
Rindu bergidik ngeri melihat Lorent yang seperti anak kecil kehilangan di tempat tidurnya. Bagaimana tidak seorang Lorent berguling-guling nggak jelas karena saking girangnya mengetahui jika dirinya memiliki anak kembar dan jika Rindu hendak menguburkan anak kembarnya orang juga dengan senang hati membuatnya lagi. Pikiran macam apa itu?
"Jadi aku memiliki anak kembar? " Lorent bangkit lagi dari guling-guling nya
"Bukan kamu aja tapi kita berdua... " Ralat Lorent dengan ucapan rindu. Rindu Tidak bisa mengatakan apa-apa lagi selain menutup mulutnya dan hanya matanya yang berkedip-kedip beberapa kali.
"Apa kamu masih enggak paham? itu anak kita dua... Hebatkan aku.... " bangga Lorent Lagi rindu hanya bercih dan setelah itu dia tahu kalau dirinya Tengah mengandung anak kembar. Ada Rasa Sakit Hati Yang Rindu rasakan, selama ini Jake menyembunyikan semua ini dari rindu dan bahkan hendak menggugurkannya, sejahat itukah Jake yang selama ini begitu baik terhadap Rindu, merawat Rindu, menjaga Rindu, dan mendampingi Rindu saat melakukan perawatan medis setelah ditemukan dari anak buah Karen.
Melihat ekspresi lain yang rindu Tunjukkan itu Ekspresi kekecewaan terhadap seseorang. Lorent dengan cepat mendekap Rindu dan menarik Rindu masuk dalam pelukannya
"Tidak usah dipikirkan lagi Sekarang kamu sudah bersama dengan aku, Aku akan menjaga Kalian bertiga Aku mohon Berikan aku kesempatan akan aku tunjukkan diriku yang sebenarnya... " suara magnetik Lorent masuk Dalam pendengaran rindu dengan jelas.
Lorent menangkup wajah Rindu dan setelah itu Lorent mengecup singkat bibir Rindu.
Flashback off
Ini sudah genap 2 hari Rindu bersama dengan Lorent di rumah yang Keren tempati di Amerika. Rindu sangat ingin bertemu dengan Cessa tapi ia malu untuk meminta dengan Lorent takut tidak dibolehkan. Padahal Rindu sangat ingin menceritakan jika kini ia sedang mengandung bahkan anaknya kembar.
Rindu malah memperhatikan Lorent yang sedang mengirim instruksi pada anak buahnya melalui earphone yang ada di telinganya, kelihatannya Lorent sangat serius dalam menjalankan tugasnya kali ini, dan Kalau tidak salah dengar baru saja Loren mengatakan jika karena sedang sibuk, Rindu pun berpikir apa yang membuat Bos mafia itu sibuk, Bukankah seharusnya ia Sibuk mengatur strateginya atau melakukan persiapan penyerangan atau semacamnya tapi ia mengabaikan semuanya dan mengatakan kalau ia sedang sibuk.
__ADS_1
Lorent mengamati rindu yang sedang melamun tapi menatapnya
"apa yang ia Pikirkan aku kah?" pikir Lorent dengan percaya dirinya, tentu saja siapa yang akan dipikirkan Rindu selain dirinya ayah dari baby twinsnya. Lorent Bangkit dan menuju Rindu, langsung saja menciumi perut rindu yang rata itu itu
"Apa kalian rindu Daddy...? " Rindu serentak terkejut dengan perlakuan Lorent kepadanya mungkin ini sangat lebay tapi menurut Lorent itu sangat perlu.
"Mereka pasti rindu padaku kan. Aku lihat, mommynya terus menatap Daddy nya seakan sangat rindu, Eh bukannya Rindu mana Mommynya? " Rindu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara itu di suatu ruangan lain seorang wanita baru saja selesai membersihkan tubuhnya walaupun merasa Sedikit perih di sana dan sini mau tak mau ia membersihkan tubuhnya.
Sementara itu ada juga seorang laki-laki yang terkapar di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat berseri-seri, ia menatap wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi lalu senyum nakalnya timbul lagi dan bangkit dari baring nya berjalan dengan nakal ke arah wanita tersebut.
"Terima kasih ya..." Dengan cepat Cesa melepaskan tangan karena yang melingkar di pinggangnya
"kenapa... Kamu takut aku nakal lagi kah, Maaf ya kalau ada yang sakit aku tahu pasti ada yang sakit... Rupanya ada guna juga ya bermusuhan dengan Zino... aku bisa mendapatkanmu dengan sangat mudah... " Cessa memutar bola matanya malas ya sudah sangat lelah karena habis-habisan dinakali oleh karena.
