
Sedangkan itu Lilen menangis di sudut ruangan di rumahnya. Ia mengetahui kehamilannya. Ia benar benar terpuruk.
"Aku hamil.. Anak siapa ini.. Anak siapa..?!" Lilen berteriak.
Ia tak menyangka karna kejadian itu bersama Zino dan Jake akan membuat hasil yang begitu besar di dalam dirinya. Kini telah hidup lagi satu kehidupan di dalam rahimnya.
"Apa yang harus aku lakukan..?" Lilen berpikir.
Ia adalah calon medis, ia mencoba mengingat apa yang bisa ia lakukan pada kandungnnya.
"Obat.. Obat.. Aku harus cari obat.." Lilen bergegas membuka laci demi laci. Ia merasa pernah melihat tempat obat obatan di salah satu laci di siapkan Cessa takut takut Lilen memerlukannya.
"Dimana sih.. Waktu gak di cari ada sudah di cari langsung gak ada.." Kesal Lilen tak menemukannya.
"Isss.." Lilen beralih ke tempat lain, mencari di lemari yang lain.
"Tolonglah aku.. Jangan sampai Cessa jemput aku di sini dalam keadaan hamil.. Aku harus segera gugurkannya.." Lilen terus mencari sambil berdoa.
"Aahh ini dia.. Akhirnya dapat juga.." Lilen membawanya ke dapur.
Ia mulai mencari mana obat yang memiliki kandunga Mg yang lebih tinggi. Yang ia harapkan bisa menggugurkan kandungannya.
Lilen membuka 5 butir kapsul, ia letakan semuanya di dalam telapak tangannya. Dan akan dalam satu kali lahap semua obat itu akan masuk ke dalam perncernaanya.
Ia juga tak peduli dengan dirinya, ia sudah kehabisan otak dan siap dengan semua resiko yang akan terjadi padanya setelah mengonsumsi obat obat ini.
"Maafkan aku.." Lilen mendekatkan tangannya dengan mulutnya, segenggam obat itu akan masuk dengan mulus ke dalam mulutnya.
Ssettt..
"Eehh?"
Satu tangan menahan tangan Lilen yang ingin memasukkan obat itu ke dalam mulutnya.
"Kamu..?" Lilen membulatkan matanya.
"Kamu yang apa..? Mau nagapain hah..?" Zino ada di depan mata Lilen. Bukan cuma Zino, Cessa dan Jake juga ada di belakang Zino.
"Kalian..?" mata Lilen berkaca kaca.
"Lilen.." Panggil Cessa lembut.
"Aakkhh.." Zino memaksa Lilen membuang obat obatan itu dengan cara memelintirkan tangan Lilen sedikit dan membuat Lilen membuka genggamannya.
Semua obat obattan itu terjatuh ke lantai. Cessa menatap kasian Lilen. Ia sampai mau menggugurkan kandungannya dengan cari ini. Cessa pun sangat merasa iba memikirkannya. Ia berjalan ke arah Lilen.
"Lilen.." Cessa merentangkan tangannya dan memeluk Lilen.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaa..." Tangis Lilen pecah saat di peluk Cessa.
"Sudah.. Ada aku di sini.. Sudah ya.." Cessa mengelus punggung Lilen.
Jake dan Zino hanya saling melempar pandangan. Mereka berdua tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya Zino memberi kode pada Jake untuk ikut dengannya keluar dari dapur itu.
Keduanya menunggu di ruang tengah, "Biarkan saja mereka berdua di dalam situ.. Cessa pasti bisa menenangkan Lilen.." Ucap Zino.
"Ya.. Dia sangat terpuruk.." Jake juga merasa iba melihat tangis Lilen tadi.
"Ya.. Mau gimana lagi.. Ya aku juga bingung. Dan sesuai ucapan Cessa dimobil tadi.. Kita harus tunggu anak itu lahir dan lakukan tes DNA. Sama seperti Baby Karsa kemarin.." Jake menganggukan kepalanya setuju.
"Zi.. Apa kamu siap kalau itu anak kamu.. Kan kamu duluan yang tusuk dan masuk..?" Jake menatap Zino.
"Maksud kamu itu anak aku....?" Zino sepertinya tak terima.
"Bukan kan kita belum tahu.. Eeemm.. Kan kamu yang masuk duluan" ulang Jake lagi.
"Eeehh siapa yang paling banyak..?" Zino mencubit pinggang Jake.
