
"Gak usah jahil, teplanting mereka nanti jadii makin mereng otaknyaa."
"Iya pula, hahaha!!" Mereka berdua tertawa.
"Ehh, ay, ini jam berapa??" Tanya Zia.
"Jam.. setengah lima kurang, kenapa??"
"Nonton bioskop horor, yukk!!"
"Alahh, gayanyaaa. Penakut ajaa sok-sokann!"
"Isshh, kan bareng kamu bareng anak-anak juga. Gak bakal takut akuu mahh." Aska menganggukkan kepalanya.
"Gitu, ya?? Kalau gitu, ayo!" Mereka berdua kembali menghampiri Asya dan Azril.
"Daddy, dinginnn!" Keluh Azril.
Aska dan Zia tertawa, "cemana gak dingin. Kalian bedua diem di tempat kea patung, udah ayoo keluarr."
"Muk ke mana lagii??" Tanya Asya.
"Nonton bioskop."
"Oke, ayok!" Asya keluar lebih dulu, di susul Azril, Zia lalu Aska.
Mereka meninggalkan arena ice skating kemudian pergi menuju tempat bioskop.
"Azril beliin popcorn sama minum."
"Nggak usah, biar daddy aja. Apa guna daddy kalau kamu yang bayar?"
"Ya kan biar gak daddy semuaaa."
"Nanti abis duit kamu minta lagii, mending pake uang daddy aja."
"Emang gitu maunya, padahal." Gumam Azril, Aska dan Zia tertawa kecil.
"Mo nonton apa mom??" Tanya Asya.
"Nanti kalian tau, oh iya, kalian aja yang beli popcorn sama minumnya." Aska memberikan kartu kreditnya pada Azril.
"Okeyy!" Asya dan Azril pergi.
"Kamu sini aja biar aku yang antri." Aska langsung pergi membeli tiket.
Beberapa menit kemudian Asya dan Azril datang bertepatan dengan Aska. Mereka pun masuk.
"Asya curiga." Aska tersenyum miring mendengarnya.
Mereka duduk bersebelahan, Asya dan Zia berada di tengah. Aska di sebelah Zia dan Azril di sebelah Asya.
"Da mo mulai."
Asya terfokus ke film, tiba-tiba hantu muncul. Ia terkejut, ingin teriak tapi di tahan. Alhasil Asya hanya bisa menutup matanya sambil beristighfar.
"Parahhhh, daddyy parahh!!"
ββ
Setelah beberapa jam nonton, akhirnya film itu selesai. Asya langsung berlagak seperti hantu yang di film.
"Di belakang lu hantu, mampusss!" Azril langsung lari.
"Azril akhlaklesss!!" Asya mengejarnya, mereka berdua pun kejar-kejaran.
Tapi tiba-tiba Azril hilang, "Azril.. lu dimanaa?"
"Azrilll??"
"DORRR!!"
"Anjj.. ah astagfirullah!! Kek taiii kau la, iyaa!" Azril cengengesan.
Aska dan Zia pun muncul mendekati mereka, "kemana lagi sekarang?" Tanya Zia.
"Emm.. beli es krim ayo, kan katanya ada yang mau traktir es krim." Aska melirik Asya.
"Tatapan mu.. jreng jreng.."
"Ada stres-stressnya anak mommy daddy yang satu ini." Ledek Azril, mereka terkekeh.
"Ayoo beli es krimm, es yang dua ribuan yaaa."
"Kenapa gak yang seribu dapet dua aja, sya?" Tanya Zia, Asya tertawa.
"Ide bagus, ayo beli mom!!" Mereka bertiga geleng-geleng kepala melihat Asya yang berjalan duluan, mereka menyusul Asya.
Mereka keluar dari mall karena berencana beli ice cream di toko ice cream.
"Daddy, kunci mobilnya mana? Biar Azril aja yang nyetir."
"Yakin mau nyetir??" Azril mengangguk.
"Emang kenapa, daddy?"
"Nggak, gapapaa."
"Daddy mu takut mobil barunya ringsek." Azril dan Asya tertawa. Aska pun memberikan kunci mobilnya, mereka bertukar posisi.
Asya di depan bersama dengan Azril yang mengemudi, sedangkan Zia dan Aska di belakang.
"Kamu siapa yang ngajarin naik mobil?" Tanya Aska.
"Ongkel Zaii, daddy."
