Barbar Generation

Barbar Generation
Traktiran Apin


__ADS_3

"WOII!!"


"QUEEN GAK COCOK NGELAWAN BAWAHANN!"


Asya berbalik, melihat ke sumber suara. Dua pria ber-kacamata hitam berdiri tepat di depan mobil sport berwarna putih.


"Cakaa? Apinn??"


Kedua pria itu melepas kacamata nya. Asya tersenyum senang kemudian berlari mendekati Shaka.


Shaka merentangkan kemudian memeluk Asya, "uuu babu kuu"


"Babu babu matamuuu" Shaka tertawa mendengarnya.


Asya menoleh ke samping, "gak usah sok ganteng lu"


"Kok bacottt" Asya terkekeh, ia mendekat lalu memeluk Alvin.


Alvin membalas pelukannya dengan eratt, "eeee asuuu lu pengen gue matii apa gimanaaa?!" Alvin melepas pelukan sambil cengengesan.


Mereka bertiga masih terus di tatap siswa-siswi lainnya, Laila pun terdiam ketika melihat ketampanan Alvin.


"Itu Caka sama Apin?" tanya Arsen pada Azril.


Azril mengangguk, "hoodie marron Alvin, hoodie mocca Shaka"


"Ayoo kenalann" ajak Haikal, mereka pun berjalan menuju Alvin, Shaka dan Asya.


"Yooo wasapp gengg" Dino dan yang lain berpelukan ala-ala pria.


"Ini siapaa?" tanya Shaka mengarah pada Arsen.


"Gue Arsen" Arsen mengulurkan tangannya. Shaka pun membalas uluran sambil tersenyum, "gue Shaka."


"Gue Alvin."


"Btw selera lu lumayan juga, Sya."


"Hah??"


"Gue tau laahh.. Ajil, Ical sama Dindin sering ceritaa" ujarr Shaka.


"Wahh tukang gosip lu pada!!" Mereka terkekeh.


"Lu beduaa kenapa balikk??" tanya Azril.


"Gue lahir di Indonesia, yakali ngerayain di Swiss" jawab Alvin.


"Ngerayain apa?" tanya Haikal.


"Anjjj, terlupakan betul bahh" Mereka tertawa lagi.


"Lu bedua kapan sampeee?" tanya Haikal.


"Yaaa barusann, koper aja di dalem mobil" jawab Shaka.


"Goblokk, bukannya pulang duluu"


"Kelamaann, gue udah rindu sama ni babu"


"Ya Allah.. princess kek gini di jadiin babu" keluh Asya.


"Princess comberannn" ujar Alvin. Ia langsung jongkok di depan Asya, melihat lukanya.


"Ambilin kotak p3k di dalemm mobil, kaa" Shaka memberikan kotak P3K nya pada Alvin.


"Apaan siii lebayyyy banget lu, ntaran ajaa gue obatin di rumah" jawab Asya.


"Udah diem aja deeehhh" Alvin mulai mengobati lutut Asya.


"Gilaa si gilaa, Asya punya pacar berapaa anjjir??"


"Mana cakep cakepp bangettt lagiii pacarnya"


"Maklum lah, Asya cakeppp nya kek gituuu"


"Tapi keliatan murahan banget gonta-ganti cowok!"


Alvin, Shaka, Haikal, Dino dan Azril langsung menoleh ke arah siswi yang mengatakan Asya murahan.


"Iri ya? Iri karena gak punya temen cowok? Apa gimana??" tanya Dino sinis.


"Berani-berani nya lu ngatain babu gue murahan, padahal harga diri lu lebih murah" sahut Alvin kesal.


"Emang hubungan cewek sama cowok cuma pacarann??" tanya Shaka ikutan sinis.


"Dahlaaah, ayo balik. Ntarrr malah ributt" ajak Asya.


"Udah babu diem aja" protes Haikal.


"Astaghfirullah, laknatnyaaaa"


"Dah laahh dahh, masukk mobil. Ayooo kita makaann siang di traktirrr apiiinnn" Asya mendorong Shaka ke mobil, mendorong Alvin juga ke mobil.


"Gue sama mereka berduaaa yaa" Asya ikutan masuk ke mobil. Alvin mengeluarkan kepalanya, "gue tandaii lu pada yang ngomongin Asya."


