Barbar Generation

Barbar Generation
Qtime <3


__ADS_3

"Yaudahhh kalau gituu, kalian bisa bubar."


"Siapp!"


"Selamat bersenang-senang boss!!" Aska membalas dengan senyuman.


"Ayoo!" Ajak Aska pada sang istri, mereka pun menuju mobil. Para bodyguard masih berbaris menunggu mereka pergi.


"Om Sunda selamat liburannn!" Asya melambaikan tangannya sambil tersenyum. Bodyguard yang biasa Asya panggil om Sunda itu tersenyum.


"Sok kenal sok dekettt," cibir Azril.


"Lu ajaaa gatau, kebanyakan ngegamee! Liat aja ntar gue aduin daddy biar disita hape lu!!"


"Gue aduin balik sama mommy, lu kebanyakan nonton drakor. Paling laptop sama ipad lu di sita," ledek Azril balik.


"Laptop sama ipad gue disita masih ada hapee, lu kan gaada. Lu ngegame di hape. Mampuss lu mampusss!"


"Ahsialll!"


"Eihhh.. berantem terusss. Buruannn!" Suruh Zia.


Asya dan Azril bertatapan siniss, "kalau lama daddy tinggall," ujar Aska. Mereka pun memutuskan tatapan.


"Uwwaaahhh, daddy mobil baru lagii???" Tanya Azril.


"Kok tauu? Padahal warnanya sama kea mobil yang biasa daddy pake," kata Aska cengengesan.


"Sama warna doangg daddy, beda modell." Jawab Azril.


Mereka pun masuk ke mobil, "wawww emejingg!" Puji Asya takjub.


"Daddy kapan beli nyaa?" tanya Azril.


"Semalemmm," Aska siap-siap mengemudi.


"Daddy kalian tu kerjaannya main mobilll teruss, heran banget mommy. Koleksi banyak yang di pake itu itu ajaaa," gerutu Zia kesal.


Aska tertawa, "enakk tauu ayy, liatin mobil berjejer di garasi." Kata Aska cengengesan.


"Tapi menurut Asya gapapa sih momm, daripada daddy koleksi simpenann."


"Bener jugaa," sahut Azril.


"Daddy mu berani punya simpenan mommy potong anunya!" Zia menatap sinis Aska.


"Kok Azril yang ngiluu?" tanya Azril sambil melindungi aset nya.


"Daddy juga ngilu, zrill."


Asya dan Zia tertawa puas.


"Tadi kok kamu bisa manggil salah satu bodyguard dengan panggilan om Sunda? Akrabb?" tanya Aska.


"Lumayann akrabb. Om ituu baikk bangett daddy, serius deh. Awal ketemu om Sunda pas tragedi bully kamar mandi kafe dua tahun lalu. Om Sunda baikkkk pokoknyaa."


"Asya panggil om karena emang om om terus Sunda karena om Sunda itu orang sunda," celoteh Asya.


"Kek demen gitu kamuu," ledek mommy nya.


"Widii ngacoo momm."


"Kalau iya bilang ajaaa," sahut Aska.


"Kagaaakk daddy, emang kalau iya daddy izinin?"


"Daddy tu ngijinin kamu sama siapapun, yang penting dia bisa ngasih kamu makan, bisa jagain kamuu, bisa beliin apapun yang kamu mau, bisa ngertiin kamu, dan yang paling penting bisa bikin kamu bahagiaa."


"Seriuss, daddyy?" tanya Azril gantian.


"Iyaa seri---"


Drrtt.. Drttt..


"Orang penting satu inii, gak bisa sehari gak di gangguu." Ledek Zia.


Aska cengengesan, "bentarr daddy angkat teleponn."


...RAPP...


^^^"Assalamu'alaikum, kenapaaaa? Kan gue udah bilang kalau gue mau qtime sama anak-anak. Ngapain ganggu pakkk?"^^^


πŸ“ž "Waalaikumsalam, kenapa jadi lu yang ngomel saytonnnn. Harusnya guee!!"


^^^"Lah kenapa lu?"^^^


πŸ“ž "Hari ini lu ada pertemuan geblekkk, kan gue udah bilang dari dua hari yang lalu!"


^^^"Alah lupa. Besok aja lahh bilang! Main sama anak istri gue lebih penting!"^^^


πŸ“ž "Dia udah di tempat pertemuan, tuan Aska yang terhormat."


