
Mereka masih asik sekali memasak dan tak lupa juga mengobrol di sana bersama Kim . Tak henti juga sejak tadi Yuli dan yang lain nya menggoda Kim
" Menantu mu ini sangat mirip dengan mu Yul tapi dia terlihat agak malu-malu berbeda dengan Bianca ". Kata Kikan
" Bianca sudah lama kenal dengan Yuli jadi dia sudah terbiasa kan dengan nya berbeda sekali dengan Kim yang baru kenal jadi tidak masalah juga nanti juga bisa terbiasa. Iyakan Kim ". Kata Luna
" Iya Tante ". Kata Kim tersenyum kepada Luna
" Kim itu cantik sekali ya , apa kamu melakukan perawatan kecantikan ?". Tanya Yuli
" Sabar ya jika mendengar pertanyaan yang kurang kerjaan seperti sekarang ini ". Kata Kikan
" Mertua mu memang begitu jadi ya biasakan Saja dengan nya nanti apalagi Pertanyaan dia juga kadang menjebak dan kadang juga membuat kesal ". Kata Luna
" Kak kenapa kau menjelekkan ku di depan menantu ku ini sih , nanti dia malah takut dengan ku karena mu ". Kata Yuli pura-pura sedih
" Halah mana ada dia takut dengan mu karena muka mu tidak menakut kan sama sekali Yul yang ada malah hanya akan bikin orang ketawa saja ". Kata Luna
" Dan yang menakut kan itu kan kak Ricky sejak dulu hingga sekarang walaupun Sudah tua juga ". Kata Kikan
" Benar sekali dan itu sudah tidak menjadi rahasia lagi bukan ". Kata Luna
" Hey hey kalian kenapa menjelekkan suami ku , dia baik ya walaupun muka nya begitu ". Kata Yuli
" Memang nya kenapa muka ku sayang?". Tanya Ricky yang kini tiba-tiba memeluk Yuli di sana
" Eh kamu kenapa kemari , apa ada sesuatu yang terjadi ?". Tanya Yuli
" Tidak . Tadi aku mendengar jika nama ku di sebut jadi aku datang kemari . Mamang nya kenapa dengan muka ku , apa kurang tampan sayang?". Tanya Ricky sambil mengecup pipi Yuli
" Tidak , kamu sangat tampan tapi masih tampan anak-anak kita ". Kata Yuli sambil tersenyum dan merangkul Ricky sekarang
" Woy woy woy lagi di dapur jadi gak usah romantis romantisan di sini ". Kata Luna
" Siapa sih kak yang romantisan di sini , gak ada ya dan kamu sudah tua dilarang baper ". Kata Yuli
Tawa Kim pun terdengar sekarang ini membuat Luna menatap nya begitu juga dengan Kikan
" Ma'af Tante gak sengaja menertawakan Tante ". Kata Kim
" Aku memaklumi nya kok Karena mulut mertua mu itu memang lah harus di sekolah kan lagi ". Kata Luna
" Makin pinter dong nanti Tante jika akan sekolah lagi ". Kata Kim
" Iya biar tambah pintar membuat kesal orang nanti nya ". Kata Kikan
Mereka pun kini tertawa bersama di sana dan Kim pun juga sudah mulai bisa menyatu dengan Yuli dan yang lain nya . Tidak ada kecanggungan yang terjadi sekarang ini di sana yang ada hanya canda tawa saja menghiasi setiap tempat di dapur sekarang ini
Di New York kini Daniel terlihat berlatih dengan para sahabat nya di sebuah markas milik dari Pedro . Mereka ingin jika nanti menghadapi Kai akan menang jadi sekarang mereka akan mempersiapkan semua nya
" Apa ada kabar dari sepupu Lo Ernest ?". Tanya Daniel
