Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 106


__ADS_3

Zino datang lagi dengan pengasuh Baby Karsa.


"Permisi Nyonya.." Pengasuh itu masuk kamar Cessa.


"Ya.. Masuklah.. Bisa kamu bantu aku bawa Baby Karsa ke depan.. Para anak buah mau liat baby Karsa." Ajak Cessa.


"Aaahh sama para mafia itu nya..? Aduh saya takut nyonya.." Pengasuh itu ketakutan.


"Hemm.. Gitu ya..?" Cessa berpikir.


"Sini aku bawa Baby Karsa.. Gak apa kok.." Zino mengendong baby Karsa dengan santainya. Melihat Zino sudah membawa Karsa terlebih dahulu mau tak mau Cessa menyusul keduanya.


"Ooowww sayang tidur ya.. Capek kah..?" Zino berbicara pada Baby Karsa yang masih tertidur.


"Setelah sekian lama.. Akhirnya aku bercocok tanama lagi sama kamu.." Ucap Zino blak blakan pada Cessa.


"Zino..." Ingin sekali Cessa menyumpal mulut Zino.


"Apa.. Kamu suka kan.." Zino semakin menganggu.


"Zi .. Aku mohon jangan rusak pendengaran Karsa.." Ucap Cessa langsung mengambil alih Karsa dari gendongan Zino.


"Ya maaf.. Aku kan cuma bilang.. Maaf.. Aku gak akan bahas itu lagi.." Cup.. Zino mengecup Cessa di puncak kepalanya.


"Karna aku sudah janji sama Karen.. Aku akan tetap cinta sama kamu apa pun yang terjadi, Karen yang buat aku harus berjanji seperti itu.." Jelas Zino lagi.


Cessa memejamkan matanya. "Yayaya.. Sudah.."


"Tapi kamu maafkan aku kan.. Mau kan.. Aku minta maaf loooo tadi.." Zino menhentikan Cessa.


"Ya Zino.. Aku maafkan.. Sudah ya.. Ayo kita temui anak buah kamu itu.. Kasian mereka lama sekali menunggu.." Cessa mengelus pipi Zino.


"I love You.." ucap Zino lagi lalu ia mengecup baby Karsa.


***


Pintu besar begitu terbuka lebar. Cessa dan Baby Karsa melangkahkan kakinya keluar menemui kumpulan orang orang di luar sana.


Cessa tak percaya yang ia lihat ini. Semua anak buah Karen ada di depan matanya. Serba hitam, pandangan mata mereka tertuju padanya. Cessa mengamati mata mereka. Mata Elang yang sama dengan Karen bermata Elang.


"Cuci mata kalian... Berani sekali kalian melihat ratuku.. Cuci sekarang.. Kamu juga Lorent..!!" Titah Karen pada Lorent dan anak buahnya yang lain.


Secepat kilat Mereka berlari. Cessa bingung apa yang terjadi pada mereka entah kemana mereka pergi.


Tak lama kemudian Hery dan yang lainnya kembali dengan wajah yang basah. Sepertinya mereka melakukan apa yang di katakan Karen yaitu mencuci mata  mereka hingga membuat wajah mereka basah kuyub.


Cessa tersenyum mengingatnya. Masa masa yang sangat manis untuk Cessa saat berada bersama Karen.

__ADS_1


"Aku senang sekali melihat mata kalian.." Ucap Cessa pertama kali melihat orang orang ini.


"Hari ini aku lihat lagi mata itu.. Aku sudah sangat senang.."


"Nyonya.. Izinkan aku mewakili senegap jajaran kami. Kami lebih merasa terhormat bisa bertemu dengan wanita yang paling di cintai oleh tuan kami. Banyak cerita yang di sebarkan oleh anak buah yang lain. Tidak ada yang bisa membuat Tuan Karen begitu bahagia dan bahkan sangat menghargaimu.. Kami memberi hormat sebesar besarnya padamu Nyonya.." Laki laki itu menekuk kakinya.


Semua orang yang ada di sana juga menekuk kakinya dan memberi hormat pada Cessa.


"Hormat kamu Nyonya." Ucap semuanya bersamaan.


"Terima kasih.." Cessa sangat terharu melihat semua ini.


Laki laki itu bangkit lalu berjalan ke arah Cessa. Ia melihat wajah Baby Karsa.


"Sebagai darah daging satu satunya tua Karen, kami kelompok Mata Elang akan selalu melindungi nona kecil sampai kapan pun." Laki laki itu membungkuk lagi dan di ikuti yang lainnya.


"Kami akan menjaga sampai kapan pun.." Semuanya juga mengikuti yang di katakan.


Cessa melihat Zino. Zino menganggukkan kepalanya.


"Ada sesuatu yang mau aku katakan lagi.." Semuanya memberi fokus penuh pada Cessa.


"Aku memang tingga sama Karen sebentar saja, tapi banyak yang aku ketahui tentang Karen. Kalian pasti tahu misi terakhir Karen. Dia pasti pernah kasih tahu misinya sama kalian." Semuanya mengangguk dan tersenyum.


