Barbar Generation

Barbar Generation
Bolossss


__ADS_3

Kring!! Kring!!


Asya membuka mata mendengar suara alarm. Ia langsung bangun dari tidur ketika melihat jam yang ada di kamarnya.


Asya meraih ponsel yang ada di meja, ia membuka aplikasi Instagram. Asya tertawa melihat komentar komentar di postingan baru feedsnya.


Asya membayangkan tingkah nya semalam..


--Flashback


Berjam-jam mereka di sana, hanya Asya yang tidak meminum alkohol. Melihat semua temannya yang memang tidak ahli minum sudah tepar, Asya kebingungan.


Bagaimana caranya ia membawa mereka pulang?


Tok!! Tok!!


Asya menoleh ke arah pintu, "nona muda"


"Haaaa, untung ada om Sunda. Om bantuin saya yaa, liat mereka pada mabukk nii" Bodyguard daddy nya melihat sekeliling.


"Nona muda pulang naik mobil Asz aja ya, saya yang antarin" Asya mengangkat jempolnya.


"Ini temen-temen sayaa?" Pria itu keluar memanggil anak buahnya. Satu persatu mereka di gotong menuju mobil.


Dua mobil yang mereka bawa di kendarai bodyguard Asz. Sesuai permintaan om Sunda, Asya bersamanya.


"Om Sunda kok sabi disanaa?" tanya Asya memecah keheningan.


"Saya teh kan selalu ada di sekitar nona muda, saya gelisah sendiri karena nona dan tuan muda gak keluar-keluar dari restoran itu. Saya masuk deh, saya check" Asya mengangguk paham.


"Nona muda... gak minum kann yaaa?" Asya menggeleng.


"Saya takut om, cowok mabok kan serem. Itu sih saya masih bisa lawan kalau waras, kalau saya mabok juga apa gak gaswatt" Om Sunda mengangguk paham.


"Om gak capek jadi bodyguard?"


"Capek gak capek, non. Karena gaji nya alhamdulillah dan bos besar juga orang yang ramah jadi nya saya betah" Asya berohria.


"Om Sunda jangan panggil saya nona, panggil aja Asya"


"Terlihat kurang sopan atuuh, non"


"Gapapaa ishh,"


"Ini teh mau langsung pulang, nona?" Asya menoleh mobil di depan dan belakangnya.


Di depan ada mobil Alvin dan di belakang ada mobil Haikal. Seketika ide gila muncul di otak Asya.


"Em.. ini jam setengah dua belas. Toko make up ada yang buka gak ya, om??"


"Adaa kayaknya.. nona mau beli make up?" Asya mengangguk.


"Tapi bukan buat sayaaa" jawab Asya sambil tersenyum smirk.


"Ja... di??"


"Buat mereka, saya mau make up in mereka abistu masukin ke ig." Om Sunda tertawa melihat ide gila Asya.


"Nanti saya singgah kan ke toko make up" Asya mengangguk.


Ia mengambil ponsel nya mencari barang-barang yang di pakai untuk make up. Gak lama setelahnya, om Sunda membelokkan mobil nya ke toko make up yang masih buka.


Asya menoleh, "lengkap nih. Tunggu bentar yaa, om Sunda" Asya keluar dari mobil.


Ia mengambil semua make up yang sudah di browsing, ia membayar dengan kartu kredit nya sendiri. Setelah selesai ia kembali masuk ke mobil.


"Wahh.. gak nyangka banyak bangett make up nya cewekk" gumam Asya sambil mengelap keringatnya.


"Haha.. nona muda teh jarang make up an jadi gak tau yaa?"


"Saya gak ngerti om soal make up. Ini saya beli beneran cuma untuk ngerjain merekaa" Om Sunda tertawa kecil mendengarnya. Ia kembali mengemudi menuju rumah abu-abu.


Tiba di rumah abu-abu, para bodyguard kembali membantu para pria itu masuk ke rumah. Meletakkannya tepat di ruang keluarga.


"Makasihh ya om ommm, makasih banyaaakk"


"Iyaa sama sama nonaa" jawab mereka kompak sambil tersenyum.


"Nona muda jangan lupa kunci pintu yaa, nanti pagar saya kuncikan" Asya mengangguk sambil jawaban.


"Kami pamit undur diri, nona" Asya tersenyum.


Ia melambaikan tangannya, "hati-hati omm" Para bodyguard pun keluar.


"Anaknya boss cantik yaa, humble lagii, pinterr, apa lagi yang kurang?"


"Kekurangan nya gak bisa dimiliki"


Back to Asya.


Saat ini Asya sedang menonton acara make up. Korban pertamanya adalah Alvin.


"Eyeshadow.."


"Eh salah ini eyeliner"


"Pake blush on terakhir...."


"Okeeee mantappp" Alvin selesai di make up in.


"Wahh.. bakat terpendam rupanyaaa"


Asya berpindah, ia bakalan me make up yang lainnya. Asya melakukannya sambil tertawa ngakak, ternyata muka teman teman pria nya cocok bila di make up-in.


