Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Sangat Penasaran


__ADS_3

Kini malam pun tiba dan mereka masih ada di rumah Ricky dan mereka akan makan malam bersama di sana bahkan mereka sudah siap untuk makan malam di sana


"Kai mana , kenapa belum turun ?". Tanya Ricky


"Bunda Kai datang ". kata Kai yang kini sudah menuruni anak tangga bahkan dia terlihat sangat keren sekali dengan jeans sobek nya maklum lah , anak motor jadi gaya sedikit urakan namun tetap tampan seperti biasa nya.


"Kai , kenapa berpakaian seperti itu ?". Tanya Yuli


"Memang kenapa Bun , gak boleh ?". Tanya Kai


Dia tahu tentu saja bunda nya tidak akan melarang nya namun dia ingin menggoda sang bunda saja dengan pertanyaan nya yang seperti itu saat ini.


"Tidak apa-apa hanya saja bunda seperti melihat Daddy mu saja kali ini ". Kata Yuli


"Kan Daddy memang di depan bunda jadi bunda tidak salah lihat dong ". Kata Kai lalu memeluk dan mencium bunda nya seperti yang selalu dia lakukan selama ini


"Jangan bercanda Kai, bunda serius ". Kata Yuli sambil mengelus rambut anak bungsu nya itu yang selalu saja akan bertingkah manja kepada nya di mana pun berada


"Iya iya Bun Kai minta Ma'af. Oh ya Bun Kai nanti izin keluar ya , mau nongkrong dengan teman-teman ". Kata Kai yang kini sudah mulai duduk dengan yang lain nya juga


"Tidak masalah Kai jika kamu ingin pergi dengan teman-teman kamu tapi ingat Jangan melakukan hal yang membuat bunda marah dan kamu tahu kan apa itu ". Kata Yuli


"Siap Bu bos ". Kata Kai sambil tersenyum.


Ricky dan para sahabat nya hanya melihat saja bahkan tadi Sam juga sudah mengatakan jika hari ini akan ada balapan dan otomatis Kai pasti akan turun ke jalanan dan Ricky akan melihat nya untuk memastikan apa King Of World adalah pimpinan anak nya atau bukan


"Kamu selalu saja pergi keluar Kai , apa sudah mengerjakan tugas mu dari sekolah ?". Tanya Calista


"Tenang saja kak, Kai sudah mengerjakan nya tadi setelah pulang sekolah". Kata Kai


Dia memang bandel namun dia tidak pernah tidak mengerjakan tugas nya karena jika dia mendapat kan nilai jelek pasti dia tidak puas walaupun orang tua nya tidak menuntut nilai tapi Kai tidak mau kalah dengan para saudara nya yang memang selalu berada di peringkat pertama di kelas nya masing-masing.


Setelah selesai makan kini Kai sudah bersiap untuk pergi namun sebelum nya seperti biasa dia tidak akan bosan untuk memeluk dan mencium sang bunda


"Kai berangkat Bun , mau oleh-oleh apa ?". Tanya Kai


"Oleh-oleh nya seperti biasa nya sayang, pulang harus tetap utuh anggota tubuh nya dan juga selamat sampai rumah ". kata Yuli


"Itu pasti Bun . Kai berangkat dulu Bun , Dad ". Kata Kai lalu keluar menggunakan jaket tebal nya itu dan dia segera mengendarai motor nya untuk menuju markas sebab para sahabat nya sudah menunggu nya di sana


"Kai mirip sekali dengan Ricky waktu remaja namun beda nya Ricky sangat dingin sama seperti Ray saat ini ". Kata Rachel


"Ya , bahkan gaya berpakaian nya pun juga sama ". Kata Rere


"Asal jangan playboy saja dia sama seperti Daddy nya dulu ". Kata Yuli


Ricky memeluk dan mencium istri nya itu bahkan dia menyadarkan kepalanya di bahu sang istri


