Barbar Generation

Barbar Generation
Disusulinn


__ADS_3

"Wahh.. enak yaaa, malemnya mabuk-mabukan, besok nya bolos, sekarang barbeque-an" mereka serentak menoleh.


"Daddy?? Mommy?!"


"Papaa?? Mamaaa??!" Shaka dan Alvin ikut terkejut karena kedua orang tuanya juga berada disini.


"Fiks ini mah, ripp uang jajan!" Aska tersenyum smirk mendengar keluhan anaknya.


"Papa mama kok bisa disiniii?" tanya Alvin pada Jimmy dan Alya.


"Kamu pikir cuma kamu yang bisa balik ke Indonesia?" tanya Jimmy sinis.


"Y-ya nggak jugaa.."


"Mama papa kapan sampeee?" tanya Shaka sok ramah.


"Besok" jawab Samuel, Shaka terdiam.


"Para orang tua sedang pms sepertinyaa" bisik Dino, mereka terpaksa menahan tawa karena ulah Dino.


Aska dan yang lain masuk ke villa bersamaan, meninggalkan Azril dan temannya yang masih diliputi rasa takut kehilangan aset.


"Wawww dim. Bisa-bisanya lu punya villa tapi gak pernah ngajakin kemariii" cibir Jimmy.


"Lu di Swiss monyettt, cemana bisa ngajakin lu"


"Gue yang di Indonesia gak pernah diajakin" sahut Ivan.


"Kan gak ngumpul semuaa, jadinya gak seruuu" jawab Dimas.


"Alasan yang bagus tuan Dimasss" ujar Zia, Dimas cengengesan.


Mereka keluar lagi menghampiri para anak.


"Waahh kereenn, bisa liat pemandangan pantai jugaa."


"Udah kesanaa kaliann?" tanya Ica.


"O ya pasti udahh, Asya udah guling-guling noh di pasiran" sahut Aska.


"Astaghfirullah daddyyy, yakalii Asya guling-guling" kata Asya.


"Gak usah pura-pura malu gitu kamuuu, dulu juga kalau ke pantai pasti guling-guling di pasiran" ledek Aska.


"Daddyyyy, itu aibbb!" bisik Asya kesal, mereka tertawa.


"Wah.. ada Arsen juga disini. Pantesan Asya sok malu-maluuu" ledek Zia.


"Emakk bapak gue gak ada bedanya emang" gumam Asya kesal, mereka tertawa lagi.


"Jadi inii Arsen, Zi?? Yang waktu ituu nolongin Asya jatuh di sekolah?" tanya Qiara, Zia mengangguk.


"Cakep kann, udah gue cap sebagai calon mantu"


"Mommy!! Astaghfirullahalazim"


"Jaimmm bangett ya bukk" ledek Shaka.


"Hahahaa"


"Rip reputasi Asya"


"Ah iyaa, syaa" Asya menoleh ke Jimmy.


"Kenapa om?"


"Siapa semalem yang paling mabok??" tanya Jimmy.


"Alvin om, behhhh kek orang setresss diaa" jawab Asya bersemangat.


"Asyaa, istighfar nak istighfar!" Asya senyum meledek ke arah Alvin.


"Habis berapa botol?" tanya Samuel.


"Tiga om" jawab Asya.


"Tiga di bagi delapan?? Dikit jugaa ya" ujar Dimas.


"Ehh, Asya sama Arsen nggakk minum omm. Cuma mereka berenamm" ujar Asya.


"Ooo kalian bedua nggak? Kenapa nggak?" tanya Alya.


"Asya kan anak baikkk"


"Kalau Arsen?" tanya Tania.


"Saya baru gabung mereka tadii pagi tante" Mereka menganggukkan kepalanya sambil berohria.


"Si Arsen emang pendiem apa gimana?" tanya Alya pada Ica.


"Kagak ada yang kalem disinii yak, semuanya gak berakhlak" jawab Ica santai.


"Emak gue kalau ngomong suka bener" gumam Haikal.


"Gue yakin seribu persen si Arsen pusing liat lu pada" sahut Aska.


"Hehe, iya om. Arsen bingung, bu Ica kok ada dua, terus ituu suaminya bu Ica juga kok ada duaa" kata Arsen.


"Gue juga jadi bingung kalau gini mahh, emakk gue yang manaa?" tanya Alvin heran.


"Lah gue lebih bingung, bapak gue bisa aja ketuker sama bapaknya si Caka, emak gue bisa ketuker juga sama emak luu. Kan pusing guee liatnyaa"


"Gitu aja bingung. Yang cantikkk itu tante Alya sama tante Ica, yang ganteng om Sam sama om Ivan. Sampe sini paham?"


"Ya kann emang begituu maymunaahhh, ahh lu minta di serampang pake pancii!" Asya nyengirr.


"Tante Ica itu yang pake baju baby pink, tante Alya pake baju pink. Om Ivan pake baju coklat, om Sam pake baju navy blue. Azril betulkann?" tanya Azril, yang bersangkutan mengangguk.