"Cantik banget temen gueeee, gila sikk demi apaaa"


Asya mengambil ponselnya, ia berfoto dengan ke-enam bujangan yang sudah di hiasnya.


Asya juga foto ke satu-satu diantara mereka, paling banyak di Alvin karena Alvin bahan percobaan jadinya berantakan.


Asya bahagiaaa melihat muka temannya yang bermake-up, ia mengepost foto-foto yang tadi sambil mengetag orang yang bersangkutan.


"Ilangin gak yaaaa??" Asya pun menghapus segala make up.


"Alhamdulillah kalyan cowok ya, kalau pake make up tadii mukanya malah cem pelakorrrr!"


Flashback off--

__ADS_1


Asya tertawa kecil mengingat kelakuannya. Ia kembali menoleh ke ponselnya.


Membuka whatsapp, ternyata banyak yang menge-chat Asya semalam.


Asya mengabaikannya terlebih dahulu, ia ingin membuat story. Asya memilih satu foto paling kocak kemudian memasukkannya dengan caption muke muke pelakorr.


Setelah terkirim barulah ia melihat chat.


"Arsen spamm?" Asya membukanya.


...Biawak...


...last seen yesterday at 22.05...


asyaaaaaa


assyaaa


asyaaa


sya sya


lu kemana dahh?


woilahh, gue rindu anjirrr


lu dimaneee??


lu lagi ngumpul yee?


padahal gue mau ngajakin lu jalaan:)


tapi gapapa dehhh


have fun yaa bby:*


ydhlaa


karena lu gak on, gue mau tidurrr


lu jangan begadangg, gabaik buat kesehatan


oh iyaaa


besok pagi gue jemput


good nightt byy♡♡


Tanpa sadar Asya tersenyum sendiri membacanya, "ahh.. paan sih gitu doang baperrr"


Asya langsung menghempas ponselnya ke kasur lalu keluar tanpa membalas. Pemandangan pertama yang Asya lihat adalah teman-teman pria nya yang masih tepar.


"Lagak sii, sok sok an minum alkoholl" cibir Asya.


Ia menghampiri semua temannya yang tidur di ruang keluarga, "woiiii bangunnnn! Udah pagiii, ayo sekolahhh" teriak Asya.


"Berisik lu kamprett, ntaran aja dahh" jawab Azril kesal.


Asya menatap sinis Azril yang sedang tidur, ia berfikir keras bagaimana cara membangunkan ke-enam namja ini.


"Ehh.. DADDYY? ONGKEL AKSAA?? OM IVAN? OM DIMAS? EHH ADA OM JIMMY SAMA OM SAMM.. INI MEREKA MABUK OMM"


"Nggak pa, nggak. Alvin gak mabuk kokk" ujar Alvin masih mengucek matanya.


Mereka serentak menoleh ke arah pintu utama, "Asyaaaaa sialaaann!!" Asya tertawa ngakak.


"Ya maapp, siapa suruhh susah di bangunin. Jangan pada tidur lagii, mandiii cepatt, ayo sekolaaahh" ajak Asya.


"Bolos aja napaa lu padaa, gue sama Caka rela bolos nih" hasut Alvin.


"Au tuh, bolos sehari aja kan gak masalahhh. Kami disini juga ninggalin pelajaran disanaa" sahut Shaka.


"Ye kann gak ada yang nyuruh" jawab Asya.


"Gak pengertiann, bahh" Asya tersenyum manis.


"Udalaa bolos aja ayook, gue juga capekk. Ntar pelajaran matematika" ajak Haikal.


"Kalau pun boloss mo kemanasiii? Percuma juga ntar kalauu rebahannn doaangg"


"Nggak rebahan, kita keliling kota ntar. Apa ngga kemana gituu" sahut Azril.


"Ke villa bokap gue aja gimana? Pada minat gak?" tawar Dino.


"Villa??" Dino mengangguk.


"Kalau kesono dua setengah jam perjalanan baru nyampee," kata Dino.


"Bolehh juga tuh, kesana aja lah kuy. Ntar di jalan sekalian mampir mampir ajaa, ntah itu ke mall atau kemanaa" ajak Shaka.


"Okee, deal yaaa?"


"Dengan syaratt ntarrr berbeque-an" pinta Asya.


"Deal!!"


"Akhirnya boloss"


"Berangkat jam berapaaaa?" tanya Azril.


"Jam sepuluhan ajaa, abis ini kita mandiii terus keluarr sarapan. Siap sarapan ke basecamp jeel, gue pengen liat air terjunnn" jawab Haikal.


"Basecamp jeel?? Aahh iyaaa, gue pengen liatt" sahut Alvin antusias.


"Hem... gue jadi pengen ke pantaii" gumam Asya.


"Yaudahh sekaliannn ke pantai, pokoknya harii ini full day bareng jeel"


"Assssoyyy, ini sarapan diluarkann?" tanya Asya.


"Nggak, biar hemat lu masak aja. Kan lu babuu"


"Anjjj" Mereka terkekeh.


