Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Apa Itu Kekasihnya ?


__ADS_3

Tidak banyak yang tahu memang bisnis apa yang di geluti oleh anak kesayangan Daddy Ricky itu bahkan Ray pun juga tidak mengetahui jika adik nya Calista memiliki bisnis di bidang perhotelan bahkan dia menjalankan nya juga sudah lama semenjak di bangku sekolah menengah atas dan kini usaha dia pun sangat berkembang dengan pesat nya bahkan beberapa hotel baru juga dia dirikan dan langsung juga dapat di terima dengan baik di kalangan konsumen nya bahkan Calista mendapat kan progres yang sangat baik sekali dari beberapa hotel yang baru dia buka sekarang . Calista selaku bekerja di malam hari agar mereka tidak mengetahui nya bahkan dia juga sering melakukan pekerjaan nya itu di perpustakaan kampus untuk mengindari para sahabat kakak nya agar mereka semua tidak mengetahui nya juga . Tapi ada satu yang tahu tentang bisnis Calista bahkan dia juga membantu nya tanpa Calista tahu siapa lagi orang itu kalau bukan Kai saudara kembar nya . Bahkan Kai juga selalu membantu Calista dari belakang tanpa dia tahu dan dia minta juga bantuan nya sebab Kai juga berinisiatif sendiri membantu kembaran nya itu dan menjaga agar tidak ada yang menggangu bisnis yang Calista kerjakan nanti nya


" Lo tidak akan menemukan apa yang Lo cari Derren bahkan gue tidak akan membiarkan Lo tahu jika gue adalah saingan bisnis Lo ". ucap Calista yang kini menatap layar laptop nya bahkan dia selalu saja menghentikan peretasan yang akan di lakukan Derren Kepada dokumen pribadi nya dan dia juga menutup semua akses agar Derren tidak bisa mendapat kan identitas nya lebih dalam lagi agar dia tidak tahu


Kini Derren masuk ke dalam ruangan kerja Ray bahkan wajah kesal nya masih terlihat dengan begitu jelas nya di depan Ray dan juga Arthur . Bahkan jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari namun mereka masih saja Belum tidur dan fokus dengan laptop nya


" Kenapa muka Lo Derren , apa Lo barusan di tolak cewek ?". Tanya Ray


" Tidak gue hanya kesal dengan seseorang saja ". Kata Derren


" Siapa yang bisa membuat Lo kesal selain Calista ?". Tanya Ray


" Gue juga tidak tahu . Dia baru saja mendirikan beberapa hotel baru dan perkembangan sangat bagus sekali ". Kata Derren dengan malas nya


" Jadi Lo kesal karena mendapat kan pesaing dalam bisnis Lo ". Kata Ray


" Bukan hanya itu saja Ray , coba saja bayangkan bahkan gue mencari data nya pun sangat susah sekali jadi gue tidak tahu sama sekali indentitas nya ". Kata Derren


Ray dan Arthur menatap Derren bahkan mereka terlihat menahan tawa nya begitu melihat ekspresi wajah kesal Dari Derren secara langsung kali ini di hadapan mereka berdua


" Apa kau sudah meminta bantuan Ryan untuk mencari tahu Derren ?". Tanya Arthur


" Ah kenapa gue jadi bodoh sekali bahkan seharusnya gue meminta bantuan Ryan sejak dulu karena dia adalah peretas handal ". kata Derren


" Lo memang bodoh sejak dulu hingga sekarang ". Kata Ray yang kini telah bersantai sambil menyandarkan kepala nya di kursi pijat milik nya bahkan kini dia juga memejamkan mata nya dan Arthur pun juga terdiam saja di tempat


Ceklek


Pintu kembali di buka dan terlihat Ryan dan Axel masuk ke dalam membawa koper masing-masing yang tentu nya mereka tahu apa isi dari koper Tersebut


" Bagaimana transaksi tadi , apa berjalan dengan lancar ?". Tanya Ray langsung Ketika melihat mereka berdua berjalan masuk dan duduk di sofa


" Lancar sekali tanpa kendala sedikit pun juga Ray ". kata Ryan


" Apa tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali dari klien tadi ?". Tanya Arthur ganti menanyai mereka berdua


" Gue sudah memastikan nya dan tidak menemukan kejanggalan sedikit pun juga ". Kata Axel


