
Di kampus setelah mereka semua selesai mengikuti mata kuliah kini terlihat Mereka keluar dari kelas masing-masing. Arthur tampak mencari di mana keberadaan Bianca adik nya itu sekarang ini karena dia tadi tidak menemukan Bianca di kantin Kampus
" Kenapa Bianca tidak ada di kantin dan kemana juga pergi nya dia sekarang ini ". kata Arthur
" Belum ketemu juga Bianca nya ?". Tanya Ray
" Belum dan aku sudah mencari di kantin tapi dia tidak ada di sana ". kata Ray
" Siapa tadi yang terakhir dengan nya ?". Tanya Kim
" Haruka yang terakhir bersama Bianca tadi ". kata Derren
" Tanya saja kenapa nya siapa tahu dia tahu di mana Bianca berada ". kata Kim
" Wah semenjak Lo jadi kekasih Ray Lo jadi pintar ya Kim ". Kata Rafael
" Jangan menghina nya Karena hanya gue yang boleh melakukan hal itu kenapa nya . Sekarang kita cari saja di mana Haruka berada ". kata Ray mengajak mereka semua dan dia kini terlihat menggandeng tangan Kim di depan mereka semua tanpa ragu sedikitpun juga
" Sudah mulai go publik ya Ray Dengan hubungan nya ". Kata Fellin
" Bukan nya itu jauh lebih baik ya karena dia bisa bermesraan di depan semua orang tanpa memperdulikan apapun juga ". kata Ryan
" Tapi gue senang sekali karena pada akhir nya Ray bisa menemukan orang yang cocok dengan nya dan bisa mendampingi nya nanti ". Kata Axel
" Kim anak nya rame jadi cocok dengan Ray yang sedikit pendiam itu ". Kata Ryan
" Mereka seperti pasangan yang serasi sekali dan semoga saja hubungan mereka langgeng juga sampai nanti menuju pelaminan ". Kata Derren
Mereka kini masih saja mencari Bianca yang entah ada di mana dia sekarang ini , masih belum ada yang tahu akan hal tersebut sekarang
" Haruka ". Panggil Ray ketika melihat Haruka bersama dengan para sahabat nya
" Iya Ray ada apa ?". Tanya Haruka
" Wah Azura makin cantik saja , boleh dong minta nomer ponsel nya ". Kata Derren
" Diam lah dulu Derren . ". Kata Axel
" Iya sorry sorry gue tadi hanya gak bisa menahan saja ketika melihat ada Azura di si i ". Kata Derren sambil tersenyum menatap Azura namun yang di tatap terlihat cuek sekali kepada nya saat ini
" Kenapa Ray , apa ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan dengan gue ?". Tanya Haruka
" Apa kau tahu di mana Bianca berada , tadi aku sudah mencari dia tapi belum juga ketemu hingga saat ini ". Kata Arthur
" Terakhir Gue bersama dengan nya di lapangan basket setelah itu gue tidak tahu lagi dia kemana karena gue juga ada kelas dan harus segera masuk tadi ". Kata Haruka
" Ok terima kasih atas informasi nya ". Kata Arthur yang kini sudah berlari menuju lapangan basket saat ini di susul dengan yang lain nya juga membuat mereka kini menjadi pusat perhatian karena berlarian di kampus sekarang ini . Mereka sampai di lapangan basket dan tidak ada Bianca di sana membuat Arthur kini kembali pusing di buat nya karena ponsel Bianca pun juga mati sekarang ini
" Kemana dia kenapa tidak ada juga di sini ". kata Arthur
" Apa jangan-jangan dia sudah pulang dan lupa memberi tahu kita ". Kata Derren
" Jika dia sudah pulang pasti dia akan memberi tahu dan ponsel nya pun juga pasti sudah aktif ". Kata Arthur
" Bianca ini ya memang benar-benar dan jika Kai tahu dia hilang di sini bisa marah nanti dia ". Kata Calista