" Dia tidak mau memberi tahu apapun lagi sekarang ini Daniel dan dia hanya menjawab satu kali saja pertanyaan gue waktu itu ". Kata Ernest
" Seharus nya kita bisa memanfaatkan Tozaki agar bisa mengetahui apa yang di lakukan Kai di sana ". kata Jason
" Dia tidak semudah itu untuk di manfaatkan jadi jangan memberikan ide gila kepada gue ". Kata Ernest
" Apa dia tidak mau memberikan informasi sedikit saja tentang kegiatan mereka di sana ?". Tanya Pedro
" Tidak , dia tidak mau bahkan gue menelfon pun tidak di jawab sama sekali oleh nya dan chat gue pun tidak di baca juga ". Kata Ernest
" Tozaki tidak akan mau di perintah walau pun Lo bersaudara dengan nya . Gue tahu dia dan dia juga salah satu pembalap terbaik di Jepang yang gue tahu ". Kata Nick
" Dia memang pembalap dan mungkin saja kehadiran Kai di sana membuat posisi nya terancam sekarang ini jadi kita bisa memanfaatkan dia dan mengajak nya untuk bekerja sama nanti ". Kata Ricardo
" Sudah gue bilang bukan jika dia sangat susah sekali untuk di ajak bekerja sama dalam hal apapun juga " Kata Ernest
" Nanti biar gue yang akan mencoba untuk menghubungi dia secara langsung, berikan saja nomer ponsel nya kepada gue nanti akan gue cari tahu sendiri ". Kata Daniel
Ernest pun mengirimkan nya kepada Daniel dan kini dia pun segera berdiri dari duduk nya dan pamit pergi dari sana sebab dia juga ada hal yang harus di lakukan tak ketinggalan juga Jason ikut dengan nya sekarang ini pergi dari markas itu
__ADS_1
" Kita latihan saja sekarang dengan baik agar nanti bisa lebih kuat menghadapi Caesar". Kata Daniel
Mereka semua kini melakukan latihan secara bersamaan dan sejak beberapa hari juga sudah melakukan nya
" Pastikan anak buah kalian semua juga terlatih agar nanti kita tidak kalah dengan Caesar ". Kata Daniel
" Apa sudah ada kabar jika dia akan kembali ke sini ?". Tanya Pedro
" Dia pasti akan kembali dan jika tidak maka gue punya cara tersendiri untuk membuat nya kembali ke sini nanti ". Kata Daniel
Dia terlihat dengan senyuman yang tak bisa di artikan oleh para sahabat nya itu dan mereka juga tidak tahu rencana apa yang akan di lakukan Daniel nanti nya sebab dia tidak mengatakan hal tersebut kepada para sahabat nya itu
Di mall Calista dsn Nathan pun terlihat asik bercanda bersama bahkan mereka terlihat seperti Sepasang kekasih Saja kali ini
" Lo lucu juga ya Nathan , gue pikir Lo sama seperti kak Ray yang kaku dan dingin sekali ". Kata Calista sambil tersenyum membuat Nathan juga ikut tersenyum
" Gue bisa menjadi badut jika di depan Lo saja ". Kata Nathan
" Gak ada badut yang tampan seperti Lo . Kalau semua badut seperti Lo banyak yang suka kali ". kata Calista
" Tapi gue hanya suka sama Lo saja ". Kata Nathan membuat Calista menatap nya lalu tersenyum dan meminum minuman nya sekarang ini
" Gak percaya sekali gue jika Lo tidak memiliki gebetan di New York, secara Lo tampan jadi tidak mungkin Lo tidak memiliki kekasih ". Kata Calista
