Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia
BAB 32


__ADS_3

Cessa menganggukan kepalanya paham. "Resto ini benar benar besar ya..." Cessa mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan Resto.


"Cessa..." panggil seseorang dari belakang Zino dan Cessa. Cessa menoleh dan rupanya Rindu yang mamanggilnya


"Rindu..." Cessa berbalik dan menunggu Rindu sampai di depannya.


"Kamu di sini?" Cessa terkejut rupanya Rindu sudah sampai di Resto Zino. Tapi kenapa bisa?


"Iya Tuan Zino memberi kabar padaku, bahwa ia sendang mencari pekerja baru, dia memawarkan aku untuk berkerja di sini. Di sini, upahnya lebih tinggi dari pada di resto yang kemarin tempat kita berkerja. Dan aku lebih memilih untuk masuk di sini saja gaji tinggi, tapi di pekerjakan sama seperti sebelumnya, bodoh kalau aku menolak Sa.. Dan lagi aku tidak ikut tes seperti mereka yang lain.. Karna aku kan kenal kamu dan Zino. Dan tuan Zino juga bilang angga saja ini hadiah karna kemarin sudah menjaga kamu Sa.. Terima kasih ya Sa.. Kamu bagaikan jimat giok keberuntungan." Ucap Rindu semangat sekali hari ini.


"Iss kamu ini. Mana ada aku begitu. Ini namanya rejeki kamu Rin. Aku gak ngelakuin apa apa. Semua ini dari yang di atas. Dan ya.. Dari orang yang sadar untuk berbuat baik pada sesamanya." Cessa melirik Zino yang sedang berbincang bincang dengan beberapa rekannya tak jauh dari Cessa dan Rindu saat ini.


"Eehh cie.. Yang udah dekatan.." Senggol Rindu ke tubuh Cessa membuat Cessa membelalak mata.


"Bukan Rin, aku hanya sadar. Aku gak boleh lama lama sama Zino, kalau dia lihat aku sudah baik baik saja, dia pasti akan secepatnya untuk melepaskan aku dan tidak khwatir lagi pada aku. Karna sekarang aku sudah berjanji, maka mau tak mau aku harus menunggu 3 bulan. Barulah aku bisa keluar dari rumah Zino. Aku juga tidak ingin terus merepotkan dia." Kata Cessa menjelaskan saat ini keadaannya dan Zino saat ini yang sudah berteman layaknya orang biasanya.


"Iya iya... Aku doakan kamu berhasil keluar dari rumah Zino secepatnya." Rindu mendukung harapan temannya yang mungkin akan sukit untuk tercapai.


"Keluar dari apa?" Zino datang dari belakang Cessa dan Rindu membuat keduanya terkejut bukan main, orang yang baru saja mereka bicarakan datang dan entah apa dia mendengar percakapan mereka atau tidak.


"Ah Zino kamu bikin aku dan Rindu kaget aja. Mau lepas tau jantung aku." ucap spontant Cessa pada Zino dan tindakannya yang datang tiba tiba.


"Ooohh kiranya hati kamu yang lepas dan masuk hati aku" Goda Zino lagi.


"Selamat pagi tuan Zino." Sapa Rindu untuk mengalihkan pembicaraan tentang keluar dari mana tadi.


"Pagi.. Wah kamu semangat ya... Bagus pertahankan oke, aku butuh orang orang pekerja keras. Baiklah sebentar lagi acaranya di mulai. Ayo.." Ajak Zino pada kedua wanita di depannya.


***

__ADS_1


Acara pun di mulai, ada beberapa stasiun Tv yang merekam acara yang di selengarakan ini.


Zino maju dan membawa gunting untuk memotong pagar bunga dan pita di depan Restonya.


"Selamat pagi semuanya. Saya Zino Louis Smith pemilik dari Resto Kita yang akan di buka hari ini. Saya sangat berterima kasih atas partisipasinya hari ini." Banyak kamera yang mengambil gambar Zino yang sedang melakukab pidato singkat di depan pagar pitanya .


"Hari ini istimewa bukan hanya karna saya akan membuka Resto baru tapi hari ini benar benar istimewa karna hari ini saya di temani orang yang sangar cantik hari ini. Cessa kemarilah... Temani aku..." Zino mengulurkan tangannya pada Cessa yang berdiri di antara orang orang itu.


"Aku?" Cessa menunjuk wajahnya sendiri dengan malu.


"Iya kamu. Masa aku panggil Cessa yang lain.." Goda Zino lagi. Masih sempat saja Zino menggoda Cessa sepeti saat sekarang ini.


Cessa menoleh pada Rindu yang berada di sampingnya. Rindu mengangguk, kemudian Cessa kembali menatap Zino di depannya. Dan akhirnya Cessa maju ke depan menuju Zino dan berdiri di samping Zino layaknya pasangan.


