Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Melindungi Calista


__ADS_3

"Lihat para orang bodoh itu , berani sekali mengelabui Daddy dan ingin membunuh Daddy ". Kata Kai


Dia kini sudah mulai menyusup di tempat di mana ada Calista di sana bahkan Kai terlihat kini sendirian saja di sana karena pergerakan dia sangat cepat sekali meninggalkan Ray di luar sana . Jangan tanya bagaimana Kai bisa masuk ke sana dengan mudah nya bahkan dia juga memiliki banyak sekali cara untuk melakukan nya dengan sangat mudah


Kai menyuntikkan racun yang dia bawah ke tubuh mereka semua dan dia melakukan nya dengan sangat cepat sekali tanpa ada yang mengetahui nya sama sekali


"Kai , kenapa kau meninggalkanku ". Kata Ray


"Itu karena kakak terlalu lama jadi Kai pergi masuk duluan ".Kata Kai


"Apa sudah kau kirim lokasi ini kepada Daddy ?". Tanya Ray


Kai pun menepuk jidat nya karena dia lupa mengirimkan lokasi baru ini kepada sang Daddy . Dia kini tersenyum melihat Ray lalu segera mengambil ponsel yang dia bawah untuk mengabari sang Daddy saat ini.


"Sudah barusan aku kirim lokasi ini. " Kata Kai


"Apa kau sudah melihat Calista ?". Tanya Ray


"Seperti nya dia ada di ruangan itu kak ". Kata Kai


Ray pun mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun segera membisikkan rencana nya untuk menyelamatkan Calista dari sana bahkan mereka berdua sangat berani sekali melakukan nya tanpa menunggu sang Daddy . Tadi sebelumnya berangkat ketika Kai mengirim lokasi pertama, Ricky sudah mengingatkan anak nya agar dia tidak ikut dalam hal ini karena sangat berbahaya sekali namun Bukan bibit Ricky jika mereka berdua akan menurut saja dengan perintah Daddy nya.


"Lihat lah mereka berempat kak. Itu adalah orang yang memerintah kan anak buah nya untuk menculik Calista ". Kata Kai


"Mereka berempat itu dalang nya ?". Tanya Ray


"Bukan tapi lebih tepat nya pria yang memakai kaos hitam itu lah yang menyuruh untuk melakukan hal itu kepada Calista ". Kata Kai memperjelas siapa pelaku nya


"Berani sekali orang bodoh itu melakukan nya dan awas saja aku tidak akan tinggal diam sama sekali ". Kata Ray


"Kita lawan mereka dulu atau membebaskan Calista dulu kak ?". Tanya Kai


"Kita ke Calista dulu Kai dan mereka bisa kita urus nanti saja ". Kata Ray


Perlahan tapi pasti kini mereka segera menuju ke ruangan tempat Calista berada dan di sana juga ada beberapa orang yang menjaga nya bahkan mereka terlihat sangat kekar sekali


"Mereka biar menjadi urusan Kai kak ". Kata Kai


"Kita hajar mereka bersama ". Kata Ray


Tanpa rasa takut sama sekali mereka berdua pun kini berjalan menghampiri ruangan itu bahkan mereka yang melihat nya pun di buat kaget dengan ke datangan dua bocah itu saat ini


"Hey siapa kalian , kenapa masuk kemari ". Tanya salah satu dari mereka


"Siapa kami itu tidak lah penting dan sekarang buka ruangan itu atau kalian akan berakhir mengerikan ". Kata Ray


mereka semua tertawa karena tidak percaya dengan omongan Ray barusan bahkan mereka terlihat masih bocah tapi berani melawan


"Jangan sembarangan kalau bicara anak kecil bahkan kami saja berjumlah banyak di sini, mana mungkin kamu bisa melawan kami ". Kata nya


"Jangan meremehkan kami om jelek . Cepat buka atau ku congkel mata jelek mu itu ". Kata Kai


Apa yang di katakan Kai membuat mereka kembali tertawa bahkan kini terlihat mengejek Kai karena dia mengatai nya seperti itu tadi


