
Balapan kini sudah di mulai namun Ricky masih belum melihat anak nya di sana saat ini dan kini dia pun fokus pada balapan yang ada di depan mata nya itu .
"Bukan nya itu Leader dari Jepang ya?". Tanya Sky
"Kalau Lo sudah tahu kenapa masih saja tanya ". Kata Kai
"Gue hanya memastikan Kai dan kenapa juga ada di sini ". Kata Sky
"Mulut Lo itu banyak bicara sekali ya Sky bahkan sama seperti perempuan saja ". Kata Kai
Yang lain hanya menertawakan mereka berdua saja bahkan Brandon pun tadi sempat memukul kepala Sky karena dia berani mengajak Kai berdebat dan mereka berdua memang selalu seperti itu tapi persahabatan mereka tidak bisa di ragukan lagi .
"Mungkin Sang Leader ingin mencoba kekuatan nya apa masih bisa seperti dulu atau tidak ". Kata Nathan
Mereka para sahabat Kai masih belum tahu jika Ricky adalah Daddy nya dan yang mereka tahu hanyalah Kai anak dari pengusaha sukses saja tanpa mereka tahu jika pengusaha itu adalah Ricky sang Leader jalanan dari Jepang dulu.
"Mana mungkin dia bisa melakukan nya , dia saja sudah tua jadi tidak mungkin juga bisa seperti dulu lagi ". Kata Kai
"Jangan sembarang kalau bicara Kai bahkan Lo pasti tidak tahu bagaimana hebat nya sang leader dulu ". Kata Erland
"Itu dulu dan sekarang berbeda ". Kata Kai
"Kenapa kita tidak ke sana saja dan malah ada di sini ". Kata Sky
"Terus saja bicara dan gue akan merobek mulut tak berguna Lo itu ". Kata Kai
"Diam saja Sky jika Lo masih ingin merasakan bibir para wanita di luar sana ". kata Brandon
Sky pun kini terdiam dan dia kini kembali mengamati pertandingan bahkan dia menahan umpatan nya karena dia tidak ingin jika mulut nya itu akan di robek oleh Kai nanti nya .
"Gue penasaran sekali bagaimana cara dan gaya balapan sang leader". Kata Nathan
"Yang pasti gue lebih baik dari nya saat ini dan dia memang terbaik di jaman nya dulu ". Kata Kai
Kai pun masih menatap ke jalanan bahkan dia juga beberapa kali melihat ke arah sang Daddy di sana yang kini bersama dengan para sahabat nya memantau balapan
"Seperti nya Daddy tahu jika aku ikut balapan ". batin Kai
Ricky dan yang lain nya pun masih sama tetap berada di sana untuk melihat siapa saja yang ikut dalam balapan saat ini
"Seperti nya anak Lo tidak ada di sini Rick ". Kata Ipank
"Tidak, dia ada di sini Rendra adalah Kai, Caesar Narendra Airlangga". Kata Ricky
Mereka pun baru menyadari jika nama panjang Kai seperti itu dan benar saja mungkin dia mengambil nama tengah nya di sini dan tidak memakai nama panggilan sehari-hari nya seperti biasa nya
"Jika memang benar dia tapi kenapa dia Tidak ada di sini Rick ?". Tanya Rere
"Si pembuat Onar yang cerdas itu pasti tahu jika kita akan datang kemari maka dari itu dia bersembunyi dari kita ". Kata Ricky
"Ya dan anak Lo itu selalu saja bisa melakukan segala hal di luar prediksi kita Rick ". Kata Ken
"Itulah hebat nya Kai bahkan darah balapan sang Daddy menurun kepada nya sejak kecil ". Kata Arok
Ricky memang menyadari dari kecil jika Kai lah yang akan menjadi raja jalanan jadi ketika Sam mengatakan hal tersebut dia sudah berpikir jika itu pasti adalah anak nya namun dia juga ingin melihat nya sendiri dengan mata kepala nya baru dia akan mengakui nya bahwa itu adalah Caesar anak nya . Dia kini masih mencari di mana sosok anak nya yang bandel sejak kecil itu dan Ricky kini bisa melihat di mana Kai berada dan dia pun tersenyum setelah melihat anak nya dan juga beberapa sahabat nya itu.
