Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 133


__ADS_3

Lilen berkedip beberapa kali mencerna ucapan Cessa tadi yang mengatakan kalau Ia sangat menyukai masakan dari Jake. Perasaannya ia tak pernah melihat Jake memasak di dapur. Semua pertanyaan itu berpurar di otaknya.


"Selamat pagi.." Zino datang bersama Baby Karsa di gendongannya. Saat hendak ke dapur, Zino mengingat Baby Karsa dan saat bersamaan pengasuh Baby Karsa ingin menbawa Karsa kepada Cessa di dapur.


Zino langsung menawarkan diri untuk membawa Baby Karsa bersamanya.


"Sa.. Ini Karsa mau di manja manja kamu.." Zino melambaikan tangan baby Karsa pada Cessa.


"Oohh ya kah..?" Cessa pun menghampiri Zino dan baby Karsa.


"Kenapa sayang..?" Cessa mengambil alih Karsa dari Zino. "Bi.. Lanjut ya, aku mau sama Karsa dulu..!" Ucap Cessa pada Bibi bibi yang bersamanya memasak tadi.


"Baik nyonya." Sahut mereka dari dapur.


Cessa membawa Karsa ke teras dan berjemur sinar matahari pagi yang cerah ini. Lilen rasa ini adalah saat yang tepat untuk bertanya pada Cessa dengan yang ia ucapkan tadi tentang masakan Jake.

__ADS_1


Dengan segera Lilen menyusul Cessa ke teras.


"Cessa..?" Panggilnya.


"Eeeemm Lilen?" Cessa berbalik dan melihat Lilen yang memanggilnya. Cessa sedang memberikan mainan terbaik Karsa di mulut kecil itu. Seperti ibu pada umumnya menyusui anak anaknya.


"Cessa ada yang mau aku tanya kan..?!" Lilen memberanikan diri bertanya langsung.


Tapi sebelum itu ia melirik yang lainnya di meja makan. Sepertinya tak ada yang memperhatikannya.


"Kemarin juga loo.." Cessa berusaha mengingatkan Lilen.


Lilen memicingkan matanya.


"Ada masakan, atau sarapan pagi kita yang sangat kamu sukai itu.." Cessa memberi clue.

__ADS_1


"Eeemm apa ya..? Eemm jangan jangan bubur itu..?" Seingat Lilen hanya itu sarapan yang kemarin ia suka. Dan bahkan ia tambah beberapa kali.


"Iya.. Itu buatan Jake.. Dia masak dari jam 5 subuh. Aku bangun liat sudah siap semuanya. Tapi.." Cessa juga menoleh ke arah meja makan yang di sana juga sudah ada Jake bergabung dengan yang lainnya. Jake sepertinya tak melihat keberadaan mereka di teras ini.


"Tapi apa Sa..?" Lilen sudah penasaran.


"Tapi Jake larang aku bilang kalau itu dia yang masak, dia minta aku panaskan nanti kalau kamu dan yang lainnya bangun. Biar keliatan aku yang masak. Padahal itu dia. Dia sepertinya kasian sama kamu yang kadang makan kadang gak sama sekali, jadi dia coba untuk masakkan sesuatu buat kamu.. Dan dia senang kamu suka.." Cessa menjelaskannya pada Lilen.


Lilen berbalik dan melirik Jake di meja makan. "Diam diam, dia perhatian ya.." Iirihnya.


"Jake memang gitu, dia diam bukan berarti gak peduli tapi di meneliti dan mencari tahu apa yang kamu sukai..." Pipi Lilen merona mendengarnya.


"Cessa.." Lilen sangat malu.


"Iihh kenapa.. Jake memang gitu kok.. Semalam itu, dia diam diam amati Mommy Bella yang masuk ke dalam kamar kamu, dia sebenarnya takut kamu di apakan sama Mommy, tapi dia malah dengar kamu makin terpojok sama pertanyaan Mommy.. Makanya dia langsung masuk dan ngaku ngaku gitu.. Untung Mommy percaya. Dari pengakuan Jake dia bilang cuma lindunggi Zino padahal dia juga lindingi kamu, dia gak mau kamu berpikir keras untuk jawab pertanyaan Mommy."

__ADS_1


Lilen..


__ADS_2