"Itu dulu sayang sebelum mengenal kamu ". Kata Ricky


"Apa mungkin Kai nanti kisah cinta nya sama seperti kamu tapi aku tidak suka dia mempermainkan wanita sebab dia Punya saudara wanita sayang ". Kata Yuli


"Mana ada Yul yang berani mempermainkan Calista bahkan mendekati nya pun juga pasti sangat susah sekali karena ada Ray yang selalu menjaga dan melindungi nya apalagi Daddy nya ". Kata Ipank


"Bunda jangan mengkhawatirkan Calista bahkan kami semua selalu bersama dengan nya ". Kata Ryan


"Kalian tidak pergi jalan-jalan juga seperti Kai ?". Tanya Yuli


"Kak Ray melarang Cal pergi Bun karena dia sedang sibuk ". Kata Calista


"Kan kamu bisa pergi dengan Axel dan yang lain nya sayang ". kata Yuli


"Tapi kak Ray tidak mengizinkan jika tidak ada dia Bun ". Kata Calista dengan Santai nya bahkan dia tidak marah dengan Ray karena dia tahu jika itu adalah untuk kebaikan nya maka dari itu Ray bersikap demikian


"Pergi saja sayang biar nanti bunda yang akan mengatakan kepada Ray ". Kata Yuli

__ADS_1


"Cal di rumah saja Bun nongkrong bareng mereka di depan ". Kata Calista


"Kalau hanya di depan bukan nongkrong Cal gak asik soal nya ". Kata Derren


"Kamu ajak saja Calista jalan bareng Derren tapi ingat jaga dia dengan baik ". Kata Yuli


"Tapi Bun , Calista mau di rumah saja gak apa-apa Bun ". Kata Calista


"Anak muda mana betah di rumah saja sayang, sudah berangkat sana tapi pakai mobil saja ya soal nya malam nanti kamu kedinginan kalau naik motor ". Kata Yuli


Dia selalu saja perhatian kepada anak-anak nya bahkan Kepada anak sahabat nya pun juga dia sangat perhatian sekali karena Yuli tidak pernah membedakan di antara mereka semua.


"Ya sudah Bun kalau begitu Calista mau ambil jaket dulu ". kata Calista lalu pergi menuju kamar nya sebentar untuk mengambil ponsel dan jaket nya sementara yang Ryan dan Axel serta Rafael kini menunggu di luar dan Derren saat ini sedang memilih mobil mana yang akan mereka gunakan sebab di rumah Ricky tidak hanya ada satu atau dua mobil saja bahkan garasi rumah nya seperti showroom mobil saja saat ini dan beberapa mobil nya pun juga limited edition sekali.


"Dad, Bun Calista keluar dulu ya dan tadi juga sudah bilang ke kak Ray ". Kata Calista


"Ya sayang, hati-hati dan bilang kepada Derren jangan ngebut kalau mengemudi ". Kata Yuli


Calista mengacungkan jempol nya dan kini dia segera pergi keluar untuk menemui yang lain nya dan mereka berlima pun langsung berangkat ke Kafe untuk sekedar nongkrong saja di sana


"Kamu tahu dari mana Yul jika Derren yang akan mengemudi ?". Tanya Rachel


"Felling saja karena yang ambil mobil tadi Derren ". Kata Yuli


"Ya juga sih". Kata Intan


"Tenang saja kak, Derren tidak pernah ugal-ugalan kok ". Kata Bella istri Ken


"Iya iya aku tahu, Derren kan penurut tidak seperti papa nya ". Kata Yuli


"Mulai ya Lo Yul , resek nya ". Kata Ken


Yuli hanya tertawa saja Setelah melihat reaksi Ken bahkan dia tidak perduli dan kini kembali memeluk suami nya .


