
+627867xxxx
Nyong
+627867xxxx
Sep! Arsen ganteng pake banget
^^^Asyaa^^^
^^^Gakenal!^^^
+627867xxxx
Gausah sok gak kenal! Gue orang terganteng se-SMA.
^^^Asyaa^^^
^^^Pedean lu_-^^^
^^^Asyaa^^^
^^^Dapet nomor gue darimana? Nyolong lu yaa?!^^^
+627867xxxx
Ndasmu bolong. Gue kagak nyolong! Gue ambil dari grup osis.
^^^Asyaa^^^
^^^Lo gak izin sama gue, berarti lo nyolong!!^^^
+627867xxxx
Syaa, kok lu begoo sih?
^^^Asyaa^^^
^^^Bacottt luu biawakk!!^^^
+627867xxxx
Lu juga bacot singa betinaa, mana matanya segede gaban
^^^Asyaa^^^
^^^Syanjing_-^^^
+627867xxxx
πππ
Asya hanya me-read pesan terakhir Arsen. Dia pun mengesave nomor Arsen dengan nama "Biawak"
Biawak
Asyaaaa!!
^^^Asyaa^^^
^^^Apaaan??^^^
Biawak
Gapapa sii
^^^Asyaa^^^
^^^Gabut bet si lu ajg_-^^^
Biawak
Wkwkw
Biawak
Eh, basa Indonesia-nya Hi apa?
^^^Asyaa^^^
^^^Hai^^^
Biawak
Kalau basa Inggris-nya mengatakan?
^^^Asyaa^^^
^^^Say^^^
^^^Asyaa^^^
^^^Or^^^
^^^Asyaa^^^
^^^Said^^^
Biawak
Yang bener yang pertama
^^^Asyaa^^^
^^^Maksudnya apaaa?^^^
Biawak
Kalau ditambah ang apa??
^^^Asyaa^^^
^^^Hai sayang?^^^
Arsen membalas cukup lama. Asya meletakkan ponselnya di kasur. Dia ngantuk.
Ting..
Asya kembali mengambil ponsel lalu melihatnya.
Biawak
π€ Voice message (0:03)
Asya membukanya lalu mendengarkan isi voice message Arsen.
Biawak
β―οΈ -----------------------
0:03 20:34
(Hai juga sayang)
Asya terkekeh mendengar perkataan Arsen.
^^^Asyaa^^^
^^^Modusss lu goblokk π^^^
Asya kembali meletakkan ponselnya di kasur.
"Ahh.. peak nya gue, kenapa gue panggil sayang?! Asyaaa apusss buruann"
Asya membuka ponselnya menghapus chat nya yang mengatakan sayang.
Baru saja ia membukanya, Arsen membalas chat Asya. Jelas saja centang biru langsung terlihat di ponsel Arsen.
"Aaashsh!! Berasa gue nunggu balesan dia banget kek gini!!" Asya keluar dari room chatnya mengatur di privasi meng-off-kan centang birunya.
Setelahnya ia kembali membuka chat Arsen menghapus chat yang ingin dihapusnya lalu melihat balasan Arsen.
Biawak
Payah emang ngegombalin buaya betina
^^^Asyaa^^^
^^^Lu yang buaya kamprett!!^^^
Biawak
Ehhh maksud gue tadi singaπ€£
^^^Asyaa^^^
^^^Abcd!!^^^
Biawak
Wkwks
__ADS_1
Biawak
Sharelock, gue jemput
^^^Asyaa^^^
^^^Kemanaa peak?!^^^
Biawak
Tugas pengamatannnn
^^^Asyaa^^^
^^^Sekarang?! Seriusan lu, aishhh_-^^^
Biawak
Lebih cepat lebih bagus
^^^Asyaa^^^
^^^Bacot kali! Mau pengamatan apa?!^^^
Biawak
Gue telpon lu aja ya?
Belum di iyakan, Arsen sudah meneleponnya.
...- Biawak -...
π "Assalamu'alaikum jelmaan bidadari"
^^^"Waalaikumsalam jelmaan jin"^^^
π "Kurang ajarr"
^^^"Hahhaha, yauda buruan bilang pengamatan apa?!^^^
^^^Biar gue urusin urusan gue dulu"^^^
π "Jadi dulu tu gue sering nemenin nyokap potong ayam di kampung, gue liat langsung tu cara motong ayam cara cara ngurus ayam dan sebagainya. Nahh, lu mau ngga pengamatan tentang itu?!"
^^^"Manut manut aja si, lu kan ketua tim"^^^
π "Oke itu ya? Deal nih?"
^^^"Manuttt"^^^
π "Manut mulu macem anjingg peliharaan"
^^^"Baj-- oke Asya penyabar dan imut harus sabar"^^^
π "Haha singa betina"
π "Sharelock buruan'
^^^"Gue siap beres-beres baru sharelock. Assalamu'alaikum penghuni rumah hantu"^^^
Asya yakin, Arsen sedang mengumpat di apartemennya.