Mereka memang selalu berhati-hati dalam melakukan pekerjaan nya apalagi kini musuh lama telah muncul jadi mereka lebih waspada lagi saat ini bahkan sebelum menerima klien dan melakukan perdagangan ilegal mereka selalu mengecek data dari pembeli terlebih dahulu untuk menghindar dari hal yang tidak di inginkan nanti nya


" Bagus lah meski pun demikian tetap selalu waspada setiap hari nya ". Kata Ray


" Kita memang selalu waspada kan Ray bahkan keamanan kita pun juga sudah sangat baik sekali ". Kata Ryan


" Meski pun demikian jika kita lengah maka musuh akan dengan mudah masuk nanti nya dan itu akan membuat kita rugi besar jika Mereka bisa masuk ke dalam dan menerobos pertahanan kita ". Kata Ray


Ryan dan Axel hanya mengangguk saja pertanda jika mereka berdua paham dengan apa yang di katakan oleh Ray barusan tanpa mereka ingin membantah sedikit pun ucapan dari Ray tadi


" oh ya Ryan ngomong-ngomong soal musuh gue ingin minta bantuan Lo ". Kata Derren


" Bantuan apa Derren ?". Tanya Ryan yang kini terlihat sedang bersantai di kursi setelah menaruh koper nya bahkan kini dia tidak menatap Derren yang bahkan sudah terlihat sangat serius sekali saat ini


" Bantu gue untuk mencari informasi tentang siapa pemilik Hotel CaPuAir Company bahkan perusahaan itu berdiri sudah lama dan kini merajai dalam bisnis perhotelan ". Kata Derren


" Gue memang pernah mendengar nama perusahaan itu bahkan gue sempat mendengar jika pemilik nya adalah orang Indonesia . apa Lo kalah saing dengan nya Derren ?". Tanya Ryan


" Gue hanya heran saja kenapa dia bisa berkembang sangat pesat sekali bahkan gue juga sangat susah mencari identitas nya dan meretas nya pun juga sangat sulit sekali ". Kata Derren

__ADS_1


" Kebodohan Lo tidak berkurang sama sekali ya Derren bahkan hingga sekarang Lo masih tetap bodoh ". Kata Ryan mengejek


Derren menatap Ryan yang kini menyalakan laptop nya yang ada di ruangan kerja Ray bahkan dia juga menatap Ryan Dengan remeh sekarang ini


" Jika Lo berhasil mendapatkan identitas nya maka gue akan memberikan satu unit apartemen gue beserta Ferarri terbaru gue untuk Lo ". Kata Derren dengan serius nya sekarang ini


" Apa Lo yakin dengan ucapan Lo itu Derren , nanti Lo ambil lagi mobil nya ?". Tanya Rafael yang baru saja bergabung


" Lo baru datang saja banyak bicara Rafael ". Kata Derren


Kini terlihat Ryan mencoba mencari tahu tentang siapa pemilik dari CaPuAir Company bahkan dia terlihat sangat serius untuk mencari data pemilik nya bukan karena hadiah yang akan di berikan oleh Derren tetapi karena dia juga sangat penasaran sekali dengan pemilik bisnis perhotelan itu yang memang selalu bisa cepat jika membangun hotel baru bahkan peminat nya pun juga banyak serta desain yang selalu unik di setiap tempat nya membuat harga jual hotel itu sangat mahal sekali bahkan mereka juga menjual unit apartemen juga dengan harga yang cukup fantastis dengan fasilitas yang lengkap dan canggih juga desain dari sang pemilik perusahaan dan hal itu lah yang menambah rasa penasaran Ryan kepada pemilik tersebut saat ini


" Bagaimana Ryan apa Lo sudah menemukan nya ?". Tanya Rafael


" Sangat sulit sekali mencari nya bahkan gue selalu saja gagal di langkah pertama ". Kata Ryan


" Nah apa gue bilang dan seperti nya dia memang bukan lah orang sembarangan ". Kata Derren


Mereka semua tampak berpikir sekarang terkecuali Ray yang memang tidak terlalu perduli juga selama dia tidak terganggu maka dia tidak akan memperdulikan perusahaan lain nya yang juga memiliki bidang yang sama dengan nya juga


" Jangan pusing kan gak tersebut dan jika kalian masih penasaran sana minta bantuan Kai untuk meretas data nya karena kemampuan Kai di atas rata-rata jadi dia pasti akan berhasil ". kata Ray


Mereka menatap Ray bahkan mereka juga tidak berpikir untuk meminta bantuan dari Kai tadi dan kini terlihat Derren sangat bersemangat sekali menelfon Kai namun sayang nya dia tidak mendapat kan jawaban dari panggilan telepon nya tadi


