
Cessa tak peduli dengan yang di katakan Zino, ia fokus pada kedua ibu hamil di dekatnya ini.
"Ya apa pun itu, yang penting Rindu sama aku." Lorent menganggukan kepalanya.
"Kamu berapa lama ke Canada Lorent..?" Jake juga bertanya.
"Hanya satu minggu.. Tidak lebih.." Lorent tersenyum pada Jake.
"Eeemm? Tapi kenapa aku juga gak di kasih tugas? Kan aku juga masih anak buah kamu Zi.." Protes Jake.
"Karna kamu harus sama aku di sini..." Ucap Zino blak blakkan.
"Tapi kan aku juga bisa pergi.. Baru ke Canada.. Cih lemah.." Jake tak terima.
Zino memutar matanya jengah. "Tapi ini tugas khusus Lorent.. Cuma dia yang pintar dalam hal ini.
"Emangnya dia pintar apa..?" Jake meremehkan Lorent.
Lorent hanya tersenyum manis pada Jake seperti meledeknya.
"Lorent adalah hacker handal. Dia pernah mematikan salah satu satelit.. Kamu ingat beberapa tahun yang lalu..?" Zino ingin sedikit memamerkan kebolehan Lorent.
"Eeemm satelit..? Oohh yang itu.. Lorent..?" Jake baru ingat.
"Ya.. Itu Lorent.. Dan bukan cuma itu. Di Berhasil jual data NASA dengan harga mahal." terang Zino lagi.
__ADS_1
"Jadi satelit itu... Lorent.. Kamu..! Kamu tahu susahnya aku.. Astaga.." Jake lemas seketika.
"Ya mau gimana lagi aku butuh..." Lorent enteng saja.
"Kamu..!" Jake benar benar kesal.
Semua wanita yang ada di situ melihat dan mendengarkan cerita itu.
"Ohh ya satu lagi.. Apa kamu ingat sinyal di negara kita ini yang sempat mati dalam kurun waktu 3 hari...?" Zino melihat Jake lagi
"Jangan jangan..?" Jake melirik Lorent
Zino hanya mengangkat bahunya tak peduli.
"Lorent... Kamu!!" Jake benar benar kesal karna ia yang paling sibuk mencari sinyal dan menghidupkan kembali dan menghilangkan hacker yang terjadi saat itu.
"Aku pasti cepat pulang.. Cuma Seminggukan gak apa apa.." Lorent mengelus rambut Rindu.
"Iya, aku juga senang bisa kumpul lagi sama Cessa. Kamu yang hati hati ya.. Jangan luka luka lagi." Rindu mengingatkan.
"Ya sayang.. Kan aku cuma main komputer aja kok.."
"Tapi kok harus ke Canada.. Apa gak bisa di sini aja..?" Protes Rindu.
"Ya karna di sanalah komputer tercanggih aku.. Gak sembarangan yang hidupkan, makanya harus tetap di sana.. Dan aku yang ke sana.." Jelas Lorent.
__ADS_1
"Eeemmm ya lah kalau gitu... Jangan macam macam ya di sana.." Rindu menoel hidung Lorent.
"Oooooo.. Sayang aku ini.. Gemasnya aku.. Ya.. Aku mau apa lagi... Macam macam apa.. Kalau aku gak mau ya aku gak mau juga.. Dan aku cuma mau kamu.." Lorent balik menoel hidung Rindu.
***
Rindu di temani Cessa dan Cessa di temani Zino dan Baby Karsa mengantar Lorent dan yang lainnya ke bandara.
Lorent mencium Rindu terlebih dahulu lalu ia juga menciumi perut Rindu.
"Daddy pergi dulu ya.. Sebentar aja.. Daddy janji.." Lorent juga memberi hormat pada Zino dan Baby Karsa yang adalah bos besarnya.
"Aku berangkat Nyonya. Dan tolong jaga mereka untuk aku.." Lorent berpamitan juga pada Cessa nyonyanya.
"Tentu.." Cessa mengangguk yakin.
"Hati hati ya.." Rindu tetap mengingatkan Lorent.
"Iya sayang.." Lorent mencium Rindu lagi dan setelah itu berjalan menuju gerbang utama bandara menuju pesawat yang akan ia tumpangi ke Canada.
Lorent melambaikan tangannya dan berlalu pergi.
"Haaahh.. Ayo kita pulang Cessa. Lilen sendiri di rumah.." Rindu mengingatkan.
"Gak apa, dia gak sendiri kok, ada Jake di rumah juga.." sahut Zino.
__ADS_1
***
Di rumah..