"Kau masih bocah namun ucapan mu itu sungguh sangat sombong sekali ". Kata orang yang ada di sana


Tanpa basah basi lagi kini Kai dan Ray pun Langsung menghajar mereka yang ada di sana bahkan terlihat sekali jika ke dua nya sangat lihai melakukan nya


"Bagaimana, apa kalian masih menganggap kami bocah ?". Tanya Kai yang melihat mereka bersepuluh sudah terkapar di lantai


"Kurang ajar sekali mereka. sebenar nya siapa kalian kenapa masuk ke mari ?". Tanya nya


"Kalian sudah berani menculik saudari kami jadi kami datang untuk membawa nya kembali pulang ". kata Rey


Mereka pun terlihat saling bertatapan karena mereka baru menyadari jika itu adalah kedua anak sang leader


"jadi kalian berdua adalah anak sang leader ?". Tanya salah satu dari nya


"Jangan banyak tanya, kita hajar saja dia ". Kata rekan nya dan pertarungan pun kembali terjadi

__ADS_1


Bug Bug bug bug


Beberapa kali Kai dan Ray menghajar mereka bahkan dia terlihat sangat ahli sekali melakukan nya dan kini akhir nya mereka pun terkapar tak berdaya di lantai lalu Kai dan Ray pun segera masuk ke dalam ruangan itu


"Pintu nya tidak bisa di buka Kai ". Kata Ray


"Minggir kak , biar aku yang membuka nya ". Kata Kai


Tanpa menunggu lama juga Kai melakukan aksi nya membuka pintu tersebut dengan alat yang dia bawah dari rumah nya . Seketika pintu terbuka dan menampilkan sosok Calista di sana


"Kak Ray , Kai kalian sudah ada di sini ". Teriak Calista yang begitu senang sekali ketika saudara nya itu sudah ada di sana . Mereka berdua pun bergegas menghampiri Calista lalu melepaskan ikatan nya dan Ray pun langsung memeluk adik nya itu penuh dengan sayang


"Ayo kita pergi sekarang sebelum mereka kembali lagi ". Kata Kai


Rey menggandeng tangan adik nya itu lalu mereka segera pergi keluar namun sebelum pergi Bondan sudah masuk ke dalam dan menghalangi mereka


"Mau kemana kalian ". kata Bondan


"Tentu saja kita akan pergi dari tempat jelek ini ". Kata Kai


"Tidak semudah itu bocah untuk keluar dari sini ". Kata Romy


"Bahkan aku masuk ke mari saja sangat mudah dan pasti nya keluar pun juga akan sangat mudah sekali ". Kata Kai dengan sombongnya


"Biarkan kami lewat atau kau kalian akan menanggung akibat nya ". Kata Rey


"Ha ha ha ternya anak sang leader sama seperti nya sangat sombong sekali ". kata Bondan


Calista yang mendengar jika Daddy nya di hina pun merasa tidak terima lalu dia segera menghajar Bondan membuat nya kini merintih kesakitan


"Kurang ajar sekali anak perempuan ini bahkan mulut nya sangat pedas sekali dan mungkin saja sama Seperti mama nya ". Kata Bondan membuat Kai pun memanas karena ucapan nya itu . Tanpa aba-aba dan pikir panjang kini Kai pun langsung meninju muka Bondan karena dia dengan berani menghina bunda nya membuat Bondan kembali jatuh tersungkur kali ini


"Berani sekali kau orang bodoh menghina bunda ku yang tercinta ". kata Kai


Dia kini mengeluarkan pisau nya lalu menggores kan luka di pipi Bondan membuat nya menjerit kesakitan kali ini dan Kai juga masih berada di atas tubuh nya . Sementara itu Romy juga masih menghadapi Rey dan juga Calista di sana


"Ah dasar bocah iblis sialan , menyingkir lah dari ku ". Teriak Bondan


"Bos maaf mengganggu tapi ini darurat sekali karena ada penyusup dua anak kecil di markas ". kata anak buah nya yang tadi tidak sengaja mendengar teriakkan dari Bondan dan dia pun juga terlihat gemetaran menyampaikan nya