"Kak apa Arthur dan Bianca masih sibuk , kenapa mereka berdua belum juga kembali ke Indonesia ?". Tanya Yuli


"Mereka berdua sedang menjalani pendidikan dan pelatihan di New York jadi belum bisa kembali ke Indonesia ". Kata Sam


"Kenapa lama sekali Sam ?". Tanya Yuli


"Mereka masih belum matang jadi aku pun belum bisa membawa nya ke Indonesia sebelum mereka benar-benar hebat ". kata Sam


"Jangan terlalu keras mengajari mereka Sam bahkan anak-anak saja tidak terlalu di latih oleh Daddy nya ". Kata Yuli


Yuli memang tidak memanggil Sam dengan sebutan kakak sebab Sam dan Luna tidak menyetujui nya dan juga untuk latihan anak-anak nya memang mereka jarang berlatih dengan Ricky namun kemampuan mereka tidak bisa di anggap remeh sama sekali.


"Nanti juga mereka akan kembali sayang jadi kamu tenang saja bahkan di sana juga ada anak buah ku yang menjaga nya ". Kata Ricky


"Jordan kan yang menjaga mereka ". Kata Yuli dan Ricky pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.


Di markas nya kini Kai sedang bersantai saja bahkan dia hanya duduk manis di kursi nya sambil bersandar saja


"Bagaimana Kai, apa Lo akan turun nanti ke jalanan ?". Tanya Nathan


"Kita lihat saja nanti ". Kata Kai


"Seperti nya Jason menunggu Lo di area Kai ". Kata Erland


"Si sombong itu tidak kapok saja selalu kalah dengan gue ". kata Kai


"Dia memang rival abadi Lo Kai bahkan sejak dulu dia sangat berambisi untuk mengalahkan Lo ". Kata Erland


"Dan bahkan dalam mimpi dia saja tidak akan bisa mengalah kan gue ". Kata Kai yang kini masih tetap asik duduk dengan tenang dan memainkan ponsel nya .


Mereka tahu bagaimana kemampuan Kai bahkan sejak dulu mereka juga tahu Kai tidak bisa di hentikan sama sekali jika dia balapan dan otak cerdas nya itu yang bisa menyulap motor nya menjadi sangat bagus dan mumpuni sekali.

__ADS_1


"Kai, apa Lo tahu jika ada yang mengincar markas kita ?". Tanya Nathan


"Siapa yang berani mencoba mengganggu kita ?". Tanya Sky


"Jangan terlalu perduli bahkan mereka hanyalah tikus bodoh saja yang tidak tahu berhadapan dengan siapa ". Kata Kai yang memang tahu siapa yang di maksud Nathan tadi dan dia tidak terlalu memperdulikan nya karena yang di maksud Nathan adalah Kenzo mantan kekasih sang bunda yang ingin membalas dendam sebab dia tahu jika yang menghancurkan Beberapa perusahaan nya adalah Kai dan juga para saudara nya terlebih lagi Kai yang mengobrak Abrik sistem jaringan perusahaan nya dan itu membuat nya sangat marah sekali dan ingin balas dendam kepada Kai.


"Kita berangkat sekarang ke tempat balapan ". Ajak Kai yang kini sudah selesai memainkan ponsel nya dan entah apa yang dia mainkan tadi tapi mereka tidak terlalu perduli sebab Mai tidak suka jika urusan pribadi nya di campuri orang.


Mereka berangkat menggunakan motor masing-masing yang sudah di modifikasi dan terlihat sekali jika mereka sangat lah berkelas saat ini.


Yuli masih saja bercanda dengan yang lain nya dan tampak juga beberapa kali Arok kesal karena ulah dan ucapan nya.


"Sayang aku keluar sebentar dan kamu di rumah saja ". Kata Ricky


"Mau pergi dengan mereka ?". Tanya Yuli


"Iya, tidak apa-apa kan ?". Tanya Ricky


"Tentu saja tidak apa-apa tapi ingat hati-hati di jalan ". Kata Yuli sambil memeluk lalu mencium sang suami


Ricky dan para sahabat nya kini bersiap untuk pergi dan dia memerintahkan Sam untuk tetap di rumah menjaga istri nya saat ini.