"Oh yaa... lu yang buat Asya luka, siap-siap aja sama konsekuensinya"


Alvin langsung memutar mobil kemudian pergi dengan kecepatan laju.


"Betul nya Apin tu tadi?" tanya Dino heran.


"Ya kali nipu, ayo ikutin! Makan gratisss niii."


❀✾


17.45


"Syaaa, bangunn"


"Hmm? Ntarr"


"Bangunnn da malemmm! Woi bangun woii" teriak Alvin tepat di depan pintu kamar Asya.


Asya membuka matanya, "jam berapaa?? Kok gue di kamarr??" tanya Asya keheranan sambil menoleh ke arah Shaka dan Alvin.


"Lu kan kebo, bisa tidur dimanaa aja. Tadi lu ketiduran di mobil pas balik"


"Busettt, kagak jadi makann dong?"


"Yaaa malemm lah jadinya, tadi kami juga udah makan"


"Makan apaaann?" tanya Asya sambil mengucek matanya.


"Makan nasi bungkusss" jawab Shaka sambil menjauhkan tangan Asya dari matanya.


"Udahh cepet bangunn, mandii, kita sholat bareng"


"Iyeee pak iyee, keluar sono lu beduaaa" Mereka pun meninggalkan kamar Asya.


Asya bergegas mandi, ia memakai hoodie warna coklat susu dengan celana jeans warna hitam. Setelah itu dia keluar.


"Hai putri tidurr" sapa Racksa.


"Haii ajudan ku"

__ADS_1


"Syalann" Asya terkekeh melihatnya.


"Ayo sholattt" Mereka bersamaan menuju ruangan sholat. Mereka sholat bersama dengan Shaka sebagai imam.


Shaka pria idamaann:^


Bukan hanya sholat berjamaah, mereka juga mengaji bersama-sama melalui aplikasi di ponsel.


Setelah selesai mereka kembali ke ruang keluarga menonton televisi.


"Mo berangkat jam berapaaa, pak?" tanya Asya.


"Sekarang aja laa yok, biar bisa lamaa" ajak Alvin.


"Kuylaah" Mereka bersiap-siap untuk pergi.


"Pake dua mobil ajaaa. Sa, lu ikut kann?" Racksa mengangguk.


"Tujuh orangg, mobil gue bisa muat tigaa" ujar Alvin.


"Gue sama Cakaa Apinn, yaww" pinta Asya.


"Okee, sisanya naik mobil gue ajaa" sahut Haikal.


"Let's go!!"


Mereka keluar rumah, terlihat seperti pasukan ber-hoodie. Tidak ada yang tidak memakai hoodie di antara mereka, semuanya memakai hoodie yang sama berwarna coklat susu.


Mereka semua --kecuali Racksa-- punya beberapa hoodie berwarna sama dan ada tulisan JL di bagian depan. Contohnya coklat susu, abu-abu, hitam, putih, navy blue, dan hijau army.


"Ehh, wait. Ini mo kemanaaa?" tanya Azril.


"Just follow me!" jawab Alvin.


"Ga bisa bahasa Inggris!"


♧♧♧


"Widiiii, demi apaziiii. Seriusan makan disinii?" tanya Asya.


Alvin mengangguk, "gue sewa ruangan privat."


"Makanannya enak sii, gue pernah nyoba beberapa hari yang lalu" sahut Haikal.


"Gak ngajakkk" protes Azril, Haikal cengengesan.


"Setau gue disini juga ada minuman alkoholl"


"Dahh yok masukk" ajak Alvin, mereka jalan bersama menuju ruangan.


"Gileee, manteppp jugaaa" puji Shaka.


"Bisa karaoke jugaa, multi ruangan coyy" jawab Dino.


"Gue jadi merasakan ke horor-an setelah Dino bilang ada minuman alkoholl" ujar Asya.


Alvin terkekeh, "dan gue beli tadi"


"WHATTT? SERIOUSLY?" Alvin mengangguk sambil tertawa.


"Gue gak ikut minum" ujar Azril.


"Bacoottt kauu bahh"


"Creepy anjirrr deket kalyaann, baru kali ini gue merindingg" keluh Asya.


"Ga bakal sampe mabuk kok bun, janjii" ujar Haikal sambil tersenyum.


"Aaa taii!!"


"Ehh btw, lu bedua berapa hari di Indonesia?" tanya Asya pada Shaka dan Alvin.


