Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 132


__ADS_3

Jake menghembuskan nafas kasar. Cessa menyenggol Zino dengan Sikunya karna Zino tepat di sampingnya.


"Kamu ini. Masih baik Jake mau selamatkan kamu.. Bukannya terima kasih sama Jake malah kamu ejek ejek.." Tegur Cessa.


"Iya iya.. Maaf.." Zino jadi malu sendiri.


"Kamu gak apa apa kan Len?" Cessa mendekati Lilen. Lilen hanya tersenyum manis pada Cessa.


"Aku baik baik aja kok.. Aku malah senang.. Aku sekarang gak di benci sama Mommy lagi.. Mommy buka hatinya buat aku.." Lilen sampai meneteskan air matanya lagi di depan Cessa.


Dengan cepat Lileng menghapusnya, lalu tersenyum lagi. Senyum yang sangat jarang Cessa lihat di bibir Lilen.


"Aku juga senang dengarnya Lilen.." Cess memeluk Lilen. Cessa yakin itu yang dibutuhkan Lilen saat ini. Jika Cessa berharap kedua laki laki ini yang lakukan maka ia harus menunggu beberapa tahun yang akan datang nanti.


"Mommy bilang mau bawa aku sama Dia.. Aku.. Aku bisa bebas panggil dia Mommy di mana pun aku berada.. Aku gak ragu lagi panggil dia Mommy.. Akhirnya aku punya Mommy.." Lilen sangat senang, ia mengeratkan pelukkannya pada Cessa.


"Iya Lilen.. Baguslah.." Cessa juga sangat senang. Karen pernah menceritakan tentang Lilen padanya Dulu. Pantas saja jika saat Lilen di terima Bella seperti ini ia sangat senang hingga terharu.


Zino dan Jake menatap Lilen dan Cesaa yang sedang berpelukkan. Tiba tiba keduanya memikirkan hal yang sama di saat yang bersamaan juga.


Apa bayi di dalam kandungan Lilen itu akan merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Lilen saat ini..? Pertanyaan itu berputar putar di kepala kedua laki laki itu.

__ADS_1


"Aku.. Aku selama ini berusaha yang terbaik agar bisa di akui Mommy dan Daddy.. Dan baru ini aku.. Aku di terima.." Gumam Lilen lagi dalam tangisnya di pelukkan Cessa.


"Ya Lilen jangan nangis gini juga.." Cessa menghapus air mata Lilen.


Jake bangkit dari duduknya, menuangkan air ke dalam gelas dan memberikannya pada Lilen.


"Minumlah dulu.. Biar tenang.." Ucapnya pada Lilen.


Lilen mengangguk dan menerimanya dengan senang hati. Lilen meneguk perlahan. Setelah itu ia menarik nafas dalam dalam dan tersenyum lebar.


"Aku suka malam ini.." Ucapnya lagi. "Akan aku kenang sampai kapan pun.."


Pagi menyapa semuanya, Lilen bangun lebih awal dan menemani Cessa di dapur, setelah Lilen, Rindu juga menyusul. Ketiganya pun sibuk di dapur.


"Waahhh.. Semuanya sudah di dapur" Bella baru tiba di dapur dan melihat ketiganya tengah asi dengan kegiatan masing masing. Rindu dengan susu kehamilannya, Cessa yang memasak bersama pambantunya, dan Lilen yang sedang mengunyah biskuitnya.


"Iya Mommy aku di temani ibu ibu hamil.. ucap Cessa sambil memasak.


"Eeemm iya juga ya.. Rindu dan Lilen jaraknya juga berdekatankan. Cuma beda satu bulan.." Bella mengangguk anggukkan kepalanya.


"Rame donk.." Tambah Bella lagi, ia pun menghampiri Cessa dan berbisik.

__ADS_1


"Kamu kapan sayang?" Cessa medelik terkejut dengan pertanyaan Bella.


"Mommy apa sih..?!" Cessa malu malu.


"Cepat kayak Rindu dan Lilen.. Biar makin rame ini rumah.." Bella mencolek hidung Cessa.


"Gak usah Mommy, Cessa itu masih mau fokus sama Baby Karsa.. Malaikat kecil aku tu nomer satu sekarang.." Alasan Cessa.


"Ya kan perlu juga dari Zino.. Kan Karsa dari Karen.. Dari Zino juga harus ada.." Bisik Bella lagi, pipi Cessa langsung merona mendengarnya.


"Sudahlah Mommy.. Nah Mommy kan lama nih sama kami di sini, jadi Mommy haris bantu aku rawat dan jaga kedua bumil ini.." Cessa berkacak pinggang.


"Mari aku perkenalkan sifat sifat keduanya." Cessa menggandeng Bella ke dekat Rindu dan Lilen.


"Yang ini.. Si tukang banyak maunya.. Paling manja sama suaminya, jahil, suka tidur.." Cessa menunjuk Rindu. Rindu tertawa sendiri mendengar cerita dirinya dari mulut Cessa.


"Naahh kalau yang ini. Paling cerewet makan, gak ada makanan yang cocok di lidahnya selain masakan Jake." Lilen menata Cessa penuh tanda tanya.


"Iya.. Mommy dengar dari Jake semalam kalau Lilen itu susah sekali dengan masalah asupan, makanya sering lemas dan juga lelah sendiri.." Cessa mengangguk mengiyakan.


Lilen..

__ADS_1


__ADS_2