
Tidak ada hal yang selalu bisa membuat mereka yang bersahabat berpisah apalagi hanya masalah sepele saja itu tidak akan mungkin bisa membuat mereka terpisah sama sekali.
" Lalu apa rencana Lo nanti Kai ?". Tanya Brandon
" Gue ada rencana yang menarik untuk mereka semua nya dan Lo pun juga akan terlibat juga di dalam nya ". Kata Kai
" Rencana apa yang Lo punya Kai dan kenapa bisa melibatkan kita ?". Tanya Sky
" Ya karena kita satu kelompok jadi wajar saja bukan jika kalian di libatkan dalam hal ini ". Kata Kai
" Apa Lo tidak mengajak Axel dan yang lain nya juga untuk acara nanti malam Kai ketika melakukan pesta penyerangan ?". Tanya Brandon
" Tidak , karena mereka harus menjaga orang tua gue di rumah Nathan nanti nya ". Kata Kai
" Jadi Lo ungsikan mereka ke rumah nya Nathan . apa tidak akan curiga bunda Lo nanti nya ?". Tanya Erland
" Tidak , mana mungkin juga bunda curiga akan hal itu karena di sana ada kak Ray yang selalu saja bisa membuat bunda paham maksud gue tanpa curiga sedikit pun juga ". Kata Kai
" Ray memang sangat dewasa sekali dan dia pun selalu bisa di andalkan dalam segala hal oleh sebab itu juga dia selalu mendapat kan kepercayaan dari Daddy Lo ". Kata Sky
" Bukan begitu juga kali . Bahkan semua anak pun mendapat kan kepercayaan dari Daddy namun ya memang kak Ray saja yang selalu serius dalam menanggapi nya ". Kata Kai
" Kita bahas rencana saja sekarang Kai, jadi jangan membahas yang lain nya lagi ". Kata Nathan
" Benar Kai , bahas saja rencana kita nanti nya agar semua berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang Lo inginkan nanti nya ". Kata Brandon
" Kita biarkan mereka masuk ke rumah ini dan eksekusi saja nanti di dalam rumah ". Kata Kai
" Gila Lo ya , bisa marah nanti Ray karena Lo menghancurkan rumah nya Kai ". Kata Erland
" Tidak sampai menghancurkan juga , gue akan membawa mereka ke taman belakang untuk kita ajak bermain di sana dan lagi si Daniel bodoh itu agar bisa tahu siapa kita ". Kata Kai
" Jika mereka kabur sebelum kita melakukan permainan bagaimana Kai ?". Tanya Sky
" Tidak akan ada yang bisa kabur dari sini jika sudah masuk apalagi para musuh ". Kata Kai
" Ya Lo benar juga sih Kai, di sini kan memang sangat penuh dengan teknologi canggih jadi tidak sembarang orang juga keluar masuk rumah ini ". Kata Erland
" Maka dari itu bersiap saja nanti tapi sekarang gue harus mengantar keluarga gue ke rumah Nathan dulu setelah itu kembali ke sini menunggu mereka semua nya beraksi ". Kata Kai
" Jadi mereka akan tidur di rumah Nathan nanti nya ?". Tanya Brandon
" Untuk hari ini mereka memang akan tidur di sana dan gue pun juga akan menginap di sana juga ". Kata Kai
" Adik ipar macam apa ini Nathan , merugikan sekali dia ". Kata Erland
" Rugi apa dia , malah dia untung karena ada Calista di rumah nya malam ini ". Kata Kai
" Menginap satu bulan pun juga tidak masalah dan tidak akan rugi juga gue Kai ". Kata Nathan
" Kan tadi sudah gue bilang jika Lo mana mungkin rugi yang ada malah untung bukan ". kata Kai
" Ya ucapan Lo memang benar sekali dan tidak ada salah nya Kai ". Kata Nathan
Nathan tidak ingin berdebat dengan Kai jadi dia hanya mengiyakan saja apa yang di katakan Kai bahkan tidak ada ucapan dia yang memprovokasi Kai sebab dia tahu bagaimana Kai jadi lebih baik mengalah dari pada adu mulut dengan nya
" Kita ke luar saja Kai siapa tahu mereka semua nya sudah siap ". Kata Nathan
" Baik lah ayo semua nya menuju ruang tamu saja sekarang , mungkin mereka sudah siap semua nya ". Kata Kai
" Kai tunggu dulu sebentar ". Kata Erland
" Kenapa Erland, Lo membuat kita kesal saja menunggu Lo ". Kata Brandon
" Gue Hanya ingin tanya saja kenapa Fellin menatap Lo dengan tatapan yang aneh ketika di markas tadi ". Kata Erland
" Itu benar dan tadi juga gue ingin bertanya seperti itu tapi lupa " Kata Brandon
__ADS_1
" Apa nya yang aneh , tadi gue tidak melihat ada yang aneh sama sekali dari dia ". Kata Kai
" Ya mungkin perasaan kita saja kalau begitu Kai ". Kata Brandon