Asya bangun dari tempat tidur lalu pergi mencuci piring, setelah selesai dia menyapu rumahnya, dan yang terakhir membereskan ruang tamu yang berantakan karena kedua pria gila yang tinggal bersamanya.
Siap dengan semua kerjaan, Asya pergi ke kamar untuk mandi.
Asya mengenakan celana jeans dan sweater oversize kesukaannya. Asya mengambil ponselnya menghubungi Arsen.
"Wah.. dia gabut atau niat?!" gumam Asya heran melihat Arsen menyepamnya sampai seribu pesan lebih.
Asya mengeshare lokasinya.
^^^Asyaa^^^
^^^Nah tuh, maap telat. Ga liat chat tadi^^^
Biawak
Alesan lu, gue datang gak besibuk lagi ya! Gue otw!!
Asya cengengesan melihat isi chat Arsen. Asya mengambil sepatu sneakers nya lalu keluar kamar.
"Lu mau kemana?" tanya Racksa.
"Lah lu darimana? Lu bedua?!"
"Supermarket bentar cari makanan, lu?" tanya Azril balik.
"Kerasukan! Kenapa jadi gercep gitu si Arsen? Biasanya dia paling males gituan tuh" kata Racksa.
"Kan ada ayang Asya jadi semangat dong" ledek Azril.
"Bacott!!! Lu bedua kapan?" tanya Asya.
"Ntah, gue besok paling" jawab Azril.
"Lu kagak mauu tuker sama Ical? Sumpah demi apapun gue lebih suka lu sama Vio"
"Nggak bisa mata besar"
"Aihdhh"
Tin tin...
"Tu pangeran udah datang" ledek Racksa.
"Gue pulang mati lu pada"
"Awww takut.... Hahahaha" Dengan muka kesalnya Asya keluar rumah.
"Kenapa lu?" tanya Arsen.
"Jangan banyak tanya, gue lagi kesel"
"Gue bawa motor pulaa, harusnya bawa mobil ya tadi"
"Gak masalah,"
"Ahh iyaaa lupa bawa helm doublee"
"Gue tau lu pikun, bentar gue ambil helm dulu" Asya pergi ke garasi mengambil helmnya, dia keluar garasi dengan helm yang sudah terpasang di kepalanya.
"Gapapa ni pake motor?"
"Gapapa, gue lebih suka pake motor" Arsen tersenyum mendengar jawaban Asya.
"Yaudah naik" suruh Arsen.
Asya pun naik ke motor sport Arsen. "Pegangan"
"Jangan cari kesempatan dalam kesempitan lu yaaa!!"
Arsen hanya tertawa, dia memakai helmnya lagi lalu melajukan motor sport hitamnya menuju perkampungan.
β£οΈβ£οΈβ£οΈ
"Wahh.. udah lama ngga kesini nak Arsen, apa kabar?"
"Arsen baik-baik aja buk"
"Tambah ganteng ya" Arsen tertawa kecil.
"Ini siapa? Pacar kamu?"
"Ahh bukan buk, saya temen Arsen. Asya" sahut Asya langsung.
"Saya Nur, temennya almarhumah ibu Arsen" Asya membalasnya dengan senyuman.
"Ada perlu apa? Tumben datang?"
Arsen tersenyum pepsodent, "Mau minta bantuan buk, hehe"
Empat puluh lima menit kemudian...
"Ayamnya pincanggg, kasiaann"
"Mau lu obatin?" tanya Arsen.
"Gak ada alatnya peakk" Asya mendekat ke ayamnya, namun ayamnya menjauh.
"Ayam laknat, gak jadi kasian!" Arsen tertawa mendengarnya. Ekspresi Asya yang imut membuat Arsen gemas.
"Kalian cepet banget udah mau pulang, gak mau diulur lagi nih?"
"Ngga deh buk, dari sini balik ke kota agak lama. Takut kemaleman" jawab Arsen sedikit gak enak.
"Yaudah kalau gitu, hati hati. Jangan lupa main lagi ya Asya, Arsen"
Asya tersenyum, "Iya buk hehe"
Arsen naik ke motor sport nya, Asya mendekat lalu memasang helm, mereka pun pergi meninggalkan tempat. "Kami pergi dulu ya buk, assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Iya waalaikumsalam"
Beberapa menit kemudian, masih di sekitar perkampungan.
"Sennn"
"Arseeennn!!"
"Oyyy apaa?"
"Laperrr"
"Haa?? Lemperr?"
"Ashshh, gue laperrr bukan baperr"
Arsen meminggirkan motor sport nya, ia melihat Asya dibelakang.
"Apa?" tanya Arsen.
"Laperrr"
"Tadi di tawarin makan gak mauu"
"Ya kali gue makan di tempat orang yang baru gue kenal"
"Kok kek nya su'udzon ya lu?"
"Jaga-jaga bukan su'udzon"
"Yain yainn, lu mau makan apaa?"