" Kenapa Lo langsung menelpon nya bahkan ini masih dini hari jadi mana mungkin Kai akan mengangkat panggilan Lo kecuali panggilan tersebut dari Bianca ". Kata Ryan


" Sifat bodoh nya kembali muncul ". Kata Axel


" Ya sudah kalau begitu besok akan gue coba lagi untuk menghubungi nya dan meminta bantuan nya ". Kata Derren dengan antusias nya


Dia tahu jika Kai pasti akan sangat berhasil mendapat kan Informasi tersebut bahkan dia memang tidak pernah gagal sama sekali dalam meretas data orang jadi Derren sangat yakin jika Kai akan bisa mendapat kan nya dengan mudah nanti


" Dan jika Kai tidak mau maka gue akan meminta bantuan Bianca agar membujuk nya nanti ". Kata Derren tersenyum licik


" Lo berani sekali memanfaatkan Bianca , apa Lo lupa atau belum tahu siapa Kai bahkan tidak ada satu pun yang boleh memanfaatkan kebaikan Bianca walaupun itu saudara nya sendiri ". Kata Axel


Derren hanya menyeringai menanggapi nya bahkan dia akan mencoba cara itu nanti agar bisa mendapat kan bantuan dari Kai nanti nya untuk mengetahui siapa pemilik perusahaan yang kini menjadi saingan terberat nya itu saat ini .


*****


Pagi menjelang dan suasana di rumah yang di tempati oleh Bianca dan juga Kai Serta William kini terlihat sangat ramai sekali bahkan di sana ada para sahabat Kai juga yang kini ikut makan bersama di sana untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus . Bahkan mereka semalam menginap di rumah itu juga dan Bianca baru mengetahui nya ketika mereka bergabung di meja makan saat ini


" Kalian rupa nya ada di sini ya ". Kata Bianca


" Ya itu karena semalam kami menginap di sini Bianca ". Kata Erland


Bianca hanya mengangguk kan Kepala nya saja dan kini dia pun segera duduk untuk segera makan sebab dia juga sudah sangat lapar sekali saat ini


" Kak , apa Lo tidak ingin pergi ke Indonesia mengunjungi Daddy ?". Tanya Bianca


" Untuk apa pulang ke sana , ini terlalu cepat jika gue pulang kesana bahkan gue juga baru di sini ". Kata Kai


" Baru , bahkan Lo sudah ada di sini dua tahun Kak sebelum gue datang dan Lo pun kini juga sudah menempuh banyak sekali pendidikan di sini ". Kata Bianca


" Empat tahun lagi pun gue mampu asal itu bersama dengan Lo ". Kata Kai sambil tersenyum


Kai memang sudah menyelesaikan studi nya di kampus dan dia pun mengambil mengambil jurusan lain berbeda dengan sebelumnya bahkan sebelum ke New York pun Kai juga menempuh pendidikan kuliah nya di Indonesia juga karena dia tidak terlalu bisa jauh dari Bianca sebab kini wanita yang dia cintai sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik jadi dia tidak mau jika ada yang mendekati Bianca nanti nya bila dia pergi duluan ke New York .

__ADS_1


" Mulai ya gombalan nya . Kak semisal liburan semester nanti kita ke Jepang bagaimana ?". Tanya Bianca


" Baru masuk saja sudah ingin liburan Bianca ". Kata Sky


" Lo seperti nya merindukan Arthur ya ". Tebak Nathan dan Bianca hanya tersenyum saja mendengar tebakan dari Nathan yang memang lah benar dan Bianca juga memiliki hal yang harus di bicarakan secara langsung kepada kakak nya itu jadi dia ingin sekali menemui Arthur sekarang ini


" Kita akan pergi ke Jepang nanti atau Lo mau ambil cuti sekarang ?". Tanya Kai sambil menatap Bianca


" Cuti , baru juga masuk kak gak enak juga Kalau cuti terlalu cepat ". Kata Bianca


" Sudah makan saja dulu setelah ini kita berangkat ke kampus dan kita bahas ke Jepang nya nanti saja ". Kata Kai


Bianca mengangguk kan Kepala nya dan kini dia pun segera makan karena dia juga ada kelas pagi hari ini jadi dia tidak mau terlambat juga nanti masuk ke kelas nya