"Haduuhh.. Ya mana aku tahu juga.. Lainnya aku hitung berapa kecebongnya.." Jake mengelak juga.
"Issshh.." Zino benar benar kesal.
Di luar dugaan mereka Cessa mengamati mereka berdua.
"Eehh..?" Keduanya bersamaan.
"Sudah selesia rapatnya..? Ayo bantu Lilen bawa baju dan perlengkapannya yang lain itu..!" Titah Cessa pada kedua laki laki itu.
Ia sudah seperti bos dari segala bos untuk memerintah laki laki ini. Dan mereka pun tak bisa menolaknya.
Lilen keluar dari kamarnya, ia sangat kaku dan lesu juga. Cessa selalu ada untuknya di sampingnya. Cessa selalu menguatkannya dan meyakinkannya kalau semuanya akan baik baik saja.
"Aaahh senangnya... Di rumah banyak ibu hamil.." Cessa sampai di rumah Zino dan sudah ada Rindu yang menunggu kepulangan bersama Baby Karsa dan Lorent.
"Heeemmm.." Rindu tersenyum melihat Cessa datang bersama Lilen.
"Baby Karsa gak ada nangis kan di tinggal Mommy..?" Cessa mengajak baby Karsa untuk berbicara. Bayi yang sudah genap satu bulan.
Baby Karsa lebih sering membuka matanya. Mata Elang dan bibir imutnya membuat Cessa selalu jatuh cinta pada Baby Karsa.
"Dia anak yang pintar.. Sama sekali gak nangis.. Tapi kakinya gak bisa diam banget.. Hentak hentak terus.. Gak sakit kah?" Rindu juga gemas sekali pada Karsa.
"Iya.. Kala kakinya itu memang gak bisa diam pas nyusu aja kakinya gak bisa diam.
"Eeehh ini apa..?" Zino melihat ada mangkok di atas meja.
__ADS_1
"Itu tempat Salad jelly aku tadi.." Jawab Lorent.
"Oohh ada salad jelly kah.. Aku mau.." Zino langsung bergegas ke dapurnya.
"Ada di dalam kulkas.." jawab Lorent meski Zino sudah berlalu ke dapur.
"Enakkah..?" Cessa bertanya pada Rindu.
"Eeemmm ya enak enak aja sih.. Maklum suami yang buat.." sindir Rindu pada Lorent.
"Enak kok.." Lorent Membela dirinya.
"Lilen mau gak.. Aku ambilkan ya.." Cessa hendak bangkit
"Aku gak mau mayonaiesnya... Aku mau jellynya aja.." Ucap Lilen.
"Oohhh oke.."
Cessa berlalu dan Zino berserta Jake kembali dari dapur membawa mangkok masing masing. Cessa berlalu saja tak peduli.
"Eemm lumayan.. Ini siapa yang bikin Rindu..?" Zino mencobai Salad jelly ini.
"Itu Lorent yang buat.." Jawab Rindu sambil memangku baby Karsa.
"Oohh ada bakat juga kamu ya.." Ledek Zino pada Lorent.
"Eeehh Jake kok itu gk ada saus saladnya..?" Cessa datang dari dapur dean melihat isi mangkok Zino dan Jake bergantian.
"Aku gak suka mayonaies sama susunya.. Aku mau jellynya aja.." Sahut Jake dan menikmati Jellynya.
"Oohhh.." Cessa menganggukan kepalanya.
"Ini.. Ayo kita nikmati.." Ajak Cessa pada Lilen. Lilen hanya mengangguk.
Mereka pun menikmati salad jelly buatan Lorent itu bersamaan.
***
Setelah semunya selesai makan Salad jellynya, barulah Cessa membuka suara.
"Eeemm mulai hari ini dan seterusnya Lilen akan tinggal sama kita. Bukan cuma Lilen, tapi Rindu juga akan tinggal di sini juga.." Cessa sangat senang.
"Rindu juga akan di sini...?" Jake baru tahu.
"Ya.. Rindu akan di sini beberapa hari.. Aku ada pekerjaan yang harus aku lakukan di9 Canada.. Tapi aku juga gak akan pergi sendiri.. Ada anak buah aku juga yang ikut.." Jelas Lorent.
"Ya dan itu juga atas tugas dari aku.. Kirim harapan besar sama kamu Lorent.. Aku yakin dengan koneksi kamu dan anak buahmu.. Kamu bisa dapat informasi yang tepat dan jelas." sepertinya ada masalah baru yang di hadapi Zino dan yang lainnya.
__ADS_1
Cessa...