Mereka kini berangkat namun tidak menggunakan mobil melainkan menggunakan motor karena Ricky ingin mendatangi area balap itu untuk melihat apa benar anak nya yang sedang bertanding hari ini.


"Kita ke sana Rick ?". Tanya Rere


"Ya kita ke sana tapi jangan sampai ada yang mengenali kita ". Kata Ricky


"Tapi anak Lo sangat cerdas Rick jadi mana mungkin dia tidak mengenali kita ". Kata Ipank


"Maka dari itu kita menggunakan atribut yang pernah kita pakai dulu waktu masih turun di jalanan ". Kata Ricky


Dia sudah menyiapkan semua nya tentu juga dengan bantuan Sam dan Diego. Kini Ricky sudah siap dan dia Serta Sahabat nya kini segera berangkat menuju area lokasi balap yang akan di gunakan.


Ricky dan yang lain nya mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi bahkan mereka seperti bernostalgia kembali setelah sekian lama tidak turun ke jalanan.


"Wah Rick seperti nya sudah lama kita tidak seperti ini ". Kata Ipank yang kini berada sejajar dengan Ricky


"Ya kita memang sudah lama tidak seperti ini dan gue akan mengagendakan untuk kita bisa touring bersama nanti nya ". Kata Ricky


Kini mereka kembali melanjutkan motor nya . Malam di Indonesia dengan cuaca yang mendukung membuat mereka terlihat sangat bersemangat sekali apalagi Ricky yang memang sangat penasaran sekali dengan King Of World. Beberapa menit kini mereka sudah sampai di lokasi dan di sana sangat lah ramai sekali namun Ricky seperti nya tidak melihat ada tanda-tanda anak nya di sana.


"Ramai juga Rick balapan nya seperti nya ini memang lah bukan balapan sembarangan ". Kata Arok


"Iya Rick, seperti nya juga memang akan ada balapan besar-besaran di sini , lihat lah Sangat penuh sekali ". Kata Rere


"Eh Lo sini ". Panggil Ipank kepada salah satu orang yang ada di sana .


"Iya ada apa ". Tanya orang yang di panggil Ipank


Dia tidak mengenali Ricky dan yang lain nya karena mereka menggunakan kacamata dan juga jaket bertudung di sana jadi wajah mereka tidak terlalu tampak saat ini.


"Siapa yang akan turun malam ini bro ?". Tanya Ipank mencoba mengakrabkan diri


"Belum tahu karena Rendra belum juga datang ". Kata nya


"Rendra ?". Tanya Rere


"Iya , Rendra raja jalanan yang selalu menang jika balapan dengan siapapun ". Kata orang tersebut


"Jadi Raja jalanan di sini adalah Rendra, apa dia sehebat itu hingga tidak ada yang bisa mengalahkan nya ?". Tanya Ricky


"Bahkan skill balapan dia melebihi seorang Ricky Airlangga sang raja jalanan yang selama ini di banggakan semua pembalap namun Rendra mengatakan jika dia lebih jago dari sang leader ". Kata nya


Ricky diam saja bahkan dia sangat ingin sekali bertemu dengan Rendra untuk melihat sehebat apa dia hingga dia bisa mengatakan jauh lebih hebat di banding kan diri nya . walaupun usia Ricky sudah tidak mudah lagi tapi untuk balapan dia masih bisa melakukan nya jika dia mau dan seperti nya dia kali ini tertantang setelah mendengar apa yang di katakan pemuda tadi tentang Rendra. Mereka semua kini semakin di buat penasaran dengan sosok raja jalanan itu.

__ADS_1


Sementara di tempat yang tidak jauh dari sana seseorang terlihat menyeringai melihat Ricky dan para sahabat nya dari kejauhan saja


__ADS_2