
Pagi ini sesuai jadwal yang di buat Aska, Kusuma Family berangkat liburan.
Tujuan pertama mereka adalah Jepang.
Karena Jepang yang sudah pasti.
Asya masih bingung kemana tempat yang mau di tuju karena banyaknya negara yang pengen ia datangi.
"Kalau kemaren Asya bilang mau ketemu sama emak bapaknya Mark NCT, Azril mau ketemu sama emak bapaknya Sana Twice."
"Ikut-ikut! Mau ngapain lu ketemu mak bapaknya Sana Twice?"
"Lu sendiri ngapain?"
"Mau ngomong gini, bismillahirrahmanirrahim—"
"Mark non-muslim, ngapain lu ngucap basmalah?"
"Tertabok. Dahla males," Asya langsung berpindah tempat duduk. Azril sendiri terkekeh melihat ekspresinya.
"Kalian tu dimana aja ribut ya."
"Kurang lengkap hidup tanpa ribut, mommy. Btw, Azril tetiba aja pengen jadi pilot. Latihan ah."
Azril berjalan ke depan.
"Gak jadi deh, ntar pilotnya tekejut liat ketampanan un real seorang Azril."
"Najisss betul dengarnya! Gue jadi pengen nampol lu deh, Zril." Azril cengengesan.
"Challenge yok, coba ngomong ala-ala pramugari gitu."
"Gue cowok, Sya."
"Ya buat versi pramugara lah tolilll!"
"Kalau gue bisa gimana? Lu ngasih apa?" Tanya Azril menantang.
"Gue turutin ape mau lu dalam sehari penuh," jawab Asya santai.
"Oke, deal."
"Gue yang nyoba dulu."
Asya memberikan kepada Azril teks yang ia temukan di tiktok tadi.
"Satu tarikan nafass."
"Kalau gue mati karena gak nafas, tanggung jawab lu."
"Gampang! Tinggal buang lu keluar pesawat," jawab Asya.
"Kampret!"
Asya tertawa.
"Cepet bah, lama kali."
"Ehhm. Selamat pagi para tamu kami yang terhormat. Selamat datang dalam pesawat Pak Aska dengan tujuan Jepang. Tujuan Jepang akan kita tempuh dalam tiga tahun dengan ketinggian jelajah tiga puluh ribu di atas permukaan bumi, terimakasih."
Asya, Aska dan Zia terkekeh.
Memang dalam satu tarikan nafas, tapi yang bagian akhir suara Azril seperti anjingg kecepit.
"Goblokk siaa! Tujuan ke Jepang waktunya tiga tahun," cibir Asya masih sedikit tertawa.
"Pesawatnya meliuk-liuk dulu, naik ke atas bawah muter-muter jungkir balik, makanya lama."
"Astaghfirullah, lu pea bangett sumpah dah!"
Bodohnya, Azril malah nyengir.
"Kalian tu ada-ada aja emang tingkahnya, random banget."
Asya dan Azril cengengesan.
"Ini namanya kreatif, momm."
"Sekarang gantian lu deh, Sya. Gue tebak lu gak bisa!"
"Kalau gue bisa gimanaa?"
"Gue jadi babu lu seharian."
"Deal!!"
"Ehhmm. Selamat pagi para tamu kami yang terhormat. Selamat datang dalam pesawat lion air dengan tujuan ke Jepang. Tujuan Jepang akan kita tempuh dalam dua jam deng—"
"Anjirr, ada burung keren bisa terbang."
Asya menghentikan ucapannya ketika Azril menunjuk jendela. Asya melihat apa yang Azrik tunjuk.
Lima detik kemudian, Asya tersadar.
"BURUNG KAN EMANG BISA TERBANG, AZRIL!!"
Azril terkekeh. Dirinya memang sengaja agar Asya gagal dalam challenge.
"Lu gagal, lu gagal. Huu, gagalll!"
"Gara-gara lu anjjj! Ah licik lu. Gak terima gue, gak terima. Sini lu cepet, biar gue tokok pala lu."
"Ogah ogahh."
"SINII!"
"Kejar lah!"
Azril berjalan cepat ke area belakang.
Asya menyusulnya tak kalah cepat.
"Lama-lama lari orang dua ni," gumam Zia sambil senyum tertekan.
"Berdoa aja, semoga gak oleng."
◕◕◕
Beberapa jam setelahnya.