Karna baju yang sengaja Zino pilihkan hari ini, Zino dan Cessa nampak sangar serasi dengan baju yang sewarna dan ketampanan Zino dan di tambah kecantikan Cessa membuat semua mata terpana oleh keduanya. Dan tidak mau ketinggalan kamera mengeluarkan silaunya untuk menangkap gambar saat ini. Sangat jarang seorang Zino mengajak wanita apa lagi samapi couple dengannya.


Rindu yang sedang asik melihat kebahagiaan antara Zino dan Cessa di kejutkan oleh kedatangan Jake yang tiba tiba.


"Rindu dengarkan aku. Jika sudah selesai pemotongan tali pita, kamu jangan pernah jauh jauh dari nyonya Cessa. Jaga dia semampumu." Ucap Jake berbisik di telinga Rindu.


Bulu kuduk Rindu merinding mendengar suara berat Jake di telinganya bahkan nafas Jake yang hangat menghembus di telinganya.


"Ta.. Tapi kenapa Jake... Kan ada tuan Zino di dekat Cessa, Zino pasti akan melindungi Cessa." Jujur masih salah tingkah tapi Rindu tahan untuk tahu kondisi Jake yang sampai sampai katakan itu padanya.


"Maaf Rindu.. Ikuti saja intruksiku ini. Setelah ini ada masalah besar yang akan terjadi. Aku mohon jaga nyonya, karna tuan Zino saja tidak yakin dia bisa melindungi dirinya sendiri hari ini. Jadi aku benar benar momohon padamu Rindu kamu harapan tuan Zino dan aku. Dan jujur aku juga ingin melindungimu. Tapi aku tidak yakin bisa, aku juga tidak yakin aku bisa melindungi diri sendiri. Jadi tolong jagalah nyonya dan jaga dirimu juga Rindu." Jake menggenggam tangan Rindu dengan sangat erat seakan tidak mau kehilangan Rindu dan hal buruk terjadi padanya.


Jake menoleh pada Zino yang sedang berada di depannya dan begitu pula Zino, melihat tuannya menoleh padanya Jake mengangguk memberi tanda. Zino menghembuskan nafasnya dan ia menoleh pada Cessa di sampingnya.


Cessa tersenyum pada Zino dengan cantik. Ingin Zino mengecup Cessa saat itu jugaj karna Zino tau untuk beberapa hari ke depan Zino mungkin tidak dapat menemui Cessa apa lagi mencuim Cessa. Atau itu semua hanya angan yang tidak akan terjadi

__ADS_1


"Baiklah tidak usah berlama lama lagi mari kita buka Resto kita ini.." Zino mengambil gunting yang ada di atas meja di dekatnya.


"Cessa aku mohon bantu aku...!" Zino menarik Cessa ke dekatnya.


"Bantu apa Zi..." Suara Cessa yang lembut dan menyingkat nama Zino membuat Zino makin gemas oada Cessa. Terbesit siasat untuk menganggu Cessa sebentar sebelum masalah lain terjadi.


Zino menarik pinggang Cessa, menempatkan Cessa di depanya dan Zino di belakangnya. Zino memberikan gunting dengan pita itu pada Cessa. Cessa yang ingin menolak tapi tidak bisa karna saat ini banyak pasang mata yang melihat mereka dengan kagum.


Cessa tidak ingin merusak citra Zino dengan menolak Zino.


Setelah Cessa yang memegang guntingnya Zino juga memegang tangan Cessa yang memegang gunting itu dengan kedua tangannya membuat posisi kini benar benar intim diantara keduanya.


Tubuh keduanya menempel satu sama lain. Kehangatan tubuh Zino bisa Cessa rasakan di belakang tubuhnya.


"Kita potong ya.." Ucap Zino yang mendekatkan wajahnya pada wajah Cessa membuat pipi Cessa yang tidaj tahu apa apa yang akab terjadi kedepannya.


Zino meletakan kepalanya di antara leher dan bahu Cessa. Aroma manis dari tubuh Cessa menyeruak ke hidung Zino. Aroma yang pernah Zino cicipi. Sungguh Zino rindu akan aroma itu.


Satu dua tiga...


Sorak orang orang yang ada di situ.


Sreeett...


Pita berbunga bunga itu terputus kerna gunting, dan tepuk tangan pun terdengar dari semua orang.


***


Sedangkan itu kediaman Zino kini sudah hancur lebur di buat Bom yang sengaja di tanam musuh dari Zino sendiri.

__ADS_1


"Jadi dia sudah tidak ada di sini. Ayo rencana B.." Kata seorang pria penuh aura jahat dan bahagia melihat kediaman Zino hancur.


off dulu... bye bye...


__ADS_2