kata Kim yang tampak kesal mengingat bagaimana dia di perintah Ray waktu itu
" Ray memang suka kerja cepat dan dia tidak pernah mau menunda pekerjaan sama sekali jadi ya kamu harus sabar dan gesit jika bekerja sama dengan nya ". Kata Fellin
" Lo kekasih nya ya , maka nya tahu banyak tentang kak Ray ?". tanya Kim penasaran
" Kita hanya bersahabat saja tidak lebih kok ". Kata Fellin sambil tersenyum menatap Kim
Fellin merasa jika Kim cocok dengan Ray yang pendiam bahkan dia bisa menciptakan suasana ramai ketika bersama dengan Ray seperti di Villa waktu itu . Ray yang dingin dan pendiam memang butuh sosok seperti Kim yang cerewet agar hari-hari nya menyenangkan nanti nya . Mereka kini duduk di taman bahkan di sana juga sudah tersedia alas untuk mereka duduki
" Kak tumben Lo gak bekerja , biasa nya Lo kan sibuk sekali ". Kata Kim
Ray hanya menatap nya sekilas lalu dia pun kini kembali menatap lurus ke depan dan mengacuh kan pertanyaan Kim tadi . Kim tidak tinggal diam dan kini dia pun menghampiri Ray dan beridiri di hadapan nya saat ini
" Kak Lo tidak budeg Kan atau Lo lagi sariawan ya hingga tidak bisa menjawab pertanyaan gue . Kenapa tidak bilang tadi kan bisa gue belikan obat ". Kata Kim
" Lo mulut mercon bisa diam gak dari tadi mengoceh saja ". Kata Ray
" Nah ini bisa ngomong tapi kenapa tadi gak jawab pas gue tanya ". kata Kim
" pertanyaan yang tidak penting memang tidak butuh jawaban bukan ". kata Ray
__ADS_1
" Tapi menurut kita semua itu penting kali kak ". Kata Kim
" Semua , Lo saja kali kita gak ". Kata Kai
" Si biang kerok kenapa Lo nyahut saja kayak listrik ". Kata Kim
" Gue punya mulut jadi terserah dong gue mau bicara atau gak ". Kata Kai
" Bilang saja Kai kalau Lo cemburu jika Kim dekat dengan kakak Lo ". Kata Erland
" Berani ya Lo mengatakan hal seperti itu , memang ingin mati sekarang Lo ya ". Kata Kai berjalan mendekati Erland namun Erland pun sudah berdiri mencari perlindungan Karena dia juga takut dengan tatapan Kai saat ini kepada nya
" Geu hanya bercanda Kai jadi sorry lah ". Kata Erland
" Jika Ma'af berlaku apa guna nya penjara bodoh ". Kata Kai
Dia segera mengejar Erland bahkan mereka di sana pun terhibur dengan aksi kejar mengejar antara Kai dan juga Erland . Kai memang tidak pernah suka jika di jodohkan dengan wanita lain jika Bianca sudah ada bersama dengan nya hal itu karena dia tidak mau di anggap playboy oleh wanita yang dia cintai
" Kai ampun gue minta maaf ". Kata Erland sambil tetap berlari
" Tidak ada kata Ma'af untuk Lo bodoh ". Kata Kai yang masih mengejar Erland sekarang ini
" Lihat lah kelakuan dia seperti bocah saja ". Kata Kim
" Lo juga seperti bocah Kim jika berhadapan dengan Kai ". kata Brandon
" Itu karena dia yang selalu mencari gara-gara dengan gue ". Kata Kim
" Apa Kai mencintai cewek tadi yang bernama Bianca ?". Tanya Brandon
" Kenapa Lo tanya seperti itu , atau jangan-jangan Lo tertarik juga dengan Bianca ?". Tidak Rafael
" Tapi Bianca tidak menyukai Kai kan jadi tidak masalah juga kan jika ada yang tertarik dengan nya selain diri nya ". Kata Brandon
" Kalian sudah lama bersahabat dengan Kai apa kalian belum tahu bagaimana sifat nya ". Kata Axel
" Tentu saja kita tahu bahkan jika dia marah itu sangat mengerikan sekali ". Kata Sky
" Jika kalian tahu maka jangan coba-coba untuk mendekati Bianca ". kata Ryan
" Hanya ingin berteman saja dengan nya apa itu juga tidak boleh ?". Tanya Nathan
" Lo tidak perlu jawaban bukan untuk pertanyaan itu ". Kata Ryan menatap Nathan dengan tajam nya . Ryan tahu jika selama ini sahabat Kai yang satu itu selalu menatap Calista dan hal itu membuat nya sangat tidak suka dengan Nathan bahkan dia juga ingin sekali mencongkel mata Nathan agar tidak bisa menatap Calista sesuka hati nya
Kai dan Erland masih saja kejar-kejaran di sana dan di ruangan nya kini Yuli juga masih berbicara dengan ketiga pria yang ada di sana dan salah satu adalah suami nya sendiri yang kini memeluk nya sejak tadi Dengan erat sekali
" Bray aku minta maaf juga dengan apa yang di katakan Kai dulu yang dia ingin menjadi kan Fellin sebagai istri nya bahkan kau juga pasti tahu kan jika Ray juga menyukai anak mu itu ". kata Yuli
" Ya tentu kita para orang tua juga sudah mengetahui nya kan bahkan terlihat sekali menang Ray berbeda jika bersama dengan Fellin tapi Yul aku tidak bisa memaksa jika Fellin tidak menyukai Ray maka aku tidak akan bisa berbuat banyak nanti nya ". kata Bryan
" Ya aku tahu hal itu maka dari itu aku pun tidak menjodoh kan nya Dengan Ray sewaktu mereka kecil sebab aku percaya jika nanti Ray akan mendapat kan wanita yang memang sesuai dengan nya dan bisa melengkapi diri nya yang sangat dingin dan cuek itu ". Kata Yuli