"Kurang ajar , siapa yang bisa melacak lokasi tempat ini bahkan membuat keributan juga ". Kata Roland sambil menggebrak meja


"Kita lihat sekarang Roland ". Ajak Niel


Mereka segera pergi menuju ruangan di mana Ray dan para saudara nya berada bahkan Roland terlihat sangat murka sekali kali ini . Ketika dia berjalan Menuju ruangan tersebut dia berpikir siapa kedua bocah itu karena dengan berani datang ke markas milik nya


"Wah Roland seperti nya mereka bukan lah anak sembarangan ". Kata Boy ketika melihat bagaimana Kai menguliti Bondan dan juga Calista tengah memotong lidah Romy kali ini dan terlihat juga menyobek mulut nya


"Mereka adalah anak dari Ricky. Ternyata mereka sangat ahli sekali memutilasi orang sama seperti Daddy nya ". kata Niel


"Sialan berani sekali mereka melakukan nya ". Kata Roland sudah sangat emosi dan kini dia pun beranjak menuju Kai dan yang lain nya di sana untuk memberi nya pelajaran kali ini karena berani berbuat onar di markas nya


"Kalian anak kurang ajar berani sekali kalian membuat keributan di markas ku ". Teriak Roland sambil berjalan menghampiri mereka semua membuat Kai pun kini menatap nya dengan tajam sekali


"Wah kak lihat lah siapa yang datang, orang bodoh dan sangat pengecut sekali ". Kata Kai dengan senyuman yang mengembang di bibir nya Membuat Roland bertambah emosi kali ini


"Apa yang kau katakan ? Dasar bocah bodoh sama seperti ibu nya ". kata Roland


Kai tidak akan pernah diam jika dia mendengar ada yang menghina bunda nya bahkan dia tidak akan memberi ampunan untuk mereka.


Kini dia segera berjalan mendekati Roland dan Bug


Satu pukulan dia daratkan di wajah Roland dengan berlari membuat nya semakin tertawa


"Jangan menghina bunda ku orang bodoh ". kata Kai yang hendak ingin menghajar nya kembali namun di tepis oleh Roland


"Jadi kau sangat marah jika aku menghina bunda yang memang bodoh itu ". Kata Roland kembali memang sengaja memancing emosi Kai. Dengan kecerdasan nya Kai pun berhasil melukai wajah Roland membuat nya pun berteriak kesakitan dan tidak terima dengan apa yang di lakukan Kai kepada nya


"Roland cukup seperti nya kita harus segera pergi dari sini karena Ricky sudah ada di daerah sini ". Kata Niel yang mendapat kan kabar dari anak buah nya tentang kedatangan Ricky

__ADS_1


"Dasar pengecut ". kata Kai yang berusaha ingin menghentikan mereka namun sayang nya gagal dan kini dia kembali kepada Bondan di sana yang tergeletak tak berdaya bahkan dia kini tengah berusaha mencongkel bola mata Bondan saat ini membuat sang pemilik pun menjerit kesakitan karena nya


"Kalian ". Kata Ken yang tak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapan nya ini. Bahkan mereka berenam pun masuk ke markas dalam keadaan markas sudah Porak poranda tadi dan Ternyata itu semua adalah ulah dari anak-anak Ricky


"Kai apa yang kamu lakukan ?". Tanya Ipank


"Mengoperasi orang jelek ini uncle ". Kata Kai dengan senyuman nya bahkan Kai terlihat sangat santai sekali melakukan nya begitu juga dengan Calista yang juga tengah memutilasi Romy


"Calista ". Panggil Ricky membuat nya menghentikan aksi nya itu lalu berlari menghampiri Ricky saat ini


"Daddy ". Panggil nya seraya memeluk Ricky dengan sangat erat sekali bahkan beberapa kali juga Ricky mencium anak nya itu dengan penuh sayang dan cinta