" Mungkin saja dia di perpustakaan sekarang ". Kata Kim tiba-tiba Yang ingat jika Bianca mengatakan ingin belajar banyak dan melihat perpustakaan di kampus itu juga
" Ya sudah tunggu apalagi kita ke sana sekarang ". Kata Ray
Mereka segera pergi ke perpustakaan sekarang ini untuk melihat apa Bianca ada di sana atau tidak
" Nah itu dia . Dasar di cari sejak tadi ternyata ada di sini ". Kata Derren
" Bianca , kenapa tidak bilang jika ada di sini . Kakak Mencari kamu sejak tadi seperti orang gila ". Kata Arthur
Bianca hanya tersenyum saja sekarang dan terlihat juga banyak sekali buku di meja itu dan tentu nya semua itu telah di pinjam oleh Bianca
" Lo mau baca semua buku itu Bianca ?". Tanya Kim
" Sudah ku baca semua nya kak dan ternyata banyak sekali ilmu yang aku dapat kan dari sini ". Kata Bianca
" Sudah di baca semua nya , seriusan?". Tanya Kim
" Iya kak , gak percaya banget sih . Mau di tes gak ". Kata Bianca
" Kita percaya Bianca dan sekarang ayo ke kantin saja karena gue lapar setelah berkeliling kampus mencari Lo ". Kata Derren
__ADS_1
" Ponsel nya Mati kak jadi maaf ya membuat kalian semua khawatir tadi ". Kata Bianca
" Sudah jangan banyak bicara Bianca ayo pergi sekarang ". kata Arthur
Bianca di bantu mereka semua kini mengembalikan buku yang tadi dia pinjam dan kini mereka semua keluar dari perpustakaan bersamaan
" Jika kamu seperti ini besok gak usah ikut lagi Bianca , membuat panik saja ". Kata Arthur
" Kak Ma'af, tadi Bianca lupa bilang jika ingin ke perpustakaan. Jika Bianca lama di Jepang kan pasti ketinggalan banyak sekali jadi Bianca iseng saja ke perpustakaan dan membaca di sana agar tetap pintar ". Kata Bianca
" Setidaknya bilang dulu agar kita tidak mencari ". Kata Arthur
" Iya iya Bianca salah dan Bianca minta Ma'af kakak ku ". Kata Bianca sambil memeluk lengan Arthur di sana .
Kini mereka sampai di kantin dan segera duduk lalu mengambil makanan di sana untuk segera mereka makan . Bianca kini terlihat mengambil beberapa makanan dan ketika dia ingin kembali dia di halangi oleh Yuji
" Wah kalian lagi , kenapa masih ingin ngobrol dengan ku ". Kata Bianca
" Percaya diri sekali Lo ya ". Kata Yuji
" Pelupa ya kau ini kak , kan sudah aku bilang percaya diri itu adalah hal utama yang aku punyai ". Kata Bianca
" Tidak baik jika Lo memiliki percaya diri yang terlalu tinggi karena jika jatuh akan terasa sangat sakit sekali ". Kata Neo
" Jika mau jatuh maka aku akan jatuh di badan kalian saja agar tidak merasa sakit nanti nya ". Kata Bianca
" Menyebalkan sekali ya Lo itu memang . Paket komplit sekali ". Kata Yuji
" Meski pun aku menyebalkan tapi kalian seperti nya suka dengan ku , bukti nya sekarang mengajak ku mengobrol lagi sekarang. Ngaku saja jika ingin dekat dengan ku ". kata Bianca
" Jika hal itu memang benar bagaimana ". Kata Tozaki
" Ya tidak bagaimanapun karena aku pun tidak berminat juga untuk dekat dengan kalian semua ". Kata Bianca yang kini berlalu pergi meninggalkan mereka di sana dengan santai nya . Dan sejak tadi Axel dan yang lain nya pun memperhatikan Bianca yang sedang berinteraksi dengan Tozaki tadi
" Kenal dengan mereka Bianca ?". Tanya Kim
" Mereka siapa kak ?". Tanya Bianca
