
Seminggu lebih kemudian..
Tidak ada pertumpahan darah di satu minggu lalu. Hanya ada pertunjukan kecil-kecilan untuk membuat Meli dan kedua pengikutnya malu.
Walaupun sudah di permalukan, sampai saat ini Meli masih ke sekolah dan tetap bergaya sok seperti orang kaya.
Cadangan mukanya banyak makanya begitu!
Canda cadangan:*
Di hari minggu pagi ini, Asya santai di kamarnya dengan cemilan di sekeliling. Dia menonton drama Cina yang di sambungkan ke televisi.
Tok tok tok..
"Wahai manusia, keluarlah!! GUA LAPER ASUK" omel Azril kesal sambil menongolkan kepala nya.
"Delip bae, sul."
"Duit dari mana, julehaa?"
"Gak usah sok miskinn lu, pelit amatt"
"Taiii" Asya keluar kamarnya.
"Racksaaaaa"
"Gue nonton anjritt, ada apaaa?"
Asya menghampiri Racksa, "lu laper kagak??"
"Dikit, kenapa? Firasat gue gak enak ni"
"Anjir, udah suudzon sajaa!!" Racksa tertawa pelan.
"Kenapa nanya laper??"
"Patungan beli makann"
"Gue nyumbang cepek!" Azril meletakkan uangnya di meja.
Dengan sigap Asya menarik uang Azril lalu pergi ke kamar.
"Ibu bhayangkari macam apa ini?! Balikin woi setan!!!" Asya tertawa di dalam kamarnya.
Ia mengganti baju tidur dengan baju hoodie dan celana cargo kesukaannya. Setelah itu, Asya keluar.
"Gue aja yang belii, mekdii yaa?" tawar Asya.
"Bukannya mau patungan??" tanya Racksa.
"Kan udah dapat cepek dari Azril"
"Rugi gue rugi!!"
"Dih, peliddddd"
"Anjirrr lu. Mau gue anter kagak??"
"Nggak makasi, gue mau bawa motor."
"Betingkah banget lu anjejee, bawa mobil ajaa!!"
"Gagaga, gue mau bawa motor"
"Syaaa!!"
"Ampunn dijeehhh"
Racksa berdiri, "ada bagusnya kita makan disanaa semua daripada ngebacot disini. Ayok!!"
▫▫▪▪▫▫
Mereka tidak jadi makan di McD, melainkan makan di restoran Jepang favorit Racksa.
Selesai memesan makanan, mereka duduk santai di salah satu meja. Tujuh menit menunggu, bukan makanan yang datang, melainkan kedua makhluk yang berstatus sahabat Asya.
"Assalamu'alaikum"
Asya bangun, ia menyalami tangan Haikal. "Waalaikumsalam, abi"
"Kepentok dimana ni anakkk?!" tanya Dino heran.
"Dihatimu mas"
"Najisss bangsattt" Asya terkekeh.
Dino dan Haikal memesan makanan mereka.
"Iya, yang punya doi hapean terosss" sindir Azril ke arah Dino.
"Asik dengan dunianya, gengs" sahut Haikal.
"Nggak gitu kawandd, ini tadi gue--"
"Tidak usah percaya, dia menipu!!" ujar Asya memotong perkataan Dino.
"Astaghfirullah, solimii"
"Gue yakin klian juga ada"
"Nggak!" jawab Azril, Asya, Haikal dan Racksa berbarengan.
"Bullshit!!"
"Tapi gue curiga ke Racksa sihh"
"Sa, gue nanya serius. Lu punya doi kann??"
"Doi?? Peliharaan??"
"Anjejeee, tolil banget si Racksa!!"
Asya memejamkan matanya sambil mengelus dada, "tiada yang tidak somplak di keluargamu Asya, bersabarlahhh" Azril, Dino, Haikal dan Racksa terkekeh.
"Eh sya, lu punya firasat gak sih? Kalau bakal ada perjodohan?" tanya Azril.
"Perjodohan pala kau petak, mana ada!"
"Gue punya sih" sahut Racksa dan Dino kompak.
"Nah iya kan, gue punya firasat bakal ada perjodohan antara lu dan Arsen"
"Cukup miskah! Saya tidak ingin mendengarnyaa"
"Anjejee, Asya minta di geplakk" Asya cengengesan.
"Gak sama Fauzi aja? Lu cocok sih kalau jadi ibu bhayangkari" kata Haikal.
"Diamm kamu samsudin!!"
"Dih, gue seriuss!! Atau mungkin lu mau jadi ibu persit?"
"Mau jadi ibu dari anak-anak mu gimana??" tanya Asya, ia menopang dagunya sambil menatap manja Haikal.