Asya melihat kedepan, kesamping dan kebelakang. Ia pun menunjuk warung yang ada di samping.
"Gado-gado?"
Asya mengangguk, "Gelud gelud"
"Gado-gado jadi gelud-gelud" Asya cengegesan.
"Pegangan" Arsen langsung berbelok menuju warung gado-gado.
"Mbak gado-gado nya satu sama kopi luwak dingin satu" pesan Arsen.
"Oke mas!"
"Lu kagak makan?" tanya Asya, Arsen menggeleng.
"Liat lu makan kenyang gue"
"Bacott lu biawakk!" Arsen cengengesan.
"Gue gak suka gado-gado"
"Semuanya lu gak suka ya? Pemilih banget. Di luar sana banyak yang susah mau makan tau, sen"
"Lu suka nya apasi?"
Arsen menatap Asya, "Gue sukanya lu"
"Bacottt mulu lu biawakkk!!" Arsen tertawa kecil.
Drrrtt.. Drtttt...
Asya merogoh ponsel nya, ia mengangkat panggilan video sekebon dari JL Squad. Azril, Dino, dan Haikal juga ikut.
π±"Haiii, asyyyyu"
^^^"Apin pengak dihh"^^^
^^^Alvin cengengesan.^^^
π±"Salam dulu dah kaliann" omel Shaka.
^^^"Waalaikumsalam"^^^
π±"Salam sya, bukan jawab salam. Ish gemes pengen tak hiiih" Asya tertawa.
π±"Apa kabar kalian?" tanya Haikal.
^^^"Gue baik kok cal"^^^
π±"Gue gak tanya lu" Asya memanyunkan bibirnya. Arsen yang disana hanya menatap Asya.
π±"Gue baik, gak usah rindu" jawab Alvin.
π±"Siapa juga yang rindu sama luu?!" tanya Azril kesal.
π±"Kali aja, gue kan imut dan ngangenin" balas Alvin.
π±"Najiss anjirrr dengernya!!"
Mereka tertawa bersama.
"Vc an sama siapa si? Gue dikacangin" tanya Arsen heran.
"Vc sekebon" jawab Asya.
π±"Saha, syaa?" tanya Shaka.
^^^"Temen guee"^^^
π±"Ngga njay nggaa, itu pangerannya Asyaahh" ledek Azril.
^^^"Dih dih dih bedosa"^^^
^^^Azril cengengesan.^^^
π±"Seriuss saha?? Gue mau liat orangnya" tanya Shaka.
π±"Lu beduaan doang ya? Lu dimanaa?!" tanya Alvin gantian.
π±"Sama siapa sih?" tanya Haikal juga.
π±"Jaga jarak satu meter, sya, sosial distancing. Bukan muhrim!" ujar Shaka.
π±"Jangan nyimpang syaa" Dino menyahuti.
π±"Aisshh, jawab dulu saha tadi?!" tanya Alvin maksa.
^^^"Mengapa, kalian... begitu kepo"^^^
π±"Gue bisa aja balik sekarang nih karena penasaran" ujar Shaka.
^^^"Sini-sini gue tunggu"^^^
π±"Gue mati deh hari ni karena penasaran" kata Haikal.
^^^Asya tertawa.^^^
^^^"Ntar gue telepon lagi, kapan kapannn"^^^
π±"Heh anak kuda, jawab dulu syapaa!"
^^^"Manusiaa"^^^
Asya langsung mematikan panggilannya bertepatan dengan tibanya gado-gado.
"Yang tadi siapa? Gue denger suaranya cowok semua" tanya Arsen lagi.
"Temen gue, lebih tepatnya sahabat squad. Geng temen masa kecil, Ical, Dino sama Azril juga ada tadi"
"Itu cowok semua?" Asya mengangguk. Ekspresi Arsen berubah seketika.
"Lu di kelilingi cowok ya? Di mall haritu juga lu di barengan sama cowok"
Asya melihat Arsen, "Di mall yang gak sengaja nabrak itu?" Arsen mengangguk.
"Pacar lu?" Asya menggeleng.
"Abang sepupu gue, anaknya abang nyokap"
"Gue di kelilingi cowok karena gue cewek sendiri di sejarah percucuan. Nyokap gue juga gitu, dia dulu juga satu-satunya cewek di sejarah percucuan sebelumnya"
"Dan sahabat geng masa kecil gue juga cowok karena anaknya temen bokap nyokap emang cowok semua"
"Satupun cewek gak ada?" Asya menggeleng.
"Cuma gue"
"Ooohh, terus yang lainnya di mall? Gue juga liat ada pak polisi itu. Lu ada hubungan apa sama pak polisi?"
"Nggak ada hubungan apa-apa. Cuma hubungan sebatas abang adek gituu" jawab Asya sambil makan.
"Syukurlah, gue lega dengernya"
Asya tersedak lalu minum, "Apa? Lu bilang apa tadi"
"Apa? Gapapa" Asya menatap sinis Arsen.
"Aneh"
__ADS_1