Aska, Zia, Asya dan Azril baru saja bangun dari tidur. Mereka tidur di apartemen yang Aska sewa. Setelah mandi tadi, kini mereka sedang bersiap-siap untuk cari makanan.
"First time lihat malam hari di Jepang secara langsung," kata Asya sambil tersenyum.
"Padahal belum keluar."
Asya nyengir.
"A a a, annyeonghaseyo. Azril Kenzi imnida."
Mereka bertiga menatap cengo Azril.
__ADS_1
"Azril tololl betul bah. Kita di Jepang pea, bukan di Korea! Kenapa lu pake nya Bahasa Koreaaa?!"
"Hah? Eh iyaa lupa njemm. Halo dalam bahasa Jepang apa?"
"Ni hao," jawab Asya santai.
"ITU CHINAA BEGEE! Ah sama aja lu."
Asya tertawa.
"Bahasa Jepangnya halo itu konnichiwa," kata Aska memberitahu.
"Oiya, itu tadi maksudnya Asya."
"Ngeles lu, jubaedah."
"Gue tu emang tau, gue banyak tau bahasa kok."
"Oke, gue tess. Apa bahasa Indonesia-nya ahado?"
"Apa."
"Ya apaa?"
"Emang apaa!"
"Apaa? Jawabannya?"
"Gue smackdown ya lu! JAWABANNYA MEMANG APAA! A P A!"
Azril terkekeh melihatnya, "selo aja jangan ngamuk. Mata lu mau keluar tuh."
"Anjingg. Astaghfirullahalazim, lu macem anjingg."
"Ehh, Asya mulutnya. Gak boleh gitu, kamu cewek." Omel Aska.
"Anjingg kan hewan, daddy."
"Ngatain Azril anjingg, berarti kamu bilang Azril hewan?"
Asya menunduk, matanya sedikit menoleh ke arah Azril yang sedang mengejek.
"Asya, jawab daddy."
"Maaf, daddy. Gak lagi deh, nanti anjingnya Asya ganti jadi babii saja."
"Gak ada bedanya munaroh!"
Asya cengengesan, "hehe."
"Udah, di kurang-kurangi ngomong kotornya. Gak baik ngomong kek gitu," ceramah Zia santai.
"Oke, sans mom."
"Yaudah ayok cari makanan."
Mereka berempat keluar dari apartemen kemudian pergi bersama-sama. Tadi memang gak akur, tapi sekarang malah lengket kea cicak sama dinding.
Itulah Asya dan Azril.
Keduanya benar-benar lengket, malah terlihat sebagai sepasang kekasih.
"Kita berapa lama di Jepang, daddy?" Tanya Asya.
"Maksimal seminggu, minimalnya terserah kalian."
"Seminggu aja. Siapa tau nanti Asya nemu cogan Jepang."
"Dih kamprett! Tangan lu bau terasi," omel Asya.
"Ngaco anjemm!"
Azril mencium tangannya, "ini bau parfum dodol. Emang goblokk lu natural banget, keren kali!" Asya tertawa kecil.
"Di mana-mana berantem gak capek??"
"Capek sih mommy, tapi kalau gak gelut tu gak keren. Apalagi kalau belum..."
Plak!
"... nabok, Azril."
"ASYA PEAAA!"
Asya tertawa meledek kemudian berlari menjauh. Azril mengejar Asya dengan mukanya yang penuh dendam.
"Lu gak bakal bisa tangkap gue, gak jago lu."
"Alah bacott. Kalau ketangkep awas aja lu ye, siap-siap gue jadiin omelet."
"AAA TAKUTT."
Jauh di belakang mereka, Aska dan Zia mengelus dada.
"Keknya itu bukan anak aku deh."
"Emang bukan anak kamu sih, tapi anak kita."
Zia menatap Aska.
"Sa ae si bapak-bapak!!"
◕◕◕
Hampir tengah malam, Aska dan anak istrinya baru tiba kembali di apartemen. Aska sendiri langsung membaringkan tubuhnya karena terlalu lelah. Zia juga ikut tidur di sampingnya.
Asya dan Azril sibuk mandi lagi karena mereka banyak lari-lari dari tadi.
Selesai mandi, Asya menghampiri orang tuanya di kamar. "Mommy daddy tidur kah?"
Aska auto terbangun, "butuh apa, sayang?"
"Gak gak, gapapa kokk hehe. Lanjut tidur dehh, good night."
