Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 130


__ADS_3

Cessa juga bisa mengerti yang Zino rasakan. Ia menyalahkan ini hanya karna ingin membuat Zino mengerti bagaimana juga rasa Lilen.


Entah bagiamana lanjutan kisah ketiganya ini nanti. Tapi Zino berjanji, mulai hari ini ia akan mengamati Lilen biarpun dari jauh. Sama seperti yang di lakukan Jake selama ini. Diam diam Jake selalu memperhatikan Lilen dan apa pun yang ia lakukan.


Hari berganti hari, kandungan Lilen sudah terlihat dari balik pakaiannya. Lebih lagi kandungan Rindu. Apalagi karna punya Rindu adalah bayi kembar. Lorent menjaganya dengan sangat hati hati. Tidak boleh ada yang salah dari pandangan Lorent.


Hari ini Cessa kedatangan tamu. Bella datang untuk menengok sang cucu. Cessa juga sangat merindukkan Bella yang sudah seperti ibunya sendiri.


Makin ramailah rumah Zino. Zino yang tak tahu apa apa terkejut melihat kedatangan Bella.


Rasa senang dan takut melanda Zino saat ini. Bella juga betanya tanya bagaimana Lilen bisa mengandung. Saat pertama kali memasuki rumah Bella melihat Lilen dan Rindu di dapur sedang bersenda gurau. Dengan jelas juga Bella melihat perut Lilen yang sudah membesar.


"Cessa sayang.." panggil Bella pada Cessa saat ini mereka berdua di kamar Cessa.


"Ya Mommy..?" Cessa segera membawa baby Karsa yang baru saja selesai mengganti popok.


"Apa Mommy kok keliatan bingung gitu..?" Cessa bisa menyadari ekspresi wajah Bella, Cessa belajar seperti Karen yang bisa mebaca isi hati dan pikiran seseorang di depannya.


"Sayang itu.. Lilen sedang hamil...?" Langsung saja pada isi pikirannya.


"Iya Mommy.." Cessa mengangguk meyakinkan.

__ADS_1


"Tapi anak siapa..?" Bella semakin penasaran.


"Eeemmm itu.. Nanti mommy tahu sendiri.." Cessa mengedipkan matanya pada Bella.


"Hah.. Anak ini.." Bella mencolek pinggang Cessa.


Malam harinya mereka makan bersama. Bella benar benar mengamati gerak gerik Lilen dan semua orang di depannya.


"Yang mana ayah dari anak yang di kandung Lilen..?" Mulai bertanya tanya.


"Mommy kok gak makan..?" Cessa menyadari Bella yang terlalu fokus mencari ayah dari anak Lilen.


Cessa mencuri pandang pada Zino. Jelas Jelas yang paling panik adalah Zino. Sedangkan Jake hanya tenang dan santai saja.


Akhirnya ia memutuskan langsung bertanya pada Lilen di kamarnya. Lilen tak pernah menolaknya jikai ia ingin menemuinya.


Tok tok tok..


Pintu kamar Lilen di ketuk Bella.


"Ya..?" Lilen membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Lilen.. Aku mau bicara.." Bella singkat.


"Masuk.." Lilen membuka pintu lebar untuk Bella yang akan selalu ia anggap ibunya.


"Lilen aku gak mau berlama lama.. Ini yang kamu kandung ini anak siapa..?" Langsung saja pada intinya.


Lilen bingung harus menjawab apa. Mulutnya terbuka tapi taj bersuara, Ingin jawab tapi takut salah jawab dan malah menuduh yang tak bersalah. Ini diam tapi di minta untuk bicara.


"Kamu di sini lama lama kenapa..?" Tambah lagi pertanyaannya.


"Apa kamu jadi pengganggu hubungan Cessa dan Zino..?" Tebak Bella.


"Kenapa.. Begitu..?" Lilen malah balik bertanya.


"Karna.. Kalau gak ada yang ganggu pasti Zino sudah nikahi Cessa dan bangun hidup baru sama Cessa dan Karsa. Tapi ini sudah berbulan bulan tapi Mommy gak dapat kabar dari Zino dan Cessa kalau mereka akan menikah. Dan kemarin Cessa sangat kekeh bawa kamu.. Makanya Mommy yakin ada yang salah sama kalian ini..." Rupanya Karen belajar dari ibunya yang sangat pandang menerka.


"Mommy... itu... Aku.." Lilen menggeleng.


"Mommy mau tahu ini anak siapa Lilen.. Mommy cuma mau tahu itu. Mommy gak bisa juga larang karna sudah berisi begini. Tapi Mommy cuma mau tahu ini anak siapa.. Kalau kamu kasih tahu.. Mommy bawa kamu pulang dari sini.. Kamu tinggal sama Mommy tapi kalau kamu tetap gak mau bilang.. Tinggal aja kamu di sini...!" Tawar Bella.


Lilen sangat ingin itu. Ia ingin tinggal bersama Bella memanggil Bella dengan sebutan Mommy. Tapi satu langkah lagi. Yaitu jujur pada Bella tentang anak yang ia kandung ini.

__ADS_1


"Ini.. Anak..."


__ADS_2