"Kita nunggu hingga selesai apa pulang sekarang Rick ?". Tanya Ipank
"Lo tanya kapan ada balapan lagi dan daftarkan gue untuk ikutan balapan namun jangan menggunakan nama gue nama Angga saja ". Kata Ricky
"Angga ?". Tanya Ken
"Iya, nama gue kan Ricky Airlangga Hartama jadi gue ambil tengah nya saja Angga ". Kata Ricky
"Ok gue akan ke sana sebentar untuk mengatakan nya dan apa Lo bisa ikut atau tidak ". kata Ipank
Ricky masih menunggu di sana sedang kan Ipank kini menghampiri ke area balapan untuk berbicara kepada yang menyelenggarakan dan mendaftar kan Ricky nanti untuk ikut balap liar ini. Setelah berbicara cukup lama kini Ipank kembali ke para sahabat nya
__ADS_1
"Gimana Pank ?". Tanya Ken
"Boleh Rick tapi taruhan nya cukup besar , tujuh Miliar, bagaimana Rick ?". Tanya Ipank
"Gila, balapan tidak berkelas seperti ini taruhan nya segitu ". Kata ken
orang -orang yang balapan tidak terlalu terkenal dan juga terlihat masih kurang pengalaman jadi menurut Ken yang memang sudah lama berkecimpung di dunia balapan bersama dengan para sahabat nya pun merasa itu terlalu banyak, ya walaupun Ricky bisa membayar nya namun sekelas balapan ini menurut dia tidak cocok dengan taruhan sebanyak itu
"Lawan siapa gue Pank ?". Tanya Ricky
"Rendra dan di sini peraturan nya jika ingin melawan Rendra harus mau taruhan minimal tujuh Miliar Rick". Kata Ipank
Ricky mengangguk kan kepala nya dan dia pun menyetujui apa yang di katakan oleh Ipank tadi bahkan dia juga akan menyiapkan uang nya nanti .
Di Kafe terlihat Calista sedang bersama dengan para anak sahabat Daddy dan juga bunda nya
"Cal pesan saja jangan sungkan dan nanti biar Axel yang membayar nya ". Kata Derren
"Kenapa bukan Lo saja yang bayar ". kata Calista
"Kalau gue yang bayar nanti takut nya gak cukup uang nya ". Kata Derren
"apa uncle Ken se pelit itu hingga yang jajan Lo tidak terlalu banyak Derren ?". Tanya Calista
"Bukan nya pelit Calista, papa Ken selalu memberikan uang lebih dan gue juga kan sudah memiliki usaha tapi ya gue mau berhemat saja kan tidak ada yang salah ". Kata Derren sambil cengengesan
"Kalau ada Kai habis Lo Derren di ejek dia bahkan dia akan membuat Lo mati kutu dan tidak bisa berkutik sama sekali ". Kata Rafael
"Ya bahkan Kai akan menghina uncle Ken juga karena merasa dia sudah miskin". Kata Ryan
"Jaga ya bicara Lo Ryan ". Kata Derren
"Kan itu benar Derren , pasti Kai akan mengatakan hal seperti itu jika Lo mengatakan hal tadi ". kata Calista
"Jangan berdebat soal uang , makan saja sepuas nya dan gue yang akan membayar nya nanti ". Kata Axel
"Lo memang baik Axel sama seperti papa Lo , uncle Arok ". Kata Derren
"Gue ke toilet dulu ya ". Kata Calista
"Mau di antar ?". tanya Axel
"Gila kali Lo ya ngantar ke toilet cewek ". kata Calista
"Ya tidak apa-apa Cal , gue bisa nunggu di luar kan ". Kata Axel
"Jangan aneh-aneh ya, gue gak apa-apa pergi sendiri. gue ke toilet dulu dan jaga makanan gue awas nanti di makan Derren ". Kata Calista lalu beranjak dari duduk nya . Calista segera menuju toilet dan dia juga kini terlihat sangat cantik walaupun dengan gaya casual nya saat ini. Setelah selesai dari toilet kini Calista pun berjalan kembali menuju meja di mana Axel dan yang lain nya berada
Bug
"Wah mata Lo buta ya , gak lihat apa kalau ada orang main tabrak saja ". Kata Melisha
Calista pun menatap nya dan dia tidak terlalu perduli dengan apa yang di katakan Melissa tadi sebab dia tahu siapa si biang rusuh di sekolah itu bahkan Melisha juga menyukai Kai kembaran nya dan dia tidak terlalu perduli akan hal tersebut
Calista ingin pergi dari sana dan mengabaikan Melisha namun sayang nya wanita itu membuat ulah kepada nya dan dia kini menjambak rambut Calista membuat Calista kini berbalik kembali menatap nya
Bug
Tanpa berpikir panjang Calista langsung memukul Melisha. Dia tidak pernah menjambak atau menampar dan Calista paling suka memukul orang.
"Lo kurang ajar sekali ya ,berani sekali Lo sama gue hah ". Kata Melisha yang kini masih merintih kesakitan akibat pukulan dari Calista akan terlihat kini lengan nya memar akibat pukulan dari Calista tadi kepada nya .
"Gue tidak pernah takut dengan siapapun termasuk dengan Lo ". Kata Calista
"Kurang ajar sekali dia , kalian pegang dia baru gue kasih pelajaran wanita sok kecantikan ini ". Kata Melisha
Di sana ada Faye dan juga Nadia yang kini siap untuk memegang Calista kali ini dan mereka Sebenar nya juga tidak berani melakukan nya namun mereka harus melakukan hal tersebut karena Nadia juga agak kesal dengan Calista.