"Yaudahh pada mandi sonooo, kita sarapan di luar" ajak Shaka.


"Bapak bayarin sarapan?" tanya Asya, Shaka berdehem.

__ADS_1


"Em.. manteppp sekaliii"


"Btw, ini kagak bawa bajuu?" tanya Racksa.


"Bawa ajaa, jadiiin satu koperr. Letak di bagasi mobill"


"Gue pake tas eiger!!" Asya langsung masuk ke kamar nya.


Yang lain juga masuk ke kamar, Shaka masuk kamar Azril, Alvin masuk kamar Racksa, Dino dan Haikal masuk ke kamar tamu.


Tepat pukul tujuh, mereka keluar kamar.


"Insting yang kuattt" ujar Asya melihat mereka semua sama-samaa memakai baju hoodie berwarna hitam.


"Liatlahh betapa indahnya kebersamaan" mereka terkekeh mendengar ucapan Azril.


Secara bersamaan, mereka menuju pintu utama. Dino menggeret koper dan Shaka membawakan tas Asya.


"Ehh lu pada udah waras benerann?? Gue mendadak khawatir gituu," ujar Asya.


"Lebayyyy, kita cuma minum dikit semalam"


"Dikit kok mabuk, padahal alkoholnya rendah"


"Kesalahan teknisss" jawab mereka cengengesan.


"Semalam tu kan udah naik mobil si Apin sama Ical, sekarang naik mobil gue ajaaa" kata Racksa.


"Satunya mobil guee dehh" sahut Dino.


"Mobil gue ajj--- lahhh Arsen??" Azril terkejut melihat Arsen berada di depan mobilnya.


"Haii, morning."


"Lu dah dari tadii?? Kenapa gak manggill?" tanya Asya heran.


"Gue baru aja nyampee. Lu pada mau kemanaa? Boloss?" tanya Arsen.


"Hmm, duaa ibliss inii ngehasutt" jawab Azril menunjuk Shaka dan Alvin.


"Lu kagak mau bolos juga?? Ayok ikut" ajak Racksa.


"Mau kemanaa??"


"Em.. ke mana-mana yang penting barengan" jawab Haikal.


"Ayook ikutt aja deh luu, ngapain sekolah" hasut Shaka.


"Gak nyangka betul si bapak uda macem setann" Shaka cengengesan.


"Ikut aja kuyy, lebih rame lebih enakk" ajak Alvin gantian.


"Nahh betull tuuu"


"Gue gak bawa apa-apaaa, cuma pake baju sekolahh" ujar Arsen.


"Ailahh, gampang. Ntar tinggal belii, Dino yang bayarrr" sahut Azril.


"Gak ada alesann nolakk, ayooo ikutt" kata Haikal memaksa.


"Okeeyy okeeyy, gue ikuttt"


"Good choice, masukin mobilll lu" suruh Azril.


"Tungguuu, mobil gue di keluarin duluu" Dino menuju mobilnya mengeluarkan si mobil, Racksa juga melakukan hal yang sama.


Setelah dua mobil itu keluar, Arsen memasukkan mobilnya.


"Guee sama siapaa yaa?" tanya Asya bingung.


"Delapan orang kita bagi duaa ajaa, biar adil main suit" suruh Shaka.


"Keburu laper gueee samsulll" Shaka cengengesan.


"Udah buruann"


Shaka dan Alvin suit, Asya sama Azril, Racksa dengan Dino, dan Arsen suit dengan Haikal.


"Gue tim menang" ujar Dino.


"Gue bareng dindinnn" sahut Asya menghampiri Dino.


"Gue jugaaa" Alvin dan Arsen ikutan.


"Okeee kuyyy sarapaaann"


Dino memasukkan koper ke dalam mobil nya, sedangkan barang Asya di mobil Racksa.


"Oh iya, sen. Lu pake baju hoodie gue aja tuh, gue bawa juga warna hitam di koper" ujar Alvin menoleh ke belakang.


"Gila itam emang" cibir Asya.


"Lu gila abu-abu" balas Alvin.


"Nyenyenyee"


"Mau ganti baju kagak luu? Gue ambilin" tanya Asya pada Arsen.


"Nggak usah ditanyaa pasti mau, yakali dia pake baju sekolahhh" Dino yang menjawab.


"Ya juga sii, terus kalau ganti celananya gimana?"


"Lu pake celana apaa?" tanya Alvin pada Arsen.


"Pake celana coklat, kan kamis"


"Ehh iya kamis ya?? Berarti tar malem, malem jumattt?"


"Lahh iyaaa njrit," sahut Dino.


"Santai ajaaa, udah sering liat setan aja pun" balas Alvin.


"Sering darimanaaaa samsul?! Lu sering liatt??" tanya Dino.


"Kalauu di Indonesia baruu gue sering liatt" jawab Alvin.


"Hah? Dimanaa?" tanya Asya.

__ADS_1


"Di mobil ini juga ada, kan lu setannya"


"Astaghfirullahalazim... emosi gue semobil sama lu pinnn!"


__ADS_2