" Perlu bukti apalagi agar Lo percaya jika gue tidak memiliki kekasih sama sekali di sana ?". Tanya Nathan yang mendadak kini menjadi serius menatap Calista
" Mau gue colok tuh muka , natap nya begitu banget sih ". Kata Calista
" Gue serius sekali Cal bahkan berkelahi dengan Kai pun bisa gue lakukan asal dia memperbolehkan gue Mendekati Lo ". Kata Nathan
" Memang pernah di hajar Kai ?". Tanya Calista penasaran
" Pernah karena dia tahu gue memandang dan menyimpan foto Lo di ponsel gue ". Kata Nathan
" Kai itu memang sangat keterlaluan sekali dan dia pun juga selalu saja protektif dengan gue tapi bagus juga sih agar tidak ada yang menyakiti gue juga ". Kata Calista
" Gue juga tidak akan ada niatan untuk menyakiti Lo karena Lo itu pantas nya di sayang bukan di sakiti ". Kata Nathan membuat senyuman Calista kembali mengembang sekarang ini
" Cantik juga tuh cewek, boleh juga Frans ". Kata Taro
" Tapi dia sudah memiliki kekasih , itu di depan nya ". Kata Yuta
" Yang beristri saja mau dengan Frans apalagi yang baru memiliki kekasih " Kata Taro
Frans hanya tersenyum saja dan dia masih memperhatikan Calista di sana sejak tadi sambil tersenyum juga
" Dia sangat cantik sekali apalagi jika sedang tersenyum membuat gue tertarik dengan nya ". Kata Frans
" Aura dia pun juga terlihat berbeda tidak seperti wanita kebanyakan yang pernah Lo kencani ". Kata Yuta
" Itu juga salah satu yang membuat gue tertarik dengan nya hanya dengan menatap nya saja tanpa berinteraksi, gue sudah bisa menilai bagaimana dia ". Kata Frans
Mereka bertiga pun kini kembali menatap ke arah Nathan dan Calista yang kini sedang asik makan bersama di sana
" Wah makan makan nih, gabung ya kak ". Kata Bianca yang langsung duduk bersama dengan Kai juga tentu nya
" Lo tidak melakukan hal buruk kan Nathan dengan Calista?". Tanya Kai
" Kenapa pikiran Lo buruk sekali Kai . Mana mungkin juga gue melakukan nya dan tidak ada untung nya juga kan buat gue ". kata Nathan
" Ya siapa tahu saja Lo nekat untuk mendapat kan Calista dan melakukan hal di luar batas ". Kata Kai
" Gue bukan Lo yang bisa melakukan hal itu untuk mendapat kan Bianca ". Kata Nathan
" Sudah jangan berdebat Mulu , makan saja sekarang. Bianca pesan saja nanti di bayar oleh Nathan ". Kata Calista
" Dengan senang hati kak aku akan memesan makanan karena sudah lapar juga ". Kata Bianca
" Apa Kai tidak membeli kan makanan tadi hingga Lo sampai kelaparan ". Kata Nathan
" Gue sudah membelikan beberapa makanan dan mengajak nya makan tadi tapi dia sangat sibuk mainan di sini ". Kata Kai
__ADS_1
" Kapan lagi coba mainan di sini sepuas nya bersama kakak ku yang tersayang ini ". ta Bianca sambil mencubit pipi Kai dengan gemas nya
" Hanya sebatas Kakak saja ya Bianca ". Kata Nathan mengejek
" Lebih dari itu dan Lo pun tidak perlu tahu akan hal tersebut ". Kata Kai
Bianca kini memesan beberapa makanan untuk dia dan juga Kai sementara itu tatapan mata Kai Yang tajam kini tertuju pada Frans dan kedua sahabat nya sabab sajak tadi Kai tahu jika mereka menatap ke arah meja nya .