" Yang tadi Lo ajak bicara di sana tadi ". Kata Kim
" Oh itu , tidak kak dan mereka saja yang sok kenal dan sok dekat kepada ku sejak tadi ". Kata Bianca
" Oh jadi mereka sahabat kak Kim ". Kata Bianca hanya biasa saja
" Iya benar dan Lo jangan dekat dengan mereka deh karena si Kai kan sangat cemburuan sekali orang nya , bisa habis nanti Tozaki dan kedua sahabat nya itu jika Kai tahu ". Kata Kim
" Makanan kali kak pakai di habiskan segala ". Kata Bianca
" Gue serius Bianca . Kai sangat menyeramkan jika dia sedang marah ". Kata Kim
" Tenang saja kak , sudah jinak kok ". Kata Bianca sambil tersenyum
" Memang nya apa yang Lo bicarakan dengan nya tadi Bianca ?". Tanya Axel
" Tidak ada hal yang penting kak hanya biasa saja ". Kata Bianca
" Hindari Lelaki yang mendekati Lo Bianca sebab Kai itu sangat over sekali jadi tidak baik juga jika Lo dekat dengan lelaki lain nya selain dia ". Kata Ryan
" Aku juga tidak ada niatan untuk dekat dengan nya kak dan tadi dia yang menghilangi jalan Ki terlebih dahulu jadi ya aku pun mengajak nya berbicara ". kata Bianca
" Sudah jangan membahas nya lagi dan sekarang makan saja makanan nya itu ". Kata Arthur
Mereka kini makan di sana dengan lahap nya dan sajak tadi pun Tozaki juga menatap Bianca dan Axel pun tahu akan hal tersebut sejak tadi begitu juga dengan Ray dan yang lain nya . Arthur juga heran kenapa bisa Bianca adik nya itu berurusan dengan Tozaki padahal mereka juga tidak saling kenal dan juga jarang bertemu juga tapi kini Tozaki memperhatikan Bianca sejak tadi me buat Arthur bingung
Di rumah Nathan Kini Kai pun sudah bersiap untuk pergi sekarang dan tadi dia juga sudah chat Calista dan bertanya apa Bianca bersama dengan mereka atau tidak
" Ke kampus Kai ?". Tanya Brandon
" Ya , gue mau jemput Bianca di kampus Calista dan Lo ikut Gue Nathan". Kata Kai
" Gue ikut Lo , kenapa ?". Tanya Nathan
" Sudah jangan banyak tanya dan ikut saja Nathan ". Kata Erland
" Gue masih Banyak urusan Kai jadi ajak yang lain saja ". Kata Nathan
" Apa Lo sudah tuli , gue mengajak Lo bukan yang lain nya jadi yang akan ikut gue ya Lo ". Kata Kai menatap tajam dan kesal Nathan sekarang ini
__ADS_1
" Tunggu sebentar gue mau pakai baju dulu ". Kata Nathan yang sedari tadi memang bertelanjang dada di sana dan Kini dia pun sudah mengenakan kaos dan jaket nya sekarang ini di tambah lagi kacamata hitam yang dia gunakan membuat nya terlihat sangat tampan sekali
" Pakai mobil Lo Nathan". Kata Kai
Nathan pun mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun segera mengemudi kan mobil nya menuju campus di mana Ray dan yang lain nya kuliah saat ini
" Kenapa Lo mengajak gue Kai, apa ada sesuatu yang Lo rencana kan atau Lo mau bicarakan dengan gue ?". Tanya Nathan sambil mengemudi sekarang ini
" Tidak ada , gue hanya lelah saja dan ingin Lo mengemudi menjadi supir gue sekarang ini ". Kata Kai
Nathan hanya diam saja sekarang ini karena dia juga masih bingung kenapa Kai meminta nya untuk menjadi supir nya saat ini
Kini mereka berdua sudah sampai di kampus dan Kai serta Nathan segera turun dari mobil nya sekarang ini
" Kita tunggu di sini atau masuk ke dalam Kai ?". Tanya Nathan
" Masuk saja ke dalam karena tadi Calista bilang jika sudah selesai kuliah dan kini mereka sedang makan di kantin kampus " Kai