"Syukur lah kamu tidak apa-apa sayang ". Kata Ricky


"Iya Daddy , kak Ray dan Kai datang nya cepat sekali jadi Calista pun tidak luka sedikit pun ". Kata Calista sambil tersenyum kepada Daddy nya lalu dia mencium pipi Ricky


"Kenapa kalian berdua datang kemari, tadi Daddy sudah bilang jika kalian tunggu saja di rumah ". Kata Ricky


Kai tersenyum sebelum menjawab ucapan Daddy nya itu bahkan kini dia meninggal kan tubuh dari Bondan yang sudah tidak bernyawa lagi karena Kai tadi memotong leher nya dengan pisau


"Jika Kai tidak datang pasti Daddy akan terlambat dan akan di kelabui seperti tadi ". Kata Kai


"Apa kalian hanya berdua saja ?". tanya Arok


"Tentu saja uncle dan jika tidak berdua lalu dengan siapa lagi ?". Tanya Kai


"Lalu yang menghajar mereka semua ?". Tanya Ken


"Mereka seperti bukan di hajar karena tidak ada bekas luka di tubuh nya ". Kata Rere


"Kai hanya melakukan hal yang bisa membuat mereka tidur untuk selamanya saja ". Kata Ray menjelaskan


"Melakukan sesuatu untuk membuat mereka tidur selama nya , maksud nya apa ?". Tanya Ipank


"Wah uncle ini memang bodoh sekali ya . Kai memberikan suntikan Kepada mereka agar mereka tidak berisik lagi ". Kata Kai


Arok dan yang lain nya pun kini mengerti dengan jelas maksud dari perkataan Ricky jika Kai sebenarnya lebih bahaya dari pada Ray sang kakak bahkan dia juga dengan santai nya tadi memotong leher Bondan begitu juga dengan Calista hingga baju nya kini penuh dengan noda darah segar


"Untuk kedepan nya jangan melakukan itu sayang karena bunda pasti akan sangat marah jika Calista Putri cantik nya memutilasi orang ". Kata Ricky


"Tenang saja Daddy , Calista akan melakukan nya tanpa bunda tahu ". kata Calista lalu memeluk Ricky lagi


"Siapa sebenarnya mereka dan kenapa menargetkan Calista ?". Tanya Ipank


"Itu kita bahas nanti saja dan sebaik nya kita segera pulang sayang karena bunda pasti sangat cemas sekali menunggu ". Kata Ricky


Kini mereka pun berjalan pergi meninggalkan ruangan itu dan terlihat sekali Calista dan Saudara nya begitu senang kali ini bahkan mereka bertiga terlihat tertawa bersama sementara itu Ricky dan yang lain nya ada di belakang mereka bertiga


"Sam urus semua dan jangan sampai ada sisa sedikit pun ". Kata Ricky


"Baik bos ". kata Sam


Mereka keluar dari tempat itu dan di sana juga sudah ada beberapa anak buah Ricky yang sudah siap untuk menghancurkan markas tersebut.


Dor


Dor


Dor


Tiga tembakan melesat dengan indah nya menuju sasaran yaitu Calista namun dengan cepat nya Ricky melindungi anak perempuan kesayangan nya itu Hingga dia lah yang menjadi sasaran tembak itu.


"Daddy ". Teriak ketiga nya sambil memeluk Ricky bahkan Calista terlihat menetes air mata nya melihat sang Daddy terluka karena menyelamatkan nya


Setelah melakukan nya sniper tersebut pun langsung berlari dan Sam pun mengejar nya kali ini. Ricky hanya tersenyum melihat putri nya itu baik-baik saja dan dia pun mencium pipi anak-anak nya


"Daddy bertahan lah ". Kata Kai


Kini para sahabat Ricky pun segera membawa nya pergi dari tempat itu dan tak lupa juga mereka menggendong anak-anak Ricky agar kejadian ini tidak lagi terulang

__ADS_1


"Saya sudah menembak nya bos ". Kata sang sniper yang lolos dari kejaran Sam


__ADS_2