^^^"Gue di jalan mau ke luar kota, samperin aja noh ndiri!"^^^


πŸ“ž "Kamprett! Kenapa jadi guee?"


^^^"Karena itu lu. Lagian kenapa harus minggu? Gak tau apa kalau minggu tu waktunya sama keluarga?"^^^


πŸ“ž "Mungkin dia gabut."


^^^"Bodo amatt rap bodoo, lu urus dah!"^^^


Aska langsung mematikan panggilannya.


"Kenapaa?" tanya Zia.


"Hm? Gak tau tu tadi, ada pertemuan katanyaa," jawab Aska, mood nya sedikit anjlok.


"Asya terharuuuu tauuu, hikshiks!" Asya tau mood daddy nya turun, itu sebabnya ia ingin menghibur.


"Kumat ni kumat," cibir Azril.


Zia terkekeh, ia menoleh ke belakang. "Terharu kenapaa?"


"Terharuuuu dengan perkataan daddy, sangatt menyentuhh ginjal," Aska tertawa mendengarnya.


"Bisa-bisanyaaaa daddy punya anak ajaib kayak kamu, syaa!"


"Di kata ajaib dongg, keluar dari dalem teko yaaa, buk?"


❀❀


11.03


"Daddy, di belakang ada dua mobil ngikutin." Ujar Asya.


Aska menoleh ke kaca, "itu anak buah daddy."


"Ebuset, mo kemanaa emang sampe bawa bodyguard dua mobill?" tanya Azril.


"Nanti kamu tauu."

__ADS_1


"Momm, mau kemanaa?" tanya Asya pada Zia.


"Mommy juga gak tau, daddy cuma bilang ayo qtime sama anak-anak. Gitu doangg," jawab Zia.


"Wahhh misteriusss," gumam Azril.


Aska tertawa kecil, "bentar lagi kalian tauu. Udah deket inii." Mereka pun berohria sambil menunggu.


Lima menit kemudian, mobil yang Aska kendarai berhenti.


"Ooo ternyata kesinii," Ujar Zia.


Azril dan Asya melihat keluar mobil. "Panti asuhann?" tanya Asya, Aska mengangguk.


"Syaa, liatt ituu. Gemoyy bangett adeknya," Azril menunjuk balita perempuan yang mengenakan hijab.


"Aaa iyaaaa gemoy bangetttt!"


"Ayo turunn," ajak Zia. Mereka berempat keluar dari mobil.


"Ehh ada pak Aska, bareng keluarga pak?" Aska mengangguk sambil tersenyum.


"Umi abi mana?" tanya Aska.


"Ada di dalam, pak. Mari saya antarr," Aska mengajak anak-anaknya untuk mengikuti penjaga panti itu.


"Assalamu'alaikum, umii abii." Ujar Aska sambil menyalami pemilik panti asuhan itu, Zia juga melakukan hal yang sama.


"Waalaikumsalam, nak Aska. Ini siapaa? Anak kamu?"


"Iyaa umii."


"Azril, Asya salam sama umi abii." Mereka berdua menuruti perkataan daddy nya.


"Ini yang mau dititip ke panti asuhan, nak?" tanya Abi menggoda Asya dan Azril. Aska, Zia, abi dan umi tertawa melihat ekspresi Asya dan Azril.


"Abi bercandaa," Azril dan Asya cengengesan.


"Mau minum apaa, pak Aska?"


"Ah gak usah repot repott, air putih juga gapapa." Kata Aska sambil senyum.


"Bu Zia?"


"Samain aja mbak," jawab Zia juga dengan senyuman.


Abi dan umi melihat kearah Asya dan Azril.


"Anak kamu ganteng dan cantik banget ya, Aska."


"Haha iyaa lah bi, yang buat kan gantengg."


Mereka malah tertawa.


"Asya Azril kenapa liatin luar terusss?" tanya Zia.


"Pengen main sama adek-adek gemoyy," jawab Asya cengengesan.


"Yaudah itu, ikut sama mbak Dewi ajaa!" Suruh umi.


"Ayoo." Asya dan Azril keluar bersama.


Mereka berdua menghampiri balita tadi, bermain bersama dengan gembira.


Aska yang melihat itu tersenyum senang, awalnya ia mengira mereka berdua tidak akan suka. Tapi ternyata malah sebaliknya.


"Mereka berdua penyuka anak-anak yaaa," puji umi yang melihat interaksi Asya dan Azril.