"Kapan??"
"Pas baru mau masuk smp."
"Emm.. mantep kali si Zai, menyesatkann."
"Kalau Asya kapan?" Tanya Zia.
"Nggak tau mommy lupaa, seinget Asya pas baru masuk smp juga. Tapi sama bang Zapp."
"Zap mending, masih kalem. Kalau Zai naik mobil kan kayak setan kesurupann." Mereka terkekeh mendengar omelan Zia.
"Eeh itu di depan ada toko es krim, disitu gak momm, dadd?"
"Tanya bandarnya." Azril menoleh ke arah Asya.
"Iya disituu, ntar nyari lagi kagak nemu kan ribet balik lagii." Azril pun membelokkan mobil nya ke arah toko ice cream. Mereka berempat keluar dari mobil lalu masuk ke dalam toko.
"Daddyy mau rasaaaa coklattt."
"Mommy jugaa."
"Lu, zril??"
"You know." Asya langsung pergi memesan ice cream. Setelah selesai ia kembali, menunggu bersama yang lain.
Drrttt... Drtt..
Ponsel Aska berbunyi.
"Lagii??" Tanya Zia heran.
"Ini papa, bentar."
...papaaa...
π "Assalamu'alaikum, Aska, kamu di luar kota kan?"
^^^"Iya, pa."^^^
π "Sama siapa??"
__ADS_1
^^^"Zia sama anak-anak juga, kenapa pa?"^^^
π "Papa kan tadi pagi ke villa kakek kamu yang dari mama, teruss papa lupa ada berkas yang ketinggalan. Bisa tolong bawain?"
^^^"Bisa kok, pa. Tapi butuh cepet gakk?"^^^
π "Kalau kamu masih belum pulang, fotoin aja. Oh iya, sekalian nginep disitu aja biar lebih hemat kamunya."
^^^"Okee, siap. Nanti sampe sana Aska kirim."^^^
π "Yaudah, jaga baik-baik tu mantu sama cucu papa. Jangan sampe kenapa-kenapa!!"
^^^"Iya paa, tanpa di suruh juga Aska jagain."^^^
π "Good boy, papa matiin telponnya. Assalamu'alaikum."
Tanpa menunggu jawaban Aska, Hans langsung mematikan panggilan.
"Waalaikumsalam," Jawab Aska sambil memakan ice cream.
"Kenapa?" Tanya Zia.
"Papa nitip berkas, nanti kita disuruh tidur di villanya." Zia berohria.
"Oh iyaa, daddyyy." Aska langsung menatap Asya.
"Daddy bilang boleh minta apapun kecuali handphone baru kann?" Aska mengangguk.
"Kamu mau apa?"
"Bola volly samaaa sepatu sport baru."
"Azril juga mauuu, sepatu baruu buat main futsall." Sahut Azril.
"Mau milih sendiri apa gimana?"
"Daddy pilihin ajaa," jawab Azril.
"Iya, mommy sama daddy aja yang pilihin." Aska dan Zia menganggukkan kepalanya.
"Nanti daddy beliin. Btw, daddy denger kalian menang sparing?" Kedua nya mengangguk.
"Banggaaa banget mommy liat kalian berduaa. Berbakat bangettt, sama kayak mommy!" Aska langsung menatapnya.
"Kenapa jadi muji diri sendiri, buk?" Zia cengengesan.
"Tingkatkan prestasi kalian, baik di akademik ataupun non akademik. Apapun yang kalian jalanin, daddy sama mommy pasti dukung selagi masih positif."
"Hihiii, makasih mommy daddyyy." Ujar kedua nya kompak.
"Parah sih.. kalian berdua udah delapan belas tahun masihhh gemoyyy bangett. Mommy gemes liatnya!"
ββ
18.56
Pulang dari sholat maghrib di masjid sekitar, Aska membawa mobilnya menuju villa yang di katakan ayahnya tadi. Mereka berempat masuk bersamaan.
Mereka asal pilih kamar kemudian mandi di situ, masalah baju? Aska sudah membawa nya di koper besar yang ada di bagasi. Baju Asya dan Azril juga ada disana.
Setelah selesai mandi, mereka keluar kamar.
"Kalian makan malem pake apa? Mommy masakinn."
"Mommy gak capek?? Istirahat aja duluuu, momm. Azril gak mau mommy sakitt."
