
"Kek nya dia ngehindar dari gue deh"
"Gak usah di pikirin, gue yakin lu ga salah apa apa" ujar Haikal di kantin.
"Kenapa lu?" Asya datang bersama dengan Tara dan Racksa.
"Azril pindah tim bahasa Indonesia, jadinya sama Viona" jawab Dino.
"Hah seriuss? Katanya kemarin gak bisaa"
"Adinda tadi yang minta, dia maunya sama Alex"
"Misteri. Berarti semua yang dia lakukan hanya untuk pehapein kamu sahabad" ledek Racksa. Azril menatap sinis Racksa.
"Ahh--"
"Gak usah ndesah" potong Dino.
"Otak kau Dino!" Dino tersenyum miring. "Gila emang"
"Oyy gabung dong" Mereka mendongak, rupanya Arsen bersama kedua pengikutnya. "Gak terima pengganggu" jawab Asya cuek.
"Galak amat mbakk" ujar Irgi sinis. "Jadi gue harus manis manis gitu? Ogah, di kata penggoda gue yang ada"
"Ya nggak gitu jugaa"
"Gak usah lanjut, singa betina lagi konslet" ujar Azril. "Rasanya ingin membunuh Azril" Asya mengangkat sendok dan garpu. Mereka terkekeh melihat Asya kesal.
"Oh iya tar, gue mau nanya lupa mulu" Tara melihat Arsen, "Nanya apa?"
"Lu masih di bully? Sering di bully?" tanya Arsen. "Nah iyaa, gue juga mau nanya tapi lupa" sahut Dino.
"Nih iyi, gii jigi mii ninyi tipi lipi. Bacot bangett pak" ledek Asya.
Dino menatap sinis Asya, "Dendam ama gue ni anak" Asya memasang muka imutnya. "Asya gak pendendam kok, kak"
"Geli geli najis liatnya" Asya menatap datar Racksa, "You will die today" Racksa tertawa.
"Lu pada bacot ye, Tara mo jawab ni" kata Haikal. Tara malah tertawa, "Nggak kok. Udah gak pernah lagi, berkat Asya yang jagain"
Asya tertawa, "Gue mau dong dijagain singa bagian" pinta Arsen. "Ogah banget gue jagain lu" Arsen langsung menatap kesal Asya.
"Eh eh, liat tu si Asya. Banyak banget cowok yang bareng sama dia"
"Iyaa, Arsen aja sampe ikutan. Laila kenapa gak marah sih?!"
Gosip sekumpulan siswi. Asya yang jadi topik gosipan mereka hanya diam sambil makan.
"Ngapain gue marah, gue lebih cantik dari Asya" Asya mendongak menatap Laila yang tiba-tiba muncul.
"Lu debes kak Lai. Gabung sini" ajak Asya. Laila tersenyum lalu duduk di sebelah Arsen.
'Asya santai aja liat gue sama Laila, ni anak emang gak ada rasa dikit pun sama gue? Gue kurang ganteng apa ya?? Masa gantengan polisi laknat itu daripada gue. Kalau soal good looking, gue kalah si emang. Dia cari yang good looking kah?'
"Arsenn? Kamu kenapa?" tanya Laila. Arsen menggeleng, "Gapapa"
Krrrngg.. Krrngg..
"Eh bell?? Ipa satu sama siapa??" tanya Irgi.
"Pak Edi"
"Pak killer??"
"Cabuttt sahabaddd!! Ken, cal, din gue luan" Asya berlari ke kelas diikuti teman sekelasnya yang lain.
Cukup jauh jaraknya karena kelas mereka di lantai atas, sedangkan kantin di lantai kedua.
SMA super memang di desain cukup unik. Ipa dan Ips berbeda bangunan.
Di setiap bangunannya bertingkat tiga, paling atas kelas sepuluh, di lantai dua kelas sebelas, dan lantai bawah untuk kelas dua belas.
Untuk perpustakaan, kantin, ruang guru dan lainnya berada di tengah Ipa dan Ips.
Setelah lama berlari Asya dan yang lain tiba sambil ngos-ngosan. "Lu pada kenapa?" tanya Arif.
"Ngejer waktu lah apalagi" jawab Irgi masih sedikit ngos-ngosan. "Takut kena hukum pak killer?" tanya Yoga.
Mereka mengangguk bersamaan, teman sekelas mereka tertawa. "Kenapa woii?" tanya Arsen kesal.
"Pak Edi gak masuk, sakit" jawab Yoga.
"Pingsan gue pingsan" Asya ingin menjatuhkan badannya, Arsen menahan dari belakang.
"Ehemmm ehemmm" ledek Irgi. Asya langsung berdiri, "Dadak dadak di tahan, ngeselin lu!" protes Asya.
"Ya kali lu tiduran di lantai kan kotor, masi mending gue pegangin"
"Gue gak minta di pegangin"
"Setidaknya bilang makasih la"
__ADS_1
"Ya sama-sama" Asya berjalan ke mejanya. "Asya the real singa betina"
"Hahaha"
"Tandai lu pada" mereka makin terkekeh.
"Jamkos kan ini?" tanya Irgi, Yoga mengangguk. Irgi pergi ke pojokan kelas dekat lemari, dia mengambil gitarnya yang sedang bersembunyi.
"Konser dulu ya sahabadd" ajak Rafy. Irgi ketempat duduknya lalu mulai memainkan gitarnya. Mereka bernyanyi bersama sambil berteriak.
Racksa yang ketua kelas hanya diam tak perduli, yah begitulah Racksa. SOK COOL kata Asya.
"Ah suara lu jelek, sini gue yang nyanyi" pinta Arsen.