Mereka berdua melangkah kan kaki nya menuju kantin dan seperti biasa nya tatapan dari para wanita yang melihat mereka pun terlihat sangat memuja sekali namun baik Kai ataupun Nathan hanya santai saja dan tidak menanggapi sama sekali mereka semua
" Lihat lah yang kita bicarakan sudah datang ". Kata Derren
" Kenapa baru Lo jemput cewek Lo ini Kai , dia menyusahkan sekali di sini ". Kata Derren
" Mana ada aku menyusahkan ". Kata Bianca yang masih fokus makan
" Jadi jalan ke mall nya sekarang ?". Tanya Kai
" Sudah telat dan lagi mall nya juga sudah tutup karena sudah kesiangan ". Kata Bianca
Kai tersenyum saja dan Kini dia duduk di samping Bianca di sana
" Aku datang dengan Nathan sesuai dengan apa yang kamu katakan kemarin ". Kata Kai Dengan pelan nya kepada Bianca membuat dia menoleh ke belakang dan benar saja di sana ada Nathan
" Kak Nathan ternyata ikut juga ya ". Kata Bianca pura-pura saja
" Kai yang mengajak jadi gue ikut saja ". Kata Nathan
Bianca Tersenyum sekarang ini dan dia pun segera mengajak Kai sekarang dengan semangat nya
" Kak Calista sudah selesai kan kuliah nya ?". Tanya Bianca
" Sudah Bianca memang nya kenapa ?". Tanya Calista
" Ke mall yuk mumpung di traktir kak Kai karena semalam dia menang balapan ". Kata Bianca
" Hanya Calista saja yang di traktir kita tidak ". Kata Derren
" Kalau kalian kapan-kapan saja . Ayo kak Calista buruan nanti keburu mall nya tutup ". Kata Bianca
" Jam segini mana mungkin mall nya tutup Bianca. Lo ngarang saja ya ". Kata Ryan
" Iyain saja lah kak biar gak lama . Ayo cepat kak ". Kata Bianca
" Ayo Calista buruan nanti dia berubah pikiran dan marah lagi dengan ku ". Kata Kai
" Pergi saja sekarang , sama Kai juga kan jadi tidak masalah ". Kata Ray memberikan izin kepada Calista
" Kalau begitu aku duluan ya kak ". Kata Calista
Ray mengangguk kan kepala nya dan kini mereka segera pergi sekarang dari kampus dsn sebelum meninggal kan kantin tadi Bianca juga sempat mengejek Tozaki Dan para sahabat nya di sana
" Bawa berapa mobil kak ?". Tanya Bianca
" Hanya satu saja ". Jawab Nathan membuat Bianca memukul kepala Kai sekarang
" Sakit baby kenapa kasar sekali " Kata Kai
" Ya kamu sih kak bodoh sekali , kan sudah ku bilang bawa dua mobil". Kata Bianca
" Aku lelah baby karena balapan kemarin jadi aku hanya bawa satu mobil saja sekarang ini ". Kata Kai
" Pintar ya kalau membuat alasan. Balapan tidak terlalu sulit saja bilang lelah ". Kata Bianca
Kini dia mengajak Kai untuk duduk di belakang sementara Calista di samping Nathan yang akan mengemudi sekarang ini
" Kai kenapa tidak di depan ?". Tanya Calista
__ADS_1
" Aku ingin bermesraan dengan kekasih ku jadi duduk lah yang manis di sana dan jangan banyak bicara agar Nathan bisa tetap fokus menyetir nya karena sekarang kita Double Date Calista ". Kata Kai sambil tersenyum penuh kemenangan sekarang ini karena dia juga bisa Dekat dengan Bianca di sana dan juga bermanja-manja dengan nya tanpa perduli juga dengan tatapan Calista tadi . Kai kini menyandarkan kepala nya di pundak Bianca dan dia pun beberapa kali juga mencium tangan Bianca membuat Bianca hanya bisa pasrah saja dengan apa yang Kai lakukan kepadanya