"Benerr kata Azril momm, istirahat aja dulu. Lagian kami belum laper kokk."
"Tuh, anaknya nyuruh istirahat. Di bilangin tadi ngeyell." Zia cengengesan, ia pun duduk diantara anak dan suaminya.
Kedua orang tua mereka sibuk menonton televisi, Azril bermain game sedangkan Asya, ia baru saja menghidupkan ponsel setelah di matikan sedari tadi.
Asya terkagum-kagum, watsapnya ramaii!
Tapi Asya hanya terfokus pada beberapa chat dari satu orang ini.
biaaawak π
last seen today at 16.45
you know ora?
aku iki miss u
kapan muleh?
syaa, lu tau kagak? tadi pak Andre ke apart gue anterin donat
donatnya bulet sama kea lu
tapi rasanya ga enakk, macem da basiii
gue kasih ke Racksa kann, dia makan cuma setengah gitu di paro
abistuu di lepehnyaa, ehhh dimakan kucing
gue rasa itu donat untuk kucing, soalnya kan kucingnya mau makan tu donat
wait waitt, jangan-jangan kucing sekarang makanannya bukan makanan kucing atau ikan asin lagii tapi donatt
Asya tertawa membacanya, ia bertanya-tanya kenapaaa manusia se-perfect Arsen kocak dan serandom iniii?!
Ngomong pake bahasa Jawa di campur Indonesia ada bahasa Inggris nya lagi pulaa. Bener-bener random.
biaaawak π
last seen today at 16.45
^^^terus sisa donatnya?^^^
^^^di kasih ke kucing semua??^^^
Asya beralih ke instagram, baru ingin membukanya notifikasi dari Arsen muncul. Padahal ia terakhir aktif tadi sore.
biaaawak π
online
AKHIRNYAAA MUNCUL
demi apazi twing
^^^random bangettt siikkk^^^
heheee
donatnya tadi gue sama Racksa donasiin kepada kucing yang membutuhkan.
^^^pinterrrr^^^
yaiya dong!
lu dimana? kapan pulang?
^^^gue di luar kota, di villanya kakek uyut^^^
^^^pulang lusa maybe, i don't know^^^
aihhh, lama kalii
satu hari gak liat lu lesu gue
^^^JUJUR YAA!^^^
^^^LU TUU SENIORNYA KAUM BIAWAKK KAN?!^^^
astaghfirullah astaghfirullahalazim astaghfirullah
__ADS_1
udah insyaf aku tuu
^^^yaaiiinn.^^^
^^^btw, bokap lu cuma ngasih donat?^^^
hmm, ngasih donat juga gak langsung sih
keknya gak ikhlas, masa iya basii
tapi gue lebih curiga itu emang untuk kucing, masa iya kucing makan donat. lahap banget pulaa
^^^itu kucing spesies pemakan donat^^^
matamuisu
Asya tertawa lagi, benar-benar receh.
"Kenapaa ketawa mulu?" Tanya Zia curiga.
Azril mengintip, "lagi chatan sama Arsen tuh momm." Asya menatap kesal Azril sekilas.
"Bener?" Tanya Aska meledek, Asya mengangguk pelan.
"Jangan lupa jaga jarak kalau beduaann."
"Iya daddy."
"Oh iya, ngomongin Arsen daddy teringat. Padahal emang mau gibahin Arsen."
"Astaghfirullah, di gibahinnn." Cibir Zia, Aska cengengesan.
"Emang gibahin apa, daddy?" Tanya Azril.
"Jadi kemaren kan daddy rapatt barengan sama investor. Nah di situ ada Arsen juga, kalian tauu, Arsen jenius luar biasa! Salah dikit langsung di perbaiki sama dia," ujar Aska takjub.
"Waww.. demi apazi twing." Sahut Azril melepas game nya sebentar.
"Demam apazi twing," ledek Asya.
"Kerenn dongg calon mantu kita, sayang. Jenius, banyak duit, baik budiii, rajin sholat, bisa bikin Asya ketawa, kurang apalagi kira-kira??"
"Keknya gak ada yang kurang sayang, sesuai kriteria calon mantu idaman kita tuh."
"Astaghfirullahalazim.." Asya mengelus dada.
"Sok istighfar."
"Gini nih, setan." Azril cengengesan.
"Kriteria calon mantu idaman cewek gimana mom, dadd?"