"Songong amat anjirr ni anak manusiaa" Arsen tersenyum miring sambil memangku gitarnya.
"Ehem.." Arsen memetik gitarnya.
"Ooohh don't, don't you worry"
"I'll be there, whenever you want me"
"I need somebody who can love me at my worst"
"No, I'm not perfect, but I hope you see my worth"
"'Cause it's only you, nobody new, I put you first"
"And for you, girl, I swear I'll do the worst"
"Aaaaa sweet bangett Arsennn" Hana dan Devi histeris. Arsen tersenyum miring lagi, "Songong amat. Sini, gue juga bisa kali"
"Anjirrr duel dongg"
"Btw, lu bisa nyanyi? Bisa main?" tanya Rafy.
"Kalau gak bisa gue gak minjem" Rafy mengangguk-angguk. "Iya juga"
Arsen memberikan gitarnya. "Semoga tidak mengecewakan"
"Nyenyenye!!" Asya gantian memangku gitar, ia pun mulai memetiknya.
"But I'm not gonna interrupt if you need to talk about it"
"Roll my eyes, get offended by the way you doubt it"
"You know you're mine, you just forget sometimes"
"So promise me you won’t"
"Anjirree jago jugaa luu"
"Suara gue insecure" ujar Yoga, Asya gantian menyombongkan diri di depan Arsen.
"Wahh ini misteri sih"
"Misteri apa?" tanya Irgi.
"And for you, girl, I swear I'll do the worst, gue liat arti lirik lagunya di gugel. Nah artinya, dan untukmu, sayang, aku bersumpah aku akan melakukan apapun"
"Sedangkan Asya, And you know I'll remind you when you think I don't. Hey stupid, I love you. Artinya, dan ketahuilah aku akan mengingatkanmu saat kau berpikir aku tak mengingat dirimu. Hei bodoh, aku mencintaimu"
"Berhubungan anjiiirr, Arsen kan juga bodoh. Tukang buat onarr" sahut Rafy. Arsen menatap datar Rafy.
"Teruss, maksudnya apa?" tanya Asya sinis.
"Apa kalian... jadian lewat dua lagu ini atau udah jadian?"
"HEH JANGAN NGADI-NGADI ITU TEORI KONSPIRASI!!!"
❇-❇-❇
19.37
Asya menikmati cemilannya sambil menonton film India.
Bughh!!
Tepat sasaran, tas yang dilempar Azril mengenai kepala Asya.
Azril dan Racksa baru kembali dari sekolah, mereka berdua latihan futsal bareng abang kelas.
"Zrilll!! Kau tu bedosa kalilaaa, gasopannn!" gerutu Asya
Azril tertawa lalu duduk di sebelah Asya. "Mana remot? Gue mau liat yang lain"
"Gadak gadakkk, lu sama Racksa penguasa tipi semalam"
"Ahhh pelit. Pinjem kek"
"Gue gandain remot ah besok," ujar Racksa lalu masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Belajar ngelawak si bunaaa" ledek Asya. Azril tertawa.
Ting...
Ponsel Asya bunyi. Ia meraih ponselnya.
Melihat Asya lengah, Azril mengambil remot tv. "Liciknya otak kau Zrill" Azril tak merespon.
"Mandi ngape sih luu, bauuu anjirrr"
"Idung lu bermasalah"
"Sabar sya, jangan tendang. Nanti di amuk" Azril tertawa lagi kali ini.
Asya membuka ponselnya.
Kapojikk kerenn
Assalamu'alaikum, Asya dimana?
"Ya Allah, adem rasanyaa di chat begini"
"Lebay lu" ledek Azril yang mengintip.
"Syirik baeee!!"
Asya kembali ke ponsel, menjawab chat Fauzi.
Asyaaa
Waalaikumsalah. Asya dirumah kak, kenapa?
Kapojikk kerenn
Udah makan??
Asyaaa
Belumm
Kapojikk kerenn
Saya di depan rumah kamu
Asyaaa
Hah? Seriusss kak?
Kapojikk kerenn
Cek kalau gak percaya
Asya salto kebelakang sofa lalu berlari menuju pintu depan.
"Gue gak yakin lu betina" ujar Racksa terkejut melihat Asya.
"Jangan syirikk jonesss" Asya langsung berjalan menuju pintu.
"Ehh benerann ternyata"
Asya berlari menghampiri Fauzi yang bersandar di mobil, "Asya kira bohongann"
"Saya gak pernah bohong apa lagi sama kamu. Oh ya nih makanan buat kamu. Tadinya mau ngajak makan sih, cuma saya belum bebenah"
Asya menerimanya, "Bebenah mau kemana kak??"
"Ada tugas di luar kota beberapa hari"
"Taraa?"
"Tara tinggal, kamu jaga dia ya" Asya membalasnya dengan senyuman sembari mengangguk.
"Makasih loh kak makanannya"
"Iya sama-sama"
"Sya.. saya boleh minta satu permintaan sama kamu?"
Asya menatap Fauzi, "Apa kak?"
"Saya mau peluk kamu, boleh?"
Asya tidak menduga permintaan Fauzi seperti ini, Asya gugup, jantungnya berdetak cepat.
"B-boleh kok kak" Fauzi tersenyum lalu memeluk Asya erat.
Hanya beberapa detik, Fauzi melepas pelukannya lagi.
"Jaga diri ya, jagain Tara. Kalau ada apa-apa hubungi saya. Ah iya, kamu jangan deket sama cowok lain"
Asya menatap Fauzi, "Emang kenapa kak??"
__ADS_1
"Saya cemburu"
"H-hah??"