"Karen aku lelah... " Karem memutar tubuh Cessa agar menghadapnya terlihat sekali wajah lelah dan lesu dari Cessa sudah jelas wanita ini lelah karena dirinya tanpa disuruh pun Karen menggendong Cessa dan berjalan menuju tempat tidur merebahkan tubuhnya dan tubuh Cessa bersamaan dengan tubuh Karen yang di bawah. Pastinya Cessa sangat terkejut dengan aksi karena ini.
"Ayo kita istirahat ya Ini juga sudah malam kamu istirahat lah aku janji aku nggak akan nakal... " Karen memperbaiki posisi Cessa dan dirinya sendiri, menyelimuti Cessa dengan selimut tebal berwarna putih menutupi handuk yang dikenakan Cessa karena tadi Cessa belum sempat mengenakan pakaiannya karena lelah pun jasa tidak ingin banyak berdebat dengan Karen dan memilih dengan cepat menutup matanya dan terlelap.
__ADS_1
Karen menatapi wajah wanita yang ada di depannya itu senyumnya terus mengembang melihat wajah cantik wanitanya dengan penuh harapan ia berdoa dengan sepenuh hatinya agar wanita tersebut selalu sehat bersamanya dan menjadi jodohnya karena karena sepenuhnya memberikan cintanya kepada Cessa.
Tak puas terus memandang Karen pun menciumi seluruh wajah Cessa disetiap incinya Tak Terlewatkan. dan Cessa juga tidak terganggu dengan hal tersebut karena ia benar-benar lelah dan Sudah terlelap dengan sangat nyenyak, dan tentu saja karena tak berhenti melakukan hal tersebut dan terus melakukannya karena biasa sama sekali tidak terganggu dengan apa yang ia lakukan.
Bunyi helikopter yang lewat menyadarkan karena sesuatu, keadaan tersenyum penuh arti dan bersemangat sekali ya turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi ia membersihkan tubuhnya dengan singkat.
Karen yakin rencananya untuk memancing Zino keluar sudah berhasil karena baru saja ia mendengar bunyi helikopter yang menandakan Zino sampai di tempatnya.
Lorent begitu mendengar bunyi helikopter tiba dia langsung bangkit dari tempat tidurnya dengan perlahan meninggalkan sang Ibu dari anak-anaknya Yang Sudah terlelap juga, tadi Lorentz dan rindu tidur dengan berpelukan, sebenarnya,Rindu tidak mau melakukan hal itu tapi desakan dari Lorent yang mengatakan anak anaknya yang inginkan membuat rindu pasrah, tetapi setelahnya malah rindu duluan yang terlelap karena nyaman berada dalam dekapan Lorent. Lorent Bangun dengan perlahan mengenakan pakaiannya jasnya dan membuka pintu ruangannya dengan sangat pelan agar tidak mengganggu ratunya yang sedang terlelap.
Sedangkan Zino dan anggotanya baru turun dari helikopter dan diantar pengawal yang dikirimkan Lorent untuk menjemput Zino dan anggotanya termasuk Lilen yang ikut dibawa Zino.
Sedangkan Karen kini menyisir rambutnya tapi ia tiba-tiba teringat sesuatu akhirnya ia memberantakan lagi rambutnya yang sudah rapi tersisir ia kemudian mengambil jubah mandinya dan menggunakannya.
Tentu saja itu penampilan yang aneh tapi ia ingin melakukannya. Karen menunggu pintunya diketuk memberitahukan jika Tamunya sudah sampai dengan selamat dan benar dugaan karena, Tak lama kemudian pintu ruangannya diketuk, karena bangkit dari sofanya dengan penuh semangat, bahkan Iya memberantakan lagi rambutnya.
Zino, Jake, sudah menunggu kedatangan tuan rumah tersebut di depan mereka. Tak berselang lama barulah timbul Lorent dari kejauhan, saat lorentz datang yang paling panas adalah Jake karena berani sekali lorentz menculik Lagi Rindu dari penjagaannya, ingin sekali Jake langsung menerkam Lorent disitu juga Tapi jika ia melakukannya sama saja ia bunuh diri karena mereka sedang berada di kandang Lorent dan Karen. Dari belakang Lorent barulah Karen menyusul, menggunakan jubah mandi, rambutnya acak-acakan, bekas cakar di area leher, membuat pandangan Zino kemana-mana dan meneliti bekas-bekas apakah itu.
Karen....
__ADS_1
Off dulu kawan like ya author rasa sepi banget nihhhh.. pengen samangat dari kalian...