"Ahh anjirr!" Asya cengengesan.
Haikal mendekat ke Asya, melakukan hal yang serupa. "Guee baper lu mau tanggung jawabbb?!"
"Anjayaaniiiiii, uwaaawwhhh" goda Racksa dan Azril.
"Cocok deh lu beduaaa" puji Dino. Haikal tersenyum manis menatap Asya, sedangkan Asya menatap kesal Haikal.
"Lu imut banget kalau ngambek gituu"
"Aaaciaaaaahhh, asoy geboyyy"
"Astaghfirullah astaghfirullah!! Kenapa di sekeliling hamba banyak biawak lepas ya Allah"
"Hahahaa"
__ADS_1
Ting..
Asya langsung merampas ponsel Azril.
"Dasar kepoann"
"Kamu tau, kepo itu penasaran"
"Bodo amat syaa" Asya diam sambil membuka ponsel Azril.
"Widihh, yang dm lu banyak bet anjirrrt"
Asya mengescrollnya satu persatu.
"Zril, berdosa gak jawab salam. Jadi yang ini kita balas" Asya mengetikkan sesuatu di ponsel Azril, ia membalas salam dm salah satu followers Azril.
Setelahnya, Asya mengestalk akun itu. "Cakep cokk" puji Haikal yang mengintip.
"Body semok ya call"
"Semok banget, ah mantapp"
Pletak!!
Asya menyentil jidat Haikal.
"Otak lu tu ya, sama aja kayak Azril. Isinya plus plusss!!"
"Nggak gitu.. ini.. semok anjingnya yang gue maksud"
"Ini kucing oonn"
"Oh iya kucing"
"Gak nyangka, ternyata Haikal goblokk akutt" puji Dino. Mereka terkekeh.
"Sya, lu jangan betingkah. Baperin anak orang gituuu"
"Nggak nggak, gue cuma mau lu bisa suka sama cewek selain Adinda"
"Yang bilang gue suka sama Adinda siapa?"
"Gak suka? Yakinnn??" goda Haikal, Azril terdiam.
"Au ahhh, I don't care."
▪▪▫▫▪▪
Selesai makan di resto Jepang, mereka beralih nongkrong ke kafe. Dino yang traktir kali ini.
"Ehhh, wait wait. Sya, itu bukannya yang si semok tadi?" tanya Haikal ketika melihat dia orang wanita.
Reflek, mereka langsung mengikuti arah pandang Haikal.
"Eh iyaa anjiiir, jodoh deh lu kayaknyaaa" goda Asya.
"Uwuuwwuuwu"
"Kalian ini salah makan apa gimanaa?"
"Halahh taiiii"
"Samperin sanaa, gentleman dikit dong jadi cowok" sindir Racksa.
"Diam diam! Bagus gue mabar"
"Emang pada dasarnya kamu galmov dari Dinda" ledek Dino.
"Ck, gak gitu la"
Ting..
Azril mengambil ponselnya. Ternyata dm dari followers nya tadi. Azril mengabaikannya.
"Mabar kuyy" ajak Azril.
"Cal, kagak main lu?"
Haikal mengeluarkan ponselnya, "rugi dong guee"
"Isss anjirr banget lu pada, gue terkacangiii"
"Bentaran doang beb, sekali ajaa" pinta Haikal.
"Terserah" Mereka pun bermain game bersama, mengabaikan Asya yang sedang gabut.
Dia mengescroll instagramnya, tiba-tiba ia ingin mengeprank Shaka.
"Lu mo ngapain??" tanya Haikal.
"Eh?? Udahh??"
"Kedua tulul tulul ini afk" cibir Racksa kesal.
"Gue nemu nama player ganjal tadi, makanya out" pembelaan Azril.
"Bilang aja Adinda, susah bangett" sahut Dino.
"Adinda muluu otaknyaaa" ujar Racksa.
"Ganteng doang deketin cewe, cewenya orangg" sindir Haikal.
"Anjimm ngenaaa bangett setaaannn"
"Mendengar perkataan sadiesss nya Ical, gue jadi rindu Apin sama Caka"
"Caka kayaknya marah sama lu, Apin juga" ujar Dino.
"Dihh sotoiii, mereka gak bisa marah sama gue. Gue mau ngeprank duluu"
"Ngeprank bapakk??" Asya mengangguk.
"Bapakk?" tanya Racksa.
"Si Shaka"
"Kok bapakk?"
"Karena dia tertua"
"Urutan nya gini.. Caka lahir dulu, disusul Apin terus Haikal, Dino, gue baru Azrill" ujar Asya.
"Lu kalau masuk, di urutan sesudah Apin" sahut Azril.
"Terus, kalau bapaknya Caka, emaknya siapa??"
