
"Lalala... Lalala... Lalalala.." Cessa dan baby Karsa sedang di kamar mereka.
Cessa sedang mengganti popok, baju dan juga celana yang Baby Karsa pakai sambil bersenandung. Baby Karsa juga sama. Kadang ia bersuara meski hanya dua atau tiga kali. Tentu hanya dengan bahasa bayi yang hanya terdengar 'Haa..' atau 'Hoohh' tapi itu sudah membuat Cessa senang.
"Anak Mommy pintar banget sih.. Eeemm sayang.." Cessa menciumi Baby Karsa.
"Eeemm sayang belum ngantukkah..?" Cessa meengambil ponselnya, baru baru ini Zino membelikannya ponsel karna ponsel Cessa ia tinggalkan di kontrakan lamanya dulu saat bersama Rindu. Sekian lamanya ini pasti sudah ada yang memilikinya lagi.
Jadi Zino menggantinya dengan yang baru. Cessa membuka internet. Ia ingin mencari sesuatu.
Cessa tiba tiba tersenyum melihat apa yang ia temukan.
"Sayang.. Mommy ada yang seru looo.." Pamer Cessa pada Baby Karsa.
Sekali tekan dan terputarlah musik.
"You look so beautyfull in white..." Cessa menyanyikan salah satu liriknya.
Awalnya Cessa tersenyum dan mendengarkan lagu ini dengan menyenangkan bersama baby Karsa, tapi tiba tiba senyum itu di padu dengan air mata.
"Aaauuuhh.. Maafkan Mommy sayang.. Mommy malah Nangis.." Cessa menghapus air matanya.
"Dan kamu.. Adalah putri Daddy.. Kamu pasti mirip banget sama Daddy kan.. Eeem kamu punya mata kayak Daddy kan.. Kamu juga kangen Daddy kan.." Cessa menggendong Karsa di tanganya.
Apa daya bayi itu? Ia hanya diam dan menatap balik Cessa.
"Coba liat itu.. Mata mu.., pipimu, bibirmu.. Rambutmu.. Hidungmu.." Cessa semakin luruh.
"Karen.. Semuanya punya Karen.. Kamu curi semua milik Daddy mu.. Kamu sayang kamu.." Cessa semakin menangis.
Tiba tiba lagu yang tadi Cessa putar berganti otomatis. Lagu lain lagi yang terputar.
Sepertinya lagu yang terputar selanjutnga adalah lagu lagu yang sedang booming, dab terputarlah satu lagu.
Cessa sama sekali tidak pernah mendengar lagu ini. Petikan gitar mengawali lagu membuat suasana hati Cessa seperti semakin di dorong dalam sedihnya.
Dan tibalah lirik liriknya...
Tak bisa aku lupa...
__ADS_1
Saat saat indah bersamamu..
Semua cerita...
Mungkin kini hanya tinggal kenangan..
Ku harus pergi..
Meninggalkanmu dalam sepiku..
Bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
Maafkan aku...
Maafkan aku
Yang tak bisa menunggu hatimu
Lupakan saja
Diriku untuk selama lamanya..
Ku harus pergi
Bukan inginku menyakiti perasaanmu
Maafkan aku...
Tidurlah sayangku
Mentari telah menunggu
Sambutlah pagi nanti
Dengan hati tersenyum
Bermimpilah cinta
Dengan segenap rasa..
__ADS_1
Kini tibalah saatnya
Kita harus berpisah..
Cessa mendengarkan dengan jelas semua lirik lagu itu. Matanya terus mengeluarkan air yang tiada henti.
"Karen.. Hikkss hikss.. Karen... Aku kengen kamu..." Tangis Cessa. Hanya satu pelampiasannya, yaitu baby Karsa untuk di peluknya.
Lagu itu seperti lagu perpisahan yang benar benar berat untuk Cessa. Seakan Karen benar benar akan pergi dan berpamitan dengan Cessa meski lewat lagu.
"Karen...!!" Cessa meraung sediri di dalam kamarnya.
"Cessa...!" Panggil Zino dari dalam lemari yang sudah di kunci Cessa tadi.
"Apa lagi kamu..?" Cessa menghapus air matanya cepat cepat.
"Aku dengar kamu bicara.. Kamu bicara sama siapa..?" Zino khawatir pada Cessa. Ia mendengar sepertinya Cessa memanggil nama Karen.
"Aku bicara sama Karsa kok.. Kenapa..?" Cessa berusaha mengatur suaranya agar terdengar normal.
"Yakin..?" Zino tidak percaya.
"Yakin.. Kan aku cuma sama Karsa.." Sahut Cessa lagi.
"Kok ada musik..?" Zino masih bisa mendengar dengan jelas lagu sedih yang di putar.
"Ya.. Biar Karsa tidur Zi... Baguskan untuk lagu tidur..?" Cessa berusaha mengecoh Zino.
"Tumben..?" Zino tetap tak percaya.
"Ya coba kan.. Karsa sudah besar kok.. Dia bisa dengar lagu lagu baru.." alasan Cessa lagi.
"Kok ini di kunci..?" Zino lanjut menggedor gedor pintu lemari.
"Ya aku mau sendiri aja sama Karsa.." Tambah bohong lagi.
"Kamu baik baik aja kan Cessa..?" panggil Zino lembut.
"Iya..." Singkat dari Cessa.
__ADS_1
Zino..