"Btw, Azril makin ganteng yaaa. Di kasih makan apa?" tanya Alya.

__ADS_1


"Serbuk berlian tante" mereka tertawa mendengar jawaban melantur Azril.


"Enakk bolos sehariann?" tanya Qiara.


"Enakk bangett tanteee, btw, kami bolos karena dihasut Caka loh tante" ujar Dino.


"Dinosaurus ini minta di punah kan ya!!" Dino cengengesan.


"Teruss yang ngajakin minum-minum siapaa?" tanya Aska.


"Alvin omm"


"Busettt, mantep juga anak lu yakk. Sering minumm?" tanya Tania.


"Oh ya gak pernahh, kalau dia minum-minum di Swiss auto di gebukin bapaknya lahh" jawab Alya.


"Emang si Jimmy kagak minum-minum?" tanya Zia.


"Ya jelass kagakk, ngapain gue ngelarang Alvin minum-minum kalau gue sendiri minum-minum"


"Tau nya gue otak licik si Jimmy, pasti minum-minum nya diaaa diem-diemm" ujar Samuel.


"Si Sam kurang masalah hidup kayaknya" Samuel tidak perduli, ia malah meminum cola yang ada di sana.


"Em.. paa, mobil Haikal gak disita kan ya?" tanya Haikal ragu-ragu.


"Oya jelas iyaa, salah siapa kamu boloss"


"Astaghfirullah paa, kan cuma sehari"


"Sehari pun yang namanya bolos tetep bolos" jawab Ica. Seketika Haikal terdiam, mukanya benar-benar seperti orang ngenes.


"Hahahaa, mampusss luu" ledek Dino.


"Pulang dari sini mobil kamu papa sita loh, Dino."


"HAHAHAHAA, KENA KARMAAA KANN LUUU, MAMPUSSSS!"


❀❀


"Besok bolos lagii?" tanya Aska sinis.


"Nggak kok daddy, besok pastii sekolahh" jawab Azril kalem.


"Sehari bolos, jajan di potong lima ratus ribu" ujar Zia.


"Momm, kebanyakaannn"


"Gak ada nego-negoo"


"Saya trauma dengan perbolosann" kata Azril sambil mengusap dadanya, mereka tertawa.


"Anaknya Racksa mirip sama Refi yaa" kata Tania.


"Nggakk juga, kalau gue bilang malah setengah-setengah. Setengah muka kanan mirip Aksa setengah muka kiri mirip Refiona, mantep jugaa"


"Ngadi-ngadi emang si Qiaraa" cibir Alya, Qiara tertawa.


"Dua hari yang lalu, kamu ngehajar anak orang di lapangan basket, bener?" Asya mengangguk ragu.


"Itu gara-garaa..."


"Daddy tauu alasannya, gak bakal daddy salahin karena kamu bener. Kalau bisa kemaren kamu patahin gantian"


"Ajaran sesat ahh" cibir Zia, Aska tersenyum miring.


"Next, siangnyaaa kamu nolongin orang di gang, benerr?" Asya mengangguk.


"Kamu gapapa kan?? Ada yang lukaa?" Asya menggeleng.


"Asya kan kuat kayakk mommyy" Zia tersenyum mendengarnya, "good girl."


"Dua kali gelutt dalam sehari. Memang keturunan barbar" gumam Samuel.


"Okee lanjutt, sore nyaa di kafe kamu kena bullying di toilet, benerr?"


Serentak Haikal dan yang lain menatap Asya.


"B-bener daddy"


"Wahhh, lu bilang nyaa jatoh kemaren! Kenapa lu gak bilang kalau di bully Asyaaa?!" tanya Azril sinis.


"I'm sorry" lirih Asya.


"Waagilasi ni anakkk, parah bangettt. Kenapa harus bohongg?!" tanyaa Racksa, Asya terdiam tidak menjawab.


"Besokknya, kamu di hukum suruh bersihin toilet. Dan di toilet, kamu di bully lagi, true?" Asya mengangguk pelan.


"Kenapaaa kagakk bilanggg maymunaaahhh?!" tanya Haikal kesal.


"Ish, kalau gue bilang yang ada lu pada balesss tu orangg. Terus gue di bilang cewek lemah yang selalu berlindung sama cowok. Gue gak mauuu digituinn!"


"Yaa setidaknyaaa lu bilangg samaaa kitaa Asyaaa" sahut Dino. Asya terdiam.


"Siapa yang bully Asya om?" tanya Alvin.


"Orang yang sama, yang kamu eksekusi semalam"


"Laila??" Aska mengangguk.


"Mau matii tu anak keknya" gumam Arsen geram.


"Kenapa dia bully Asya?" tanya Dino heran.


"Ga bisa move on dari Arsen" jawab Haikal.


"Apaa pula gue, dia aja selingkuh duluan dari gue" balas Arsen.