"Gue jugaa"


"Anjirrr cepet bangettt, geb" kata Racksa.


"Mereka bedua ni stress gue rasa, bisa-bisanya ke Indonesia cuma dua atau tiga hari."


"Yang penting bisa ngumpul" jawab Shaka.


"Yaaaiinnn" Beberapa menit menunggu, makanan mereka tiba semua.


Termasuk minuman beralkohol rendah yang di pesan Alvin.


"Baiklah teman-teman, mari kita berdoa" Mereka pun membaca doa sebelum makan.


"Sebelum makan, ikuti gue dulu" Shaka menoleh.


"Gak beres keknya"


Alvin tertawa, "ikuti aja cepatt"


"Ehem.. ya Allah"


"Ehem.. ya Allah"


"Ehemnya ngapain ikut anjjj?!" tanya Alvin kesal.


"Kan tadi lu nyuruh ikuti lu anjrottt" sahut Azril.


"Oiya, oke lanjut"


"Ya Allah..."


"Ya Allah..."


"Semoga alkoholl nya jadi halal"


"Semoga alkoholl nya jadi halal"


"Aamiin"


"Aamiin"


"Tunggu belum siap"


"Tunggu belum siap" Alvin menatap kesal sahabat sahabat laknatnya.


"Ikuti yaa"


"Ikuti yaa"


"Saya berjanji tidak akan lapor ke om Jimmy"


"Saya berjanji tidak akan lapor ke om Jimmy"


"Kalau sampe Alvin mabuk"


"Kalau sampe Alvin mabuk"


"Okeee siapp"


"Okeee siapp"


"GAK USAH IKUTIN GUE LAGI ANJJ" mereka membuka mata lalu tertawa.

__ADS_1


"Silahkannn makannn"


Mereka mulai memakan makanan yang di meja, "emm.. enakk, bisa-bisanya lu di Swiss tau tempat makan yang ajib ginii"


"Alvin gitu lohh" jawab Alvin santai setelah meneguk segelas kecil alkoholnya.


"Bentar, gue mau cerna kalimat terakhir tadii"


"Saya berjanji tidak akan lapor om Jimmy kalau sampe Alvin mabuk. Waaahgilasiii, luu sering minum di Swisss?" tanya Shaka intens.


"Kagak pakkk, seriuss kagak. Auto di basmi bokap gueee, disana kan ada bodyguard tersembunyi"


"Emang disini gak adaa??" tanya Dino.


"Ada pun dia gak bakal tau, kan di ruangan privat"


"Pintar sekali otaknya" puji Asya kesal.


"Jangan mabuk lu pada, gue geplakkk ntarr!!" Mereka berdehem lalu melanjutkan makan dengan santai.


"Sya, ternyata Arsen ganteng yaa" ujar Shaka sambil makan.


"Emangg gantengg, coba ya kalau lu liat dia senyum ka.. auto belokkk" sahut Haikal.


"Anjirrr, gileee lu. Jangan bilang lu belokk, callll?!"


"Nggaaa anjj, yakaaliii" Asya terkekeh mendengarnya.


"Terus polisi itu apa kabarrr?" tanya Alvin.


"Kemaren gue suruh Asya milih antara tu polisi sama Arsen, nah dia milih Arsen. Btw, lu milih karena apasii?" tanya Haikal pada Asya.


"Tanpa alasan gue bilang kemaren, kann. Lagian gak mungkin jugaa lah gue sama kak Fauzii"


"Kenapa nggak?" tanya Racksa.


"Kalau gue sama diaa yang ada dia malu kemana-mana ngajak guaa. Gue makan kaki angkat satu, jalan gak bisa kalem, gak bisa anggun, make rok sekali langsung robek, apa nggak maluu? Kalau sama Arsen enakk coyyy, se-frekuensiii gilanya" jawab Asya santai.


"Iyaaa sih, ada benernya juga. Sayang kan kalau pak Fauzi jadiin lu bini nya, tiap hari nahan maluu dia" sahut Azril.


"Gue heran sebenarnya, kok bisa ada yang suka sama lu?!" tanya Alvin.


Asya menatap sinis Alvin sekilas, "karena visual doang sih gue yakinnya. Gak tau juga ahhh, gue gak mau mikirin yang kek begituan. Kalau pun besok gue nemu yang bener-bener seriuss, gue bakal uji."