Sementara itu di Jepang kini Kim pun berangkat ke kampus di antar oleh papa nya bahkan dia juga berangkat tidak bersama dengan Ray dan yang lain nya sebab sebelum berangkat juga dia mampir ke perusahaan papa nya yang ada di Jepang


" Apa kamu sangat dekat dengan keluarga tuan Ricky ?". Tanya Ruben


" Tidak begitu dekat pa hanya saja aku bisa bersama dengan mereka karena aku bersahabat dengan Bianca anak dari asisten om Ricky ". kata Kim


Ruben menatap Kim sekilas lalu dia pun kini kembali fokus menatap jalan di depan nya bahkan kini dia pun masih berpikir tentang asisten Ricky


" Siapa nama asisten nya sayang ?". Tanya Ruben


" Biasa nya aku mendengar jika dia di sebut dengan nama Sam ". Kata Kim


Ruben baru ingat dengan asisten Ricky lebih tepat nya adalah orang kepercayaan nya bahkan Sam di kenal sebagai bayangan dari Ricky bukan asisten nya karena kinerja dia selalu saja bagus dan bisa membuat para musuh pun kalang kabut menghadapi nya Bahkan dia sangat terkenal juga nama nya karena dia juga selalu ada bersama dengan Ricky


" Pasti anak nya sangat Genius sekali sama seperti papa nya ". Kata Ruben


" Bianca sangat ramah dan baik hati sekali pa dan dia serta Kaka nya juga sangat pintar sekali sama seperti anak om Ricky ". Kata Kim


" Ya tentu saja mereka hebat karena orang tua mereka juga sangat hebat sekali ". Kata Ruben


Tidak ada yang meragukan kehebatan Ricky dan para sahabat nya serta orang kepercayaan mereka masing-masing bahkan semua juga takluk kepada nya tapi saat ini Ruben tahu jika ada sebuah Geng dengan anggota yang terbuka cukup mudah namun bisa merajai semua kerjaan bisnis bahkan Ruben masih belum tahu siapa mereka sedang kan dia juga tahu jika penerus dari Geng Ricky adalah para anak dari sahabat nya sendiri jadi Ruben juga masing mengamati apa mereka juga sama hebatnya dengan orang tua mereka atau bahkan bisa melebihi nya


Sampai di kampus Kim pun langsung berpamitan dengan papa nya dan kini dia pun segera masuk ke dalam kampus sekarang


" Nah bukan nya itu Kim ya ". Kata Calista


" Pantas saja dia tidak ke rumah ternyata dia bersama dengan papa nya . ". Kata Fellin


" Jadi itu papa nya kalem banget muka nya tapi anak nya sangat pecicilan sekali ". Kata Derren


" Lo kalau bicara memang selalu benar Derren dan coba Lo katakan hal itu di depan Kim nanti ". Kata Calista


" Jika mengatakan di depan dia gue tidak keberatan tapi jika gue mengatakan hal seperti tadi di depan Bianca bisa di terkam Kai sampai habis gue ". Kata Derren


" Lo cari mati jika mau mengatakan hal tersebut kepada Bianca ". Kata Ryan


Kim berjalan menghampiri mereka dengan senyuman yang mengembang di bibir nya bahkan dia terlihat sangat ceria sekali hari ini


" Wah rupa nya kalian menunggu gue ya , jadi tersanjung gue karena perhatian kalian ". Kata Kim


" Jangan kepedean Kim . Kami di sini menunggu kak Ray yang masih berbicara dengan Haruka ". Kata Calista sambil menunjuk ke arah Ray yang memang sedang berbicara dengan Seorang wanita di sana bahkan mereka berbicara sambil saling menatap saat ini dan yang lain nya pun hanya mengamati interaksi kedua nya saja


" Apa dia adalah pacar kak Ray ?". Tanya Kim

__ADS_1


" Mungkin saja . Kan Ray tidak pernah mau berkomunikasi dengan cewek manapun yang baru di kenal bahkan lihat saja Haruka Berani sekali memukul kepala Ray yang bahkan Calista sendiri saja agak ragu melakukan nya ". Kata Ryan


Bahkan ucapan Rian menurut mereka ada benar nya juga dan mereka juga semakin yakin jika Ray memang sudah memiliki kekasih bahkan interaksi Antara kedua nya terlihat sangat berbeda. Ray yang tidak banyak bicara kini mau berbicara dengan nya bahkan terlihat juga mereka bercanda bersama saat ini di sana tanpa perduli jika mereka masih menunggu Ray sekarang


__ADS_2