" Bukan nya itu Caesar , pembalap yang kemarin di bicarakan Tozaki ". Kata Yuta
" Gue lupa karena tidak sempat juga melihat foto nya kemarin ". kata Taro
" Jika itu Caesar berarti yang bersama dengan wanita incaran Lo adalah anggota nya atau bisa di bilang sahabat nya juga ". Kata Yuta
" Gue Tidak perduli juga meski pun itu Caesar si King jalanan Karena target gue saat ini adalah wanita cantik itu yang bisa memikat hati gue sejak pandangan pertama dengan nya ". kata Frans
" Seperti nya Caesar tahu jika kita menatap mereka sejak tadi ". Kata Taro
" Abaikan saja dan sekarang kita pergi dari sini karena Tozaki mengajak bertemu sekarang ". Kata Frans
Mereka segera meninggalkan tempat itu dsn tak lupa juga Frans menatap Calista ketika lewat di meja nya tadi
" Pesan nya banyak sekali Bianca ?". Tanya Calista
" Mumpung gratis kak jadi aku manfaat ini dengan sebaik mungkin agar uang kak Nathan bisa berguna juga dan tidak terlalu lama menganggur nya ". Kata Bianca
" Ada saja ya perkataan Lo itu . Pesan saja apapun sepuas nya dan gue akan membayar nya nanti jadi Lo tenang saja ". Kata Nathan
" Kak Nathan memang terbaik dan cocok sekali dengan mu kak apalagi dia juga setia kepada mu kak ". Kata Bianca
" Makan Bi jangan banyak bicara ". Kata Kai
Bianca pun kini menyuapi Kai dan tanpa menolak sedikit pun Kai kini memakan makanan yang di berikan Bianca Kepada nya tadi
" Jika diam kamu tampan sekali loh kak jadi jangan ngegas Mulu ya jika bicara dan makan saja dengan baik ". kata Bianca
" Jika sudah sama pawang nya mana bisa menolak ". Kata Calista
Nathan melihat ada sisa makanan di bibir Calista dan dia pun segera membersihkan nya itu membuat Calista menatap nya sekarang ini
" Modus sekali Lo ya ". Kata Kai
" Modus apa Kai , jelas tadi ada sisa makanan jadi gue bersihkan. kenapa Lo mengatakan jika gue modus ". Kata Nathan
Kai menatap Nathan dengan tatapan sinis. ya namun Nathan tidak memperdulikan nya karena dia sudah terbiasa mendapat kan tatapan seperti itu dari Kai
" Kak jangan tatap tatapan seperti itu mending habis kan makanan nya lalu kita ke markas latihan ". Kata Bianca
" Kita pulang saja jangan ke markas ". Kata Kai
" Tapi aku ingin latihan Kai dan ingin melihat markas mu juga karena aku sangat penasaran sekali dengan markas mu yang ada di Jepang , apa lebih bagus dari punya Daddy atau tidak ". Kata Calista
" Tentu saja markas ku lebih canggih karena kita sudah berada di jaman yang sangat canggih sekali saat ini ". Kata Kai
" Sombong nya mulai keluar lagi ". Kata Nathan pelan saja namun Kai masih bisa mendengar nya
" Jangan menghina jika masih ingin mendapat kan Restu dari gue Nathan ". Kata Kai
Nathan hanya diam saja dan dia kembali memakan makanan nya saat ini begitu juga dengan Kai dan yang lain nya juga . Setelah selesai makan mereka segera pergi dari sana dan menuju markas untuk latihan bersama di sana
" Apa Erland dan yang lain nya sudah ada di sana ?". Tanya Kai
" Mereka sudah ada di sana sajak tadi Kai ". Kata Nathan yang kini sudah melajukan mobil nya dengan kecepatan agak tinggi saat ini. Karena kecepatan mengemudi Nathan kini mereka pun sudah sampai di markas yang terlihat biasa saja seperti hanya sebuah rumah namun Ketika masuk lebih dalam lagi Calista di buat gak percaya dengan desain indah markas milik kembaran nya itu
" Wah keren juga ya Kai tempat nya sesuai dengan pemilik nya " Kata Calista
" Aku memang sangat keren jadi jangan mengatakan nya lagi sebab semua nya juga sudah tahu ". Kata Kai
Calista hanya menoyor Kai saja sekarang ini karena tingkat ke sombongan nya sudah melebihi dari batas kesabaran nya saat ini
Mereka masuk ke dalam dan memang benar di sana sudah ada Erland dan yang lain nya menunggu kedatangan Kai karena hari ini memang jadwal dia untuk latihan dan Bianca mengetahui nya
__ADS_1