" Sudah Kai membahas hal itu nanti saja di rumah gue dan sekarang kita pergi saja menemui yang lain nya ". Kata Nathan
Kai mengangguk setuju dan kini mereka pun bergegas untuk pergi mencari yang lain nya sekarang ini untuk mengecek apa mereka semua sudah siap atau belum
" Bagaimana kak , apa semua nya sudah siap ?". Tanya Kai
" Kita semua sudah siap Kai hanya menunggu bunda saja ". Kata Ray
" Bun bawa apa itu kenapa banyak sekali . Kita tidak camping Bun kenapa malah membawa semua nya itu ?". Tanya Ryan kaget dengan barang bawaan Yuli saat ini yang memang sangat banyak sekali
" Bukan nya kita akan menginap di rumah Nathan jadi bunda ingin membawa banyak perlengkapan sekali untuk beberapa hari ". Kata Yuli
" Kita hanya akan menginap satu hari saja dan malam ini saja Bun di sana ". Kata Ray
" Tapi bunda ingin lama di sana , apa tidak boleh Nathan ?". Tanya Yuli
" Tentu saja boleh bunda bahkan menginap sampai kapan pun boleh saja jika bunda mau ". Kata Nathan
" Kalian semua dengar bukan jika di bolehkan untuk menginap lama di sana dan kenapa kita hanya satu hari saja , itu hanya akan membuat kita kerepotan saja jika hanya satu hari dan untuk apa juga menginap jika hanya satu hari saja ". Kata Yuli
" Tumben sekali Yul Semangat ketika akan menginap di rumah orang ". Kata Kikan
" Ini bukan rumah orang lain lagi tapi rumah calon menantu ku jadi aku ingin tahu saja bagaimana rasa nya menginap di rumah sultan ". Kata Yuli
" Nathan bukan sultan seperti suami bunda ". Kata Nathan
" Jangan merendah seperti itu Nathan bahkan bunda tahu semua nya karena Daddy juga tidak akan pernah mau berbohong kepada bunda dalam hal apapun juga ". Kata Yuli
Nathan hanya tersenyum saja mendengar nya dan memang Kai juga pernah mengatakan jika memang tidak akan ada rahasia Sama sekali antara bunda dan Daddy nya sejak dulu hingga sekarang
" Bunda sudah siap jika iya ayo langsung berangkat saja sekarang ". Kata Kai
" Calista apa sudah siap juga ?". Tanya Ray
" Calista gampang jika dia belum siap ada Nathan yang bisa menunggu nya bukan dan nanti bisa menyusul kita ". Kata Kai
" Masak iya tuan rumah belakangan lalu siapa yang akan membuka kan pintu rumah nya nanti. ". Kata Bryan
" Kai bisa membuka nya dan di sana juga banyak penjaga jadi pasti ada yang akan membuka kan pintu uncle bahkan mereka semua juga kenal Kai jadi mana mungkin tidak akan di bukakan pintu untuk kita ". Kata Kai
" Ya sudah terserah mu saja lah Kai bagaimana jika ingin berangkat ya sudah ayo berangkat sekarang saja ". Kata Ray
" Tunggu Calista kak kenapa main tinggal saja ". Kata Calista yang turun lalu membawa tas kecil nya saat ini juga
" Kamu lama sekali jadi mau kakak tinggal tadi nya ". Kata Ray
" Hanya mengambil beberapa barang saya sudah mau di tinggal aku nya ". Kata Calista
" Kan ada kekasih kamu jadi kamu bisa ke rumah nya bersama dengan dia kan sayang ". Kata Ray sambil mengelus rambut adik kesayangan nya itu saat ini
" Kan lebih enak jika bareng kak " kata Calista
" Gaya sekali ya dia ini padahal sebenarnya juga suka bukan jika berduaan dengan Nathan ". Kata Derren
" Banyak bicara Lo . Mau gue sumpal itu mulut Lo ". Kata Calista
" Sadis sekali sih anak bunda ini ". Kata Yuli
" Siapa dulu Daddy nya Bun ya maklumi saja ". Kata Yuli sambil tersenyum menatap Ricky yang juga tersenyum juga kepada nya tadi
" Jika sudah siap semua ayo berangkat saja ". Kata Ricky
Mereka pun segera berangkat dan membawa mobil masing-masing saat ini dan terlihat juga jika Nathan dan Calista satu mobil berdua saja
__ADS_1
" Lo masuk saja nanti Kai karena gue cari makan dan beberapa bahan untuk di rumah nanti nya , siapa tahu bunda mau masak nanti ". Kata Nathan
" Belanja lah yang banyak karena kita semua akan lama di rumah Lo seperti nya Nathan " Kata Kai
Mereka semua masuk ke dalam mobil masing-masing sementara itu Nathan dan Calista akan pergi mencari bahan makanan sekarang ini dan tak lupa juga membeli makanan jadi agar tidak perlu memasak lagi apalagi di rumah Nathan juga tidak ada bahan makanan sama sekali saat ini sebab dia selalu membeli makanan jadi jika di sana