"Rajin sholat, bisa masak, mandiri, gak suka nuntut ini itu. Duplikatnya mommy lah, pokoknya!"
Azril tampak berfikir, "sepertinya Adinda bukan salah satunya." Bisik Asya.
"Aihhh, ngapa pula jadi Adinda?" Asya meledek Azril dari tatapannya.
"Adinda siapa?" Tanya Zia.
"Gebetan Azril momm."
"Nggakk momm, cuma temen doanggg."
Aska dan Zia tertawa melihat wajah Azril yang malu-malu. "Lagiannn, Adinda punya pacarr."
Aska dan Zia berohria. "Daddy boleh jujur?" Mereka berdua mengangguk.
"Daddy gak suka kalau kalian pacaran."
"Gak ada kok daddy, kami berdua gak pacaran." Ujar Azril perwakilan.
"Jangan sampe. Daddy beneran gak suka."
"Emang kenapa daddy?" Tanya Asya.
"Pacaran dosa, dan jugaa, daddy takut aja kalau sampe kalian ngelakuinn hal yang di luar nalarr karena gombalan pacar. Bisa aja cewek ataupun cowok yang goda."
"Bukan masalah reputasi daddy mommy aja yang daddy pikirin, tapi kalian jugaa." Mereka berdua menunduk.
"Asya gak mau pacaran, gak bakal mau."
"Azril jugaa."
"Good choice, omongan adalah janji, jangan sampe kalian pacaran tanpa sepengetahuan daddy."
"Iyaa, siapp bos!"
"Lagian mommy daddy dulu gak pacaran. Ehh, pacaran deng, cuma satu malem terus besoknya status berubah jadi tunangan." Sahut Zia.
"Uwuuuu, daddy gercep bangett." Goda Azril.
"Mak kalian dulu tuh, kalau gak cepet cepet daddy pinang bisa di ambil orangg. Trauma daddyy, untung gak jadi diambill."
"Uwaaww, kami bedua mo denger donggg. Kisahnya mommy sama daddy, mulai dari ketemuu sampeee ke plaminan." Ujar Asya penasaran.
"Emm.. mending gak usah, kalian masih kecil nanti baper." Aska tertawa mendengarnya.
"Oh ayolahh momm." Bujuk Azril.
"Skipppp."
"Eiya, seinget daddy tadi kita ngelewatin pasar malem kan?" Asya dan Azril mengangguk.
"Kesitu yok, daddy! Dah lama Azril gak main ke pasar malemmm."
"Asya jugaa."
"Yaudah ayoo!" Ajak Aska. Mereka bertiga pun bergerak mengikuti Aska.
"Kamu mau kemana?" Tanya Zia.
"Ganti baju."
"Alahh kelamaaann, pake baju tidur juga udah oke. Ayoook!"
βββ
Beberapa menit di perjalanan, mereka pun tiba di pasar malam. Mereka berempat keluar dari mobil bersamaan.
"Wah ramee."
"Kalau mau sepi di kuburan," cibir Asya. Azril langsung menatapnya sinis, Asya cengengesan.
"Mau main wahana apa?" Tanya Zia. Asya dan Azril tidak menjawab, ia masih memilih.
"Daddy tau, Asya mau arum manis kan?" Asya mengangguk sambil tertawa kecil.
"Ayok, beli. Mommy juga mau!" Mereka berempat menuju tempat penjual arum manis, membeli empat sekaligus.
"Manis kek akuu," ujar Aska.
"Pantesann Asya narsistik, ternyata nurun dari kamu."
"Bukannya sekeluarga emang narsis?" Tanya Asya dengan muka polosnya.
"Gak usah kejujurann!" Cibir Azril sambil cengengesan. Mereka tertawa.
"Masuk situ mau gakk?" Tanya Aska menunjuk rumah hantu.
"Daddy, tadi udah liat film hantu. Sekarang, ngajak ke rumah hantu. Lama-lamaa Asya yang jadi hantu." Aska dan Zia tertawa.
"Penakut sih luu." Ledek Azril.
"Macem nggak ajaa."
"Kagaklahhh, gue tadi pas nonton b aja. Gak kek luu," ujar Azril bangga.
__ADS_1
"B aja dari mana? Pas hantu nya muncul aja bibir kamu komat-kamit baca ayat kursi."
"Daddy kejujuraaannn."