Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 107


__ADS_3

"Tapi Zi kamu jual nama aku. Aku gak mau.. Aku bilang sama Nyonya Bella Stone yang sebenarnya terjadi sama Lilen malam itu, semua itu kesalahan kamu, kamu yang ajak, dan aku jamin nanti Bella gak akan biarkan kamu sama Nyonya Cessa dan baby Karsa." Ancam Jake balik.


"Tapi Jake kita belum tahu.. Ini kan sementara aja Jake sementara.. Kalau Lilen gak hamil,berarti kita aman, kalau dia hamil nah kita tunggu sampai di lahiran, kalau dia lahiran terus kita buat kayak Karen. Kita Tes DNA bayi itu apa bayimu atau bayiku.. Dan aku janji Jake.. Apa pun hasilnya setelah itu aku siap Kamu hukum Jake.. Apa pun yang kamu lakukan sama aku, aku siap.." Zino terus membujuk.


"Ck.. Oke oke.. Awas kamu.." Jake kasian juga melihat wajah Zino yang memohon padanya. Baru kali ini Zino memohon Padanyanya.


"Makasih Jake.." Zino memeluk Jake.


"Kamu memang yang terbaik.." Jake menggelengkan kepalanya dengan tingkah Zino.


"Ayo mereka pasti sudah menunggu.."


Zino dan Jake kembali bergabung dengan yang lainnya.


"Eeemm apa yang kalian dua bicarakan..?" Bella penasaran.


"Gak ada Mommy. Zino sama Jake tadi cuma pergi ambil ini kok.." Cessa menggeleng.


"Zi.. Itu apa..?" Cessa melihat Zino hanya membawa daun tumbuhan hiasan di pojok tempat ia dan Jake berbincang tadi, Zino memetiknya saat hendak kembali bergabung dengan yang lainnya.


"Eeehh..?" Zino langsung membuang daun ke sembarang arah dan malah terkena Lorent di belakangnya.


"Eeeemmm?" Lorent bergumam.


***


Zino dan yang lainnya mengantar Bella ke bandara.


"Cessa jaga Karsa untukku.. Aku akan menjemput lagi dia saat janji yang kamu buat tiba." Bella sangat percaya pada Cessa.


"Mommy Karsa ini anakku.. Aku akan menjaganya dengan sangat baik.." Jawab Cessa ia sungguh sangat beruntung bisa mendapatkan anak Karen, selain itu juga Cessa menganggap ini adalah ganti dari kehilangannya kemarin akan janinnya.


"Mommy tenang aja.. Aku juga ada di sini untuk Karsa.." Zino memamerkan dirinya pada Bella.

__ADS_1


"Ya.. Mommy percaya sama Kamu juga Zi.. Cessa.. Mommy bukan cuma titip Karsa loooo.. Mommy juga titip Zino.. Bagaimana pun Zino adalah adik Karen. Karen sangat senang bermain dengan Zino meski caranya ekstrim.. Ck ck.. Ya Mommy harap kalian sehat terus.. Saling menjaga, jadi keluarga yang bahagia.." Bella tidak hanya menitipkan Karsa dan Zino, tapi semua harapannya juga ia titipkan pada Zino dan Cessa.


"Mommy..." Zino maju dan memeluk Bella.


"Aku janji... Semua itu bukan hanya harapan, tapi kenyataan yang akan aku wujubkan untuk Mommy dan Karen.." Zino mengecup tangan Bella.


"Eehh sudah waktunya.. Aahh aku terlalu larut dalam pembicaraan kita. Baiklah aku pergi dulu.. Jaga diri kalian.. Baby Karsa sayang.. Grandma pergi dulu.. I love you.." Bella mengecup Baby Karsa.


Semua orang melambaikan tangan pada Bella. Bella pergi dengan air mata bahagia.


***


"Kita akan sampai dalam waktu 1 jam tuan saja.." Lorent datang memberi informasi pada Zino dan yang lainnya.


"Zi.. Aku juga mau kerja kayak Lorent.. Kenapa aku harus diam juga kayak gini.." Jake duduk di kursi tepat di belakang Zino dan Cessa yang sedang bersama Baby Karsa juga.


"Sudahlah Jake.. Duduk tenang aja. Temani Lilen.." Zino malah asik terus main dengan Baby Karsa.


"Issshhh..." Jake kembali duduk di tempatnya di samping Lilen.


***


"Apa semuanya baik baik saja?" Lorent kembali ke tempat duduknya bersama Rindu.


"Ya sayang.. Semuanya baik baik saja.. Apa baby Twins baik baik saja..?" Lorent mengelus perut Rindu.


"Eeemm mereka baik baik saja. Aku sudah minum susu juga tadi.." Rindu nyaman dengan perhatian dari Lorent.


"Ya.. Tidurlah.. Sini.." Lorent menarik Rindu dalam peluknya.


"Aaaww.." Lorent baru ingat kalau ia punya luka di bagian dadanya.


"Lorent..?" Rindu juga terkejut.

__ADS_1


"Ah gak apa sakit sedikit aja.. Sini.." Ajak Lorent lagi.


"Tapi kan ini sakit.." Rindu melihat dada lorent.


"Ya tapi aku mau kamu di sini.. Biar sakitnya hilang.." Lorent menarik tangan Rindu dan meletakan tangan itu di dadanya.


"Lorent ini.."


"Sssttt.." tanpa kata kata lagi Lorent langsung menarik Rindu dalam peluknya.


Rindu langsung masuk dalam peluk Lorent. Rindu menatap Lorent, bukannya di sambut dengan tatapan tapi dengan ciuman yang sangat meminta.


"Aku masih sangat nakal looo.." Lorent menggigit bibir Rindu.


"Iiissshhh.." Rindu mendorong tubuh Lorent jauh darinya.


"Kamu jahat.." Rindu jera mengharapkan kenyamanan pada Lorent.


"Maaf sayang.. Sini sini aku sayang sayang..." Lorent menarik lagi Rindu dalam Dekapannya.


"Aku gak akan nakal lagi.." Rindu menoleh ke arah Lorent. Rindu mencolek hidung Lorent.


"Untuk sekarang.." Rindu membulatkan matanya.


"Tapi aku cinta kamu." Bisik Lorent lagi.


Rindu beberapa hari yang lalu merasakan yang namanya khawatir akan seseorang. Melihat orang itu pulang dengan keadaan sehat dan selamat sudah membuatnya senang. Ia tak ingin khawatir lagi. Dan satu satunya orang yang membuatnya khawatir adalah Lorent seorang.


Rindu bersandar dengan tenang di dada Lorent dada hangat yang menawarkan kenyamanan. Dada yang dulu pernah menindisnya di tempat tidur.


Cup..


Lorent mengecup puncak kepala Rindu. "Tidurlah.. Perjalanan kita 1 jam penuh. Tidur dan aku akan menjaga kamu sayang.." Lorent memanjakan Rindu.

__ADS_1


"Makasih.." Rindu kali ini percaya pada Lorent.


Off dulu sebelum sinyal hilang guys..


__ADS_2