"Uji gimana? Jadi monyet percobaaan?" tanya Haikal.


"Ya nggaaa setannn! Gue nguji nya ntarrr ngerubah visual, kalau illfeel gue jauhin"


"Tapi gue yakin sih, sya. Arsen suka sama lu bukan karena visual lu" sahut Shaka.


"Bapak baru ketemu tadi, tau darimana?!"


"Gue ngeliatin dia lahh. Gue tu tauu, dan tadi gue juga ngeliat ketulusan dari tatapannya Arsen ke lu"


"Mm.. skip! Lu bedua di Swiss di Paris kagak nemu doii?" tanya Asya.


"Nggak, nyusahin. Nanti tiap detik harus ngabarin, gue lagi asik ngegame ntar nyepam lah nelpon lahh. Hiiiihh ogahh, mikirin hidup sendiri aja pusing gue apalagi mikirin anak orang" celoteh Alvin.


Mereka terkekeh, " Alvin bukan manusia normal keknya. Gak suka lawan jenis" ledek Racksa.


"Keknya iya, gue lebih suka sama si Caka"


"Uhuk uhuk... asuuu, belokk pulaaaa luu!" Alvin tertawa. "Canda, pak candaa"


"Si Caka ada deh kayaknya"


"Nggak lah, gue nunggu lu punya doi dulu. Ntar gue ospek, kalau cocok baru gue nyari doi buat sendiri"


"Eh?? Kenapa gitu?"


"Gimana yaa, gue sebagai abangan gitu gak mau adek cewek gue ketemu cowok bangsattt."


"Aaaaa sweett bangett abaaangg cakaaa"


"Gak gitu jugaa, najis gue liatnyaaa"


"Hahaha"


"Lagi pulaa, kalau gue punya doi duluan yang ada gue kebanyakan ngurusin doi. Ntar waktu gue ngurusin lu auto cemburu jadi nya ribut, maless guaa"


"Sepemikiran siii" sahut Haikal.


"Nah kan... ini si Azril pasti ada."


"Ada dari manaa, cewek aja takut sama gue gara-gara ngeliat Asya"


"Syalannn" umpat Asya.


"Ehh benerr tauu"


"Bacottnyaa, bilang ajaa masih gak bisa move on dari Adindaa" sahut Racksa.


"Mana pulaa" bantah Azril.


"Jujur ajalaaa, betul nya itu tebakan Racksa" kata Haikal.


"Aelaaaah jill.. gantengg doangg, suka cewe, cewenya orangg" cibir Alvin.


"Anjirrrrrr ngenaaa sampe paru-paru" ledek Dino.


Mereka tertawa lagi.


"Lu call, din, saa?"


"Dino kan adaa tuu, tapi gak pernah di kenalin" sahut Asya.


"Nanti aja kalau sampe pelaminan gue kenalin, ntar mah percuma di banggain ending nya sama cowok lain"


"Emm.. pinterrr" puji Azril.


"Dino masalah perbucinan nomor satuu" sahut Haikal.


"Alah taii, lu jugaa kan? Yakin gue mah, watsap isinya asrama cewekk"


"Asrama cewekk dari manaa samsulll?! Cewek aja kagak mau deket sama gue, minder karena gue terlalu istimewa"


"Dih dih.. najisss" Haikal tersenyum bangga.


"Geli gue jadinya"


"Hahahaha.."


"Lu, sa? Punya peliharaan gak?" tanya Shaka.


"Peliharaan di bilangnya, ga ada akhlak juga bapak ini" Shaka cengengesan.


"Gue gak di izinin sama bokap, takut kejadian yang pernah terjadi dulu kejadian sama gue. Oh ya, sya lu nanya kan kenapa gue sok cool di sekolah? Ya karena itu sebenernya"


"Kejadian apaan emang?" tanya Dino.


"Dulu tu bokap gue hampir mati karena di bunuh cewekk, ceweknya kea terobsesi sama bokap gue. Karena gak bisa di gapai, jadinya gituu. Gue sok cool di sekolah biar gak ada cewek yang deketin," jelas Racksa.


Mereka berohria, "gue jadi takut sama cewekk" ujar Haikal.


"Bayangin coba, Asya kek gitu"

__ADS_1


"Ya gak mungkinnn lah, dia kan bukan cewek!"


"Matamuuuu suuu!"


__ADS_2