Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 141


__ADS_3

Lorent mengusap dagunya yang mulus itu. Matanya memicing. Otaknya berpikir.


"Orang ini mendekat dengan cepat. Gak mudah lacak orang ini." Gumamnya. Untungnya Rindu sudah tertidur. Berkali kali juga Lorent menggelengkan kepalanya.


"Dan orang ini.. Hanya tuan Zino sendiri yang bisa mengatasinya." Lorent beralih ke gambar yang lainnya lagi.


"Eeemm kepalaku.." Lorent merasa sakit kepala karna terlalu memikirkan masalah ini.


"Aku harus istirirahat.." Lorent bangun dan berjalan menuju Rindu di tempat tidur.


Perlahan Lorent membaringkan tubuhnya di samping Rindu. Satu pelukkan dan satu kecupan untuk istri tersayangnya.


***


Lilen dan Bella sedang mengupas buah di dapur. Berbicang ringan dan kadang bercanda tawa. Lilen sangat senang bisa sedekat ini dengan Bella yang sebelumnya jangankan menerimanya di panggil Mommy saja tidak mau.


"Mommy senang sekali sama Jake. Pintar juga kamu pilih laki laki ya. Tadi Jake bantuin Mommy ambil jeruk ini di kebun Zino di belakang itu, sekali lompat aja dia sampai ambil jeruk yang paling besar ini. Dia juga bantu Mommy putik Apel." Lilen mendengarkan cerita Bella dengan malu malu.


"Iya.. Eeemm dia hebat.." Sahut Lilen agar tidak terlalu kaku.


"Oowwww hebat...?!" ledek Bella.


"Mommy.." Lilen malu sungguhan.

__ADS_1


"Eeehh kenapa perlu malu malu gitu.. Suami sendiri juga.." Bella meletakan buah apel yang ia kupas ke dalam mangkuk.


"Kan belum sah Nikah.." alasan Lilen.


"Ya nantikan kalau kondisi kamu sudah baikkan barulah kalian nikah.." Saran Bella.


"Eemm apa maksud Mommy tunggu aku lahiran..?" Lilen menatap Bella.


"Boleh juga.. Kan kalau sekarang kamu juga kurang vit, dan kandungan kamu juga harus di jaga ekstra.. Kalau nanti sudah lahir kan kamu sudah sehat, baby juga sehat. Jadi nikahannya pun aman.. Ya kan Jake..?" Saat itu juga Jake lewat di belakang Lilen dan di lihat Bella.


Lilen menoleh rupanya benar ada Jake di sana. "Aaaahh?" Jake tak tahu apa yang di bicarakan Bella dan Lilen.


"Kamu setujukan sama Mommy..?" Jake menghampiri Bella dan Lilen.


"Ooohhh.. Iya.. Aku setuju.." Jake asal setuju saja meski tak tahu apa yang ia setujui.


"Mommy.." Lilen malu sekali. Pipinya merona hingga ke telinganya yang ikut memerah merona.


"Jake ini buah.. Makanlah sama Lilen.. Mau ya.. Lagi gak sibukkan...?" Tawar Bella pada calon menantunya itu.


"Eeemm ya.." Jake terima saja.


"Kamu suka buah apa Jake..?"

__ADS_1


"Aku suka buah Melon.." Jake mendudukkan diri di samping Lilen.


"Lilen sayang mau apa...?" Bella bertanya pada Lilen juga.


"Eemm apelnya Mommy.." Pilihan Lilen jatuh pada buah Apel.


Mereka bertiga pun menikmati buah bersama sama. Diam diam Lilen menghirup wangi Jake di sampingnya.


"Oohh ya ampun wangi ini.." Lilen terbuai.


"Lilen kok merem melek gitu..?" Bella melihat dengan jelas mata Lilen yang kadang terpejam dan katan membulat indah.


"Aah gak kok.." Lilen cepat cepat mengelak.


Jake juga ikut menoleh pada Lilen.


"Apa apelnya masam..?" Sangka Lilen.


"Gak manis kok.. Segar.." Lilen melempar senyum manis pada Jake.


"Heeemm anak ini.." Bella menggelengkan kepalanya.


Jake mengangguk paham. " Eemm Nyonya.. Terima kasih buahnya, masih ads tugas yang harus aku kerjakan." Alasan Jake untuk meninggalkan tempat itu, ia juga paham sepertinya Lilen gugup karenanya.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain siang siang gini..?" Bella tak menyangka Jake memiliki tugas di siang bolong yang terik.


Jake...


__ADS_2