
Malam yang penuh bahagia itu kini menjadi milik para anggota sang Gangster bahkan canda dan tawa keluarga mereka pun terdengar sejak tadi hingga tidak terasa juga jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari dan mereka semua masih belum mengantuk juga bahkan anak-anak mereka juga masih bercanda bersama di sana
" Semoga saja kita di beri kesehatan hingga nanti bisa melihat cucu kita tumbuh dewasa ". Kata Intan
" Mereka saja masih sekolah Tan jadi mana mungkin dalam Waktu dekat bisa memiliki cucu kita ". Kata Yuli
" Ya siapa tahu saja Fellin yang akan memberikan kita cucu terlebih dahulu ". Kata Intan
" Nah benar juga . Bray mau di jodohkan dengan siapa Fellin boleh di pilih mulai sekarang ". Kata Yuli
" Kau kira anak-anak dagangan apa bisa di pilih-pilih ". Kata Galang
" Bukan begitu Lang , kan di sini kandidat nya banyak jadi siapa tahu Fellin naksir di Antara para cowok-cowok di sana . Cinta tumbuh karena mereka sering bersama ". kata Yuli
" Aku akan menjodoh kan dia karena aku juga tidak ingin memaksa nya dalam percintaan jadi aku pun membebaskannya dia memilih dengan siapa saja nanti dia memiliki hubungan yang terpenting dia senang ". Kata Bryan
" Tapi kejelasan dari latar belakang keluarga nya juga perlu karena untuk menghindari dari hal yang tidak di inginkan . Musuh kita di luar banyak jadi jangan sampai dia menyukai anak dari musuh kita terdahulu ". Kata Ricky
" Tidak mungkin Fellin menyukai anak musuh kak karena dia sudah menyukai salah satu di antara mereka ". Kata Kikan
Bryan kaget dengan penuturan sang istri bahkan dia beberapa kali bertanya kepada anak nya tapi dia sama sekali tidak menjawab jika dia memiliki seseorang yang di sukai nya . Bukan hanya Bryan saja yang kaget tapi mereka semua juga kaget dengan perkataan dari Kikan tadi bahkan si Galang yang kepo itu pun terlihat juga ingin tahu sekali siapa yang di sukai Fellin karena dia masih ingat dulu Kai meminta Fellin untuk menjadi istri nya nanti
" Apa Kai atau Ray yang Fellin sukai ?". Tanya Galang langsung tanpa basa basi sama sekali
" Bukan mereka kak , jika dengan mereka Fellin hanya menganggap mereka sebagai sahabat saja ". Kata Kikan
" Lalu siapa yang Fellin sukai bahkan dulu Kai sempat melamar nya dan mengatakan akan menjadikan dia istri nya ". Kata Rere
" Itu mungkin dulu Re dan sekarang mereka sudah besar dan rasa cinta itu mungkin saja sudah memudar seiring berjalannya waktu ". Kata Yuli
" Tapi memang Kai itu sangat playboy sekali jadi jangan sampai anak mu Bryan menikah dengan nya , bisa sakit hati nanti Fellin jika dengan Kai ". Kata Ken
Yuli langsung memukul Ken Karena dia tidak menerima ucapan Ken yang mengatakan jika anak nya itu playboy
" Jaga ucapan mu jika tidak ingin robek itu mulut Ken ". Kata Yuli
__ADS_1
" Kan itu fakta nya Yul bahkan banyak sekali mantan kekasih anak mu itu jika kau tidak percaya bisa tanya saja kepada Kai langsung dia pasti akan jujur kan kepada mu karena kau adalah bunda yang paling dia cintai ". Kata Ken sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat pukulan Yuli tadi . Yuli tahu jika Kai memang nakal sekali tapi dia tidak tahu jika sang anak memiliki banyak kekasih di luar sana karena dia tidak pernah bertanya masalah percintaan anak nya hanya saja Yuli sering mengatakan jika mereka tidak boleh menyakiti perempuan karena mereka memiliki saudari perempuan .
Di tempat lain kini terlihat Ray dan yang lain nya sedang sibuk bercerita bahkan mereka terlihat senang sekali
" Lo akan menetap di sini Arthur dan kita bisa bekerja sama nanti nya ". Kata Ray
" Aku juga sangat terkejut kenapa papa bisa mengatakan hal tersebut bahkan kita masih belum selesai belajar di sana ". Kata Arthur
" Memang nya apa saja yang Lo pelajari di sana , apa itu tentang bisnis atau pelajaran sekolah biasa seperti kita ?". Tanya Derren sambil tetap membakar jagung nya saat ini
" aku dan Bianca tidak belajar pelajaran pada umum nya karena kami berdua di tuntut untuk bisa bisnis dan ilmu beladiri agar nanti bisa melindungi dan membantu anak-anak dari Daddy dan bunda ". Kata Arthur
Mereka berdua akan menggantikan posisi sang papa nanti nya untuk mengabdi pada keluarga Ricky sama hal nya dengan Sam dulu maka dari itu mereka belajar dengan keras dan tidak memiliki masa kecil yang di miliki banyak anak kecil pada umum nya jadi untuk itu juga mereka berada di luar negeri serta di jauhkan dari papa dan mama nya agar bisa mandiri nanti dalam menghadapi segala situasi
" Kalau begitu nanti biar Bianca membantu gue saja kan kita sama ". Kata Calista
" Dan Arthur dengan gue kita bisa bekerja sama dengan baik nanti nya ". Kata Ray
" Lah terus gue Dengan siapa ? ". Tanya Kai
" Ya gak adil dong kan anak om Sam juga harus bantu gue juga lah karena gue juga anak Daddy Ricky ". Kata Kai
Dia tidak menyebutkan jika ingin Bianca membantu nya karena di sana ada Fellin jadi dia tidak enak mengutarakan nya saat ini . Meskipun Kai tidak ada rasa dengan nya tapi dia menghargai perasaan Fellin apalagi Bianca juga sangat sulit untuk dia dekati membuat nya hampir gila karena wanita satu itu yang selalu menolak kehadiran nya .