"Ahh apaan abi, dua anak aja cukup." Jawab Zia, abi dan umi tertawa. Aska cengengesan sambil menatap Zia penuh makna.


"Apaaa?"


"Hadiah nya sayang, belum di kasihh."


"Oh iyaa." Aska dan Zia keluar, ia menyuruh anak buahnya untuk mengeluarkan hadiah dari mobil yang ada di belakang.


Setiap mobil berbeda kotak hadiah. Satu mobil kotak isinya mobil-mobilan untuk pria, baju baru dan lain lain.


Sedangkan mobil satunya di setiap kotak berisi boneka untuk wanita, baju baru dan perlengkapan lainnya.


Kotak hadiah di berikan kepada semua anak yang ada di panti, tanpa terkecuali.


"Itu apa, nak? Jadi ngerepotin kaliann," ujar abi.


"Nggak ngerepotin bii. Zia sama Aska punya cukup rezeki, jadinya mau berbagi." Jawab Zia sambil tersenyum.


Asya dan Azril ikut tersenyum mendengar perkataan Zia. "Zrill, lu bawa uang cash gakk?" tanya Asya berbisik.


"Nggak banyak, kenapa??"


"Yahh.. gue juga gak banyakk. Gue pengen bagi-bagii"


Azril mengeluarkan dompetnya, "dikit banget coyy cuma tiga lembarr. Daddy gak bilang pula, tau gitu gue ke bank duluu." Jawab Azril.


Aska datang memberikan dompetnya, "pake uang daddy nahh."


"Iss, jadinya daddy yang bagi-bagii. Bukan kamiii," jawab Azril.


"Kalian bagi-bagii juga pake uang daddy juga, kan?"


"Oiyaa!" Keduanya cengengesan. Mereka menerima dompet Aska lalu membagikan uang dan kotak hadiah bersamaan.


Setelah selesai membagi, mereka berdua ikut bermain. Asya bermain dengan anak perempuan sedangkan Azril bermain bola dengan anak laki-laki.


Aska dan Zia hanya melihat mereka berdua sambil tersenyum gembira.


"Kalian makan siang disini yaa, biar umi suruh Dewi masak banyakk."


"Ehh nggak usah repot-repot umii. Bentar lagi ketring pesenan Zia datangg."


"Aduhh, jadi segan abi sama kalian. Berbaginya terlalu banyakk."


"Selagi ada rezeki, bi." Jawab Aska sambil tersenyum. Mereka pun terus berbincang-bincang dan bercanda tawa bersama.


Tak terasa hari sudah siang. Mereka berempat pamit pulang ketika selesai makan.


"Abi.. ini ada lagi sedikit untuk abi umi sama yang lain," Aska menyodorkan amplop.


"Aduhhh, gak usah nak. Kan tadi udah ngasih hadiah sama anak anakk, udah beliin makan siang jugaa."


"Beda umii, yang ini untuk umi abi sama yang lain." Jawab Zia.


"Terima ajaa umii, bisa beli baju baru kann." Sahut Asya cengengesan.


"Duh.. ngerepotin bangett jadinya. Makasih banyak nak Aska, Ziaa. Asya Azril juga makasih udah bagi-bagii ke anak-anak."


Asya dan Azril tersenyum, "udah kewajiban umat muslim untuk saling berbagi abii." Jawab Azril. Aska mengelus rambut Azril sambil tersenyum.


"Kalau gituu, kami balik dulu ya umi, abi. Semoga bermanfaat," Pamit Aska.


"Aamiin, semoga berkah yaa. Makasih banyakk, maaf malah ngerepotin."

__ADS_1


"Nggak ngerepotin bii, santai ajaa." Balas Zia.


"Kak Asya mau pulangg??" Asya berbalik, anak berumur lima tahun menghampiri nya.


"Hehe iyaaa Izza, next time kita main lagi yaaa?" Izza mengangguk.


"Ini buat kak Asyaa dari Izzaa."


"Ini buat kak Azril dari Azzam."


Mereka berdua memberikan selembar kertas. Asya dan Azril membalik kertasnya. Ternyata itu hasil gambar mereka berdua.


"Wah.. baguss banget. Kak Azril sukaa!"


"Kak Azril balik lagi yaa, nanti kita main bola lagii." Azril mengangguk sambil tersenyum.


"Kak Asyaa jangan lupain Izza yaaa!"


"Iyaaa cantikk. Nantii kalau sempat kakak kesini lagi, okee??" Mereka bertos ria.