" Bahkan Ray tidak pernah menggoda wanita dan dia juga terlihat tidak pernah berpacaran sama sekali jadi dia butuh sosok yang ceria seperti bunda nya agar klop nanti nya ". kata Bryan
" Ini yang harus ku pastikan agar Ray memang benar mendapat kan wanita yang seperti itu sama seperti ku ". Kata Yuli tersenyum
__ADS_1
" Jika sama seperti kamu jatuh nya kembar dong sayang ". Kata Ricky
" Ya tidak sama juga muka nya hanya saja agak sedikit rame dan ceria saja ". Kata Yuli
" sedikit , kalau kamu ya memang sangat rame Yul orang nya bahkan tidak bisa diam sama sekali ". Kata Bryan
" Kalau gak kayak gini mana Mungkin bisa menjadi istri leader ". Kata Yuli membuat Ricky semakin memeluk nya dan dia pun mencium nya juga sekarang ini
Di lain tempat terlihat Bianca dan juga kakak nya Serta William kini tengah duduk di kamar Arthur bahkan mereka terlihat sangat serius sekali sekarang
" Seperti nya ada yang meretas dokumen penting kita Bianca ". Kata Arthur
" Mana mungkin kak ada yang bisa melakukan nya bahkan Bianca sudah mengunci nya dengan baik dan kak William pun juga tidak bisa kan meretas nya Waktu itu ". Kata Bianca yang tidak percaya jika pertahanan nya bisa di terobos oleh seseorang saat ini bahkan dia juga sudah yakin jika itu semua akan aman namun perkataan sang kakak membuat nya sangat tidak percaya sekali dengan apa yang dia dengar
" Hal itu memang benar Bianca dan gue pun juga heran kenapa ini bisa terjadi ". Kata William
Arthur segera menyalakan laptop nya dan mini dia pun menunjukkan nya Kepada Bianca saat ini . Bianca yang melihat nya pun hampir tidak percaya bagaimana bisa semua keamanan nya itu rusak dan bisa di terobos dengan mudah . Dia kini menyimpulkan jika yang melakukan nya pasti bukan lah orang sembarangan juga
" Kenapa bisa seperti ini kak padahal aku sudah memberikan perlindungan yang baik sekali untuk semua data nya ". Kata Bianca merasa tidak percaya dengan semua ini Bahkan dia sudah yakin sekali jika semua data yang penting milik mereka bertiga untuk usaha yang di bangun akan aman tapi kenapa semua malah hilang tanpa bisa di kembalikan lagi
" Kakak juga tidak tahu maka dari itu Kakak tanya kepada mu ". Kata Arthur
" Apa ada musuh kita yang mulai membuat ulah ?". Tanya William
" Mana ada kita musuh kak Wil , jangan aneh-aneh ya kalau bicara ". Kata Bianca
" Mungkin saja mantan kekasih Lo Bianca yang melakukan nya ". Kata William
" Tidak mungkin kak lagian mana pernah juga Bianca pacaran itu hanya gosip saja dulu ". Kata Bianca yang tidak membenarkan apa yang di katakan William tadi
" Sudah jangan berdebat dan kita harus mencari solusi nya Segera ". Kata Arthur
Bianca mengambil laptop milik sang kakak dan dia pun mencoba untuk memulihkan data nya kembali . Beberapa kali dia mencoba bahkan William juga sudah mencoba nya namun tidak pernah berhasil sama sekali dan Bianca juga mengalami hal yang sama itu membuat mereka bertiga sangat lah kesal hari ini
" Kenapa bisa seperti ini ". Kata Bianca yang masih saja tidak percaya
" Jalan satu-satunya kita harus meminta bantuan Kai Sebab dia adalah hacker hebat dan tidak di ragukan juga kemampuan nya ". Kata William
" Ya kau benar William kita harus meminta bantuan Kai ". Kata Arthur menatap adik nya sekarang
Arthur dan William kompak menatap Bianca membuat Bianca pun menghela nafas panjang nya kali ini
" Kenapa harus aku kak yang meminta bantuan nya , kan kalian bisa melakukan nya ?". Tanya Bianca
" Dan dia tidak akan mau membantu , Lo tahu kan bagaimana sombong nya dia ". Kata William
" kalian berdua kan belum mencoba nya ". Kata Bianca
" Dari pada mencoba hal yang tak pasti Bianca lebih baik kamu saja yang meminta bantuan Kai karena sudah pasti dia akan membantu ". Kata Arthur
Bianca pun tidak ada pilihan lagi dan dia kini harus meminta bantuan Kai bahkan dia merasa Mungkin saja Kai yang meretas data nya agar dia meminta bantuan nya tapi dia juga tidak bisa menuduh seperti itu bahkan tanpa bukti juga
" Ya sudah Bianca akan ke sana meminta bantuan nya kalian tunggu saja di sini siapa tahu ada keajaiban ". Kata Bianca
Dia berjalan keluar dari kamar sang kakak dan menuju taman untuk menemui Kai bahkan terasa sekali dia kesal kenapa bisa ada yang memasuki nya bahkan virus yang di tanam di data nya pun sangat lah luar bisa hingga Bianca tidak bisa mengembalikan kembali data nya yang sudah hilang dan terkunci itu
__ADS_1
Bianca menghampiri Kai yang Tengah tidur di atas rerumputan bahkan dia kini berada di depan Kai menutupi matahari yang menyinari nya saat ini
" Kak ". Panggil Bianca membuat Kai menatap nya dengan senyuman bahkan yang lain pun juga sama menatap Bianca yang terlihat kesal sekali saat ini