" Untuk hal itu terserah Daddy nanti nya dan kita tidak akan menganggap mereka sebagai bawahan Kai melainkan sebagai partner kerja kita ". Kata Ray
" Tidak . Papa bilang kalau kita nanti akan menjadi anak buah mu kak ". Kata Bianca
" Kita tidak akan memperlakukan kalian seperti anak buah karena kalian berdua adalah bagian dari keluarga kami Bianca jadi ingat baik-baik kalau kalian adalah saudara kami jadi tidak ada kata bos dan anak buah nanti nya yang ada adalah partner ". Kata Ray menjelaskan
Mereka bertiga memang sudah mendengar Bagaimana kisah Ricky dan juga Sam dan bagaimana juga kesetiaan Sam yang selalu mengabdi kepada Daddy mereka bahkan mereka berjuang bersama hingga saat ini pun mereka juga masih tetap bersama itu sangat membuat ketiga anak Ricky kagum dengan persahabatan yang di jalin Daddy nya dan om Sam mereka itu
" Kai , seperti nya kamu banyak yang menyukai ya di Indonesia bahkan kamu sangat tampan sekali ". Kata Fellin memuji Kai
" Aku memang tampan tapi ada yang menolak ku juga mentah-mentah bahkan mengabaikan kehadiran ku juga ". Kata Kai sambil menatap ke depan
__ADS_1
" Di sekolah dia banyak di kejar wanita dan di sekolah juga dia di tolak oleh satu wanita ". kata Rafael
" Wah seperti nya dia nanti yang akan menjadi kekasih mu Kai ". Kata Fellin
" Tidak , bahkan aku sama sekali tidak menyukai nya ". Kata Kai
" Benci dan cinta beda tipis Kai ". Kata Ryan
" Ya dan Mungkin saja Sekarang Lo sudah menyukai nya tapi Lo tidak mengakui akan hal tersebut di depan kita semua ". Kata Derren
" Diam lah kalian dan gue memang tidak menyukai nya sama sekali , cewek bar-bar seperti dia tidak cocok dengan gue ". kata Kai
" Awas Kai benar apa yang mereka katakan benci bisa jadi cinta dan kau kan memang playboy dan mudah sekali mengobrol cinta ". Kata Calista
Kai sangat kesal karena mereka semua seperti memojok kan diri nya dan dia tidak suka akan hal itu apalagi di depan nya kini ada dua wanita yang dia dekati tentu nya itu akan memberikan kesan buruk kepada mereka berdua kan jadi Kai tidak mau mereka berpikir buruk tentang nya
" Kau kakak ku seharusnya kau membela ku bukan malah menyudut kan aku ". Kata Kai
" Jika kau tidak seperti itu maka aku akan membela mu tapi itu adalah fakta nya kai ". kata Calista
Mereka tertawa dengan perdebatan Kai dan Calista bahkan si kembar itu kini masih saja saling menjatuhkan satu dengan yang lain nya
" Bi , apa Lo sudah menentukan sekolah mana yang akan Lo jadikan tempat untuk belajar ?". Tanya Axel
Mereka berdua sejak tadi mengobrol dan tidak memperdulikan apa yang Kai dan Calista perdebatan saat ini
" Kalau untuk itu terserah papa kak karena papa yang akan menentukan semua nya ". Kata Bianca
Terlihat sejak tadi Kai juga tahu jika mereka mengobrol maka dari itu dia merasa kesal dan marah kepada mereka yang menyudutkan nya karena melihat Axel dan Bianca berbicara dan tertawa bersama
" Lihat lah Arthur rupanya Axel tengah mencoba mendekati adik Lo ". Kata Ryan
" Biarkan saja karena aku tahu jika mereka hanya sebatas teman saja tidak lebih ". Kata Arthur yang mendapat kan acungan jempol dari Bianca
Malam yang indah dengan suasana yang mendukung kali ini membuat mereka tidak tahu waktu bahkan kini sudah pukul empat dan mereka masih duduk mengobrol sementara para orang tua mereka sudah pergi tidur sejak tadi dan mereka masih saja mengobrol di sana hingga saat ini tanpa ada yang merasa ngantuk sama sekali
__ADS_1