"Aku mau kalian tetap melanjutkan misi Karen.." Cessa menatap Zino.


"Mari kita selesaikan.." Semuanya mengambil lumpur yang ada di dekat mereka. Apalagi anak buah yang di bawah sana, lebih banyak lagi lumpur yang di dapatkan.


Bukan hanya anak buah Karen, Jake dan yang lainnya juga ikutan.


"Eeehhh...?" Zino terkejut. "Kenapa kalian memungut lumpur.. Jake itu kotor.. Kalian?" Zino mulai panik.


"Maaf tadi ada yang bilang kami adalah satu kelompok besar. Kelompok Mata Elang tulip hitam.." Jawab Jake yang di anggukan setuju yang lainnya.


"Ups...." Zino segera melarikan diri.


Kebun teh jadi tempat bermain main Zino dan yang lainnya. Teriakan dan minta tolong Zino di seluruh kebun Teh.


Bella dan yang lainnya tertawa melihatnya.


"Cessa itu kenapa mereka kejar kejaran..?" Lilen ikut bergabung dengan Cessa dan yang lainnya.


"Misi terakhir selesai Nyonya.." salah satu anak buah datang kepada Cessa dan memberi kabar.


"Bagus..." jawab Cessa. "Lihatlah nanti.."


Tak lama kemudian Zino datang di ikat oleh Lorent dan yang lainnya. Bella semakin tertawa puas.

__ADS_1


Zino dengan semua lumpur di tubuhnya dan bahkan wajahnya.


"Hoooo ya ampun..." Bella lanjut tertawa.


"Mommy.." Cessa menitipkan dulu Baby Karsa pada Bella. Bella menerimanya dan Cessa melakukan yang seharusnya ia lakukan sebagai Nyonya.


"Ya.. Misi terakhir selesai. Dan mulai sekarang ketua sekaligus tuan kalian.. Zino Luois Smith..." Cessa berdiri tegak di samping Zino.


"Cessa... Aku lilin lilin gini.." Zino merengek.


"Biarin.. Itu misi terakhir mereka biarlah mereka lakukan dengan baik..." Cessa pergi lagi ke samping Bella dan mengendong baby Karsa.


"Dada..." Cessa berlalu bersama baby Karsa.


***


Hari ini Cessa dan lainnya akan kembali ke rumah. Bella akan kembali ke Canada. Zino dan Cessa akan kembali ke rumah Zino bersama Rindu, Lorent Jake dan Lilen. Mau tak mau Zino membawa Lilen bersama Mereka, karna ia dan Jake masih menungggu genap satu bulan dan yakin kalau Lilen tidak hamil anak salah satu dari mereka.


"Haaaahhh, Granma akan pisah sama Karsa.. Granma pasti kangen sama Karsa." Bella menghabiskan waktunya bersama Baby Karsa.


"Ya Mommy.. Tapi aku dan Zino sepakat kalau nanti Karsa sudah genap 5 tahun, Karsa akan tinggal sama Mommy untuk sekarang aku juga gak bisa pisah sama Karsa." Ucap Cessa.


"Iya Cessa sayang, apalagi liat Karsa lagi manjanya sama kamu.. Haahh.. Gak akan ada yang bisa deh.." Bella ingat sekali kalau Karsa ingin menyusu atau pun sedang rewel. Pasti bisa di tenangkan oleh Cessa dengan seolah menyusui Baby Karsa.


"Iya... Mommy sabar ya tunggu sampai Karsa besar dia akan tinggal sama Mommy.. Aku janji.." Ucap Zino juga setuju.


"Ya nak.. Eeemm Lilen..?" Bella berbicara pada Lilen yang terdiam sejak tadi.


"Jaga diri kamu baik baik.. Ada Cessa dan Zino juga yang akan menjaga kamu di sini. Tapi aku bingung sekali kenapa Cessa kekeh agar kamu tinggal sama mereka...?" Bella masih tidak tahu masalah Zino dan Jake yang bersama Lilen di hotel itu.


"Zi.." Cessa menatap Zino dengan memberi kode dengan alisnya.


"Eeemm itu.. Jake tabur bibit sama Lilen jadi Zino gak akan biarkan Lilen pulang begitu aja.. Masa anak buah Zino gak ada tanggung jawab sama sekali." Cessa dan Jake membulatkan matanya.


"Aku..?" Jake tak terima.


"Ya Jake eeemm aku ada perlu sebentar ya.. Ayo Jake.." Zino langsung menenteng Jake bersamanya.


"Kenapa mereka berdua..?" Bella menanyakan pada Lilen. Lilen malah melempar tatapan pada Cessa.


Cessa nengangkat bahuhya.


***


"Jake aku mohon.. Ayolah.. Ini cuma sementara.." Pinta Zino pada Jake.


Off dulu...

__ADS_1


__ADS_2