__ADS_1
"Kalian mau apa ?". Tanya Axel dari jauh yang kini mulai berjalan mendekati mereka
"Dia mulai duluan , lihat ini bengkak dan memar akibat ulah bar-bar nya ". Kata Melisha
"Dia yang mulai dan gue hanya membela diri saja ". kata Calista
"Ayo Cal kembali ke meja di sana ada Ray dan jika dia tahu habis kalian sama Ray ". Kata Axel
Melisha mana berani menganiaya atau mencaci maki Calista di depan Ray sebab Ray tidak pernah main-main jika memberikan pelajaran kepada orang yang berani menghina adik nya itu dan Melisha tidak mau bertindak bodoh kali ini. dia memilih untuk pergi dari sana sekarang dan kembali ke meja nya lagi kali ini.
"Kak Ray ada di sini ?". Tanya Calista
"Iya dan dia tadi menyuruh gue untuk menyusul Lo ke toilet bahkan dia juga sangat marah karena kita membiarkan Lo sendirian ke toilet ". Kata Axel
"Jangan mengatakan kepada kak Ray tentang apa yang terjadi tadi Agar dia tidak mengamuk nanti di kafe ini ". Kata Calista
"Beres Lo tenang saja ". Kata Axel
Mereka berjalan menghampiri meja yang tadi di gunakan bahkan terlihat kini Calista tersenyum kepada kakak nya Setelah melihat nya
"Kak Ray datang kemari juga , apa sudah selesai pekerjaan nya ?". Tanya Calista
"Pekerjaan bisa di selesaikan nanti lagi Calista dan kak Ray ingin jalan-jalan sama kamu dan yang lain nya ". Kata Ray
"Andai saja Kai bisa ada di sini juga pasti lengkap deh kita di sini ". Kata Derren
"Mana mungkin Kai akan ada di sini bahkan dia sudah sibuk dengan sahabat nya setiap malam ". Kata Ryan
"Dia selalu sibuk sendiri setiap malam bahkan di sekolah juga dia hanya sibuk dengan sahabat nya saja ". Kata Calista
Dia kini merasa sangat kesepian sekali karena tidak ada Kai yang jahil seperti dulu bahkan Calista merasa Kai kini hanya perduli dengan dunia nya saja dan tidak mau bergabung lagi dengan nya dan yang lain nya
"Tenang saja , nanti kakak akan mengajak Kai juga untuk nongkrong lagi dengan kita ". kata Ray yang melihat ekspresi wajah adik nya yang tadi nya sedih dan saat ini sudah tersenyum kembali.
"Tidak masalah kak dan wajar saja jika Kai sibuk sendiri kita semua juga sudah dewasa kan jadi sudah memikirkan masa depan masing-masing". Kata Calista.
"Dan hanya Ray saja yang selalu sibuk dengan urusan Lo ". kata Derren
"Jaga bicara Lo Derren ". kata Calista
"Yah gue salah lagi , dengan kalian gak pernah gue benar dan selalu saja salah ". Kata Derren
"Itu sudah nasib Lo dan terima saja semua nya dengan lapang Derren ". kata Ryan
Mereka tertawa bersama dan saat mereka kembali makanan dan berbicara di sana . Calista sangat bersyukur bisa bersama dengan mereka Walaupun Kai tidak lagi bisa jalan dengan nya tapi dia bisa memaklumi nya .
Di area balapan Kai masih ada di sana begitu juga dengan Ricky bahkan Ricky juga saat ini sudah mendekat kearah Jason di sana
"Lo memang hari ini ". kata Ricky
"Ya gue memang hebat jadi wajar jika menang ".Kata Jason
"Sombong sekali dia bahkan dia tidak tahu sedang bicara dengan siapa saat ini ". Kata Ken dengan pelan nya
"Biarkan saja Ken bahkan dia juga bukan raja jalanan di sini karena setahu gue dari beberapa orang yang gue tanya tadi yang hebat adalah anak yang bernama Rendra tapi sayang dia tidak datang hari ini ". kata Rere
"Apa Lo juga sudah pernah mengalahkan Rendra ?". tanya Ricky
"Dia selalu saja kalah dengan King ". Kata seseorang di sana yang mendengar nya
Kai atau Rendra di sana memang di juluki sebagai King karena dia memang lah Raja jalanan bagi mereka semua.
"King, Raja maksud Lo ?". Tanya Arok
"Ya , di memang Raja jalanan di sini sebab tidak ada yang bisa mengalah kan nya sampai saat ini ". Kata nya lagi
"Lo jangan banyak bicara bahkan hari ini saja dia tidak datang ". Kata Jason yang sangat tidak suka jika dia di bandingkan dengan Kai
__ADS_1
"King tadi datang dan dia ada di sebelah sana tadi dengan para sahabat nya ". Kata seseorang yang tadi memang melihat Kai dan menunjukkan di mana arah Kai berada . Terlihat lima motor kini pergi meninggalkan arena balapan dan Ricky hanya tersenyum saja melihat nya
"Anak nakal ternyata dia tahu aku ada di sini maka nya dia bersembunyi ". Batin Ricky saat melihat kepergian Kai dari sana