"Yaudah ayoo," ajak Aska. Mereka berempat menuju mobil. Asya dan Azril jalan mundur sambil melambaikan tangan.


Sampai di dalam mobil juga mereka mengeluarkan kepala dan melambaikan tangan. Mereka berdua melakukannya sampai panti tidak terlihat.


Di panti..


"Pak Aska ngasih berapa lagi, bi?" tanya Dewi.


Umi dan Abi membuka amplop nya, mereka terkejut melihat uang yang ada di dalam amplop.


"Berapa??"


"Cuma ada kertas" Jawab abi santai. Dewi mendekat, "ini uangnya bisa di cair kan abii."


"Iya abi tau. Abi gak nampak itu berapa coba liat."


"Nominalnya... sepuluh juta. Banyakk bangett biii."


"Subhanallah, mereka baik bangettt. Semoga panjang umur dan sehat selaluu."


"Aamiin."


❀❀❀


"Asya, Azril kalian maa-- tidur anaknya." Zia cengengesan melihat kedua anaknya.


Aska menoleh dari kaca, "kecapekan. Mereka berdua mirip aku banget yaa."


"Kan anak kamuu!" Aska tertawa pelan.


"Jadi mau kemana ini??"


"Ke mall aja yuk, nonton bioskop atau mainn ice skating."


"Yaudahh kalau maunya gituu," jawab Aska kembali fokus mengemudi.


"Emang kamu maunya kemanaa?"


"Kemanaa aja yang penting sama kamu, sama anak-anak jugaa."


"Hilihh, oiyaaa, itu anak-anak besok boloss?" Aska mengangguk.


"Satu atau dua harii lahh."


"Lama bangett keknya."


"Mau qtime full. Aku kangen waktu kita ngumpull," Zia tersenyum mendengarnya.


"Kerjaan gimana??"


"Ada Rap sayang. Kamu gimana??"


"Kan ada asisten akuuu."


"Masih netep? Yang itu?? Cowok??" Zia mengangguk.


"Jangan macem-macem yaa kamu!!"


"Gimana mau macem-macem si sayang?? Aku keluar rumah aja harus izin kamu, bawa bodyguard lagi. Udah gitu kerja di rumahh muluu, kalau ke kantor di marahin sama mamii."


Aska terkekeh, "salah siapa masih suka kerja?"


"Mending aku suka kerja dari pada suka sama cowok lain."


"Eh hhehhh!" Zia gantian tertawa.


Ddrrrttt.. Drttt..


Ponsel Asya berbunyi.


"Syaaa angkatt! Jangan ganggu waktu tidur guee."


"Aa bodo amatt," Asya membuang ponselnya ke belakang.


"Handphone rusak gak bakal daddy beliin yang baruu," Asya tersadar. Ia mengambil ponselnya lagi, nama Fauzi tertera disitu.


"Aihhh.."


"Siapaa?" tanya Zia.


"Hah? Itu momm, temen Asya." Asya menolak panggilan lalu mematikan ponselnya.


"Aaahh.. jadi gak ngantuk lagi gara-gara luu!" Omel Azril kesal.


"Yaa bodo amattt!! Kita mau kemana lagi, daddy?" tanya Asya.


"Mommy ngajak ke mall, mau??" Keduanya mengangguk setuju.


"Eiya, kenapa tadi daddy bilang gak mau beliin hape lagiii?" tanya Asya.


"Handphone gak terlalu baikkk, bisa merusak otak. Kalau di beliin baru nanti yang ada kamu main handphone teruss gak ada belajar. Karena semakin bagus handphone bakal makin sering dimainin."


"Kalian berdua minta yang lain pasti daddy kasih, tapi kalau handphone baruu nggak bakal. Kecuali handphone kalian rusak," Asya mengangguk paham.


"Btw udah berapa lama di jalann?? Asya udah laper lagiii," Asya cengengesan.


"Perut karet!!" Cibir Azril.


"Dih.. emang lu gak laper?"


"Ohyajelas laperrr!"


Zia dan Aska tertawa mendengarnya, "yaudah kalau gitu kita berhenti dulu. Makan lagii," ujar Aska.


"Kalian mau makan apaaa?" tanya Zia.


"Zril lu mau apaa?"


"Emm.. Azril mau makan di ampera, pake lauk ikan bakar."


"Okeee, Asya mau apaa?" tanya Aska gantian.

__ADS_1


"Semur jengkol."


__ADS_2