" Kita ke supermarket dulu sayang ". Kata Calista
" Baiklah Nyonya Nathan dan setelah itu kita pergi ke restoran untuk membeli makanan jadi untuk malam ini ". Kata Nathan
" Terserah kamu saja ". Kata Calista
" Oh ya , jika nanti aku ke New York apa kamu mau ikut dengan ku juga ?". Tanya Nathan
" Aku sudah kuliah di sini jadi mana mungkin pindah bahkan sayang juga kan jika pindah ". Kata Calista
" Aku hanya bertanya saja dan jika kamu tidak mau ya tidak apa-apa swety sebab aku tidak ingin memaksa kamu juga". Kata Nathan
" Bukan nya aku menolak atau apapun ya tapi aku hanya sayang saya sebab sudah nyaman di sini ". Kata Calista
" iya aku paham jadi semua nya terserah kamu dan jika aku rindu kan bisa langsung terbang ke Jepang . New York Jepang setiap hari bisa aku tempuh swety untuk kamu". Kata Nathan
" Sultan ngeri sekali ya ucapan nya ". kata Calista sambil tersenyum menatap Nathan
" Aku bukan sultan hanya saja aku berkecukupan". Kata Nathan
" Bagus lah jika kamu tidak se sombong Kai karena memiliki banyak harta ". Kata Calista
" Kai bukan nya memang seperti itu sejak dulu dan kesombongan dia hanya untuk memancing orang agar kesal saja dengan nya ". Kata Nathan
" Aku pikir itu juga benar sekali sih . Kai memang suka menyombong kan diri dan itu hanya untuk memprovokasi orang saja ". Kata Calista
" Ya begitulah dia sejak dulu dan aku sangat suka dengan nya jika sudah memancing emosi orang swety ". Kata Nathan
Tidak terasa juga perjalanan mereka sejak tadi yang sambil mengobrol itu kini telah membawa mereka sampai di tempat tujuan bahkan terlihat juga kini Nathan bersiap untuk memarkir mobil nya
" Ayo swety kita masuk ke dalam ". kata Nathan mengajak Calista sambil membuka kan pintu untuk nya
Kini mereka berdua masuk ke dalam supermarket dengan bergandengan tangan bahkan Nathan lah yang membawa keranjang belanja saat ini membuat mereka yang melihat pun merasa iri sekali dengan apa yang Nathan lakukan kepada pasangan nya
" Biar kan aku yang membawa nya sayang . Gak enak juga di lihat banyak orang ". Kata Calista
" Tidak usah merasa tidak enak dan kamu pilih saja mana yang di butuhkan untuk memasak Sebab aku tidak paham akan hal tersebut dan biarkan saja aku yang membawa barang belanjaan ini ". Kata Nathan
" Jika kamu maunya begitu ya sudah gak apa-apa. Ayo ikuti aku saja sayang ". Kata Calista
Mereka berdua pun memilih mana yang akan di beli untuk kebutuhan dapur nanti di rumah Nathan karena mama Luna dan bunda Yuli suka sekali memasak jadi Calista harus membeli banyak sekali bahan yang di perlukan untuk memasak
" Pilih saja yang banyak dan jangan banyak berpikir swety ". Kata Nathan
" Iya iya aku hanya ingin melihat saja dan akan membeli nya juga kok jadi kamu tenang saja ". kata Calista
Dia membeli banyak sekali memang bahan dapur karena tadi Nathan juga mengatakan jika di rumah nya tidak ada sama sekali bahan untuk memasak ya walaupun di sana ada maid nya tetapi Nathan tidak pernah menyuruh nya untuk memasak sebab dia selalu membeli makan di luar bersama para sahabat nya atau mengorder makanan ke rumah nya
" Sudah hanya ini saja ?". Tanya Nathan
" Ya hanya ini saja dan aku rasa juga sudah cukup sayang ". Kata Calista
" Ya sudah kalau begitu aku akan membayar nya sekarang ". Kata Nathan
" Biar aku saja yang antri dan kamu bisa menunggu di sana sayang ". Kata Calista
Nathan tersenyum menatap kekasihnya itu yang selalu saja pengertian sekali terhadap dirinya sejak tadi
" Aku tidak masalah jika harus mengantri juga dengan mereka jadi kamu tidak perlu khawatir sama sekali swety sebab aku juga suka sekali melakukan apapun juga jika itu demi kamu ". Kata Nathan
" Gombal sekali ya , ya sudah aku temani kamu agar tidak di ganggu wanita lain nya nanti di sana . Kamu tampan jadi pasti banyak yang suka di sini ". Kata Calista
__ADS_1
" Tapi aku hanya Suka dan cinta kepada kamu saja tidak ada yang lain nya juga ". Kata Nathan sambil memegang tangan Calista lalu mencium nya membuat pandangan mereka semua tertuju kepada mereka berdua sekarang ini