"Terus kenapa?? Ohhh apa karena pacar nya lu smackdown semalam??" tanya Racksa.

__ADS_1


"Udahhh lu pada tenang ajaa ntar gue bales sendiri!"


"Tap--"


"Gue ajaaa sendiriii"


"Okeee, tapi lu bilang sama kita kalau ada apa-apa" Asya mengangguk.


"Laila Laila itu anak siapaa, gak mau di bangkrutin bapaknya?" tanya Ivan.


"Ntar gue kasih tau"


"Kenapaa juga gak ada yang kapok berurusan sama Asya, gak cukup apa yang kemaren kita permalukan?" tanya Tania kesal.


Zia tersenyum smirk, "nyari mati ya gitu."


"Asyaa, kalau kamu tetep diem di gituin, daddy sama mommy yang bakal bertindak."


"Tap--"


"Kamu bisa diem ajaa, tapi daddy gak bisa liat putri cantiknya daddy di remehin kayak gitu."


❀❀


04.57


Asya terbangun dari tidurnya, ia keluar kamar lalu berjalan menuju sofa ruang keluarga.


"Azrilll, sennn, icalll, dinooo, sasaaa bangunn"


"Weiii bangunnnn" Arsen terbangun mendengar suara Asya.


"Jam berapaa?"


"Jam lima kuranggg, ntar telatt kita balik. Semalem kan janji nya sekolahh" jawab Asya.


Arsen pun ikut membangunkan yang lain, satu persatu mereka bangun. Sesuai janji mereka akan sekolah hari ini.


Hanya mereka yang ada dan menginap di villa, tepat pukul dua belas semalam Aska dan yang lain pulang.


Mereka pun bangun, Asya langsung masuk ke kamar mengambil hoodie nya. Ia merasa sangat kedinginan pagi ini.


"Gak mau mandi disini aja?" tanya Haikal.


"Lu pada aja deh, gue gak mauu. Dinginnn"


"Yaudahh, gue mandi disiniii" Haikal, Dino, Azril dan Racksa mandi di dalam kamar villa.


Arsen hanya mencuci mukanya lalu kembali ke sofa bergabung dengan Alvin, Asya dan Shaka.


Alvin dan Shaka bermain ponsel sedangkan Asya berlindung di selimut yang di pakai Shaka tadi. Ntah mengapa ia sangat kedinginan pagi ini.


"Lu bedua balik jam berapaa??" tanya Arsen pada Alvin dan Shaka.


"Nggak tauu, kayaknya gue ikut pulang bareng nyokap bokap" jawab Alvin.


"Gue jugaa"


"Kalauu balik kabariiinn" ujar Asya. Alvin dan Shaka berdehem.


"Ada teh kagak disini?" Shaka dan Alvin menuju dapur villa.


Tersisa Arsen dan Asya di sofa, "senn.. lu gak kedinginan?"


Arsen menggeleng, "lu kedinginan??" Asya mengangguk.


Arsen mendekatkan dirinya pada Asya, ia memeluk Asya yang berlapis selimut tebal.


"Syaa, lu sakit?" tanya Arsen curiga karena suhu tubuh Asya yang hangat.


"Maybe, i don't know"


"Ck.. lu gak ada istirahat pula kemarenn, udah malem juga minum air dingin teruss" Arsen mengeratkan pelukannya. Asya merasakan ketenangan di pelukan Arsen.


"Sen.."


"Hmm?"


"Kayaknya gue.. hatcimm.. sakit dehh"


"Iyaa tau, udah diem. Istirahat"


"Jangan bilang Caka sama Apin, yaa?"


"Kenapaa?"


"Ntar mereka kagak jadi balikk" Arsen berdehem.


"Woii, ayooo balik" Asya langsung keluar dari selimut, ia melipat selimut itu di bantu Arsen.


"Sholat subuh dulu peakkk" ujar Alvin. Mereka mengambil air wudhu kemudian sholat berjama'ah.


Setelah itu mereka keluar villa bersamaan ingin menuju ke rumah abu-abu.


"Ini jammm lima lewat empat belass, sempet?" tanya Azril.


"Kita ngebutt yaa, pake jalan pintas" Dino langsung masuk ke mobilnya.


"Kenapa gak bilang ada jalan pintas?!!" protes Racksa.


"Baru di kasih tau sama pak Dimas semalamm" jawab Dino cengengesan. Mereka pun mulai masuk ke mobil sesuai aturan semalam.


Asya yang memang keliatan tidak sehat diam tidak bersuara, di mobil ia bersandar pada pundak Arsen.


"Asya kenapaa diemm?" tanya Alvin heran.


"Masih ngantuk kayaknya" jawab Arsen.


"Tidur tuh anaknya" sahut Dino, melihat Asya tertidur mereka pun diam karena tidak ingin mengganggu Asya.

__ADS_1


Arsen yang disandari Asya mengelus rambutnya, "kalau tidur cantiknya nambahh."


__ADS_2