"Good night to my princess, jangan begadang ya." Ujar Zia, Asya tersenyum sambil mengangguk kemudian masuk ke kamar sebelah. Ia bersama dengan Azril tapi beda ranjang.
Asya mengabaikan Azril yang sedang bermain game. Ia mengambil ponselnya sendiri untuk mengechat Arsen.
"Wah, rame."
Asya membukanya.
biaaawak 𓆌
last seen today at 21.57
assalamu'alaikum cantikk
dmna?
woii, udah nyampe?
__ADS_1
ppp
asik liatin cogan ni mesti
liat aja terus liat, gimanapun juga yang ganteng cuma aku.
"Hahaha, pede banget." Kata Asya setelah membaca chatnya. Tidak berhenti disitu, masih panjang lagi spam dari Arsen.
Arsen besibuk.
Memang bukan tiap menit, tapi tiap tiga jam sekali. Itu juga bukan satu chat doang, tapi bisa sampe sepuluh chat lebih.
Asya pun menggerakkan jarinya untuk mengetik.
biaaawak 𓆌
last seen today at 21.57
^^^arsennn, mau ceritaaaa^^^
Baru aja terkirim, centang biru sudah muncul.
"Gercep banget. Ini jam berapa sih?"
"Setengah dua belas, berarti di sana sekitar jaaaammm setengah satu? Waww."
Asya kembali melihat ponselnya, Arsen cuma membaca doang tanpa membalas. Asya yang kesal langsung meletakkan kembali ponselnya.
Belum ada satu menit terletak, ponsel Asya berdering.
Ternyata panggilan video dari Arsen.
"Arsen?" Tanya Azril.
Asya mengangguk.
"Cieee, ldrr."
"Diem lu, bacot bangett!"
Azril tertawa kemudian kembali main game.
📞 "Assalamu'alaikum, cantikku."
^^^"Hihii, wa'alaikumsalam mas ganteng."^^^
📞 "Keasikan liat cogan ya makanya baru ngabarin?"
^^^Asya nyengir.^^^
^^^"I'm sorry."^^^
📞 "No problem, baby. Mau cerita apa kamu?"
Asya jelas melihat Arsen sedang fokus menatapnya.
'Gini doang baper gue,' batin Asya.
^^^"Ntar dulu, kamu lagi dimanaa?"^^^
📞 "Masih di kantor, sayang."
^^^"Jam seginii??"^^^
📞 "Iya. Ada masalah urgent tadi."
📞 "Dah ah, malah bahas aku. Kamu mau cerita apa tadi?"
^^^"Eumm, aku mulai dari mana yaa?"^^^
📞 "Dari sampe tempat tujuan."
^^^"Okee. Tadi tu aku gak tau nyampenya jam^^^
^^^berapa, bangun-bangun udah di kasur."^^^
📞 "Kebanyakan tidur nih pasti."
Asya cengengesan.
^^^"Terus tadikan aku makan malam sama^^^
^^^mommy daddy, ketemu sama orang Indonesia^^^
^^^juga lohh. Katanya dari Medan."^^^
📞 "Cewek atau cowok?"
^^^"Cewek, dia pertamanya sendiri terus karena^^^
^^^keliatan mirip orang Indonesia^^^
^^^daddy suruh gabung makan bareng."^^^
^^^"Terus kan di satu meja tuh, daddy ajakin ngobrol^^^
^^^sampe akhirnya akrab. Dia juga cerita-cerita^^^
^^^horor, seru tauu."^^^
Arsen yang mendengarkan terus mendengarkan sambil tersenyum senang. Arsen juga terlihat antusias dengan cerita-cerita Asya, walaupun yang di ceritakannya horor.
📞 "Dia wibu gak?"
^^^"Nggak katanya, tapi penampilannya^^^
^^^agak mirip-mirip wibu gitu sihh."^^^
📞 "Emang penampilan wibu gimanaa, hm?"
^^^"Gak tau."^^^
Arsen tertawa.
📞 "Gak ada masalah kan disanaaa?"
^^^"Nggak adaa, aman kok. Daddy juga^^^
^^^bawa bodyguard, tapi cuma dua."^^^
📞 "Udah lengkap berarti, ada bodyguard
supir juga ada yakan?"
^^^"Iya ada, tapi masih kurang lengkap tauu."^^^
📞 "Kurang apalagi?"
^^^"Kurang kamu disisiku."^^^
📞 "HEHH! TANGGUNG JAWAB, AKU BAPER!!"
__ADS_1