"Apinnn"
"Lgbt?"
"Matamu seperempat! Ya nggak lahhh" Racksa tertawa pelan.
"Dah diem, gue mau ngeprank"
"Tiati lu"
Asya tak perduli, ia membuka whatsapp nya lalu mengechat Alvin.
...apingansss...
...last seen today at 05.36...
^^^apinnn^^^
^^^apinnn^^^
haa??
"Widih langsung on dong, padahal tadi off"
__ADS_1
"Taii"
Asya kembali ke ponselnya.
...apingansss...
...online...
^^^apinnn ayo minum amerrrr^^^
ha? amer? oh amer
minumlah, sepuluh botol ya biar langsung mati
ehhhh hehh, jangan betulannn munaroh!!!
lu minum amer gue lempar bom onlen nii?!!
syaa, jangan di read doang asu!!
serius lu minum amerr??
asyaa!!
^^^hahahaaaaa, kagakk anjirrr. just prankkkk:*^^^
bodo amat sya, bodo amattt. tidur lagi dah guaaa
Asya tertawa, begitupun dengan Haikal yang cengengesan di sampingnya. "Garing banget anjirr"
"Peduli juga yaa diaa. Awalnya aja kek gitu, endingnya ngamuk" ledek Haikal.
"Lanjutt, prank bapakk"
...cakacangpanjang...
...last seen yesterday at 21.56...
^^^cakaaaa cakaaa^^^
masih inget gue juga ternyata
Asya menoleh Haikal sambil terheran-heran. Dino yang di sebelah kiri Asya langsung mengintip.
"Udah gue bilang, bapak marahh"
"Aaa bodoooamatt, lanjut prank"
...cakacangpanjang...
...online...
^^^caka ayo minum amerrrrr^^^
apa apaan?! gak usah betingkah!!
Drrttt... Drttt
"Anjirr langsung di telponnnn" ujar Asya terkejut.
Ting... Ting.. ting...
...cakacangpanjang...
...online...
angkattt.
syaa? lu minum amer gue balik ke Indonesia sekarang.
asyaaa?!!
sya, jangan macem macem anjjjj
di read doang taiii
gue serius anjirr, lu minum amer gue balik ke Indo.
woiiiiiiii
angkaatttt!!
angkat vc guee!!!
Drrttt...
Asya langsung mengangkat ajakan vidcall Shaka.
📱"Assalamu'alaikum, lagi dimana??"
^^^"Waalaikumsalam, di kafe. Ayo minum amerrr"^^^
📱"Gak usah betingkah!!"
^^^"Ayok minum ameerrr"^^^
📱"Syaa!!"
Asya terdiam.
^^^"Prank doang pakkk, gitu aja ngamukkk"^^^
📱"Prank prank, seminggu gak ngabarin tiba-tiba ngeprank nggak nggak. Masih inget guee lu?"
^^^"Dih paaan?!"^^^
📱"Lu jatoh dari lantai tiga seminggu yang lalu, dan gak ngabarin gue samsekk!!"
Asya terdiam, dia tidak ingin menjawab agar tidak memperburuk suasana.
Asya menoleh ke Haikal dan Dino, "gue bilang juga apaa" ujar Dino tanpa suara.
📱"Syaa?"
^^^"Iya maapp pak maaap"^^^
📱"Maap? Itu aja? Lu inget gue kaga? Lu anggep gue sahabat kagakk?!"
^^^"Yaiyalahhh"^^^
📱"Terus kenapa gak ngabarin guaaa Asyaaa?! Gue khawatirrr woiii!!"
^^^"Lu nya kenapa gak nelpon?"^^^
📱"Ngapain gue nelpon kalau gue juga gak dianggep sahabat sama lu"
^^^"Ish gak gituuu"^^^
📱"Gak usah ngeless"
Asya diam, dia menatap Shaka dengan puppy eyesnya sembari aegyo. Shaka yang terus menatap layar ponselnya jelas melihat aegyo nya Asya.
📱"Gak usah gituu!!"
Asya tetap memasang puppy eyes nya.
📱"Anjirr banget ni anakk, udah gak bisa marah gue kalau udah gini"
Asya, Dino dan Haikal terkekeh pelan.
📱"Huftt.. Lu apa kabar? Dimana? Sama siapa??"
^^^"Gue baik pakk, di kafe nih sama^^^
^^^Icall, Dinding, Ajril, sama Racksaa"^^^
📱"Anjirrrr, enak banget ngumpul gak ngajakkk"
Haikal menggeser panggilan video mereka kearah mukanya, "heh samsudin! Kita udah beda negaraaa bukan cuma beda daerahhh. Ngajak lu juga percumaa!"
__ADS_1